Breaking News
light_mode

Menonton Mendut, Bara Api di Pesisir Utara Jawa

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 8 Apr 2021
  • visibility 354


Pentas Teater Minatani lakon Mendut


Di atas panggung yang temaram, sesosok perempuan dengan sanggul menunjukkan tatapan mata yang begitu tajam. Terlihat bara menyala di ujung udud (rokok) yang dipegang di tangan kanan. Dia berdiri. Dia ledakkan emosinya.


“Akulah bara pada udud yang terlanjur dinyalakannya. Bara, tak kan pernah mudah padam. Salah kau memegang maka bersiaplah kau terbakar. Ya, Aku wanita pesisir utara Jawa. Aku dilahirkan dari tanah orang-orang yang tak akan menyerah! Maka bersiaplah kau menjadi karang yang dihantam ombak pemberontakan,” tegas Roro Mendut dalam salah satu adegan dalam pementasan virtual yang dibawakan Teater Minatani. Malam itu di Sanggar Kegiatan Bersama di komplek Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pati tersaji pentas teater yang menarik.

Ledakan emosi itu memang ditunjukkan oleh sosok Roro Mendut yang dimainkan oleh Siwigustin. Perempuan jawa itu seolah ingin menunjukkan kebulatan tekadnya untuk tidak mau takluk pada Tumenggung Wiroguna. Seorang patih dari Mataram yang dibawakan oleh Sigit.

Beruntung, sosok Pronocitro mampu sedikit meredam kegelisahan dari Mendut. Tokoh dengan aktor Aji itu mampu menenangkan kekhawatiran yang dirasakan oleh kekasihnya tersebut.

Sementara di adegan lain, seorang perempuan terlihat begitu sendu. Dia meratapi nasib. Nyai Ajeng, yang merupakan istri dari Tumenggung Wiroguna memperlihatkan kegundahan hatinya. Di satu sisi dia tak ingin suaminya meminang wanita lain, namun sebagai seorang istri dia harus manut. Lacahya menjadi pemain dari sosok Nyai Ajeng tersebut.
Wiroguna sendiri seolah telah tergila-gila pada Mendut.
Salah satu adegan Mendut

Baginya mendapatkan Mendut tak sebatas mendapatkan wanita melainkan penuntasan penaklukan yang telah dilakukan sebelumnya. Tanpa mendapatkan Mendut, baginya penaklukan itu akan sia-sia.

Namun, cerita itu tak berujung bahagia. Pronocitro harus bersimbah darah dalam memperjuangkan kekasihnya. Mendut pun serupa. Dia memilih mengakhiri hidupnya ketimbang menyerah kalah pada prinsipnya. Sementara Wiraguna, berakhir dalam penyesalan. Seorang patih besar bahkan tak bisa mendapatkan apa yang sudah ada digenggamannya.

Selain keempat tokoh itu, ada pula Mbok Emban, orang kepercayaan dari Nyai Ajeng yang kemudian membantu Roro Mendut. Tokoh itu dimainkan oleh Defi. Sementara Wiroguna menugaskan tiga telik sandi untuk memata-matai aktivitas Mendut dalam berjualan udud. Tiga abdi itu dimainkan oleh Faiz, Ali, dan Hanif. Sementara sutradara dalam naskah itu adalah Beni Dewa. Dia juga yang menulis naskah bersama Lacahya.

Siwigustin, Ketua Teater Minatani mengungkapkan, mereka sengaja memilih lakon Mendut “Kobar Api Pesisir Utara Jawa” dalam pementasan virtual yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pati pada Selasa (6/4/2021) malam kemarin.

“Cerita Roro Mendut begitu dekat dengan masyarakat Pati. Inilah yang kemudian melatar belakangi pemilihan naskah. Bagi kami kisah Mendut tak sebatas pada persoalan percintaan. Melainkan keteguhan prinsip maupun sikap tak mau menyerah,” terangnya.

Pementasan itu diakuinya merupakan tawaran baru dari Teater Minatani. Kali ini mereka ingin memadukan sejumlah unsur dari ketoprak seperti silat, tari, maupun tembang dengan gaya teater.

“Karena bagaimanapun kami tumbuh di Kabupaten Pati. Kota dengan seni peran ketoprak menjadi ikonnya. Kami ingin belajar dari sana untuk kami adaptasi di panggung teater,”imbuhnya. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejarah Lengkap Tradisi Jembul Tulakan Jepara Bagian 1

    Sejarah Lengkap Tradisi Jembul Tulakan Jepara Bagian 1

    • calendar_month Ming, 19 Apr 2026
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 24.797
    • 0Komentar

    JEPARA – Bagi masyarakat Jepara khususnya di wilayah utara pasti tidak asing dengan tradisi Jembul Tulakan. Jembul Tulakan merupakan sebuah tradisi budaya khas yang ada di Desa Tulakan Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara. Jembul Tulakan adalah arak-arakan Jembul di desa Tulakan. Jembul Tulakan merupakan tradisi dalam acara sedekah bumi yang di selengggarakan oleh pemerintah desa Tulakan. […]

  • PatiTech Academy Sukses Gelar Gen Z Techno Camp 2023, Dapat Apresiasi dari Kepala Diskominfo dan Camat Tambakromo

    PatiTech Academy Sukses Gelar Gen Z Techno Camp 2023, Dapat Apresiasi dari Kepala Diskominfo dan Camat Tambakromo

    • calendar_month Sab, 30 Des 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Pati – Acara Gen Z Techno Camp yang diadakan Patitech Academy mendapat kunjungan dan apresiasi dari Kepala Dinas Komunikasi Informasi (Diskominfo) Kabupaten Pati, Ratri Wijayanto, pada hari Rabu (27/12/2023). Acara ini berlangsung dari tanggal 25 hingga 30 Desember 2023 di Yayasan Warna Bhakti, Desa Mangunrekso, Kecamatan Tambakromo, dengan partisipasi 25 peserta dari berbagai latar belakang, […]

  • Dukung Kebijakan Plt Bupati, DPRD Pati: Study Tour Boleh, Tapi Tetap di Dalam Daerah

    Dukung Kebijakan Plt Bupati, DPRD Pati: Study Tour Boleh, Tapi Tetap di Dalam Daerah

    • calendar_month Jum, 17 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.632
    • 0Komentar

    PATI – DPRD Kabupaten Pati menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, dalam upaya memberantas pungutan liar (pungli) di lingkungan sekolah negeri. Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, usai menghadiri kegiatan sosialisasi di SMP Negeri 1 Wedarijaksa, Kamis (16/4/2026). Selain penghapusan pungli, legislatif juga […]

  • Temui Perwakilan Massa Demo, DPRD Pati Komitmen Kawal Pansus Hak Angket

    Temui Perwakilan Massa Demo, DPRD Pati Komitmen Kawal Pansus Hak Angket

    • calendar_month Jum, 19 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 291
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menunjukkan komitmennya untuk mengawal Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket dengan sungguh-sungguh. Hal ini ditegaskan oleh Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, saat audiensi dengan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu pada Jumat (19/9/2025). “Kesepakatannya jelas, DPRD akan mengawal pansus dengan sungguh-sungguh. Terkait kebijakan Pak Bupati, yang diboikot hanyalah […]

  • Peringati Hari Guru Napas Tilas Sekolah Zaman Kolonial di Wedarijaksa Pati

    Peringati Hari Guru Napas Tilas Sekolah Zaman Kolonial di Wedarijaksa Pati

    • calendar_month Kam, 24 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 386
    • 0Komentar

    Para guru melakukan napak tilas di SD Wedarijaksa 1 yang menjadi peninggalan zaman kolonial Belanda PATI – Napak tilas sekolah pada masa kolonial dilakukan sekelompok guru untuk memeringati Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November mendatang. Acara ini bertajuk napak tilas perjalanan pendidikan yang ada di Kabupaten Pati. Untuk meningkatkan semangat mengajar dewasa ini. […]

  • Muslihan Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati

    Komisi B DPRD Pati Dorong Perbaikan Manajemen TPI Juwana untuk Cegah Kecurangan

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 297
    • 0Komentar

    PATI – Komisi B DPRD Pati menyoroti pentingnya perbaikan manajemen di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) 1 dan 2 Juwana. Ketua Komisi B DPRD Pati, Muslikan, menyampaikan harapannya agar pengelolaan TPI dapat ditingkatkan untuk mendukung industri perikanan di Kabupaten Pati. “TPI 1 dan TPI 2 kita harus perbaiki manajemennya,” ujar Muslikan, menekankan perlunya pembenahan menyeluruh dalam […]

expand_less