Breaking News
light_mode

Rp20 Triliun untuk BPJS Kesehatan, Edy Wuryanto Dorong Penguatan Fondasi JKN

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Kam, 1 Okt 2026
  • visibility 102.629

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto meminta pemerintah tidak menjadikan tambahan dana Rp20 triliun untuk BPJS Kesehatan sebagai langkah penyelesaian sementara persoalan pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Menurut Edy, tambahan anggaran tersebut memang patut diapresiasi karena dapat membantu menjaga keberlangsungan pembayaran manfaat pelayanan kesehatan. Namun, kebijakan itu perlu ditempatkan dalam kerangka pembenahan sistem JKN secara lebih luas, termasuk dari sisi pembiayaan dan kualitas pelayanan.

“Pertama, tentu kita apresiasi cairnya Rp20 triliun. Ini menunjukkan komitmen Presiden terhadap perbaikan layanan. Ini penting dan memang harus kita akui,” ujar Edy.

Ia mengatakan dukungan pemerintah terhadap BPJS Kesehatan harus berjalan beriringan dengan perbaikan pelayanan di lapangan. Pembenahan diperlukan mulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sampai dengan fasilitas kesehatan rujukan.

Menurutnya, peningkatan kualitas layanan tidak dapat dibebankan kepada satu pihak. Kementerian dan lembaga terkait perlu bekerja bersama untuk memastikan kebijakan pembiayaan juga memberikan dampak terhadap pelayanan yang diterima masyarakat.

Perhatian terhadap keberlanjutan pembiayaan menjadi penting karena kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan terus berkembang. Di sisi lain, kenaikan biaya kesehatan juga dapat memengaruhi kebutuhan anggaran JKN pada masa mendatang.

Karena itu, Edy meminta pemerintah tidak hanya menghitung kebutuhan pembiayaan untuk kondisi saat ini. Perencanaan jangka menengah dan panjang harus mulai disiapkan sejak sekarang.

“Pemerintah juga harus memikirkan 2027, 2028, dan seterusnya,” ujarnya.

Ia kemudian menyoroti kondisi antara penerimaan iuran dan pembayaran manfaat pelayanan kesehatan. Berdasarkan data yang disampaikan BPJS Kesehatan, total iuran yang terkumpul mencapai Rp118 triliun. Sementara itu, pembayaran manfaat pelayanan kesehatan telah mencapai Rp132 triliun.

Artinya, terdapat selisih sekitar Rp14 triliun antara jumlah iuran yang diterima dengan manfaat pelayanan kesehatan yang telah dibayarkan.

Tambahan Rp20 triliun dari pemerintah dapat membantu memperkuat kemampuan BPJS Kesehatan dalam memenuhi kewajiban kepada fasilitas kesehatan. Namun, Edy menilai persoalan tersebut perlu dilihat lebih jauh agar kebutuhan suntikan anggaran tidak terus berulang.

Ia mendorong pemerintah mengevaluasi struktur pembiayaan JKN, termasuk kemungkinan melakukan penyesuaian iuran. Meski demikian, kebijakan tersebut harus mempertimbangkan kondisi ekonomi peserta agar tidak menambah beban masyarakat.

“Harus dihitung dengan cermat. Jangan sampai masyarakat dibebani, sementara kemampuan membayar dan kondisi ekonomi mereka tidak diperhatikan,” tegasnya.

Edy juga meminta pemerintah membuka secara jelas rancangan penggunaan tambahan dana Rp20 triliun. Hal tersebut berkaitan dengan pertanyaan apakah anggaran tersebut digunakan sebagai dukungan pembiayaan BPJS Kesehatan atau menjadi bagian dari mekanisme penyesuaian iuran.

Terlebih, Menteri Keuangan menyebut tambahan dana tersebut berkaitan dengan pembiayaan bagi 96,8 juta peserta. Jika terdapat kaitan dengan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), Edy menilai pemerintah perlu menjelaskan mekanismenya kepada publik.

“Dalam kondisi ekonomi seperti ini, kalau penyesuaian iuran dilakukan pada segmen PBI, yang membayarkan adalah pemerintah. Tetapi desainnya harus jelas, apakah ini memang penyesuaian iuran atau hanya bantuan untuk menutup kekurangan pembiayaan,” katanya.

Menurut Edy, kepastian mengenai desain kebijakan tersebut diperlukan untuk melihat dampaknya terhadap pembiayaan JKN pada tahun-tahun berikutnya. Tambahan anggaran yang hanya bersifat sementara dinilai belum menyelesaikan persoalan struktural jika kebutuhan pembiayaan kembali meningkat.

Sebaliknya, apabila pemerintah menjadikannya sebagai bagian dari skema pembiayaan iuran, maka kebutuhan anggaran dapat diperhitungkan dalam perencanaan keberlanjutan JKN.

Di sisi lain, Edy menekankan pentingnya memperkuat sumber pembiayaan JKN melalui kepesertaan aktif. Menurutnya, prinsip gotong royong harus diwujudkan dengan mendorong lebih banyak peserta untuk aktif dan memenuhi kewajiban pembayaran iuran.

Ia menyoroti masih terdapat sekitar 52 juta peserta JKN yang berstatus tidak aktif. Pengaktifan kembali peserta tersebut, menurut Edy, dapat menjadi salah satu upaya memperluas basis pembiayaan program.

Persoalan lain yang perlu dicarikan jalan keluar adalah tunggakan iuran peserta mandiri kelas III. Edy meminta pemerintah tidak hanya menggunakan pendekatan penagihan, tetapi juga memperhatikan kemampuan ekonomi peserta yang memiliki tunggakan.

“Jangan sampai masyarakat yang sedang kesulitan ekonomi justru kehilangan akses terhadap jaminan kesehatan,” ujar Edy.

Menurut Edy, tambahan anggaran untuk BPJS Kesehatan harus menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan JKN. Pemerintah perlu memastikan bahwa persoalan pembiayaan tidak berdampak pada kualitas pelayanan yang diterima peserta.

Ia juga mengingatkan agar perhatian tidak hanya diarahkan kepada peserta. Fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan yang menjadi mitra dalam penyelenggaraan JKN juga harus menjadi bagian dari pembenahan.

“Fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan yang merupakan mitra dalam JKN ini juga harus dipedulikan,” tutupnya.

Editor : Arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemilihan Ketua OSIS Safin Pati Sport School

    Pemilihan Ketua OSIS di Safin Pati Sports School Layaknya Pemilu Sungguhan

    • calendar_month Rab, 27 Sep 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Pemilihan Ketua OSIS Safin Pati Sport School digelar layaknya kegiatan Pemilu sesungguhnya.

  • DPRD Pati Tekankan Pengelolaan Dana Desa Harus Terbuka dan Tepat Sasaran

    DPRD Pati Tekankan Pengelolaan Dana Desa Harus Terbuka dan Tepat Sasaran

    • calendar_month Sab, 9 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.836
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Danu Ikhsan, mendorong seluruh pihak yang memegang kendali pemerintahan desa untuk mengelola dana yang diperoleh secara sebaik-baiknya, terbuka bagi pengawasan, serta berlandaskan peraturan yang telah ditetapkan. Menurutnya, anggaran yang dialokasikan ke desa memiliki fungsi strategis untuk mendorong berbagai kemajuan sekaligus meningkatkan taraf hidup warga di lingkungan terendah […]

  • Pemkab Pati Hibahkan 5,2 Hektar Tanah kepada BULOG untuk Infrastruktur Pasca Panen

    Pemkab Pati Hibahkan 5,2 Hektar Tanah kepada BULOG untuk Infrastruktur Pasca Panen

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.634
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati hari ini secara resmi melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) hibah tanah seluas 5,2 hektar kepada Perum BULOG. Hal ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program strategis Pemerintah Pusat dalam pembangunan 100 Lokasi Infrastruktur Pasca Panen di seluruh wilayah Indonesia. Penandatanganan MoU dilakukan di Pendopo Kabupaten Pati oleh Profesor Sudarsono Hardjosoekarto, […]

  • Ketua Komisi D DPRD Pati Dorong Perhatian Lebih untuk Sektor Pertanian Lain

    Ketua Komisi D DPRD Pati Dorong Perhatian Lebih untuk Sektor Pertanian Lain

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 269
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Komisi D DPRD Pati, Muslihan, menekankan pentingnya pemerintah daerah untuk tidak hanya fokus pada padi, tetapi juga memperhatikan sektor pertanian lainnya. Hal ini disampaikan sebagai upaya mendukung program ketahanan pangan nasional yang lebih komprehensif. Muslihan mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dalam mencanangkan program panen 10 ton padi per hektare. Menurutnya, program […]

  • Bikin Bangga Cabor Sepatu Roda Persembahkan Medali Pertama Bagi Pati

    Bikin Bangga Cabor Sepatu Roda Persembahkan Medali Pertama Bagi Pati

    • calendar_month Jum, 19 Okt 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 277
    • 0Komentar

    SOLO – Cabor sepatu roda menyumbang medali perunggu. Perolehan medali tersebut tercatat menjadi medali pertama bagi kontingen Kabupaten Pati di ajang Porprov Surakarta 2018.   Bertanding di Velodrome Stadion Manahan  Laurainsya Putri Lilianti berhasil menyabet perunggu di kelas ITT 500 meterdengan catatan waktu 47.372 detik Atlet asal SMP 2 Pati yang bertempat tinggal di Desa Sugihrejo […]

  • Pembayaran THR Karyawan Dipantau Pemkab Jepara

    Pembayaran THR Karyawan Dipantau Pemkab Jepara

    • calendar_month Rab, 6 Jun 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 257
    • 0Komentar

    SUMBER : jepara.go.id JEPARA – Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dipantau langsung Pemkab Jepara. Pemkab memastikan hak-hak karyawan dipenuhi dengan baik. Pagi kemarin (6/6/2018) Bupati Jepara Ahmad Marzuki melakukan pantauan langsung di lapangan. ” Pemantauan kami lakukan untuk memastikan semua pengusaha telah membayarkan THR karyawan sebelum batas waktu yang telah ditentukan, yakni H-7 Lebaran. Dengan […]

expand_less