Breaking News
light_mode

Bupati Haryanto : Rumah Sakit Jangan Melulu Mikir Profit

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 5 Mei 2019
  • visibility 381

Bupati Haryanto mengimbau
pengelola rumah sakit untuk menyukseskan program Jaminan Kesehatan Nasional
(JKN). Bupati juga menegaskan, dalam hal itu pengelola jangan hanya
mengutamakan profit saja. Akan tetapi berorientasi pada pasien juga.

Hal itu diungkapkan Bupati
Haryanto saat menjadi pembicara di seminar manajemen rumah sakit yang digelar
RSU Fastabiq PKU Muhamadiyah, di The Safin Hotel Sabtu (4/5/2019).  Pada acara yang turut dihadiri oleh Wakil
Bupati Saiful Arifin, Direktur Utama RSU Fastabiq dan jajaran manajemen, Kepala
Dinas Kesehatan Pati, BPJS, pimpinan daerah Muhammadiyah Pati serta seluruh
pengurus, peserta seminar dari rumah sakit swasta se Pati maupun para tenaga
medis dan non medis serta tamu undangan.

Seminar ini mengangkat tema
“Manajemen casemix dan
pendekatan lean hospital untuk tercapainya efisiensi dan efektifitas rumah sakit di
era UHC JKN berbasis manjemen kinerja yang result
oriented“.

“Dengan tema ini, kalau
dimaknai adalah dalam rangka kelola rumah sakit yang tidak hanya berorientasi
pada profit saja tetapi juga pasien,” terangnya.

Sebagai narasumber, Bupati
Haryanto juga mengungkapkan, tidak mungkin semua program yang ada berjalan
dengan mulus dan pastinya ada kendala. Termasuk JKN tersebut.

“Hambatan ini tidak akan
menjadi persoalan besar, manakala masing-masing pihak saling memahami terhadap
program yang diluncurkan oleh pemerintah. Karena sejak Program JKN  diluncurkan pemerintah, di satu sisi
masyarakat menikmari dan masih ada problem,” ungkapnya.

Meski demikian menurut bupati, semua
persoalan yang terjadi bukan berarti tidak bisa diselesaikan. Kegiatan seperti
seminar atau pertemuan yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan maupun
Pemerintah Daerah (Pemda), bertujuan agar pengelola rumah sakit ataupun
fasilitas kesehatan memiliki acuan untuk pengelolaan yang baik.

Dengan diluncurkannya UU tentang
JKN yakni UU No. 04 tahun 2011 yang diperbarui dengan Perpres, Permenkes dan
lainnya, pemerintah daerah tidak tinggal diam, termasuk menangkap maksud
regulasi itu, apa yang harus dinikmati rakyat, apa yang dinikmati rakyat
indonesia.

Meski ada sedikit kendala yang
sampai saat ini masih terjadi seperti pembiayaan, rujukan dan sebagainya
semuanya bertujuan untuk pemerataan. Sehingga dari keberadaan JKN tidak lain
adalah untuk berikan fasilitas kesehatan kepada masyarakat agar bisa dinikmati
semua lapisan.

“Dengan demikian fasilitas
kesehatan seperti Rumah Sakit Fastabiq diharapkan tidak hanya berorientasi pada
keuntungan saja, tetapi juga mengedepankan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sebab JKN yang menanggung adalah negara, jadi pengelola fasilitas kesehatan tidak
usah khawatir,” himbaunya.

Lebih lanjut bupati mengatakan,
asuransi kesehatan sosial menjamin kepastian pembiayaan pelayanan kesehatan
yang berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa pemerintah sudah menjamin dengan
konsekuensinya, bagi rumah sakit yang ada termasuk RSU Fastabiq harus berikan
pelayanan terbaik.

Kewajiban kepesertaan diharapkan
paling tidak hingga 95%. Namun di Kabupaten Pati, baru mencapai 82,21%. Bupati
menerangkan, dengan jumlah penduduk Kabupaten Pati sejumlah 1,3 juta, yang
tercakup baru 1.076.888. Sehingga kekurangannya akan dipenuhi secara bertahap.

“Meski dengan ini kemarin
sempat ada polemik karena ada surat edaran dari Kementerian maupun BPJS ada
rujukan berjenjang yang menguntungkan dan ada yang dirugikan. Tetapi semua itu
butuh waktu, karena semua regulasi pastinya butuh waktu agar masyarakat maupun
instansi terkait bisa sesuai. Sebab dengan sistem yang ada, kita justru bisa
saling mengisi antara satu dengan lainnya sehingga bisa seiring dan
sejalan,” pungkasnya. (ars)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggoyta Polresta Pati melayani warga yang ingin menikmati makan gratis di Alun - Alun Simpang Lima Pati.

    Polresta Pati Bagikan 1.500 Paket Makan Gratis Sambut Hari Bhayangkara ke-80

    • calendar_month Ming, 28 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 562
    • 0Komentar

    PATI – Polresta Pati menggandeng Klenteng Hok Tik Bio Pati dan Brimob Kompi 4 Yon A Pelopor menggelar kegiatan Warung Makan Gratis dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Sebanyak 1.500 paket makanan siap saji dibagikan kepada masyarakat di kawasan Alun-alun Pati, Minggu (28/6/2026). Kegiatan bertema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat” itu dimulai sejak pukul […]

  • Cuaca Buruk Aktivitas Bongkar Tangkapan Ikan Turun

    Cuaca Buruk Aktivitas Bongkar Tangkapan Ikan Turun

    • calendar_month Sab, 9 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Cuaca buruk yang melanda akhir-akhir ini, turut berdampak pada jumlah kapal nelayan yang melakukan bongkar hasil tangkapan ikan di TPI Unit 2 Juwana. Diprediksi sebelumnya, pada Desember ini merupakan musim panen ikan. Panen berlangsung hingga bulan Januari mendatang. Namun belakangan ini, jumlah kapal yang melakukan aktivitas bongkar hasil tangkapan ikan menurun. […]

  • Diliburkan Dua Pekan Bukan untuk Piknik

    Diliburkan Dua Pekan Bukan untuk Piknik

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Belajar mandiri di rumah  Para pelajar di Jawa Tengah diliburkan. Selama dua pekan. Waktu libur itu bukan untuk liburan. Apalagi jalan-jalan. Pemerintah memiliki kebijakan meminimalisir kontak dengan orang banyak. Karena itu para pelajar diminta libur dan belajar mandiri di rumah. Buku-buku dan beberapa lembar kertas berserak di meja belajar Windi Fibriani. Di kamarnya, siang itu […]

  • Lepas dari Degradasi, Persijap Jepara Masih Hadapi Ujian Berat Kontra Persis Solo

    Lepas dari Degradasi, Persijap Jepara Masih Hadapi Ujian Berat Kontra Persis Solo

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.817
    • 0Komentar

    JEPARA – Laga lanjutan BRI Super League musim 2025-26 pekan ke-24 akan berlangsung di bawah suasana yang diprediksi panas, ketika Persijap Jepara menghadapi tamu Persis Solo pada Kamis (5/3/2026) pukul 20.30 WIB. Untuk Laskar Kalinyamat, pertemuan di depan pendukung sendiri menjadi kesempatan krusial untuk melanjutkan performa positif sekaligus menjauhkan diri dari zona bahaya di bagian bawah […]

  • PAC Pagar Nusa Margoyoso Mempererat Tali Silaturahmi dengan Acara Halalbihalal

    PAC Pagar Nusa Margoyoso Mempererat Tali Silaturahmi dengan Acara Halalbihalal

    • calendar_month Sel, 16 Apr 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 311
    • 0Komentar

    PATI – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa (PN) Margoyoso menggelar acara Halalbihalal pada Senin (15/04/2024). Acara ini diadakan di Sekretariat PAC PN Margoyoso, dengan tujuan utama mempererat hubungan sosial dan menjaga keharmonisan di antara anggota dan warga. Azis, Ketua PAC PN Margoyoso, mengemukakan pentingnya acara Halalbihalal ini adalah untuk menciptakan suasana kebersamaan dan kedamaian. […]

  • Kirab Satu Negeri di Jepara, Napak Tilasi Tempat Bersejarah

    Kirab Satu Negeri di Jepara, Napak Tilasi Tempat Bersejarah

    • calendar_month Kam, 18 Okt 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Lapangan RS dr Rehatta Desa Kelet Kecamatan Keling mendadak ramai Rabu (17/10/2018). Ratusan kader Nahdlatul Ulama’ mulai dari GP Ansor, IPNU, IPPNU, Muslimat, dan Fatayat berkumpul menyambut rombongan Kirab Satu Negeri (KSN). Pagi itu dilakukan serah terima pasukan pembawa pataka merah putih dari GP Ansor Pati kepada GP Ansor Jepara. Usai serah terima, sebanyak 17 […]

expand_less