Breaking News
light_mode

Seniman Teater Pati Angkat Cerita Roro Mendut ke Film

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 24 Sep 2021
  • visibility 330

 

Proses pengambilan adegan untuk film Roro Mendut yang dilakukan oleh seniman teater di hutan jati Regaloh.

Film
“Bara” digarap dengan apik oleh sekelompok seniman teater di Kota Pati. Film
ini diangkat dari cerita rakyat. Yaitu kisah Roro Mendut. Seorang perempuan
jelita yang tidak mau tunduk terhadap Tumenggung Wiraguna untuk dinikahi.

PATI – Sosok
perempuan jelita terlihat memegang udud dengan bara yang membara di ujungnya.
Tatapan matanya tajam. Kepulan asap terlihat dari pantulan bayangan di dinding
kayu. Sesekali dia berhenti, dilihatnya udud itu, kegelisahan begitu terasa
meski dalam siluet.

Bayangan itu, kemudian
diabadikan lewat video. Sejumlah kameramen tampak tak ingin melewatkan detik
demi detik pengadeganan yang dimainkan. Rupanya para anak muda itu tengah
menggarap film “Bara” yang menceritakan tentang Roro Mendut.

Film itu mengisahkan
bagaimana perjuangan Roro Mendut sebagai boyongan perang Mataram untuk
menghindar dari pernikahan dengan Tumenggung Wiraguna. Baginya, pernikahan
dengan Wiraguna merupakan penghianatan bagi dirinya, maupun kadipaten tempatnya
berasal.

Diapun memilih melawan
meski bersiap dijerat dengan pajak yang tinggi. Syarat itu diberikan ke
Wiraguna agar Mendut terdesak. Namun jalan cerita tak seperti itu, sebagai
seorang perempuan yang memiliki aliran darah leluhur yang tak gampang menyerah,
Mendut memilih berjualan rokok. Syarat itupun mampu ditaklukkannya.

Hal itu tentu membuat
Wiraguna geram. Apalagi mengetahui jika Mendut memilih untuk menambatkan hatinya
pada Pronocitro, penjaga kuda dari Tumenggung Wiraguna itu sendiri.Konflik pun
memuncak.

Kisah Roro Mendut, bagi
warga Pati tentu tidak asing. Cerita rakyat Pati itu mengulik kegelisahan
tersendiri bagi anggota Teater Minatani. Bagi mereka persoalan Mendut bukanlah
sebatas percintaan belaka, namun ada tekad yang kuat dari Mendut untuk
mempertahankan kehormatannya.

Kegelisahan itu dimunculkan
dalam penggarapan karya. Sebelumnya cerita itu diangkat dalam sebuah panggung
virtual dengan kemasan teater. Kali ini kisah Mendut itu ganti coba diangkat
dengan konsep film.

Film

Pemilahan film memang
dilakukan lantaran masih dalam situasi pandemi. Proses penggarapan bisa
dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Seperti crew dan pemain yang
melalui vaksinasi maupun tes swab serta menjaga aturan prokes lainnya. Bagi
mereka situasi pandemi diharapkan tidak lantas menghentikan semangat berkarya.

Ketua Teater Minatani Pati,
Siwi Agustina mengungkapkan, penggarapan film ini merupakan satu tantangan baru
dalam proses kreatif anggotanya. Sebab selama ini lebih banyak di panggung. Kali
ini beralih mementaskan cerita dalam layar film.

Proses penggarapan cerita
rakyat Pati itu memang terbilang cukup jarang dilakukan. Terlebih yang
dilakukan oleh warga Pati sendiri. Siwi berharap dengan diangkatnya cerita
Mendut dengan konsep film dapat memperkenalkan cerita rakyat Pati tersebut
kepada anak muda.

“Skenario ini ditulis oleh
Beni Dewa dan Lacahya yang berasal dari naskah teater kemudian diadaptasi ke
film. Untuk sutradaranya juga Beni Dewa dengan dibantu pengarah sinematografy
Pendi Subarong serta Kameraman Yovie Young. Kami juga berterimakasih kepada pak
Mogol yang merupakan pemain senior sekaligus pengampu kelompok ketoprak di Pati
bersedia menjadi pengarah produksi serta sejumlah pihak lain yang telah
membantu,”terangnya kepada Lingkar Muria.

Dalam penggarapannya kali
ini, mereka memang memadukan antara konsep tradisi, dan teater yang dituangkan
dengan sentuhan sinematografi. Seperti memunculkan seni tari maupun bela diri.

“Memang cukup banyak
tantangan dalam penggarapan film dengan latar kerajaan. Namun bagaimanapun kami
tumbuh di Kabupaten Pati. Kota dengan seni peran ketoprak menjadi ikonnya. Kami
ingin belajar dari sana,”imbuhnya.

Pengambilan gambar film
tersebut dipusatkan seluruhnya di Kabupaten Pati. Hal itu lantaran lewat film
tersebut ingin turut mengangkat potensi yang ada khususnya tempat wisata.
Seperti halnya di Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal yang terkenal akan
keindahan alamnya.

Terpisah Dinas Pendidikan
dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati memberikan apresiasi dalam proses
kreatif tersebut. Bahkan karya film ini dipercaya untuk diikutkan ke dalam Duta
Seni yang diinisiasi oleh Badan Penghubung Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia
Indah (TMII).

“Kami cukup bangga akan
kepedulian anak-anak muda dalam menggarap seni budaya yang berasal dari
daerahnya. Terlebih Pati memang dikenal kuat dari seni peran ketopraknya,”
jelas Kabid Kebudayaan Paryanto pada Disdikbud Pati. (Miftahul Munir)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Imbau Warga Waspada Potensi Banjir Akibat Musim Hujan yang Datang Lebih Awal

    DPRD Pati Imbau Warga Waspada Potensi Banjir Akibat Musim Hujan yang Datang Lebih Awal

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 330
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir seiring dengan datangnya musim hujan yang lebih awal dari perkiraan. Imbauan ini disampaikan menyusul informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mengenai perubahan pola musim yang tidak sesuai dengan prediksi awal. Wakil Ketua DPRD Pati, Hardi, […]

  • Perempuan Haid Boleh Ngajar Al Quran di Masjid

    Perempuan Haid Boleh Ngajar Al Quran di Masjid

    • calendar_month Kam, 18 Okt 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 376
    • 0Komentar

    Suasana bahtsul masail yang diselenggarakan MWC NU Trangkil Kabupaten Pati Perempuan yang sedang haid atau menstruasi, boleh mengajar Al Quran di masjid. Kesimpulan itu didapat saat Bahtsul Masail Diniyah Wayiiyah yang diselenggarakan MWC NU Trangkil Kabupaten Pati baru-baru ini. Ada beberapa poin keputusan yang diambil dalam diskusi khas kaum nahdiyin tersebut. Pertama, pembelajaran TPQ di […]

  • Kisah Pj Bupati Jepara Ternyata Masih Keturunan Citrosomo VI

    Kisah Pj Bupati Jepara Ternyata Masih Keturunan Citrosomo VI

    • calendar_month Sen, 10 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 440
    • 0Komentar

    Kunjungan perwakilan keluarga Citrosomo di Pendopo Jepara/ DISKOMINFO JEPARA Siapa sangka Edy Supriyanta ternyata masih memiliki darah keturunan dari Citrosomo, leluhur yang memimpin Jepara di tahun 1800-an.   JEPARA – Edy Supriyanta yang saat menjabat sebagai Pj Bupati Jepara ternyata masih memiliki garis keturunan dengan Citrosomo. Hal ini terungkap saat perwakilan keluarga Citrosomo mendatangi pendopo Kabupaten […]

  • Mayoritas Fraksi di DPRD Pati Tolak Pemakzulan, Bupati Pati Tetap Bertahan

    Mayoritas Fraksi di DPRD Pati Tolak Pemakzulan, Bupati Pati Tetap Bertahan

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 547
    • 0Komentar

    PATI – Sidang paripurna DPRD Kabupaten Pati pada Jumat (31/10/2025) memutuskan untuk tidak memakzulkan Bupati Pati, Sudewo. Keputusan ini diambil setelah melalui perdebatan panjang dan pemungutan suara yang menunjukkan adanya perbedaan pendapat yang signifikan di antara para anggota dewan. Dari 49 anggota DPRD yang hadir, mayoritas atau sebanyak 36 anggota memilih opsi perbaikan kinerja Bupati. […]

  • Unit Kerja BRI Pati Tingkatkan Keakraban dengan Nasabah Lewat Jajanan Tradisional di Hari Pelanggan Nasional

    Unit Kerja BRI Pati Tingkatkan Keakraban dengan Nasabah Lewat Jajanan Tradisional di Hari Pelanggan Nasional

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 288
    • 0Komentar

    PATI – Seluruh unit kerja BRI di Pati turut memperingati Hari Pelanggan Nasional 2025 dengan menyambut nasabah secara khusus. Peringatan ini tidak hanya dilakukan di BRI Kanca Pati, tetapi juga di dua unit BRI KCP, 41 BRI Unit, dan 2 kantor kas. Agus Sumartono, Supervisor Penunjang Operasional BRI Cabang Pati, mengungkapkan bahwa seluruh unit kerja […]

  • Ketua Pansus Hak Angket DPRD Pati Mengaku Diikuti Mobil Misterius

    Ketua Pansus Hak Angket DPRD Pati Mengaku Diikuti Mobil Misterius

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 278
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, mengungkapkan pengalaman kurang mengenakkannya, yakni merasa diikuti oleh sebuah mobil misterius. Pengalaman ini diungkapkan seusai rapat Pansus di Gedung DPRD Pati pada Selasa (19/8/2025). “Di sekitar rumah, ada sebuah mobil yang bolak-balik hampir empat kali lewat di samping rumah saya. Saya […]

expand_less