Breaking News
light_mode

Full Menyerang Persijap Gagal Kalahkan Persela Lamongan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 1 Okt 2022
  • visibility 265
Statistik pertandingan yang seharusnya membuat Persijap Jepara menang minimal 3 gol lebih.


Tampil agresif sepanjang 90 menit tidak mampu membuat Persijap Jepara mengamankan poin penuh di kandangnya. Bahkan hampir saja tim tamu Persela Lamongan membikin malu Laskar Kalinyamat.

JEPARA – Data statistik di akhir pertandingan menunjukkan dominasi Persijap Jepara atas Persela Lamongan, Sabtu (1/10/2022) di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara. Tapi hanya hasil seri yang didapat. 

Total Persijap menguasai ball possessions 62 persen, 8 tendangan mengarah ke gawang, dan 7 tendangan melenceng, serta 12 sepak pojok. Sedangkan Persela Lamongan tampil efektif dengan 3 tembakan mengarah ke gawang dan 1 tembakan melenceng, Persela hanya dapat 1 kali sepak pojok.

Bahkan dua kali tuan rumah harus tertinggal. Persela terlebih dulu unggul menit ke-27 melalui Rizqi Utomo, Persijap kemudian membalas melalui gol Indra Arya menit ke-33. Setelah itu Zulham Zamrun membawa Persela kembali unggul pada menit ke-52. Beruntung serangan bertubi-tubi anak-anak Jepara akhirnya membuahkan hasil, pada menit ke-82 Rendy Setiawan berhasil menyamakan kedudukan. Persijap Jepara selamat dari kekalahan. 

Dengan hasil ini, Laskar Kalinyamat terhitung tidak bisa memaksimalkan laga kandangnya, karena dari 4 pertandingan hanya 2 kemenangan, sisanya 1 kali kalah dan 1 kali seri. 

Meskipun mendominasi pertandingan, permainan anak asuh coach Salahudin masih belum memuaskan. Yang paling menonjol adalah lini serang. Banyak peluang yang belum dimaksimalkan menjadi gol tentu menjadi sebuah kerugian besar. Selain itu lini tengah juga terlihat masih belum maksimal utamanya dalam mengalirkan bola-bola ke kotak penalti lawan. 

Karena itu harus ada evaluasi serius dari tim pelatih, agar kemenangan demi kemenangan berhasil didapatkan kembali. Sebab jika ingin bertahan di papan atas, Persijap harus bisa menang dan menang. Karena jarak poin antar tim sangat ketat. (ars) 

  

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pulau Mandalika Jepara, Miliki Kesan Mistis Namun Pemandangannya Eksotis

    Pulau Mandalika Jepara, Miliki Kesan Mistis Namun Pemandangannya Eksotis

    • calendar_month Sab, 17 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Pemandangan dermaga Desa Metawar Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara, laut berlatar lekuk Gunung Genuk  Mendengar Mandalika, sudah pasti ingat bagaimana ganasnya gelombang di sana. Konon, pernah ada sebuah pesawat dan kapal penumpang yang hilang di sekitaran perairan tesebut. Sebuah pulau kecil yang dinamakan Pulau Mandalika pun terkenal mistis. Banyak kisah tutur dari masyarakat akan hal mistis di […]

  • Resah Karena Ulah Anak Punk, Polsek Juwana Giatkan Razia

    Resah Karena Ulah Anak Punk, Polsek Juwana Giatkan Razia

    • calendar_month Sab, 3 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Anak-anak punk didata oleh Polsek Juwana untuk mendapatkan pembinaan PATI – Polsek Juwana melakukan razia dan mengamankan sebanyak 16 anak punk yang mangkal di Jalan Camong Lokasi Gedung Persoda Juwana, Desa Kauman Kamis (1/10/2018). Anak punk yang masih anak baru gede (ABG) tersebut disinyalir membuat aktivitas masyarakat Juwana menjadi kurang nyaman. Kapolsek Juwana AKP Eko […]

  • Dinas Koperasi dan UMKM Grobogan Dorong Pemanfaatan Peluang Usaha untuk Koperasi Merah Putih

    Dinas Koperasi dan UMKM Grobogan Dorong Pemanfaatan Peluang Usaha untuk Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 283
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Dinas Koperasi dan UMKM Grobogan menekankan pentingnya pemanfaatan peluang usaha dari mitra bisnis untuk keberlangsungan Koperasi Merah Putih. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Khasan Anwar, melalui Kabid Koperasi dan UMKM, Nur Ikhsan. Menurut Nur Ikhsan, pondasi awal dari Koperasi Desa Merah Putih adalah peluang bisnis riil seperti pupuk dan […]

  • LDJ Ajari Pelajar NU Jati Tangkal Bahaya Radikalisme

    LDJ Ajari Pelajar NU Jati Tangkal Bahaya Radikalisme

    • calendar_month Ming, 10 Sep 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Dokumentasi PAC IPNU IPPNU Jati-Kudus Lingkar Muria, KUDUS – Dengan memiliki pemikiran yang kritis dan berimbang, peserta Latihan Dasar Jurnalistik (LDJ) IPNU dan IPPNU Jati diharapkan menjadi generasi yang anti radikalisme. Hal ini dikemukakan M. Farid dalam materi berita yang disampaikannya kemarin, di TPQ Al Qudsy Jetiskapuan. ”Kebanyakan, pemikiran radikal itu lahir dari propaganda media. […]

  • Soroti Penutupan Ritel Modern di Lombok Tengah, Edy Wuryanto: Pekerja Jangan Jadi Korban Kebijakan

    Soroti Penutupan Ritel Modern di Lombok Tengah, Edy Wuryanto: Pekerja Jangan Jadi Korban Kebijakan

    • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.555
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengangkat isu penutupan sejumlah gerai ritel modern di Kabupaten Lombok Tengah yang memicu kekhawatiran di kalangan tenaga kerja. Ia menegaskan, persoalan ini tidak bisa hanya dilihat dari sisi penataan usaha atau masalah perizinan daerah semata, melainkan harus memperhitungkan dampak besar yang ditimbulkan bagi para pekerja yang […]

  • Banyak yang Menjadi Sumantri di Negeri Ini

    Banyak yang Menjadi Sumantri di Negeri Ini

    • calendar_month Rab, 28 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 283
    • 0Komentar

    DOKUMEN GAMELAN KIAI KANJENG Emha Ainun Najib menangkap, di negeri ini banyak terjadi seperti kisah dalam pewayangan. Kisah Sumantri dan Sukrasana. Dua saudara yang memiliki karakter sangat berbeda. Hal itu dikemukakan Budayawan Emha Aninun Najib dalam Suluk Maleman edisi ke 74, Senin (26/2/18) malam lalu. Ngaji budaya yang malam itu mengambil tema Gondelan Barang Ambruk […]

expand_less