Breaking News
light_mode

Salah Desil Jangan Sampai Warga Miskin Kehilangan JKN, Edy Wuryanto Soroti DTSEN

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Kam, 27 Agu 2026
  • visibility 101.941

JAKARTA – Kesalahan penetapan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) jangan sampai berujung pada hilangnya hak warga miskin atas jaminan kesehatan. Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mendesak pemerintah segera membenahi persoalan DTSEN menyusul adanya keluhan masyarakat mengenai perubahan desil meski kondisi ekonomi mereka relatif tidak berubah.

Menurut Edy, perubahan klasifikasi tersebut dapat berdampak langsung terhadap kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN maupun akses masyarakat terhadap bantuan sosial (bansos).

Polemik mengenai desil DTSEN muncul setelah sejumlah warga mempertanyakan posisi desil mereka yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya. Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet sebelumnya turut menyoroti kemungkinan data yang belum diperbarui, mengingat kondisi rumah tangga dapat berubah lebih cepat daripada data yang menjadi dasar pemeringkatan. Pemerintah sendiri menjelaskan bahwa penentuan desil tidak hanya didasarkan pada penghasilan, tetapi juga sejumlah indikator sosial ekonomi lainnya.

Edy menegaskan, keberadaan satu basis data nasional tetap diperlukan untuk meningkatkan ketepatan sasaran berbagai program pemerintah. Namun, penggunaan data yang belum cukup mutakhir untuk menentukan hak masyarakat atas perlindungan sosial dapat menimbulkan persoalan serius apabila terjadi kesalahan klasifikasi.

“Kalau orang yang sebelumnya masuk kelompok penerima PBI JKN tiba-tiba naik desil tanpa perubahan kondisi ekonomi yang jelas, lalu kepesertaannya dinonaktifkan, ini harus segera diperiksa. Jangan sampai kesalahan data berujung pada hilangnya hak kesehatan masyarakat,” ujar Politisi PDI Perjuangan.

Ia menilai pemerintah tidak cukup hanya menjelaskan bahwa desil bukan semata-mata ukuran pendapatan. Bagi Komisi IX DPR RI, indikator yang digunakan harus mampu menggambarkan kemampuan riil sebuah rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan dasar, termasuk kebutuhan kesehatan.

“Orang bisa punya penghasilan, tetapi belum tentu mampu memenuhi kebutuhan dasar. Apalagi kalau di dalam keluarganya ada pasien penyakit kronis atau katastropik yang membutuhkan biaya pengobatan terus-menerus. Kondisi seperti ini harus terbaca dalam data,” katanya.

Edy juga mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin menempatkan kesehatan sebagai salah satu kebutuhan dasar. Atas dasar itu, ia meminta pemerintah mengevaluasi kembali kriteria penentuan desil agar penilaian kondisi sosial ekonomi tidak hanya bertumpu pada data administratif.

“Jangan sampai orang miskin karena sakit justru terlihat lebih sejahtera di atas kertas. Itu paradoks. Beban kesehatan seharusnya menjadi bagian dari cara kita melihat kerentanan sebuah keluarga,” tutur Legiselator Dapil Jawa Tengah III.

Selain pembenahan kriteria, Edy mendorong agar proses penetapan desil dilakukan secara terbuka dan melalui uji publik. Pemerintah dinilai perlu melibatkan kementerian dan lembaga terkait serta memberikan ruang kepada masyarakat untuk mengetahui indikator yang digunakan dalam menentukan sebuah keluarga masuk Desil 1, 2, 3, dan seterusnya.

Menurut dia, mekanisme pengaduan masyarakat juga harus diperkuat sebagai bagian dari pengelolaan DTSEN. Warga yang merasa klasifikasi desilnya tidak sesuai dengan kondisi nyata harus memiliki akses untuk mengajukan keberatan dan memperoleh verifikasi lapangan dalam batas waktu yang jelas.

“Jangan masyarakat disuruh cek desil sendiri, tetapi ketika datanya salah mereka tidak tahu harus ke mana. Harus ada sistem pengaduan yang mudah, murah, cepat, dan yang paling penting ada tindak lanjutnya,” ujarnya.

Edy menekankan DTSEN tidak boleh dipandang sebagai pekerjaan yang selesai setelah seluruh data berhasil diintegrasikan. Data mengenai kondisi kesejahteraan masyarakat harus diperbarui secara berkala karena situasi rumah tangga dapat berubah akibat PHK, perubahan pendapatan, perubahan jumlah anggota keluarga, maupun munculnya beban kesehatan.

“DTSEN harus menjadi alat untuk memastikan bantuan dan jaminan sosial tepat sasaran. Jangan sampai justru menjadi jebakan administratif yang membuat warga miskin kehilangan haknya. Kalau datanya salah, negara harus punya mekanisme untuk memperbaikinya dengan cepat,” ucap Edy.

Editor : Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semarakkan Kemerdekaan Pemuda Tunahan Jepara Gelar Festival Layang-Layang

    Semarakkan Kemerdekaan Pemuda Tunahan Jepara Gelar Festival Layang-Layang

    • calendar_month Sel, 16 Agu 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Kemeriahan festival layang-layang di Desa Tunahan Jepara Festival Layang-Layang pertama kali digelar di Desa Tunahan Kecamatan Keling Kabupaten Jepara. Antusiasme penonton dan peserta luar biasa. Bahkan para pegiat layang-layang internasional sampai ikut datang.  JEPARA – Para pemuda RT 13 RW 4 Dukuh Karagan Desa Tunahan Kecamatan Keling menggelar kompetisi laying-layang di area sawah Punden H. […]

  • Tambang Ilegal di Sukolilo Masih Jadi Polemik, DPRD Pati Desak Pemerintah Bertindak Tegas

    Tambang Ilegal di Sukolilo Masih Jadi Polemik, DPRD Pati Desak Pemerintah Bertindak Tegas

    • calendar_month Jum, 18 Apr 2025
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 290
    • 0Komentar

      PATI – Aktivitas penambangan ilegal di wilayah pegunungan Kendeng, Kecamatan Sukolilo, kembali menjadi sorotan. Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pati, Bambang Susilo, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk mengambil langkah tegas terhadap praktik tambang galian C ilegal yang meresahkan masyarakat. “Penambangan ilegal harus segera ditindak tegas karena dampaknya sangat merugikan masyarakat,” ujar Bambang. Ia […]

  • Pekerja Difabel Dilibatkan Rakit 22.076 Kotak Suara Pemilu di Pati

    Pekerja Difabel Dilibatkan Rakit 22.076 Kotak Suara Pemilu di Pati

    • calendar_month Sel, 12 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Seorang pekerja difabel sedang merakit kotak suara di gudang KPU Desa Kutoharjo PATI – KPU Kabupaten Pati mulai pagi kemarin merakit kotak suara untuk pemilu 2019. Jumlah kotak suara yang dirakit sebanyak 22.076, yang dikerjakan sebanyak 25 pekerja. Lima diantaranya, merupakan warga penyandang disabilitas. Target pengerjaan perakitan kotak suara selesai dalam waktu 12 hari kerja. […]

  • Selalu Rindu pada Rejenu

    Selalu Rindu pada Rejenu

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Air lima rasa  Saya selalu rindu dengan Rejenu. Burung-burung yang berkicau. Pepohanan hijau. Dan hawa sejuknya di pagi hari. Tempat yang tepat untuk menyepi. Dari riuh rutinitas dunia modern kini. Kira-kira begitu. Malam Jumat lalu (24/10), saya bersama beberapa teman, menembus gelap jalanan Desa Japan Kecamatan Dawe, Kudus. Jalanan menanjak. Tikungan dan turunan kami lalui. […]

  • Optimisme Persijap Jepara Menatap Liga 2

    Optimisme Persijap Jepara Menatap Liga 2

    • calendar_month Ming, 23 Mei 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Pian Sopyan tampil apik di Liga 3 musim 2019  Persijap Jepara sebagai kontestan Liga 2 yang berpredikat sebagi juara Liga 3 tentu jangan sampai rendah diri. Persijap punya sejarah dan catatan apik sebagai kuda hitam yang selalu merepotkan klub-klub mapan. Pian Sopyan bertahan. Begitu pengumuman di official Instagram Persijap Jepara pada Kamis (20/5/2021). Total dia […]

  • Ilustrasi benih ikan lele berkualitas.

    Cara Mudah Memilih Benih Ikan Lele untuk Budidaya Bagi Pemula

    • calendar_month Kam, 15 Agu 2024
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 416
    • 0Komentar

      EDUKASI – Cara mudah memilih benih ikan lele bagi pembudidaya yang baru pemula, dapat dipraktekkan di rumah sendiri. Budidaya ikan lele merupakan salah satu cara mencari penghasilan tambahan di luar pekerjaan utama. Permintaan ikan lele di pasar cenderung masih sangat tinggi, karena itu prospek untuk budidaya ikan lele terbilang bagus. Hal yang mendasar dalam […]

expand_less