Breaking News
light_mode

Suluk Maleman: Kasih Sayang, Inti Kemanusiaan yang Terancam Hilang

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Ming, 22 Sep 2024
  • visibility 328

PATI –  “Darurat Kasih Sayang” menjadi tema utama Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke-153 yang digelar pada Sabtu (21/9/2024) malam.

Tema ini menjadi ajakan untuk merenungkan kembali situasi carut marut yang semakin menggejala dalam kehidupan kebangsaan.

Anis Sholeh Ba’asyin, penggagas Suluk Maleman, menekankan pentingnya belajar sifat kasih sayang di bulan kelahiran Nabi Muhammad.

Beliau mengingatkan bahwa kasih sayang merupakan inti kemanusiaan, dan hilangnya kasih sayang dapat menjatuhkan manusia ke titik terendah, bahkan lebih buruk dari ternak.

Tragedi kemanusiaan seperti yang terjadi di Palestina menjadi contoh nyata hilangnya kemanusiaan.

“Sayangnya, manusia bisa mengarang ribuan alasan untuk membenarkan kejahatan, padahal hati nurani seharusnya bisa menuntun mereka untuk menyadari kesalahan,” katanya saat membuka diskusi.

Faktor Hilangnya Kasih Sayang: Manusia Penetap dan Manusia Penyinggah

Anis kemudian mengidentifikasi dua kategori manusia yang berdampak besar pada penyikapan terhadap dunia: manusia penetap dan manusia penyinggah.

Manusia penetap menganggap bumi sebagai tempat tinggal permanen dan final, sementara manusia penyinggah melihat bumi sebagai tempat singgah sementara.

“Manusia penetap cenderung egois dan memosisikan dirinya sebagai pusat dan pemilik segala sesuatu di bumi,” jelasnya.

“Ego ini dapat memicu kebencian dan permusuhan, baik dalam ranah individual, sosial, maupun bernegara,” lanjutnya.

Anis mencontohkan penolakan terhadap Nabi Isa dan Nabi Muhammad yang dilatarbelakangi oleh ketakutan elite agama dan sosial akan hilangnya posisi dan kekuasaan mereka.

“Mereka lebih memprioritaskan ego sosial daripada kebenaran dan ajaran yang dibawa oleh Nabi,” tegasnya.

Anis menegaskan bahwa penentangan tersebut tak menyangkut soal kebenaran atau ajaran yang dibawa oleh Nabi, melainkan lebih pada ego sosialnya.

Ego tersebutlah yang menutup kesadaran mereka untuk melihat kemungkinan kebenaran dari ajaran yang dibawa Nabi Muhammad.

“Kenyataan bahwa elite Quraisy pernah menawarkan kompromi, sehari menyembah Allah, sehari menyembah berhala; justru menunjukkan bahwa bukan agama dan kebenaran yang mereka anggap penting, tapi mempertahankan ststus quo bagi ego sosialnya,” terangnya.

Media Sosial: Mengobarkan Kebencian dan Memudarkan Kasih Sayang

Dalam diskusi yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia tersebut, Anis juga menyentil gejala hilangnya kasih sayang yang meruyak bersamaan dengan munculnya media sosial.

Orang bisa dikondisikan dan dikendalikan untuk saling membenci dan memusuhi meski tak pernah bertemu.

“Cara paling baik untuk menghindari badai kebencian dan permusuhan ini adalah dengan menghindar sajauh-jauhnya. Kalau kita benar-benar tahu dan yakin akan pengetahuannya lebih baik diam dan tidak usah ikut-ikutan,” tuturnya.

“Jangan sampai menjadi fitnah karena apa pun itu nantinya dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat,” sambungnya.

Media Sosial: Penyebar Kebencian dan Permusuhan 

Anis juga menyoroti peran media sosial dalam menyebarkan kebencian dan permusuhan. Ia mengingatkan bahwa media sosial dapat mengondisikan dan mengendalikan orang untuk saling membenci meskipun tidak pernah bertemu.

“Cara terbaik untuk menghindari badai kebencian adalah dengan menghindar. Jika kita benar-benar yakin akan pengetahuannya, lebih baik diam dan tidak ikut-ikutan,” tegasnya.

Anis juga mempertanyakan bagaimana rakyat Indonesia yang dikenal ramah bisa tiba-tiba menjadi pemarah dan pembenci di media sosial.

Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia didapat atas berkat dan rahmat Allah, yang berarti kasih sayang.

“Pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa kemerdekaan kita adalah atas berkat dan rahmat Allah. Rahmat artinya adalah kasih sayang. Jika bangsa ini terus berubah menjadi pemarah dan pembenci, artinya rahmat Allah sudah kita abaikan. Kita tak akan pernah tahu apa yang terjadi lima hingga sepuluh tahun ke depan,” pungkasnya.

Diskusi Suluk Maleman ini berhasil menarik ratusan jamaah yang hadir langsung dan online. Iringan Sampak GusUran dan hadrah Syubbanul Muttaqin menambah semarak acara tersebut.

Editor: Fatwa 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Evaluasi Besar untuk Persijap Jepara Jelang Laga Derbi Muria Melawan Persiku Kudus

    Evaluasi Besar untuk Persijap Jepara Jelang Laga Derbi Muria Melawan Persiku Kudus

    • calendar_month Sel, 10 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 313
    • 0Komentar

      OLAHRAGA – Persijap Jepara memang bisa menang di laga perdana Liga 2 musim 2024/25. Kemenangan tipis 1 – 0 atas Persekat Tegal (8/9) layak disyukuri. Karena ada aroma keberuntungan bagi skuad Laskar Kalinyamat sehingga bisa mengamankan poin penuh. Padahal dari segi penguasaan pertandingan, Persekat tegal justru lebih unggul segalanya. Bahkan Persijap Jepara juga banyak […]

  • Doa Bersama untuk Affan Kurniawan, Polsek Pati Kota Rangkul Komunitas Ojol

    Doa Bersama untuk Affan Kurniawan, Polsek Pati Kota Rangkul Komunitas Ojol

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 267
    • 0Komentar

    PATI – Polsek Pati Kota mengadakan kegiatan preventif berupa penggalangan dan sambang dialogis bersama komunitas driver ojek online (ojol) di wilayah Kecamatan Pati pada Jumat (29/8/2025). Acara yang berlangsung di Pangkalan Ojol Jl. Pemuda Pati ini dihadiri sekitar 50 driver dari berbagai aplikasi seperti Gojek, Grab, dan Shopee Food. Kapolsek Pati Kota, IPTU Heru Purnomo, […]

  • Tawuran Pelajar di Pati: Satu Korban Luka-Luka, Tiga Motor Diamankan

    Tawuran Pelajar di Pati: Satu Korban Luka-Luka, Tiga Motor Diamankan

    • calendar_month Jum, 9 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 224
    • 0Komentar

    PATI – Insiden tawuran pelajar kembali terjadi di Kabupaten Pati. Peristiwa yang melibatkan siswa dari dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ini terjadi pada Jumat (9/5/2025), sekitar pukul 12.05 WIB di Jalan Pati-Gembong, tepatnya di depan showroom mobil Mitra Mobilindo, Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo. Satu korban luka-luka, BA (17), kini dirawat di Rumah Sakit Kabupaten Pati. […]

  • Kapolda Jateng Tunggangi Moge Pastikan Arus Balik Lebaran Lancar

    Kapolda Jateng Tunggangi Moge Pastikan Arus Balik Lebaran Lancar

    • calendar_month Sen, 9 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat tiba di pospam lebaran depan GOR Pesantenan Pati PATI – Dengan menunggangi motor gede (moge) Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi dan jajarannya memantau berbagai Pospam di Jawa Tengah, Senin (9/5/2022). Mulai dari Demak, Jepara dan Pati. Irjen Pol Ahmad Luthfi sampai di Pospam GOR Pesantenan Pati […]

  • Naik ke Gunung Gede, Dapat Teman Baru dari Lampung (1)

    Naik ke Gunung Gede, Dapat Teman Baru dari Lampung (1)

    • calendar_month Ming, 9 Jun 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Perjalanan di alun-alun Suryakencana  Perjalanan selama 7 jam berakhir di sebuah basecamp di Cibodas, Cianjur, Jawa Barat. Saya berangkat dari Demak, Jawa Tengah akhir Mei lalu. Berdua saja bersama Ci’lo teman sekampung. sampai di basecamp, udara dingin khas daerah gunung menyambut. Beruntung ada segelas kopi panas menemani. Ngobrol-ngobrol ringan sebentar, saya langsung merebahkan badan. Esok, […]

  • DPRD Pati Gelar Sidang Paripurna untuk Sampaikan Hasil Pembahasan LKPJ Bupati 2025

    DPRD Pati Gelar Sidang Paripurna untuk Sampaikan Hasil Pembahasan LKPJ Bupati 2025

    • calendar_month Rab, 22 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.775
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mengadakan Sidang Paripurna yang berfokus pada penyampaian hasil pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Pati Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (21/4/2026) di Ruang Paripurna DPRD. Sidang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan dewan lainnya, yakni Wakil Ketua […]

expand_less