Breaking News
light_mode

Pandemi dan Alarm Kemanusiaan dari Tuhan Yang Maha Kuasa

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 25 Jul 2021
  • visibility 391

 

Gus Mus mengingatkan tentang hikmah di balik pandemi yang melanda negeri ini.

Sudah seharusnya saat ini umat muslim justru berterimakasih atas kondisi yang tengah terjadi. Ini menjadi bentuk teguran dari Allah. Kita harus berterimakasih karena Allah masih ngeman, kita masih ditegur. Salah satu caranya ingatlah jika kita semua ini masih bersaudara. 

PATI – KH. Ahmad
Mustofa Bisri memberi pesan yang begitu mendalam saat menjadi salah satu
pengisi dalam ngaji budaya Suluk Maleman edisi ke 115 pada Sabtu (24/7/2021)
bertepatan dengan bulan purnama malam kemarin.

Kiai yang karib disapa Gus
Mus itupun mengingatkan jika pandemi ini merupakan wabah kemanusiaan, bukan
persoalan antar etnis, organisasi maupun keagamaan.

Sebagai pembukanya, Gus Mus
menjelaskan betapa Tuhan begitu memuliakan manusia yang bahkan diangkat dari
hamba menjadi penguasa di bumi ini. Hanya saja seringkali manusia terlalu sadar
sebagai penguasa sehingga membuat lupa pada kehambaannya.

“Hal itulah yang seringkali
membuat kesalahan menumpuk-numpuk. Sehingga dengan semakin banyaknya kesalahan
manusia kita akhirnya di setrap oleh Rabb atau yang bisa disebut Sang
Pendidik,” ujarnya.

Hubungan sosial yang dulu
terjalin dengan baik, sekarang ini dirasakannya hampir sudah tidak ada lagi.
Banyak yang melupakan persaudaraan antar manusia, bahkan melupakan bahwa
semuanya bersaudara dari nabi Adam.

“Namun sekarang ini sesama
orang islam, bahkan banyak ulama yang lupa dawuhnya Kanjeng Nabi, pemimpin kita
sendiri, jika kini ini bersaudara,” ujarnya.

Dawuh Gus Mus, dengan
pandemi ini manusia tengah diperingatkan jika dunia yang dikuasainya memang
enak tapi begitu menipu. Kalaupun senang dengan dunia diharapkan jangan terlalu
akrab dan harus berjarak.

“Kita semua sibuk dengan
urusan dunia. Tak berjarak dengan dunia ini. Tapi dengan keluarga, anak, bahkan
dengan Allah justru berjarak sangat jauh. Tidak jarang salat justru jadi
sambilan,” terangnya.

Oleh karena itu Gus Mus
menyebut sudah seharusnya saat ini umat muslim seharusnya justru berterimakasih
atas kondisi yang tengah terjadi. Ini menjadi bentuk teguran dari Allah.

“Kita harus berterimakasih
karena Allah masih ngeman, kita masih ditegur. Salah satu caranya ingatlah jika
kita semua ini masih bersaudara,” imbuhnya.

Pengasuh pondok pesantren
Raudlatuth Thalibin, Rembang itu juga berharap banyaknya kesalahan yang
dilakukan umat manusia bisa terbebaskan dengan pandemi kali ini.

“Karena kalau dalam pemahaman
Islam, sakit itu, ketidaknyamanan itu akan menjadi kafarat atau menjadi
pembebasan dari kesalahan yang telah dilakukan,” harapnya.

Mantan Rais Am PBNU itu
juga berharap dengan kondisi seperti sekarang ini harusnya setiap manusia dapat
menghentikan narasi kebencian. Baik dari para pemimpin, ustadz dan kiai maupun
seluruh umat manusia.

“Jangan sekali-kali orang
yang menjadi tokoh dan didengarkan orang banyak justru mengeluarkan ujaran
kebencian. Jangan menyalahkan orang lain, siapa yang mau menangani masalah yang
berat ini?,” ujarnya.

Diapun meminta agar segala
persoalan diserahkan pada ahlinya masing-masing. Persoalan kesehatan biarkan
dokter dan ahli kesehatan sementara persoalan ekonomi harus diserahkan pada
ekonom.

“Jangan sampai orang yang
tanpa latar belakang yang jelas bicara persoalan dunia, bicara dunia hingga
akhirat. Bahkan berfatwa soal surga dan neraka.

Sementara itu Anis Sholeh
Ba’asyin, penggagas Ngaji NgAllah Suluk Maleman menyebut tema “Sembuh,
Indonesia Sembuh” yang diangkat kali ini memang bukan sekadar judul melainkan
doa bersama agar bangsa ini bisa segera diberi kesembuhan. Tak hanya fisik tapi
keseluruhan.

“Lewat pandemi mari
tingkatkan gotong royong. Itulah kekuatan kita. Warga bantu warga,” ajaknya.

Dikatakannya, paling penting
saat masa pandemi seperti sekarang ini adalah membangun kegotongroyongan. Yakni
mulai ditingkat terkecil seperti RT maupun RW bahkan desa. Hal itulah yang
nantinya akan membantu masyarakat untuk bangkit kembali.

“Saat ini ada pelajaran
besar. Pandemi membuka betapa banyak kekurangan yang dimliki manusia,”
imbuhnya. (has)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selamat! Bupati Kudus Raih Award Akselerasi Penanganan Covid-19

    Selamat! Bupati Kudus Raih Award Akselerasi Penanganan Covid-19

    • calendar_month Sab, 27 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 288
    • 0Komentar

      Bupati Kudus Hartopo membawa trophy Indonesia Award 2021 atas prestasi akselerasi penanganan Covid-19 KUDUS – Bupati Kudus Hartopo mendapatkan penghargaan kategori Public Health Care, ‘Encouraging Public Participation to Accelarate Pandemic Recovery’. Penghargaan diserahkan dalam acara Indonesia Award 2021 yang digelar di Jakarta Concert Hall, iNews Tower, Jakarta Pusat, Rabu (24/11/2021) malam. “Alhamdulillah, menerima penghargaan […]

  • 2019 Pati Menjadi Smart City

    2019 Pati Menjadi Smart City

    • calendar_month Rab, 18 Apr 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 309
    • 0Komentar

    PATI – Kabupaten Pati menjadi satu diantara 50 kabupaten/kota di Indonesia yang akan mendapat bantuan pendampingan menuju smart city gagasan dari Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Dalam waktu dekat, pendampingan akan segera dilakukan oleh Kominfo. Hal itu diutarakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Pati, Indriyanto. ”Ya pendampingan akan segera dilakukan dalam waktu dekat. […]

  • Jadwal Lengkap Persipa Pati di Bulan September Pegadaian Liga 2 Musim 2024/2025

    Jadwal Lengkap Persipa Pati di Bulan September Pegadaian Liga 2 Musim 2024/2025

    • calendar_month Sel, 10 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 272
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persipa Pati akan menghadapi serangkaian pertandingan berat di bulan September dalam lanjutan Liga 2 musim 2024/2025. Tim berjuluk Laskar Saridin ini akan melakoni empat pertandingan, dua di kandang dan dua di laga tandang. Persipa Pati mengawali bulan September dengan laga tandang melawan Bhayangkara Presisi FC di Stadion Trisanja Tegal pada Minggu (8/9/2024). Laga […]

  • Antisipasi Kasus Covid—19 Naik Bupati Pati Stop PTM

    Antisipasi Kasus Covid—19 Naik Bupati Pati Stop PTM

    • calendar_month Sab, 12 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Bupati Haryanto meninjau kegiatan PTM beberapa waktu yang lalu PATI –Saat ini Kabupaten Pati mengalami kenaikan kasus Covid-19. Bupati Haryanto mengambil langkah antisipatif agar kasus Covid-19 tidak meledak. Pembelajaran tatap muka (PTM) dihentikan sementara mulai Senin 14 Feberuari 2022. Bupati menghentikan kegiatan PTM di semua jenjang. Bupati Pati Haryanto mengeluarkan Surat Edaran No : 440 […]

  • DPRD Pati Desak Penindakan Tegas Tambang Ilegal di Sukolilo

    DPRD Pati Desak Penindakan Tegas Tambang Ilegal di Sukolilo

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 392
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk mengambil tindakan tegas terhadap penambangan galian C ilegal yang marak terjadi di wilayah pegunungan Kendeng, Kecamatan Sukolilo. Desakan ini disampaikan oleh Wakil Ketua 2 DPRD Kabupaten Pati, Bambang Susilo, menyusul polemik yang berkepanjangan terkait aktivitas penambangan ilegal tersebut. Bambang Susilo […]

  • Penuh Makna Sejarah, Ritual Sedekah Bumi Tulakan Arak Empat Jembul, Warga Padati Jalanan

    Penuh Makna Sejarah, Ritual Sedekah Bumi Tulakan Arak Empat Jembul, Warga Padati Jalanan

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.905
    • 0Komentar

    JEPARA – Suasana penuh khidmat dan semarak mewarnai pelaksanaan ritual Sedekah Bumi Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, pada Senin (20/4/2026). Sebanyak empat buah jembul diarak keliling desa sebagai puncak acara yang dipusatkan di depan rumah petinggi desa, menarik perhatian ratusan warga yang memadati sepanjang jalur kirab hingga prosesi selesai. Petinggi Desa Tulakan, Budi Sutrisno, menyampaikan bahwa […]

expand_less