Breaking News
light_mode

Pandemi dan Alarm Kemanusiaan dari Tuhan Yang Maha Kuasa

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 25 Jul 2021
  • visibility 349

 

Gus Mus mengingatkan tentang hikmah di balik pandemi yang melanda negeri ini.

Sudah seharusnya saat ini umat muslim justru berterimakasih atas kondisi yang tengah terjadi. Ini menjadi bentuk teguran dari Allah. Kita harus berterimakasih karena Allah masih ngeman, kita masih ditegur. Salah satu caranya ingatlah jika kita semua ini masih bersaudara. 

PATI – KH. Ahmad
Mustofa Bisri memberi pesan yang begitu mendalam saat menjadi salah satu
pengisi dalam ngaji budaya Suluk Maleman edisi ke 115 pada Sabtu (24/7/2021)
bertepatan dengan bulan purnama malam kemarin.

Kiai yang karib disapa Gus
Mus itupun mengingatkan jika pandemi ini merupakan wabah kemanusiaan, bukan
persoalan antar etnis, organisasi maupun keagamaan.

Sebagai pembukanya, Gus Mus
menjelaskan betapa Tuhan begitu memuliakan manusia yang bahkan diangkat dari
hamba menjadi penguasa di bumi ini. Hanya saja seringkali manusia terlalu sadar
sebagai penguasa sehingga membuat lupa pada kehambaannya.

“Hal itulah yang seringkali
membuat kesalahan menumpuk-numpuk. Sehingga dengan semakin banyaknya kesalahan
manusia kita akhirnya di setrap oleh Rabb atau yang bisa disebut Sang
Pendidik,” ujarnya.

Hubungan sosial yang dulu
terjalin dengan baik, sekarang ini dirasakannya hampir sudah tidak ada lagi.
Banyak yang melupakan persaudaraan antar manusia, bahkan melupakan bahwa
semuanya bersaudara dari nabi Adam.

“Namun sekarang ini sesama
orang islam, bahkan banyak ulama yang lupa dawuhnya Kanjeng Nabi, pemimpin kita
sendiri, jika kini ini bersaudara,” ujarnya.

Dawuh Gus Mus, dengan
pandemi ini manusia tengah diperingatkan jika dunia yang dikuasainya memang
enak tapi begitu menipu. Kalaupun senang dengan dunia diharapkan jangan terlalu
akrab dan harus berjarak.

“Kita semua sibuk dengan
urusan dunia. Tak berjarak dengan dunia ini. Tapi dengan keluarga, anak, bahkan
dengan Allah justru berjarak sangat jauh. Tidak jarang salat justru jadi
sambilan,” terangnya.

Oleh karena itu Gus Mus
menyebut sudah seharusnya saat ini umat muslim seharusnya justru berterimakasih
atas kondisi yang tengah terjadi. Ini menjadi bentuk teguran dari Allah.

“Kita harus berterimakasih
karena Allah masih ngeman, kita masih ditegur. Salah satu caranya ingatlah jika
kita semua ini masih bersaudara,” imbuhnya.

Pengasuh pondok pesantren
Raudlatuth Thalibin, Rembang itu juga berharap banyaknya kesalahan yang
dilakukan umat manusia bisa terbebaskan dengan pandemi kali ini.

“Karena kalau dalam pemahaman
Islam, sakit itu, ketidaknyamanan itu akan menjadi kafarat atau menjadi
pembebasan dari kesalahan yang telah dilakukan,” harapnya.

Mantan Rais Am PBNU itu
juga berharap dengan kondisi seperti sekarang ini harusnya setiap manusia dapat
menghentikan narasi kebencian. Baik dari para pemimpin, ustadz dan kiai maupun
seluruh umat manusia.

“Jangan sekali-kali orang
yang menjadi tokoh dan didengarkan orang banyak justru mengeluarkan ujaran
kebencian. Jangan menyalahkan orang lain, siapa yang mau menangani masalah yang
berat ini?,” ujarnya.

Diapun meminta agar segala
persoalan diserahkan pada ahlinya masing-masing. Persoalan kesehatan biarkan
dokter dan ahli kesehatan sementara persoalan ekonomi harus diserahkan pada
ekonom.

“Jangan sampai orang yang
tanpa latar belakang yang jelas bicara persoalan dunia, bicara dunia hingga
akhirat. Bahkan berfatwa soal surga dan neraka.

Sementara itu Anis Sholeh
Ba’asyin, penggagas Ngaji NgAllah Suluk Maleman menyebut tema “Sembuh,
Indonesia Sembuh” yang diangkat kali ini memang bukan sekadar judul melainkan
doa bersama agar bangsa ini bisa segera diberi kesembuhan. Tak hanya fisik tapi
keseluruhan.

“Lewat pandemi mari
tingkatkan gotong royong. Itulah kekuatan kita. Warga bantu warga,” ajaknya.

Dikatakannya, paling penting
saat masa pandemi seperti sekarang ini adalah membangun kegotongroyongan. Yakni
mulai ditingkat terkecil seperti RT maupun RW bahkan desa. Hal itulah yang
nantinya akan membantu masyarakat untuk bangkit kembali.

“Saat ini ada pelajaran
besar. Pandemi membuka betapa banyak kekurangan yang dimliki manusia,”
imbuhnya. (has)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menakar Potensi Kepemimpinan Perempuan

    Menakar Potensi Kepemimpinan Perempuan

    • calendar_month Sel, 29 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 226
    • 0Komentar

      Mawar Hartopo, Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Kudus Kepemimpinan perempuan di era sekarang ini telah menjadi bagian dari dunia politik. Meski demikian, masih banyak tantangan yang harus dihadapi untuk memecahkan stigma pemimpin perempuan agar setara dengan laki-laki.  Penyelenggaraan latihan kepemimpinan merupakan langkah yang strategis dalam upaya menyiapkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas. Dalam artian, pemimpin yang mampu […]

  • Pemain Persipa Pati Dhanu Syahputra membawa bola berusaha melewati pemain PSCS Cilacap

    Tanding di Kandang Persipa hanya Raih Hasil Imbang

    • calendar_month Sen, 25 Sep 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Tim Persipa Pati bermain imbang 1-1 melawan PSCS Cilacap (24/9/2023) di Stadion Joyokusumo Pati. Persipa gagal meraih target kemenangan hasil itu dinilai sangat mengecewakan.

  • Mansata Indah Maratona Raih Gelar Kartini Masa Kini, Jadi Teladan Perempuan Berkontribusi

    Mansata Indah Maratona Raih Gelar Kartini Masa Kini, Jadi Teladan Perempuan Berkontribusi

    • calendar_month Ming, 26 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.998
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Mansata Indah Maratona mendapatkan penghargaan istimewa sebagai Kartini Masa Kini yang diberikan oleh Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Grobogan. Penobatan tersebut berlangsung dalam acara Talkshow Kartini Muda yang digelar di wilayah Grobogan pada Sabtu (25/4/2026). Pemberian gelar ini bukan sekadar seremonial biasa, melainkan bentuk apresiasi dan pengakuan resmi terhadap dedikasi […]

  • DPRD Pati Dorong Pelestarian Mangrove untuk Lindungi Masyarakat Pesisir

    DPRD Pati Dorong Pelestarian Mangrove untuk Lindungi Masyarakat Pesisir

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 277
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Mukit, menekankan pentingnya pelestarian mangrove di Kabupaten Pati, terutama di Desa Tluwuk, Kecamatan Wedarijaksa. Ia menyatakan bahwa kelestarian hutan mangrove akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar. “Dengan semakin lestarinya kawasan hutan mangrove di sana, akan banyak memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar Mukit. Mukit […]

  • Satlantas Polresta Pati Gelar PSA di TK Kemala Bhayangkari Dukung Ops Keselamatan Candi 2026

    Satlantas Polresta Pati Gelar PSA di TK Kemala Bhayangkari Dukung Ops Keselamatan Candi 2026

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.862
    • 0Komentar

    PATI – Dalam rangka mendukung Operasi Keselamatan Candi 2026, Satuan Lalu Lintas Polresta Pati menggelar kegiatan Polisi Sahabat Anak (PSA) di TK Kemala Bhayangkari 42 Pati pada Senin pagi (2/2/2026). Digelar mulai pukul 08.30 WIB, kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar hingga selesai. Sebagai Kasatgas Kamseltibcar Lantas, Kasat Lantas Polresta Pati Kompol Riki Fahmi […]

  • Jumlah Korban Keracunan Massal di PT Sejin Pati Terus Bertambah: 305 Karyawan Alami Gejala Mual dan Pusing

    Jumlah Korban Keracunan Massal di PT Sejin Pati Terus Bertambah: 305 Karyawan Alami Gejala Mual dan Pusing

    • calendar_month Rab, 17 Jul 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 222
    • 0Komentar

    PATI – Jumlah korban keracunan massal di PT Sejin Pati terus bertambah. Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, saat ini sudah ada 305 karyawan pabrik garment dan sepatu yang mengalami gejala mual dan pusing. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, dr Aviani Tritanti Venusia, mengungkapkan bahwa pada Selasa sore, terdapat 286 karyawan yang melaporkan gejala keracunan. […]

expand_less