Breaking News
light_mode

Toko Digital Kampung Budaya Piji Wetan Diresmikan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 6 Apr 2021
  • visibility 87
Produk kaos yang dijual di toko digital KBPW


Ada empat segmen produk yang dikelola toko digital kbpw.store. Diantaranya produk tumbuhan, produk sandang, produk jajanan lokal dan produk kriya atau kerajinan tangan. Usaha ini dikelola layaknya sebuah koperasi. 


KUDUS – Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW) kini memiliki toko digital yang sudah diresmikan dengan nama kbpw.store. Ketua Kampung Budaya Piji Wetan Muchammad Zaini menjelaskan toko tersebut dikelola secara komunal oleh pemuda piji wetan dengan tujuan untuk mengangkat potensi ekonomi warga. 

Toko ini diresmikan pada Minggu (4/4/2021), saat kegiatan rutin guyub rukun pagi (Guru Pagi) yang kembali digelar, setelah ditutup beberapa waktu lalu

“Belajar dari pandemi kemarin memang penting bagi kami untuk membentuk semacam sistem kemandirian ekonomi warga desa yang dikelola dengan memanfaatkan media digital begitu,” papar wakil ketua Lesbumi Kudus ini dalam rilis yang diterima Lingkar Muria.


Manajer KBPW Store Noor Zahroh menjelaskan konsep toko digital yang ia kelola bersama tim akan menggunakan asas kekeluargaan layaknya Koperasi. Di alamnya memuat produk-produk warga desa, khususnya Piji Wetan, yang dikemas secara baik dan berbudaya.

“Baru ada empat segmen produk yang kami Kelola diantaranya produk tumbuhan, produk sandang, produk jajanan lokal dan produk kriya atau kerajinan tangan,” jelas perempuan yang akrab disapa Zaza ini.


Pada acara launching itu, pengunjung sudah bisa menyimak gambaran toko dan bertanya mengenai kemungkinan untuk bermitra maupun yang lainnya. Zaza juga berharap akan banyak orang yang tertarik dengan konsep yang tengah ia bangun bersama tim di Piji Wetan. 

“Karena ini membawa brand budaya yang tentunya secara produk juga akan lebih etnik, unik dan menarik, semoga saja banyak yang tertarik,” kelakarnya.

Seperti event sebelumnya, Guru Pagi kali ini juga tetap dilengkapi adanya Taman Dolanan Tradisional bagi anak-anak. Diantara permainan yang bisa dimainkan nantinya ada Egrang Batok, Sprento, Dakon, Egrang Pring, Sawahan dan Lumbung Baca. 


 “Yang special kemarin, kita kedatangan tamu dari anak-anak TK/RA juga yang belajar melukis bersama seniman lukis dan kaligrafi Kudus, yakni Mbah Juk dan Kang Musyafak,” ujar Rhy Husaini selaku koordinator lapangan. (yan)
  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Volly All Damarwulan Final, Tersaji di Porseni IPNU Keling

    Volly All Damarwulan Final, Tersaji di Porseni IPNU Keling

    • calendar_month Ming, 21 Okt 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Para pemain dari Ranting Damarwulan 1 sedang beraksi di laga semifinal JEPARA – Partai puncak bola volly di ajang Porseni IPNU IPPNU Keling-Jepara 2018, akan menyajikan duel sengit satu ranting. Partai final Senin (22/10/2018) akan mempertemukan Ranting Damarwulan 1 melawan Ranting Famarwulan 2 di lapangan bola volly Klepu depan MI Matholiul Huda 2 pukul 15.30. Kepastian […]

  • Resep Sayur Asem Jakarta yang Sedap dan Sehat

    Resep Sayur Asem Jakarta yang Sedap dan Sehat

    • calendar_month Sen, 22 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sayur asem Jakarta  Menu makan yang cocok disantap siang hari salah satunya adalah sayur asem. Sayur asem yang cukup terkenal adalah sayur asem Jakarta, yang melimpah jenis sayurnya. Inilah resep mnembuat sayur asem Jakarta yang sedap dan tentunya sehat. Sayur asem menjadi salah satu menu makanan sehari-hari yang menjadi favorit banyak orang. Hal itu dikarenakan […]

  • Damainya Pantai Lemah Abang di Jepara Utara (1)

    Damainya Pantai Lemah Abang di Jepara Utara (1)

    • calendar_month Rab, 30 Sep 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Pantai Lemah Abang memang tak sepopuler Pantai Bondo atau Bandengan. Pantai ini sedikit tersembunyi. Lokasinya di Desa Balong Kecamatan Kembang. Dari pusat Kota Jepara jaraknya 30 kilometer. Sebuah pantai indah yang masih sunyi dan asri.   Ardian Firda Maulida berjalan agak cepat. Mahasiswi sebuah perguruan tinggi di Kudus itu naik ke sebuah tebing yang menghadap […]

  • Wartawan Jadi Korban Kekerasan, Ketua Pansus Hak Angket DPRD Pati Angkat Bicara

    Wartawan Jadi Korban Kekerasan, Ketua Pansus Hak Angket DPRD Pati Angkat Bicara

    • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99
    • 0Komentar

    PATI – Dugaan praktik kekerasan terhadap wartawan mencoreng Gedung DPRD Kabupaten Pati pada Kamis (4/9/2025). Insiden ini terjadi saat sejumlah jurnalis berupaya mewawancarai Ketua Dewan Pengawas (Dewas) RSUD RAA Soewondo, Torang Manurung, yang memilih meninggalkan rapat Panitia Khusus (Pansus) Pemakzulan Bupati Pati Sudewo. Ketua Pansus Hak Angket Pemakzulan Bupati Pati, Teguh Bandang Waluyo, menyampaikan kecaman […]

  • Polres Pati Ringkus Calo CPNS

    Polres Pati Ringkus Calo CPNS

    • calendar_month Sab, 1 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 82
    • 0Komentar

      Pelaku penipuan jasa CPNS yang ditangkap Polres Pati Jangan percaya jika ada oknum yang menawarkan jasa bisa meloloskan anda menjadi pegawai negeri sipil. Bisa-bisa Anda menjadi korban penipuan. PATI – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pati berhasil meringkus dua pelaku penipuan dengan iming – iming dapat membantu menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di […]

  • Edy Wuryanto Minta Evaluasi Menyeluruh Kebijakan Penonaktifan PBI

    Edy Wuryanto Minta Evaluasi Menyeluruh Kebijakan Penonaktifan PBI

    • calendar_month Sab, 7 Feb 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.827
    • 0Komentar

    JAKARTA – Penonaktifan kepesertaan bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan berisiko menimbulkan kondisi darurat dalam layanan kesehatan, terutama bagi pasien penyakit kronis dan anak-anak yang memerlukan perawatan berkelanjutan. Hal ini ditegaskan Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto. Kekhawatiran tersebut semakin menguat setelah Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) mencatat minimal 30 kasus pasien […]

expand_less