Breaking News
light_mode

Soroti Penutupan Ritel Modern di Lombok Tengah, Edy Wuryanto: Pekerja Jangan Jadi Korban Kebijakan

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
  • visibility 99.543

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengangkat isu penutupan sejumlah gerai ritel modern di Kabupaten Lombok Tengah yang memicu kekhawatiran di kalangan tenaga kerja.

Ia menegaskan, persoalan ini tidak bisa hanya dilihat dari sisi penataan usaha atau masalah perizinan daerah semata, melainkan harus memperhitungkan dampak besar yang ditimbulkan bagi para pekerja yang menggantungkan hidupnya dari sektor tersebut.

Menurut Edy, narasi yang seolah-olah membenturkan keberadaan ritel modern dengan pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) adalah hal yang tidak tepat.

Ia menilai, KDMP sebagai instrumen penguatan ekonomi rakyat memang layak didukung penuh, namun pengembangannya tidak boleh dilakukan dengan cara membatasi atau menutup usaha ritel modern yang sudah beroperasi dan telah menyerap banyak tenaga kerja.

“Jangan menempatkan gerai modern dan KDMP sebagai pihak yang harus saling meniadakan. Biarkan keduanya beroperasi dan berkompetisi secara sehat. Yang penting, masyarakat mendapatkan layanan yang baik dan pekerja tetap terlindungi,” ucap legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah III tersebut.

Edy menjelaskan bahwa keberadaan ritel modern selama ini telah memberikan manfaat nyata berupa lapangan kerja formal bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Sektor ini memberikan kepastian dalam hal upah, jam kerja, perlindungan jaminan sosial, keselamatan kerja, serta kejelasan hubungan kerja.

Selain itu, ritel modern juga berkontribusi signifikan bagi negara melalui pembayaran pajak, baik dari pekerja maupun dari usaha itu sendiri, serta mendorong perputaran ekonomi daerah.

Oleh karena itu, Edy mengingatkan pemerintah agar tidak membuat kebijakan yang justru berpotensi memicu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di saat kondisi pasar tenaga kerja masih menghadapi banyak tantangan.

Penutupan gerai secara mendadak dikhawatirkan akan menambah angka pengangguran, menurunkan daya beli masyarakat, hingga memicu masalah sosial yang lebih luas.

Selain dampak sosial dan ekonomi, Edy juga mempertanyakan aspek tata kelola perizinan dalam kasus di Lombok Tengah. Ia menyoroti ketidaktepatan waktu dalam penegakan aturan, di mana masalah izin dan tata ruang baru diangkat menjadi persoalan setelah usaha berjalan, tempat disewa, karyawan direkrut, dan masyarakat sudah bergantung pada aktivitas ekonomi tersebut.

“Kalau memang ada persoalan izin dan tata ruang, mengapa baru dipersoalkan setelah usaha berjalan dan pekerja direkrut? Ini yang harus dievaluasi serius. Jangan sampai pekerja menjadi korban dari lemahnya tata kelola perizinan,” ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa jika sebuah usaha memang memiliki masalah administrasi atau tata ruang, seharusnya hal itu diselesaikan sejak tahap awal, jauh sebelum usaha beroperasi dan menerima karyawan.

Negara tidak boleh terlambat bertindak, lalu membiarkan konsekuensi negatifnya ditanggung oleh para pekerja yang sama sekali tidak mengetahui masalah perizinan tersebut.

Kasus di Lombok Tengah, menurut Edy, harus menjadi peringatan bagi seluruh daerah di Indonesia agar tidak terulang pola yang sama: memberikan izin yang bermasalah, membiarkan usaha berjalan dan menyerap tenaga kerja, lalu menutupnya secara paksa. Ia meminta dibuatkan mekanisme perlindungan khusus bagi pekerja jika terjadi sengketa terkait izin usaha.

“Persaingan yang sehat harus dijaga, kepastian hukum harus ditegakkan, dan pekerja jangan menjadi korban kebijakan,” ucapnya.

Editor : Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Garap Potensi Keindahan Goa Larangan, DPRD Pati Dorong Libatkan Seniman

    Garap Potensi Keindahan Goa Larangan, DPRD Pati Dorong Libatkan Seniman

    • calendar_month Ming, 27 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 240
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Warsiti, mendorong pengembangan Goa Larangan agar lebih menarik minat wisatawan. Goa yang berlokasi di Desa Larangan, Kecamatan Tambakromo, wilayah Pegunungan Kendeng, ini memiliki potensi wisata yang besar. “Potensi yang harus digali sebagai tempat wisata, karena memang tempatnya alami,” ujarnya. Goa Larangan memiliki pesona unik dengan jalur air yang memanjang […]

  • Naik ke Gunung Gede, Dapat Teman Baru dari Lampung (1)

    Naik ke Gunung Gede, Dapat Teman Baru dari Lampung (1)

    • calendar_month Ming, 9 Jun 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Perjalanan di alun-alun Suryakencana  Perjalanan selama 7 jam berakhir di sebuah basecamp di Cibodas, Cianjur, Jawa Barat. Saya berangkat dari Demak, Jawa Tengah akhir Mei lalu. Berdua saja bersama Ci’lo teman sekampung. sampai di basecamp, udara dingin khas daerah gunung menyambut. Beruntung ada segelas kopi panas menemani. Ngobrol-ngobrol ringan sebentar, saya langsung merebahkan badan. Esok, […]

  • Riset banyu pengilon untuk atasi krisis air bersih.

    Mencari Solusi Krisis Air Bersih dari Kearifan Banyu Penguripan

    • calendar_month Rab, 11 Okt 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) telah melakukan penelitian yang mengungkapkan bagaimana masyarakat di Kudus, Jawa Tengah, melestarikan sumber air mereka melalui kearifan lokal yang dikenal sebagai Banyu Penguripan.

  • Inilah Daftar Calon Penjabat Bupati Pati Versi Usulan DPRD

    Inilah Daftar Calon Penjabat Bupati Pati Versi Usulan DPRD

    • calendar_month Rab, 13 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 317
    • 0Komentar

      Pimpinan DPRD Kabupaten Pati menggelar konferensi pers penentuan usulan calon Pj Bupati Siapakah yang akan menjabat sebagai Pj Bupati Pati pasca lengsernya Haryanto bulan Agustus mendatang?  PATI – DPRD Kabupaten Pati mengusulkan tiga naman calon Penjabat (PJ) Bupati Pati kepada Kementerian Dalam Negeri. Ketiga nama tersebut adalah Tri Haryama yang sekarang menjabat Kepala Dinas […]

  • Alfiat kembali menjadi pelatih Persiku Kudus di Liga 2 musim 2025/26.

    Alfiat Resmi Tangani Persiku Kudus untuk Liga 2 Musim 2025/2026

    • calendar_month Ming, 15 Jun 2025
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 368
    • 0Komentar

    KUDUS – Persiku Kudus resmi menunjuk Alfiat sebagai pelatih kepala untuk mengarungi kompetisi Liga 2 musim 2025/2026. Penunjukan ini menjadi awal dari langkah baru Laskar Macan Muria dalam menyusun kekuatan tim. Disebutkan Alfiat bahkan sudah mulai memimpin sesi seleksi perdana yang digelar di Stadion Wergu Wetan, Kudus, pada Minggu (15/6/2025). Dalam seleksi tersebut, ia tampak […]

  • Viral Kades di Pati Jadi Kendaraan Politik untuk Pilkada Calon Bupati dan Gubernur Jateng

    Viral Kades di Pati Jadi Kendaraan Politik untuk Pilkada Calon Bupati dan Gubernur Jateng

    • calendar_month Sab, 22 Jun 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 286
    • 0Komentar

    PATI – Pada hari Kamis (20/6/2024) sebanyak ratusan kepala desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah menggelar deklarasi pemenangan sosok calon bupati Pati dan calon gubernur Jawa Tengah. Deklarasi dilakukan di Alun-alun Simpang 5 Pati, para kepala desa ini memakai pakaian dinas lengkap upacara. Deklarasi ini diduga dilakukan usai penyerahan SK perpanjangan masa jabatan kepala desa […]

expand_less