Breaking News
light_mode

Bupati Haryanto : Rumah Sakit Jangan Melulu Mikir Profit

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 5 Mei 2019
  • visibility 333

Bupati Haryanto mengimbau
pengelola rumah sakit untuk menyukseskan program Jaminan Kesehatan Nasional
(JKN). Bupati juga menegaskan, dalam hal itu pengelola jangan hanya
mengutamakan profit saja. Akan tetapi berorientasi pada pasien juga.

Hal itu diungkapkan Bupati
Haryanto saat menjadi pembicara di seminar manajemen rumah sakit yang digelar
RSU Fastabiq PKU Muhamadiyah, di The Safin Hotel Sabtu (4/5/2019).  Pada acara yang turut dihadiri oleh Wakil
Bupati Saiful Arifin, Direktur Utama RSU Fastabiq dan jajaran manajemen, Kepala
Dinas Kesehatan Pati, BPJS, pimpinan daerah Muhammadiyah Pati serta seluruh
pengurus, peserta seminar dari rumah sakit swasta se Pati maupun para tenaga
medis dan non medis serta tamu undangan.

Seminar ini mengangkat tema
“Manajemen casemix dan
pendekatan lean hospital untuk tercapainya efisiensi dan efektifitas rumah sakit di
era UHC JKN berbasis manjemen kinerja yang result
oriented“.

“Dengan tema ini, kalau
dimaknai adalah dalam rangka kelola rumah sakit yang tidak hanya berorientasi
pada profit saja tetapi juga pasien,” terangnya.

Sebagai narasumber, Bupati
Haryanto juga mengungkapkan, tidak mungkin semua program yang ada berjalan
dengan mulus dan pastinya ada kendala. Termasuk JKN tersebut.

“Hambatan ini tidak akan
menjadi persoalan besar, manakala masing-masing pihak saling memahami terhadap
program yang diluncurkan oleh pemerintah. Karena sejak Program JKN  diluncurkan pemerintah, di satu sisi
masyarakat menikmari dan masih ada problem,” ungkapnya.

Meski demikian menurut bupati, semua
persoalan yang terjadi bukan berarti tidak bisa diselesaikan. Kegiatan seperti
seminar atau pertemuan yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan maupun
Pemerintah Daerah (Pemda), bertujuan agar pengelola rumah sakit ataupun
fasilitas kesehatan memiliki acuan untuk pengelolaan yang baik.

Dengan diluncurkannya UU tentang
JKN yakni UU No. 04 tahun 2011 yang diperbarui dengan Perpres, Permenkes dan
lainnya, pemerintah daerah tidak tinggal diam, termasuk menangkap maksud
regulasi itu, apa yang harus dinikmati rakyat, apa yang dinikmati rakyat
indonesia.

Meski ada sedikit kendala yang
sampai saat ini masih terjadi seperti pembiayaan, rujukan dan sebagainya
semuanya bertujuan untuk pemerataan. Sehingga dari keberadaan JKN tidak lain
adalah untuk berikan fasilitas kesehatan kepada masyarakat agar bisa dinikmati
semua lapisan.

“Dengan demikian fasilitas
kesehatan seperti Rumah Sakit Fastabiq diharapkan tidak hanya berorientasi pada
keuntungan saja, tetapi juga mengedepankan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sebab JKN yang menanggung adalah negara, jadi pengelola fasilitas kesehatan tidak
usah khawatir,” himbaunya.

Lebih lanjut bupati mengatakan,
asuransi kesehatan sosial menjamin kepastian pembiayaan pelayanan kesehatan
yang berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa pemerintah sudah menjamin dengan
konsekuensinya, bagi rumah sakit yang ada termasuk RSU Fastabiq harus berikan
pelayanan terbaik.

Kewajiban kepesertaan diharapkan
paling tidak hingga 95%. Namun di Kabupaten Pati, baru mencapai 82,21%. Bupati
menerangkan, dengan jumlah penduduk Kabupaten Pati sejumlah 1,3 juta, yang
tercakup baru 1.076.888. Sehingga kekurangannya akan dipenuhi secara bertahap.

“Meski dengan ini kemarin
sempat ada polemik karena ada surat edaran dari Kementerian maupun BPJS ada
rujukan berjenjang yang menguntungkan dan ada yang dirugikan. Tetapi semua itu
butuh waktu, karena semua regulasi pastinya butuh waktu agar masyarakat maupun
instansi terkait bisa sesuai. Sebab dengan sistem yang ada, kita justru bisa
saling mengisi antara satu dengan lainnya sehingga bisa seiring dan
sejalan,” pungkasnya. (ars)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menggoyang Lidah dengan Kuliner Khas Kota Semarang

    Menggoyang Lidah dengan Kuliner Khas Kota Semarang

    • calendar_month Jum, 26 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Soto ayam Semarang  Setiap kota memiliki keunikan kuliner khas masing-masing. Seperti di Kota Semarang ada banyak kuliner khas yang lezat. Berikut rangkuman 4 kuliner khas Semarang yang unik dan autentik  Kota Semarang, ibu kota Provinsi Jawa Tengah, tidak hanya terkenal dengan sejarah dan keindahan alamnya, tetapi juga dengan kekayaan kuliner khas yang menggoyang lidah.  Jika […]

  • UMKM Expo Dongkrak Ekonomi Kreatif Kudus

    UMKM Expo Dongkrak Ekonomi Kreatif Kudus

    • calendar_month Sen, 19 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Bupati Kudus Hartopo bersama istri mengunjuki UMKM Expo 2022  Ekonomi kreatif di Kudus diharapkan bisa terus terdongkrak. Hal ini dilakukan melalui kegiatan-kegiatan yang mendukung, antara lain seperti UMKM Expo 2022. Bupati Kudus Hartopo memberi perhatian lebih terhadap geliat ekonomi kreatif di Kota Kudus. KUDUS – Kudus UMKM Expo 2022 berhasil menjadi wadah pelaku usaha lokal […]

  • DPRD Pati : UMKM Butuh Perhatian Serius

    DPRD Pati : UMKM Butuh Perhatian Serius

    • calendar_month Sab, 28 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 297
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Yeti Kristianti, menekankan pentingnya peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mendorong perekonomian daerah. Menurutnya, UMKM memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan kesejahteraan melalui penyediaan lapangan pekerjaan. “UMKM ini sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi kita,” ujar Yeti, yang baru saja dilantik kembali untuk periode lima tahun […]

  • Bupati Pati Jembatani Dialog Buruh-Pengusaha, UMK Pati Naik Jadi Rp 2.485.000

    Bupati Pati Jembatani Dialog Buruh-Pengusaha, UMK Pati Naik Jadi Rp 2.485.000

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.351
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati melakukan upaya menjembatani aspirasi buruh mengenai penyesuaian Upah Minimum Kabupaten (UMK) dalam pertemuan yang berlangsung di halaman Pendopo Kabupaten Pati, senin (22/12/2025). Acara yang menghadirkan serikat pekerja dan pengusaha bertujuan untuk mencapai keputusan seimbang yang mengedepankan kesejahteraan pekerja sekaligus menjaga kelancaran iklim usaha. Bupati Pati Sudewo menyampaikan bahwa pihaknya telah […]

  • Geber Latihan Fisik di Alam Bebas

    Geber Latihan Fisik di Alam Bebas

    • calendar_month Sab, 10 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Tim futsal Kabupaten Pati bersiap menyongsong Porprov 2018 di Surakarta Oktober mendatang. Mulai Februari, pelatih futsal Pati sudah mulai menggembleng fisik para pemain. Tak hanya di dalam lapangan, pemain digembleng fisiknya di alam bebas.  Ketua Umum Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Pati H. Jamari mengungkapkan, para punggawa futsal Pati memang sedang digembleng […]

  • Ilustrasi hemat/freepik

    Pentingnya Hidup Hemat Mengelola Keuangan dengan Bijak

    • calendar_month Jum, 4 Agu 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Ilustrasi hemat/freepik Hidup hemat adalah suatu prinsip yang melibatkan pengelolaan keuangan yang bijak dan penuh tanggung jawab. Di tengah dinamika ekonomi yang selalu berubah dan tantangan finansial yang mungkin muncul, hidup hemat menjadi kunci untuk mencapai stabilitas keuangan dan kebebasan jangka panjang.   1. Menciptakan Keamanan Finansial:    Hidup hemat membantu menciptakan perlindungan finansial dalam […]

expand_less