Breaking News
light_mode

Ada di Pati Nasi Goreng Paling Murah, Cuma Rp 3 Ribu

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 28 Mei 2021
  • visibility 160

Penampakan nasi goreng murah yang terbilang cukup lengkap

Meskipun
harganya sangat murah, sepiring “Nasi Goreng Bu Lasmiati” tersaji cukup
lengkap. Ada irisan telur dadar, lalapan kol dan mentimun yang diiris
kecil-kecil, serta taburan bawang goreng. Menambah sedap dan menggugah selera
makan.

PATI – Nasi
goreng di warung-warung kakil lima umumnya dibanderol Rp 10 ribu per porsi.
Tergantung nasi goreng itu menawarkan topping apa. Sosis, ayam, daging, babat,
atau pete. Namun sebuah rumah bercat krem di Dukuh Gilis, Desa Sugiharjo RT 2
RW 3, Kecamatan Pati, menjual menu nasi goreng sangat murah. Hanya Rp 3 ribu
saja.

Di Google Maps,
tempat ini memiliki nama “Nasi Goreng Bu Lasmiati”. Namun, dilihat
dari depan, rumah tersebut tidak tampak seperti warung makan.

Tidak ada
spanduk bertuliskan menu-menu masakan seperti lumrahnya warung makan. Tapi ada
tikar digelar di teras rumah. Ada pula meja dan kursi makan di halaman.

Jika kita masuk
ke dapur rumah melalui jalan di sisi kiri, barulah penataan tempat seperti
lumrahnya warung makan terlihat. Seperti namanya, warung ini menyajikan menu
nasi goreng. Harganya boleh dibilang super murah.

Warung ini juga
menyajikan menu selain nasi goreng, yakni mi ayam seharga Rp 4 ribu, serta mi
instan goreng maupun rebus. Namun, nasi goreng adalah menu special dan paling
laris di warung ini.

“Harganya
Rp 3 ribu. Tapi kalau pembeli mau minta Rp 4 ribu atau Rp 5 ribu juga bisa.
Nanti porsinya saya tambah,” kata Lasmiati, pemilik warung.

Dia mengaku
sudah berjualan nasi goreng semenjak enam tahun lalu. Tiap hari, warungnya bisa
menghabiskan 20 sampai 30 kilogram beras. Setiap 10 kilo beras rata-rata bisa
diolah menjadi 100 piring nasi goreng. Artinya, dalam sehari Lasmiati bisa
menjual 200 sampai 300 piring nasi goreng.

Lasmiati
menuturkan, ia mulai memutuskan berjualan ketika suaminya yang bekerja sebagai
perangkat desa meninggal pada 2014 lalu.

“Anak saya
yang besar waktu itu masih kuliah di UNDIP, yang kecil masih bayi. Jadi saya
memutuskan jualan untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Kalau sekaranh anak
pertama saya sudah lulus dan bekerja di salah satu rumah sakit swasta di
Pati,” papar dia. Setiap hari, warung Nasi Goreng Bu Lasmiati buka mulai
pukul 15.00 sore hingga tengah malam. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asistensi Kemendagri untuk Masa Transisi, DPRD Pati Berikan Dukungan Penuh

    Asistensi Kemendagri untuk Masa Transisi, DPRD Pati Berikan Dukungan Penuh

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.133
    • 0Komentar

    PATI – Komisi B dan Komisi C DPRD Kabupaten Pati turut mendukung asistensi yang diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, yang bertujuan menjaga stabilitas penyelenggaraan pemerintahan di masa transisi kepemimpinan. Hal itu disampaikan setelah kedua ketua komisi, Muslihan dan Joni Kurnianto, menghadiri rapat koordinasi antara Pemkab Pati dan Kemendagri di Ruang […]

  • Kolak Sajian Berbuka yang Lengkap dan Islami

    Kolak Sajian Berbuka yang Lengkap dan Islami

    • calendar_month Kam, 15 Apr 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 155
    • 0Komentar

      selerarasa.com Siapa tidak tahu kolak. Kuliner khas Ramadan ini begitu melekat bagi kaum muslim di Indonesia. Menu kolak bahkan menjadi sajian wajib saat berbuka puasa. Rasanya yang manis dan segar membuat tenggorokan dan perut seperti dimanjakan dalam satu sendok kolak. Kolak yang paling populer adalah kolak pisang. Namun seiring waktu kolak berkembang lebih beragam. […]

  • Kudus Jadi Titik Sentral Pengembangan Kawasan Pati Raya

    Kudus Jadi Titik Sentral Pengembangan Kawasan Pati Raya

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 130
    • 0Komentar

    KUDUS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong pengembangan kawasan aglomerasi di Pantura timur, salah satunya melalui program Pati Raya. Kabupaten Kudus berperan penting sebagai titik sentral dalam pengembangan ini. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menekankan keberhasilan model aglomerasi seperti Solo Raya yang menghasilkan perputaran ekonomi hampir Rp 8,7 triliun (menurut pemberitaan sebelumnya, hampir Rp 10 […]

  • BRI Cabang Pati Salurkan Santunan untuk 80 Anak Yatim Piatu di Ponpes Al Hikam

    BRI Cabang Pati Salurkan Santunan untuk 80 Anak Yatim Piatu di Ponpes Al Hikam

    • calendar_month Sel, 29 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 154
    • 0Komentar

    PATI – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Pati menunjukkan komitmennya terhadap dunia pendidikan dengan menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim piatu di Pondok Pesantren (Ponpes) Yatim Dhuafa Al Hikam, Desa Puri, Kabupaten Pati. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian menyambut tahun ajaran baru. Ketua Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN Kantor Cabang Pati, Zaenal Mustofa, menjelaskan bahwa […]

  • Daftar Pemain Persijap Jepara Liga 2 Musim 2021

    Daftar Pemain Persijap Jepara Liga 2 Musim 2021

    • calendar_month Sen, 27 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 267
    • 0Komentar

      Beberapa pemain Persijap Jepara Liga 2 musim 2021  JEPARA – Persijap Jepara termasuk klub Liga 2 yang kalem. Namun jangan pandang sebelah mata klub kebanggaan warga Kota Ukir ini diperkuat sederet pemain-pemain senior berpengalaman dikombinasikan pemain muda bermental juara. Liga 2 musim 2021 ini, Laskar Kalinyamat ditukangi pelatih sarat pengalaman di sepakbola nasional. Baik […]

  • Polres Magelang Ungkap Kasus Pembunuhan Dukun Pengganda Uang

    Polres Magelang Ungkap Kasus Pembunuhan Dukun Pengganda Uang

    • calendar_month Sab, 20 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Ungkap kasus pembunuhan oleh dukun pengganda uang di Magelang Maksud hati ingin menggandakan uang ke dukun, dua orang tukang sayur di Magelang malah tewas diracun oleh dukun itu sendiri. Melalui minuman “doa” sebagai syarat ritual. MAGELANG– Polres Magelang berhasil mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan dengan berencana yang dilakukan oleh seorang yang dikenal sebagai dukun yang […]

expand_less