Breaking News
light_mode

Seniman Teater Pati Angkat Cerita Roro Mendut ke Film

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 24 Sep 2021
  • visibility 344

 

Proses pengambilan adegan untuk film Roro Mendut yang dilakukan oleh seniman teater di hutan jati Regaloh.

Film
“Bara” digarap dengan apik oleh sekelompok seniman teater di Kota Pati. Film
ini diangkat dari cerita rakyat. Yaitu kisah Roro Mendut. Seorang perempuan
jelita yang tidak mau tunduk terhadap Tumenggung Wiraguna untuk dinikahi.

PATI – Sosok
perempuan jelita terlihat memegang udud dengan bara yang membara di ujungnya.
Tatapan matanya tajam. Kepulan asap terlihat dari pantulan bayangan di dinding
kayu. Sesekali dia berhenti, dilihatnya udud itu, kegelisahan begitu terasa
meski dalam siluet.

Bayangan itu, kemudian
diabadikan lewat video. Sejumlah kameramen tampak tak ingin melewatkan detik
demi detik pengadeganan yang dimainkan. Rupanya para anak muda itu tengah
menggarap film “Bara” yang menceritakan tentang Roro Mendut.

Film itu mengisahkan
bagaimana perjuangan Roro Mendut sebagai boyongan perang Mataram untuk
menghindar dari pernikahan dengan Tumenggung Wiraguna. Baginya, pernikahan
dengan Wiraguna merupakan penghianatan bagi dirinya, maupun kadipaten tempatnya
berasal.

Diapun memilih melawan
meski bersiap dijerat dengan pajak yang tinggi. Syarat itu diberikan ke
Wiraguna agar Mendut terdesak. Namun jalan cerita tak seperti itu, sebagai
seorang perempuan yang memiliki aliran darah leluhur yang tak gampang menyerah,
Mendut memilih berjualan rokok. Syarat itupun mampu ditaklukkannya.

Hal itu tentu membuat
Wiraguna geram. Apalagi mengetahui jika Mendut memilih untuk menambatkan hatinya
pada Pronocitro, penjaga kuda dari Tumenggung Wiraguna itu sendiri.Konflik pun
memuncak.

Kisah Roro Mendut, bagi
warga Pati tentu tidak asing. Cerita rakyat Pati itu mengulik kegelisahan
tersendiri bagi anggota Teater Minatani. Bagi mereka persoalan Mendut bukanlah
sebatas percintaan belaka, namun ada tekad yang kuat dari Mendut untuk
mempertahankan kehormatannya.

Kegelisahan itu dimunculkan
dalam penggarapan karya. Sebelumnya cerita itu diangkat dalam sebuah panggung
virtual dengan kemasan teater. Kali ini kisah Mendut itu ganti coba diangkat
dengan konsep film.

Film

Pemilahan film memang
dilakukan lantaran masih dalam situasi pandemi. Proses penggarapan bisa
dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Seperti crew dan pemain yang
melalui vaksinasi maupun tes swab serta menjaga aturan prokes lainnya. Bagi
mereka situasi pandemi diharapkan tidak lantas menghentikan semangat berkarya.

Ketua Teater Minatani Pati,
Siwi Agustina mengungkapkan, penggarapan film ini merupakan satu tantangan baru
dalam proses kreatif anggotanya. Sebab selama ini lebih banyak di panggung. Kali
ini beralih mementaskan cerita dalam layar film.

Proses penggarapan cerita
rakyat Pati itu memang terbilang cukup jarang dilakukan. Terlebih yang
dilakukan oleh warga Pati sendiri. Siwi berharap dengan diangkatnya cerita
Mendut dengan konsep film dapat memperkenalkan cerita rakyat Pati tersebut
kepada anak muda.

“Skenario ini ditulis oleh
Beni Dewa dan Lacahya yang berasal dari naskah teater kemudian diadaptasi ke
film. Untuk sutradaranya juga Beni Dewa dengan dibantu pengarah sinematografy
Pendi Subarong serta Kameraman Yovie Young. Kami juga berterimakasih kepada pak
Mogol yang merupakan pemain senior sekaligus pengampu kelompok ketoprak di Pati
bersedia menjadi pengarah produksi serta sejumlah pihak lain yang telah
membantu,”terangnya kepada Lingkar Muria.

Dalam penggarapannya kali
ini, mereka memang memadukan antara konsep tradisi, dan teater yang dituangkan
dengan sentuhan sinematografi. Seperti memunculkan seni tari maupun bela diri.

“Memang cukup banyak
tantangan dalam penggarapan film dengan latar kerajaan. Namun bagaimanapun kami
tumbuh di Kabupaten Pati. Kota dengan seni peran ketoprak menjadi ikonnya. Kami
ingin belajar dari sana,”imbuhnya.

Pengambilan gambar film
tersebut dipusatkan seluruhnya di Kabupaten Pati. Hal itu lantaran lewat film
tersebut ingin turut mengangkat potensi yang ada khususnya tempat wisata.
Seperti halnya di Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal yang terkenal akan
keindahan alamnya.

Terpisah Dinas Pendidikan
dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati memberikan apresiasi dalam proses
kreatif tersebut. Bahkan karya film ini dipercaya untuk diikutkan ke dalam Duta
Seni yang diinisiasi oleh Badan Penghubung Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia
Indah (TMII).

“Kami cukup bangga akan
kepedulian anak-anak muda dalam menggarap seni budaya yang berasal dari
daerahnya. Terlebih Pati memang dikenal kuat dari seni peran ketopraknya,”
jelas Kabid Kebudayaan Paryanto pada Disdikbud Pati. (Miftahul Munir)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati dan Pemkab Sepakati KUA-PPAS APBD 2026, Fokus pada Efektivitas Program

    DPRD Pati dan Pemkab Sepakati KUA-PPAS APBD 2026, Fokus pada Efektivitas Program

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 507
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati telah mencapai kesepakatan mengenai Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2026. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dalam Rapat Paripurna yang berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Pati pada Jumat (24/10/2025). Rapat paripurna tersebut […]

  • Bikin Bangga Cabor Sepatu Roda Persembahkan Medali Pertama Bagi Pati

    Bikin Bangga Cabor Sepatu Roda Persembahkan Medali Pertama Bagi Pati

    • calendar_month Jum, 19 Okt 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 254
    • 0Komentar

    SOLO – Cabor sepatu roda menyumbang medali perunggu. Perolehan medali tersebut tercatat menjadi medali pertama bagi kontingen Kabupaten Pati di ajang Porprov Surakarta 2018.   Bertanding di Velodrome Stadion Manahan  Laurainsya Putri Lilianti berhasil menyabet perunggu di kelas ITT 500 meterdengan catatan waktu 47.372 detik Atlet asal SMP 2 Pati yang bertempat tinggal di Desa Sugihrejo […]

  • Kebakaran Hanguskan 28 Sepeda Motor di Kudus

    Kebakaran Hanguskan 28 Sepeda Motor di Kudus

    • calendar_month Sab, 28 Des 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 276
    • 0Komentar

    KUDUS – Sebuah kebakaran hebat melanda tempat penitipan kendaraan di Desa Bulungcangkring RT 3 RW 2, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus pada Sabtu (28/12/2024), sekitar pukul 07.00 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan 28 sepeda motor hangus terbakar. Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Djunaedi, menjelaskan bahwa kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik pada […]

  • Kampanye #BungkusWae, Coffe Shop di Pati Beri Diskon 10 Persen

    Kampanye #BungkusWae, Coffe Shop di Pati Beri Diskon 10 Persen

    • calendar_month Sel, 29 Jun 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 329
    • 0Komentar

      Salah seorang pelanggan menerima bungkusan pesanannya di Selasar Coffe and Gelato, Pati. Berangkat dari situasi sulit di tengah pandemi (pembatasan aktivitas masyarakat) berbagai coffee shop di Pati lantas berkolaborasi untuk menginisiasi sebuah gerakan bertajuk #BungkusWae sebagai solusi bertahan di tengah pandemi. PATI – Kasus COVID-19 yang semakin meningkat di Kabupaten Pati membuat pemerintah semakin […]

  • Prediksi Persijap Jepara vs Persib Bandung: Tim Tamu Dijagokan Menang 2-1

    Prediksi Persijap Jepara vs Persib Bandung: Tim Tamu Dijagokan Menang 2-1

    • calendar_month Sen, 18 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 279
    • 0Komentar

    JEPARA – Duel menarik bakal tersaji pada lanjutan BRI Super League 2025/2026 malam ini (18/8). Persijap Jepara akan menjamu tim raksasa Persib Bandung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, dengan misi mempertahankan tren positif di awal musim. Meski status Persib lebih diunggulkan, Persijap yang baru promosi menunjukkan semangat juang tinggi. Bermain di hadapan publik sendiri, […]

  • Beginilah Nyekiklik Channel, Kumpulan Pemuda Kreatif di Cluwak-Pati

    Beginilah Nyekiklik Channel, Kumpulan Pemuda Kreatif di Cluwak-Pati

    • calendar_month Jum, 2 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Percaya Diri Angkat Guyonan Khas Bumi Mina Tani   Para personil Nyekiklik saat berbincang di Cafe Gojoos Kelat Senin (29/1/18) Berawal dari teman satu tongkrongan, Nyekiklik Channel hadir. Mereka percaya diri menampilkan guyonan dengan mengusung dialek khas asalnya, Kabupaten Pati di layar Youtube. Obrolan terasa gayeng, saat saya mencoba menggali kisah tentang Nyekiklik Channel yang belakangan […]

expand_less