Breaking News
light_mode

Seniman Teater Pati Angkat Cerita Roro Mendut ke Film

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 24 Sep 2021
  • visibility 372

 

Proses pengambilan adegan untuk film Roro Mendut yang dilakukan oleh seniman teater di hutan jati Regaloh.

Film
“Bara” digarap dengan apik oleh sekelompok seniman teater di Kota Pati. Film
ini diangkat dari cerita rakyat. Yaitu kisah Roro Mendut. Seorang perempuan
jelita yang tidak mau tunduk terhadap Tumenggung Wiraguna untuk dinikahi.

PATI – Sosok
perempuan jelita terlihat memegang udud dengan bara yang membara di ujungnya.
Tatapan matanya tajam. Kepulan asap terlihat dari pantulan bayangan di dinding
kayu. Sesekali dia berhenti, dilihatnya udud itu, kegelisahan begitu terasa
meski dalam siluet.

Bayangan itu, kemudian
diabadikan lewat video. Sejumlah kameramen tampak tak ingin melewatkan detik
demi detik pengadeganan yang dimainkan. Rupanya para anak muda itu tengah
menggarap film “Bara” yang menceritakan tentang Roro Mendut.

Film itu mengisahkan
bagaimana perjuangan Roro Mendut sebagai boyongan perang Mataram untuk
menghindar dari pernikahan dengan Tumenggung Wiraguna. Baginya, pernikahan
dengan Wiraguna merupakan penghianatan bagi dirinya, maupun kadipaten tempatnya
berasal.

Diapun memilih melawan
meski bersiap dijerat dengan pajak yang tinggi. Syarat itu diberikan ke
Wiraguna agar Mendut terdesak. Namun jalan cerita tak seperti itu, sebagai
seorang perempuan yang memiliki aliran darah leluhur yang tak gampang menyerah,
Mendut memilih berjualan rokok. Syarat itupun mampu ditaklukkannya.

Hal itu tentu membuat
Wiraguna geram. Apalagi mengetahui jika Mendut memilih untuk menambatkan hatinya
pada Pronocitro, penjaga kuda dari Tumenggung Wiraguna itu sendiri.Konflik pun
memuncak.

Kisah Roro Mendut, bagi
warga Pati tentu tidak asing. Cerita rakyat Pati itu mengulik kegelisahan
tersendiri bagi anggota Teater Minatani. Bagi mereka persoalan Mendut bukanlah
sebatas percintaan belaka, namun ada tekad yang kuat dari Mendut untuk
mempertahankan kehormatannya.

Kegelisahan itu dimunculkan
dalam penggarapan karya. Sebelumnya cerita itu diangkat dalam sebuah panggung
virtual dengan kemasan teater. Kali ini kisah Mendut itu ganti coba diangkat
dengan konsep film.

Film

Pemilahan film memang
dilakukan lantaran masih dalam situasi pandemi. Proses penggarapan bisa
dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Seperti crew dan pemain yang
melalui vaksinasi maupun tes swab serta menjaga aturan prokes lainnya. Bagi
mereka situasi pandemi diharapkan tidak lantas menghentikan semangat berkarya.

Ketua Teater Minatani Pati,
Siwi Agustina mengungkapkan, penggarapan film ini merupakan satu tantangan baru
dalam proses kreatif anggotanya. Sebab selama ini lebih banyak di panggung. Kali
ini beralih mementaskan cerita dalam layar film.

Proses penggarapan cerita
rakyat Pati itu memang terbilang cukup jarang dilakukan. Terlebih yang
dilakukan oleh warga Pati sendiri. Siwi berharap dengan diangkatnya cerita
Mendut dengan konsep film dapat memperkenalkan cerita rakyat Pati tersebut
kepada anak muda.

“Skenario ini ditulis oleh
Beni Dewa dan Lacahya yang berasal dari naskah teater kemudian diadaptasi ke
film. Untuk sutradaranya juga Beni Dewa dengan dibantu pengarah sinematografy
Pendi Subarong serta Kameraman Yovie Young. Kami juga berterimakasih kepada pak
Mogol yang merupakan pemain senior sekaligus pengampu kelompok ketoprak di Pati
bersedia menjadi pengarah produksi serta sejumlah pihak lain yang telah
membantu,”terangnya kepada Lingkar Muria.

Dalam penggarapannya kali
ini, mereka memang memadukan antara konsep tradisi, dan teater yang dituangkan
dengan sentuhan sinematografi. Seperti memunculkan seni tari maupun bela diri.

“Memang cukup banyak
tantangan dalam penggarapan film dengan latar kerajaan. Namun bagaimanapun kami
tumbuh di Kabupaten Pati. Kota dengan seni peran ketoprak menjadi ikonnya. Kami
ingin belajar dari sana,”imbuhnya.

Pengambilan gambar film
tersebut dipusatkan seluruhnya di Kabupaten Pati. Hal itu lantaran lewat film
tersebut ingin turut mengangkat potensi yang ada khususnya tempat wisata.
Seperti halnya di Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal yang terkenal akan
keindahan alamnya.

Terpisah Dinas Pendidikan
dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati memberikan apresiasi dalam proses
kreatif tersebut. Bahkan karya film ini dipercaya untuk diikutkan ke dalam Duta
Seni yang diinisiasi oleh Badan Penghubung Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia
Indah (TMII).

“Kami cukup bangga akan
kepedulian anak-anak muda dalam menggarap seni budaya yang berasal dari
daerahnya. Terlebih Pati memang dikenal kuat dari seni peran ketopraknya,”
jelas Kabid Kebudayaan Paryanto pada Disdikbud Pati. (Miftahul Munir)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polsek Bangsri Jepara Patroli Malam Ciptakan Situasi Kondusif

    Polsek Bangsri Jepara Patroli Malam Ciptakan Situasi Kondusif

    • calendar_month Kam, 27 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Patroli Polsek Bangsri untuk menciptakan rasa aman masyarakat. Patroli malam menjadi upaya Polsek Bangsri Polres Jepara untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Dengan demikian lingkungan menjadi kondusif. JEPARA – Personel Polsek Bangsri Polres Jepara Polda Jateng melakukan giat patroli malam diarea pemukiman warga dan memberi Himbauan Kamtibmas sebagai upaya menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi […]

  • Anggota DPRD Pati Joni Kurnianto : Pengisian Perangkat Desa Seharusnya Setelah Pilkada

    Anggota DPRD Pati Joni Kurnianto : Pengisian Perangkat Desa Seharusnya Setelah Pilkada

    • calendar_month Sel, 29 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 359
    • 0Komentar

    PATI – Joni Kurnianto, anggota DPRD Pati dari Fraksi Demokrat, menilai seharusnya proses seleksi perangkat desa dilakukan setelah Pilkada 2024. Hal ini disampaikan Joni saat menanggapi isu pengisian perangkat desa yang tengah hangat dibicarakan. “(Sebelumnya) Kita sampaikan itu paling tidak akan dilakukan setelah Pilkada gitu. Tapi nggak tahu itu ya sudahlah, hak wewenangnya ada di […]

  • Komisi D DPRD Pati Tinjau Langsung Sosialisasi Komite Sekolah di SMPN 1 Tayu

    Komisi D DPRD Pati Tinjau Langsung Sosialisasi Komite Sekolah di SMPN 1 Tayu

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.761
    • 0Komentar

    PATI – Komisi D DPRD Kabupaten Pati melakukan pemantauan pelaksanaan aturan komite sekolah dengan menghadiri kegiatan sosialisasi di SMPN 1 Tayu, Senin (20/4). Dalam kegiatan tersebut, rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi D, Teguh Bandang Waluyo, dan didampingi oleh jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat. Kunjungan ini difokuskan pada sosialisasi Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016. […]

  • Pemerintah Konsisten Bantu Akses Pembiayaan Usaha Mikro Kelompok Rentan

    Pemerintah Konsisten Bantu Akses Pembiayaan Usaha Mikro Kelompok Rentan

    • calendar_month Jum, 13 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Even International Seminar on Digital Transformation for Financial Inclusion of Women, Youth, and MSMEs to Promote Inclusive Growth Kelompok rentan finansial seperti perempuan dan remaja mendapat perhatian serius dari pemerintah. Melalui program UMi sejak tahun 2017, yang dikelola oleh Badan Layanan Umum bernama Pusat Investasi Pemerintah. Program UMi dirancang untuk memberikan pinjaman mikro yang dapat […]

  • Anggaran Cukup, DPRD Pati Yakin Pati Bisa Tembus Tiga Besar Porprov

    Anggaran Cukup, DPRD Pati Yakin Pati Bisa Tembus Tiga Besar Porprov

    • calendar_month Sab, 13 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.022
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati menargetkan posisi tiga besar dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang. Target tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, dalam Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pati Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang […]

  • Wakil Pimpinan Sementara DPRD Pati : Siap Menyambut Program Pemerintahan Prabowo – Gibran

    Wakil Pimpinan Sementara DPRD Pati : Siap Menyambut Program Pemerintahan Prabowo – Gibran

    • calendar_month Sel, 15 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 300
    • 0Komentar

    PATI – Masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin akan berakhir pada 20 Oktober mendatang. Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka siap meneruskan estafet kepemimpinan negara. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pati, Hardi, menyatakan dukungan penuh terhadap program-program yang akan dijalankan pemerintahan Prabowo-Gibran. Sebagai kader Partai Gerindra, partai […]

expand_less