Breaking News
light_mode

Suluk Maleman: Kasih Sayang, Inti Kemanusiaan yang Terancam Hilang

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Ming, 22 Sep 2024
  • visibility 323

PATI –  “Darurat Kasih Sayang” menjadi tema utama Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke-153 yang digelar pada Sabtu (21/9/2024) malam.

Tema ini menjadi ajakan untuk merenungkan kembali situasi carut marut yang semakin menggejala dalam kehidupan kebangsaan.

Anis Sholeh Ba’asyin, penggagas Suluk Maleman, menekankan pentingnya belajar sifat kasih sayang di bulan kelahiran Nabi Muhammad.

Beliau mengingatkan bahwa kasih sayang merupakan inti kemanusiaan, dan hilangnya kasih sayang dapat menjatuhkan manusia ke titik terendah, bahkan lebih buruk dari ternak.

Tragedi kemanusiaan seperti yang terjadi di Palestina menjadi contoh nyata hilangnya kemanusiaan.

“Sayangnya, manusia bisa mengarang ribuan alasan untuk membenarkan kejahatan, padahal hati nurani seharusnya bisa menuntun mereka untuk menyadari kesalahan,” katanya saat membuka diskusi.

Faktor Hilangnya Kasih Sayang: Manusia Penetap dan Manusia Penyinggah

Anis kemudian mengidentifikasi dua kategori manusia yang berdampak besar pada penyikapan terhadap dunia: manusia penetap dan manusia penyinggah.

Manusia penetap menganggap bumi sebagai tempat tinggal permanen dan final, sementara manusia penyinggah melihat bumi sebagai tempat singgah sementara.

“Manusia penetap cenderung egois dan memosisikan dirinya sebagai pusat dan pemilik segala sesuatu di bumi,” jelasnya.

“Ego ini dapat memicu kebencian dan permusuhan, baik dalam ranah individual, sosial, maupun bernegara,” lanjutnya.

Anis mencontohkan penolakan terhadap Nabi Isa dan Nabi Muhammad yang dilatarbelakangi oleh ketakutan elite agama dan sosial akan hilangnya posisi dan kekuasaan mereka.

“Mereka lebih memprioritaskan ego sosial daripada kebenaran dan ajaran yang dibawa oleh Nabi,” tegasnya.

Anis menegaskan bahwa penentangan tersebut tak menyangkut soal kebenaran atau ajaran yang dibawa oleh Nabi, melainkan lebih pada ego sosialnya.

Ego tersebutlah yang menutup kesadaran mereka untuk melihat kemungkinan kebenaran dari ajaran yang dibawa Nabi Muhammad.

“Kenyataan bahwa elite Quraisy pernah menawarkan kompromi, sehari menyembah Allah, sehari menyembah berhala; justru menunjukkan bahwa bukan agama dan kebenaran yang mereka anggap penting, tapi mempertahankan ststus quo bagi ego sosialnya,” terangnya.

Media Sosial: Mengobarkan Kebencian dan Memudarkan Kasih Sayang

Dalam diskusi yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia tersebut, Anis juga menyentil gejala hilangnya kasih sayang yang meruyak bersamaan dengan munculnya media sosial.

Orang bisa dikondisikan dan dikendalikan untuk saling membenci dan memusuhi meski tak pernah bertemu.

“Cara paling baik untuk menghindari badai kebencian dan permusuhan ini adalah dengan menghindar sajauh-jauhnya. Kalau kita benar-benar tahu dan yakin akan pengetahuannya lebih baik diam dan tidak usah ikut-ikutan,” tuturnya.

“Jangan sampai menjadi fitnah karena apa pun itu nantinya dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat,” sambungnya.

Media Sosial: Penyebar Kebencian dan Permusuhan 

Anis juga menyoroti peran media sosial dalam menyebarkan kebencian dan permusuhan. Ia mengingatkan bahwa media sosial dapat mengondisikan dan mengendalikan orang untuk saling membenci meskipun tidak pernah bertemu.

“Cara terbaik untuk menghindari badai kebencian adalah dengan menghindar. Jika kita benar-benar yakin akan pengetahuannya, lebih baik diam dan tidak ikut-ikutan,” tegasnya.

Anis juga mempertanyakan bagaimana rakyat Indonesia yang dikenal ramah bisa tiba-tiba menjadi pemarah dan pembenci di media sosial.

Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia didapat atas berkat dan rahmat Allah, yang berarti kasih sayang.

“Pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa kemerdekaan kita adalah atas berkat dan rahmat Allah. Rahmat artinya adalah kasih sayang. Jika bangsa ini terus berubah menjadi pemarah dan pembenci, artinya rahmat Allah sudah kita abaikan. Kita tak akan pernah tahu apa yang terjadi lima hingga sepuluh tahun ke depan,” pungkasnya.

Diskusi Suluk Maleman ini berhasil menarik ratusan jamaah yang hadir langsung dan online. Iringan Sampak GusUran dan hadrah Syubbanul Muttaqin menambah semarak acara tersebut.

Editor: Fatwa 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Senjata Makan Tuan, Jebakan Listrik Tikus di Margorejo Pati Dipreteli

    Senjata Makan Tuan, Jebakan Listrik Tikus di Margorejo Pati Dipreteli

    • calendar_month Sab, 19 Jan 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Kabel listrik yang digunakan untuk membuat setrum jebakan tikus diputus PATI – Jebakan tikus dengan aliran listrik yang terpasang di sawah, kerap memakan korban. Atas dasar itulah jebakan listrik yang ada di Desa Jambean Kidul Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati dipreteli, Jumat (18/1/2019). Kapolsek Margorejo AKP Endah Setianingsih menyebut, dalam waktu satu bulan dia mencatat sudah […]

  • Komisi B DPRD Pati: Kualitas Bahan Pangan Program SPPG Harus Jadi Prioritas Utama

    Komisi B DPRD Pati: Kualitas Bahan Pangan Program SPPG Harus Jadi Prioritas Utama

    • calendar_month Ming, 26 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 25.013
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati melalui Komisi B menekankan bahwa mutu dan kualitas bahan pangan harus ditempatkan sebagai fokus utama dalam penyelenggaraan program SPPG. Pernyataan ini disampaikan saat digelarnya rapat gabungan antara Komisi B dan Komisi D bersama berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, yang berlangsung di ruang rapat DPRD Pati. […]

  • Persipa Pati Nih Bos! Datang Diintimidasi, Pulang Bawa 3 Poin

    Persipa Pati Nih Bos! Datang Diintimidasi, Pulang Bawa 3 Poin

    • calendar_month Ming, 28 Jan 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 301
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persipa Pati berhasil meraih kemenangan yang mengejutkan saat melawan tuan rumah Sulut United di Stadion Klabat pada sore hari kemarin (27/1). Pertandingan berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan Laskar Saridin. Kemenangan ini juga membuka peluang bagi Persipa Pati untuk bertahan di Liga 2 semakin lebar. Saat ini, kedua tim memiliki koleksi 7 poin […]

  • AJI Desak Polda Jateng Limpahkan Kasus Serat.id ke Dewan Pers

    AJI Desak Polda Jateng Limpahkan Kasus Serat.id ke Dewan Pers

    • calendar_month Sab, 17 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 335
    • 0Komentar

    LAMPUNGPRO.COM Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mendesak Kepolisian Jawa Tengah untuk segera melimpahkan kasus pelaporan portal media Serat.id ke Dewan Pers. Bukan sebaliknya melakukan pemanggilan untuk kedua kalinya kepada jurnalis Serat.id Zakki Amali pada tanggal 13 November 2018. AJI berpandangan pelaporan terhadap produk jurnalistik mengancam kebebasan pers dan prinsip-prinsip demokrasi. Pelaporan yang dilakukan oleh Rektor Universitas […]

  • Bapperida Pati Siap Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi untuk Percepat Pembangunan

    Bapperida Pati Siap Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi untuk Percepat Pembangunan

    • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 342
    • 0Komentar

    PATI – Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi (Bapperida) Kabupaten Pati membuka lebar pintu kerjasama dengan perguruan tinggi untuk mempercepat pembangunan daerah. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Bapperida Pati, Dr. Muhtar, saat menerima kunjungan dari STAI Syekh Jangkung pada Senin (7/7/2025). “Bapperida Pati memiliki berbagai wadah yang dapat dimanfaatkan untuk bersinergi, seperti Krenova, Indeks […]

  • Tak Boleh Untuk Mudik, Mobil Dinas Dikandangkan

    Tak Boleh Untuk Mudik, Mobil Dinas Dikandangkan

    • calendar_month Sel, 12 Jun 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Mobil dinas terparkir di halaman Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pati kemarin. PATI – Menjelang Hari raya Idul Fitri, Bupati Haryanto mengingatkan para pejabatnya untuk tidak menggunakan kendaraan dinas sebagai sarana penunjang keperluan pribadinya. Misalnya kendaraan dinas untuk kegiatan mudik ke kampung halaman. ”Jangan sampai menggunakan kendaraan dinas untuk keperluan pribadinya masing-masing. Itu […]

expand_less