Breaking News
light_mode

Wacana Taman Hutan Raya Muria Menguat: Benteng Konservasi dan Pusat Ekonomi Hijau Masa Depan

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
  • visibility 1.025

KUDUS – Wacana perubahan kawasan hutan Muria menjadi Taman Hutan Raya (TAHURA) semakin menguat, didorong oleh berbagai alasan untuk melestarikan ekosistem Gunung Muria.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat ini tengah melakukan verifikasi dan validasi bersama Tim Terpadu Kementerian Kehutanan.

Gunung Muria, yang terletak di bagian utara Jawa Tengah, menghadapi berbagai permasalahan ekologis yang mendesak untuk diselesaikan.

Seperti dikutip dari artikel di laman BRIN, “Dari hijaunya lereng tersimpan cerita kerusakan ekologis yang kian mendalam. Tutupan hutan yang menyusut, fungsi hidrologi yang melemah, serta berkurangnya habitat satwa dilindungi seperti macan tutul jawa dan elang jawa.”

Prof. Hendra Gunawan, Peneliti Ahli Utama konservasi keanekaragaman hayati BRIN, mengungkapkan hasil temuan tim terpadu yang dipimpinnya dalam wawancara di KST Soekarno, Cibinong (19/11).

“Harapan masyarakat Jawa Tengah, khususnya di kawasan Muria untuk memiliki Taman Hutan Raya (TAHURA) sebagai benteng konservasi dan pusat ekonomi hijau, akan segera terwujud. Impian yang digaungkan sejak lama itu segera diverifikasi dan divalidasi Tim Terpadu Kementerian Kehutanan dan BRIN yang turun ke lapangan sejak 10 November 2025,” ujarnya.

Tim ini bertugas melakukan verifikasi dan validasi ilmiah terhadap usulan perubahan fungsi ±10.436 ha kawasan hutan di Jepara, Kudus, dan Pati menjadi TAHURA.

Perubahan status ini dianggap sebagai langkah strategis untuk menghentikan laju deforestasi, memulihkan fungsi hidrologi, dan meredam konflik antara manusia dan satwa liar, terutama terkait dengan macan tutul jawa (Panthera pardus melas).

“Data satelit tahun 2024 menunjukkan hanya 7.287 ha tutupan hutan asli yang tersisa di kawasan Muria. Sisanya telah terdegradasi menjadi semak belukar dan lahan pertanian,” ungkap Prof. Hendra.

Kerusakan ini berdampak langsung pada tujuh sub DAS prioritas, memicu krisis air bersih di musim kemarau dan banjir bandang di musim hujan.

Lebih lanjut, Prof. Hendra menjelaskan bahwa tekanan ekologis juga mengancam keberlangsungan macan tutul jawa.

“Penelitian kami menunjukkan 94% kepunahan lokal spesies tersebut terjadi di hutan produksi, dengan populasi tersisa pada beberapa kantong habitat yang semakin terfragmentasi. Gunung Muria menjadi salah satu benteng terakhirnya,” tambahnya.

Prof. Hendra meyakini bahwa melalui pendekatan TAHURA, pemulihan ekologis yang dipadukan dengan skema pemberdayaan masyarakat, seperti ekowisata, kemitraan konservasi, dan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu secara berkelanjutan, dapat menjadi dasar rekomendasi kebijakan nasional. Tujuannya adalah untuk menjaga keberlanjutan ekosistem Muria.

“Muria bukan hanya hutan, bukan pula sekadar gunung. Ia adalah simpul kehidupan yang mempengaruhi air, pangan, ekonomi, dan kelestarian satwa Jawa Tengah. Penilaian tim terpadu akan menjadi penentu, apakah Muria akan bangkit sebagai contoh harmoni ekologis dan ekonomi hijau, atau terperosok lebih dalam ke krisis yang berkepanjangan,” pungkasnya.

Nasib Muria kini berada di tangan Tim Terpadu yang dipimpin oleh BRIN. Hasil kajian mereka akan menjadi dasar rekomendasi untuk menentukan apakah kawasan ini akan benar-benar menjadi TAHURA.

Jika terwujud, Muria tidak hanya akan dipulihkan, tetapi juga menjadi model nasional tentang bagaimana riset, kebijakan, dan masyarakat dapat bekerja sama untuk menyelamatkan habitat satwa kunci di Pulau Jawa.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Calon Pengantin Gratis Pakai Mobil Dinas Ketua DPRD Jepara

    Calon Pengantin Gratis Pakai Mobil Dinas Ketua DPRD Jepara

    • calendar_month Rab, 4 Agu 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 264
    • 0Komentar

      Ketua DPRD Jepara Haizul Maarif berpose di depan mobil dinasnya. Rakyat Jepara kini bisa menikmati fasilitas “berkelas” para wakilnya di Tamansari (sebutan untuk DPRD), seperti mobil Toyata Camry milik Ketua DPRD. Kebijakan itu berlaku bagi para calon pengantin yang akan menuju akad nikah. JEPARA – Ada kabar gembira bagi calon pengantin di Jepara. Mobil […]

  • Peluncuran Buku “Bukan Kartini”: Refleksi Kegelisahan Perempuan Masa Kini

    Peluncuran Buku “Bukan Kartini”: Refleksi Kegelisahan Perempuan Masa Kini

    • calendar_month Sen, 26 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 268
    • 0Komentar

    JEPARA – Suasana hangat dan penuh antusias mewarnai peluncuran buku “Bukan Kartini”, kumpulan esai karya Septiana Wibowo, di Gedung Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Jepara, Sabtu (25/5/2025). Acara yang dihelat Komunitas Eks Prajabatan 2024 ini dihadiri para guru muda generasi Z, pegiat literasi, akademisi, dan tokoh sastra. Buku terbitan Ini Ibu Budi Publishing ini menyoroti […]

  • Gugatan Desa Payang atas Jalan 450 Meter Ditolak PN Pati

    Gugatan Desa Payang atas Jalan 450 Meter Ditolak PN Pati

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.496
    • 0Komentar

    PATI – Gugatan Desa Payang, Kecamatan/Kabupaten Pati terhadap Desa Tambaharjo mengenai kepemilikan jalan sepanjang 450 meter dinyatakan tidak dapat diterima oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pati Kelas 1A. Putusan dengan nomor 29/Pdt.G/2025/PN Pti dibacakan secara daring melalui sistem e-court pada hari Rabu (7/1/2026). Dalam amar putusan, Ketua Majelis Hakim Darminto Hutasoit beserta hakim anggota […]

  • Rekrutmen PPPK 2024, Ribuan Tenaga Honorer Pemkab Pati Ikuti Tes CAT di UNS

    Rekrutmen PPPK 2024, Ribuan Tenaga Honorer Pemkab Pati Ikuti Tes CAT di UNS

    • calendar_month Jum, 6 Des 2024
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 283
    • 0Komentar

      PATI – Ribuan tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mengikuti seleksi rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2024. Seleksi ini berlangsung dengan metode Computer Assisted Test (CAT) yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Ujian dilaksanakan di Gedung Direktorat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, mulai […]

  • Masjid Tanpa Sujud ?

    Masjid Tanpa Sujud ?

    • calendar_month Sel, 14 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Teater Gerak 11 PMII Cabang Kudus bersiap menggelar pentas produksi pada Sabtu (18/5/2019) nanti di Gedung O FKIP Universitas Muria Kudus pukul 20.00. Lakon yang dibawakan adalah “Masjid Tanpa Sujud”. Lakon itu merupakan naskah karya Habib Anis Sholeh Ba’asyin, seniman dan budayawan dari Bumi Mina Tani, sekaligus pendiri Orkes Puisi Sampak GusUran dan pengasuh Ngaji […]

  • Kurang Dari 24 Jam Polres Kendal Berhasil Bekuk Pelaku Pembunuhan

    Kurang Dari 24 Jam Polres Kendal Berhasil Bekuk Pelaku Pembunuhan

    • calendar_month Rab, 8 Des 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Konferensi pers Polres Kendal atas kasus pembunuhan. Jajaran Sat Reskrim Polres Kendal yang dipimpin langsung Kasatreskrim Polres Kendal AKP Daniel Tambunan patut diapresiasi karena berhasil membekuk pelaku pembunuhan kurang dari 24 jam lamanya. KENDAL- Kasus pembunuhan itu menewaskan korban seorang pemuda berinisial IAM (21) yang ditemukan tergeletak dengan posisi tertelungkup di selokan jalan Balok Kecamatan […]

expand_less