Breaking News
light_mode

Melangitkan Doa, Melarung Energi Negatif untuk Indonesia di TPI Banyutowo

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 9 Mar 2019
  • visibility 267
Gus Umar Fayumi memberikan tausiyah kebangsaan sekaligus memimpin doa lintas agama

 Matahari
terik menyinari area TPI Banyutowo di Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti, Sabtu
(9/3/2019) lalu. Bunyi melodis gamelan, dan sepoi-sepoi angin pantai, menyambut
hadirin. Janur-janur kuning ikut menghiasi jalan menuju TPI. Beberapa orang
mengenakan setelan pakaian tradisional jawa. Berbatik, blangkon dan ada pula
yang berjarik.


Anak-anak
berseragam sekolah tak mau mengalah berdesakan. Para nelayan, dan warga sekitar
tak ketinggalan. Sebuah pesta bernama Kenduri Nusantara 2019 digelar di pesisir
utara wilayah Kabupaten Pati tersebut. Orang-orang menyemut. Menyaksikan ritual
selamatan. Yang terutama dipanjatkan untuk keselamatan bangsa.

Kenduri
nusantara itu bertajuk “Umbul Donga
Larung Sukerto”.
Maksudnya memanjatkan doa, dan melarung energi negatif ke
lepas pantai. Adalah kembar mayang dan dua ekor bebek yang dilarung. Keduanya dijadikan
perlambang.

Ipong
Ismunarto, Ketua Panitia Kenduri Nusantara itu mengungkapkan, larung sukerto
adalah simbol untuk melarung atau membuang hal negatif. Atau tindak tanduk yang
bisa mengancam kelangsungan kehidupan berbangsa.
Kembar mayang yang akan dilarung

”Jadi
ini tak sekadar hanya sebuah tradisi, tapi sebagai perwujudan tekad kami
sebagai masyarakat Pati yang tak ingin melihat Ibu Pertiwi bersusah hati,
melihat anak bangsanya sedang terkotak-kotak akibat perbedaan. Kami juga
terinspirasi apa yang dilakukan warga Solo pekan lalu melalui kegiatan semacam
ini yang bertajuk doa anak negeri,”
terangnya di sebeleum acara larung sukerto dilaksanakan.

Acara
itu sendiri dimulai pukul 14.00, dimulai dengan sambutan-sambutan, ngaji
kebangsaan oleh Gus Umar Fayumi, dilanjutkan dengan doa lintas agama, pentas
kesenian tayub, dan prosesi inti larung sukerto tersebut.

Lima
perahu nelayan dikerahkan melarung ke laut sejauh kurang lebih satu kilometer
dari bibir pantai. Selain rangkaian acara tersebut, ada juga kembul tumpeng.
Panitia menyediakan sebanyak 25 tumpeng, dengan nasi merah putih. Perlambang
keindonesiaan.
Perahu nelayan yang mengiringi prosesi larung 
”Ya
intinya ini adalah tolak-balak. Di tengah kondisi bangsa yang semacam ini,
semoga kebhinekaan sebagai ciri bangsa Indonesia bisa tetap survive mengarungi perjalanan hidup.
Makanya kami juga melarung dua ekor bebek. Sebagai perlambang bebek yang tetap
bisa bertahan hidup di atas air,” jelasnya. Lebih lanjut, pihaknya berharap
kegiatan itu tak berhenti begitu saja.

”Kami
berharap kegiatan semacam ini menginspirasi di tempat lain. Inilah saatnya
menyatukan kembali kepingan-kepingan kerukunan. Merangkainya menjadi satu
fragmen kehidupan yang menegaskan bahwa bangsa ini berbeda namun memiliki sisi
harmonisasi kehidupan. Demi masa depan anak cucu,” tegas Ipong seperti dilansir
di rilis resmi panitia kenduri nusantara. (alb)    

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Loka POM Resmi Beroperasi di Grobogan, Layani Perizinan hingga Edukasi Masyarakat

    Loka POM Resmi Beroperasi di Grobogan, Layani Perizinan hingga Edukasi Masyarakat

    • calendar_month Sel, 14 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.369
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Masyarakat Kabupaten Grobogan, Blora, dan Rembang kini tak perlu jauh-jauh lagi mengurus perizinan produk obat dan makanan. Pasalnya, Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) telah resmi berdiri dan beroperasi di wilayah Purwodadi, tepatnya di Jalan Purwodadi–Pati, bersebelahan dengan SD 10 Purwodadi. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Loka POM Grobogan, Ronald Hatoguan Manik, menyatakan bahwa […]

  • Persipa Pati Bertekad Bangkit Usai Kalah di Laga Perdana Kontra Bhayangkara FC

    Persipa Pati Bertekad Bangkit Usai Kalah di Laga Perdana Kontra Bhayangkara FC

    • calendar_month Sen, 9 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 252
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persipa Pati harus menelan pil pahit di laga perdana Pegadaian Liga 2 musim 2024/25. Tim yang berjuluk ‘Laskar Saridin’ itu dikalahkan Bhayangkara Presisi Indonesia FC dengan skor tipis 1-0 yang dicetak Ilija Spasojevic di Stadion Tri Sanja, Tegal, Minggu (8/9/2024) malam. Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Persipa Pati untuk pertandingan perdananya di Liga […]

  • PMI Kabupaten Pati: Bantuan Nyata untuk Korban Kebakaran Sukolilo

    PMI Kabupaten Pati: Bantuan Nyata untuk Korban Kebakaran Sukolilo

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 207
    • 0Komentar

    PATI – Sehari setelah pengukuhan Panitia Bulan Dana PMI Kabupaten Pati, Senin (21/7/2025), aksi nyata kemanusiaan langsung dilakukan. PMI Kabupaten Pati bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada Aan Setiawan, warga Dukuh Bacem, RT 3 RW 3, Desa Baturejo, Kecamatan Sukolilo, yang menjadi korban kebakaran pada 5 Juli lalu. “Kami memberikan bantuan sembako dan uang tunai,” ungkap […]

  • Persipa Pati Siap Hadapi Nusantara United FC di Stadion Kebo Giro

    Persipa Pati Siap Hadapi Nusantara United FC di Stadion Kebo Giro

    • calendar_month Jum, 15 Nov 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 264
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persipa Pati bersiap untuk menghadapi Nusantara United FC (NUFC) di Stadion Kebo Giro, Boyolali pada Jumat (15/11/2024) sore dalam lanjutan Liga 2 2024/2025. Laga ini menjadi pertemuan kedua kedua tim setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 di Stadion Joyokusumo, Pati pada 14 September lalu. Pelatih Persipa Pati, Bambang Nurdiansyah, menyatakan bahwa timnya tetap semangat […]

  • DPRD Pati Desak Penanganan Tuntas Kasus Dugaan Pelecehan di Pesantren Ndholo Kusumo

    DPRD Pati Desak Penanganan Tuntas Kasus Dugaan Pelecehan di Pesantren Ndholo Kusumo

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.535
    • 0Komentar

    PATI – Kasus pelecehan seksual yang dialami oleh puluhan santriwati di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, menjadi sorotan serius dari kalangan legislatif. Perkara yang melibatkan oknum pengasuh ini dinilai krusial karena sebagian besar korban masih berusia anak-anak, sehingga proses hukum harus berjalan cepat, terbuka dan tuntas. Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muntamah, menegaskan bahwa […]

  • Atik Kusdarwati: Kolaborasi Solid Wujudkan Target Penurunan AKI dan AKB di Pati

    Atik Kusdarwati: Kolaborasi Solid Wujudkan Target Penurunan AKI dan AKB di Pati

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 294
    • 0Komentar

    PATI – Upaya menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Pati membutuhkan kolaborasi yang solid dari berbagai sektor. Hal ini mengemuka dalam pertemuan strategis para pemangku kepentingan kesehatan daerah yang membahas data dan merumuskan langkah konkret. Acara Verifikasi dan Analisis Data MPDN DAK NF Tingkat Kabupaten Pati Tahun 2025 yang […]

expand_less