Breaking News
light_mode

Suluk Maleman: Kasih Sayang, Inti Kemanusiaan yang Terancam Hilang

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Ming, 22 Sep 2024
  • visibility 372

PATI –  “Darurat Kasih Sayang” menjadi tema utama Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke-153 yang digelar pada Sabtu (21/9/2024) malam.

Tema ini menjadi ajakan untuk merenungkan kembali situasi carut marut yang semakin menggejala dalam kehidupan kebangsaan.

Anis Sholeh Ba’asyin, penggagas Suluk Maleman, menekankan pentingnya belajar sifat kasih sayang di bulan kelahiran Nabi Muhammad.

Beliau mengingatkan bahwa kasih sayang merupakan inti kemanusiaan, dan hilangnya kasih sayang dapat menjatuhkan manusia ke titik terendah, bahkan lebih buruk dari ternak.

Tragedi kemanusiaan seperti yang terjadi di Palestina menjadi contoh nyata hilangnya kemanusiaan.

“Sayangnya, manusia bisa mengarang ribuan alasan untuk membenarkan kejahatan, padahal hati nurani seharusnya bisa menuntun mereka untuk menyadari kesalahan,” katanya saat membuka diskusi.

Faktor Hilangnya Kasih Sayang: Manusia Penetap dan Manusia Penyinggah

Anis kemudian mengidentifikasi dua kategori manusia yang berdampak besar pada penyikapan terhadap dunia: manusia penetap dan manusia penyinggah.

Manusia penetap menganggap bumi sebagai tempat tinggal permanen dan final, sementara manusia penyinggah melihat bumi sebagai tempat singgah sementara.

“Manusia penetap cenderung egois dan memosisikan dirinya sebagai pusat dan pemilik segala sesuatu di bumi,” jelasnya.

“Ego ini dapat memicu kebencian dan permusuhan, baik dalam ranah individual, sosial, maupun bernegara,” lanjutnya.

Anis mencontohkan penolakan terhadap Nabi Isa dan Nabi Muhammad yang dilatarbelakangi oleh ketakutan elite agama dan sosial akan hilangnya posisi dan kekuasaan mereka.

“Mereka lebih memprioritaskan ego sosial daripada kebenaran dan ajaran yang dibawa oleh Nabi,” tegasnya.

Anis menegaskan bahwa penentangan tersebut tak menyangkut soal kebenaran atau ajaran yang dibawa oleh Nabi, melainkan lebih pada ego sosialnya.

Ego tersebutlah yang menutup kesadaran mereka untuk melihat kemungkinan kebenaran dari ajaran yang dibawa Nabi Muhammad.

“Kenyataan bahwa elite Quraisy pernah menawarkan kompromi, sehari menyembah Allah, sehari menyembah berhala; justru menunjukkan bahwa bukan agama dan kebenaran yang mereka anggap penting, tapi mempertahankan ststus quo bagi ego sosialnya,” terangnya.

Media Sosial: Mengobarkan Kebencian dan Memudarkan Kasih Sayang

Dalam diskusi yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia tersebut, Anis juga menyentil gejala hilangnya kasih sayang yang meruyak bersamaan dengan munculnya media sosial.

Orang bisa dikondisikan dan dikendalikan untuk saling membenci dan memusuhi meski tak pernah bertemu.

“Cara paling baik untuk menghindari badai kebencian dan permusuhan ini adalah dengan menghindar sajauh-jauhnya. Kalau kita benar-benar tahu dan yakin akan pengetahuannya lebih baik diam dan tidak usah ikut-ikutan,” tuturnya.

“Jangan sampai menjadi fitnah karena apa pun itu nantinya dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat,” sambungnya.

Media Sosial: Penyebar Kebencian dan Permusuhan 

Anis juga menyoroti peran media sosial dalam menyebarkan kebencian dan permusuhan. Ia mengingatkan bahwa media sosial dapat mengondisikan dan mengendalikan orang untuk saling membenci meskipun tidak pernah bertemu.

“Cara terbaik untuk menghindari badai kebencian adalah dengan menghindar. Jika kita benar-benar yakin akan pengetahuannya, lebih baik diam dan tidak ikut-ikutan,” tegasnya.

Anis juga mempertanyakan bagaimana rakyat Indonesia yang dikenal ramah bisa tiba-tiba menjadi pemarah dan pembenci di media sosial.

Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia didapat atas berkat dan rahmat Allah, yang berarti kasih sayang.

“Pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa kemerdekaan kita adalah atas berkat dan rahmat Allah. Rahmat artinya adalah kasih sayang. Jika bangsa ini terus berubah menjadi pemarah dan pembenci, artinya rahmat Allah sudah kita abaikan. Kita tak akan pernah tahu apa yang terjadi lima hingga sepuluh tahun ke depan,” pungkasnya.

Diskusi Suluk Maleman ini berhasil menarik ratusan jamaah yang hadir langsung dan online. Iringan Sampak GusUran dan hadrah Syubbanul Muttaqin menambah semarak acara tersebut.

Editor: Fatwa 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembalap Luar Kota Dominasi Juara Kejurprov Road Race di Pati

    Pembalap Luar Kota Dominasi Juara Kejurprov Road Race di Pati

    • calendar_month Sel, 1 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Aksi sejumlah pembalap dalam ajang Casytha Manahadap Road Race 2022 di Stadion Joyokusumo Kota Pati Sukses Gelar Kejurprov Road Race 2022. Di sirkuit darurat Stadion Joyokusumo akhir pekan kemarin ratusan pembalap beradu lincah dalam berbagai kelas lomba. Even di Pati ini merupakan seri ke-1 dari 5 seri yang rencananya akan digelar. Kejurprov Jateng Casytha Manahadap […]

  • Santunan yatim dan dhuafa di PIM Mujahidin Bageng Gembong Pati.

    Anak Yatim dan Dhuafa Terima Santunan dari PIM Mujahidin Bageng

    • calendar_month Sab, 30 Sep 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Santunan yatim dan dhuafa di PIM Mujahidin Bageng Gembong Pati. Diberikan kepada 73 anak.

  • Akhirnya Persijap Lolos 8 Besar Liga 2

    Akhirnya Persijap Lolos 8 Besar Liga 2

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 287
    • 0Komentar

      JEPARA – Hasil seri 0 – 0  saat menjamu Adhyaksa FC memastikan Persijap Jepara lolos ke babak 8 besar Liga 2 dan siap untuk merebut tiket promosi ke Liga 1. Namun Langkah ke babak 8 besar diprediksi bakal lebih berat, karena Laskar Kalinyamat bakal bersaing dengan sejumlah tim kuat lainnya. Dari segi permainan tim […]

  • Edy Wuryanto Apresiasi Muhammadiyah dalam Program Makan Bergizi Gratis di Grobogan

    Edy Wuryanto Apresiasi Muhammadiyah dalam Program Makan Bergizi Gratis di Grobogan

    • calendar_month Ming, 5 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 386
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah pusat semakin intensif di Kabupaten Grobogan. Muhammadiyah, dengan perannya mengelola delapan dapur MBG, menjadi penggerak penting dalam memperkuat pelayanan gizi anak sekolah. Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Muhammadiyah sebagai wujud nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Hal ini ia […]

  • Indra Arya Wonderkid Persijap Jepara yang Penuh Gairah untuk Menang

    Indra Arya Wonderkid Persijap Jepara yang Penuh Gairah untuk Menang

    • calendar_month Sab, 24 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 401
    • 0Komentar

      Indra Arya usai mencetak gol saat menghadapi Persipa Pati/Instagram Persijap Jepara  Nama Indra Arya mulai mencuri perhatian pecinta bola di Jepara. Semangat juangnya di lapangan hijau saat membela Persijap Jepara sangat luar biasa. Dia adalah sosok pemain yang bermain dengan hati dan total untuk tim yang dibela.  JEPARA – Nama lengkapnya Indra Arya Perceka […]

  • Serunya Geliat Turnamen Voli Kampung di Desa Lahar Pati

    Serunya Geliat Turnamen Voli Kampung di Desa Lahar Pati

    • calendar_month Ming, 10 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 328
    • 0Komentar

    Ketua DPRD Pati Ali Badrudin memberikan trophy juara kepada Mandala Volly Ball yang berhasil menjadi juara. Meskipun turnamen di kampung. Keseruan turnamen voli Mandala Cup di Desa Lahar Kecamatan Tlogowungu tidak kalah dengan Pro Liga nasional. Ada pemain kelas Porprov hingga Pro Liga. PATI – Ratusan masyarakat memadati lapangan Gelora Mandala Desa Lahar, Kecamatan Tlogowungu, […]

expand_less