Doa Bersama dan Aksi Lilin di Alun-Alun Pati, 22 Ormas-LSM Serukan Perdamaian dan Tolak Segala Provokasi
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 101.761

Ratusan elemen masyarakat dari berbagai ormas dan LSM berkumpul dalam aksi doa bersama dan penerangan lilin di Alun-Alun Simpang Lima Pati, Jumat (21/8) malam, untuk menyerukan perdamaian serta menjaga kondusivitas Kabupaten Pati.
PATI – Alun-Alun Simpang Lima Pati dipenuhi semangat perdamaian pada Jumat (21/8) malam. Ratusan elemen masyarakat meliputi tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga organisasi kemasyarakatan (ormas) berkumpul dalam satu wadah doa bersama sekaligus menyampaikan pernyataan sikap untuk menjaga keamanan dan kondusivitas Kabupaten Pati.
Kegiatan ini diisi dengan rangkaian doa bersama, aksi penerangan lilin, serta penandatanganan pernyataan sikap bersama. Sekurangnya 22 LSM dan ormas turut hadir dalam kegiatan yang mengusung semangat menjaga persatuan serta ketertiban di daerah ini.
Ketua panitia sekaligus pimpinan Lindu Aji Pati, Ahmad Sulaim Habibi yang akrab disapa Haji Boim, menyatakan kegiatan ini lahir dari keinginan bersama seluruh elemen untuk menjaga suasana Pati tetap damai.
“Kami dalam kegiatan doa bersama, bareng-bareng untuk Pati yang kondusif. Tadi LSM dan ormas sekitar 22. Harapannya agar Pati kondusif. Ini tidak ada hubungannya dengan huru-hara yang ada di Pati. Kita niat tulus dari hati,” ujarnya.
Ia menegaskan kegiatan ini bukan diselenggarakan sebagai respons maupun sikap terhadap aksi tertentu yang sebelumnya terjadi di wilayah Pati. Menurutnya, acara ini murni menjadi wadah bersama untuk mendoakan agar daerah terhindar dari konflik dan perpecahan.
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan, seluruh elemen yang hadir menyatakan komitmen menjadikan Kabupaten Pati sebagai rumah bersama yang aman, damai, kondusif, dan bermartabat. Mereka juga mendukung sepenuhnya kebebasan menyampaikan pendapat yang dijamin konstitusi, namun menekankan agar penyampaian aspirasi tidak dilakukan dengan cara provokatif, intimidatif, anarkis, maupun tindakan yang berpotensi memecah belah persatuan masyarakat.
Perwakilan PCNU Pati, Abdul Majid, meminta masyarakat menyerahkan urusan keamanan dan penegakan hukum kepada pihak yang berwenang.
“Kalau masalah hukum kita berikan ke penegak hukum, masalah pembangunan kita serahkan kepada OPD, masalah perwakilan rakyat kita serahkan kepada dewan. Itu sudah baik,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat mengedepankan musyawarah dan mufakat dalam menyampaikan aspirasi. Perbedaan pendapat, lanjutnya, adalah bagian dari demokrasi namun tidak boleh berujung pada konflik.
“Jadi aksi malam ini untuk menjaga perdamaian di Pati. Jangan sampai informasinya tidak baik. Kita juga menekankan untuk menyampaikan aspirasi secara musyawarah dan mufakat, ojo pokoke lah,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan ulama Nur Qosyim atau yang akrab disapa Yi Qosyim yang memimpin pembacaan doa berharap kegiatan ini menjadi ikhtiar nyata masyarakat untuk menjaga ketenteraman daerah.
“Tadi saya diamanahi untuk pembacaan doa. Intinya supaya kondusif, Pati itu,” ungkapnya.
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

