Breaking News
light_mode

Salah Desil Jangan Sampai Warga Miskin Kehilangan JKN, Edy Wuryanto Soroti DTSEN

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Kam, 27 Agu 2026
  • visibility 101.906

JAKARTA – Kesalahan penetapan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) jangan sampai berujung pada hilangnya hak warga miskin atas jaminan kesehatan. Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mendesak pemerintah segera membenahi persoalan DTSEN menyusul adanya keluhan masyarakat mengenai perubahan desil meski kondisi ekonomi mereka relatif tidak berubah.

Menurut Edy, perubahan klasifikasi tersebut dapat berdampak langsung terhadap kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN maupun akses masyarakat terhadap bantuan sosial (bansos).

Polemik mengenai desil DTSEN muncul setelah sejumlah warga mempertanyakan posisi desil mereka yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya. Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet sebelumnya turut menyoroti kemungkinan data yang belum diperbarui, mengingat kondisi rumah tangga dapat berubah lebih cepat daripada data yang menjadi dasar pemeringkatan. Pemerintah sendiri menjelaskan bahwa penentuan desil tidak hanya didasarkan pada penghasilan, tetapi juga sejumlah indikator sosial ekonomi lainnya.

Edy menegaskan, keberadaan satu basis data nasional tetap diperlukan untuk meningkatkan ketepatan sasaran berbagai program pemerintah. Namun, penggunaan data yang belum cukup mutakhir untuk menentukan hak masyarakat atas perlindungan sosial dapat menimbulkan persoalan serius apabila terjadi kesalahan klasifikasi.

“Kalau orang yang sebelumnya masuk kelompok penerima PBI JKN tiba-tiba naik desil tanpa perubahan kondisi ekonomi yang jelas, lalu kepesertaannya dinonaktifkan, ini harus segera diperiksa. Jangan sampai kesalahan data berujung pada hilangnya hak kesehatan masyarakat,” ujar Politisi PDI Perjuangan.

Ia menilai pemerintah tidak cukup hanya menjelaskan bahwa desil bukan semata-mata ukuran pendapatan. Bagi Komisi IX DPR RI, indikator yang digunakan harus mampu menggambarkan kemampuan riil sebuah rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan dasar, termasuk kebutuhan kesehatan.

“Orang bisa punya penghasilan, tetapi belum tentu mampu memenuhi kebutuhan dasar. Apalagi kalau di dalam keluarganya ada pasien penyakit kronis atau katastropik yang membutuhkan biaya pengobatan terus-menerus. Kondisi seperti ini harus terbaca dalam data,” katanya.

Edy juga mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin menempatkan kesehatan sebagai salah satu kebutuhan dasar. Atas dasar itu, ia meminta pemerintah mengevaluasi kembali kriteria penentuan desil agar penilaian kondisi sosial ekonomi tidak hanya bertumpu pada data administratif.

“Jangan sampai orang miskin karena sakit justru terlihat lebih sejahtera di atas kertas. Itu paradoks. Beban kesehatan seharusnya menjadi bagian dari cara kita melihat kerentanan sebuah keluarga,” tutur Legiselator Dapil Jawa Tengah III.

Selain pembenahan kriteria, Edy mendorong agar proses penetapan desil dilakukan secara terbuka dan melalui uji publik. Pemerintah dinilai perlu melibatkan kementerian dan lembaga terkait serta memberikan ruang kepada masyarakat untuk mengetahui indikator yang digunakan dalam menentukan sebuah keluarga masuk Desil 1, 2, 3, dan seterusnya.

Menurut dia, mekanisme pengaduan masyarakat juga harus diperkuat sebagai bagian dari pengelolaan DTSEN. Warga yang merasa klasifikasi desilnya tidak sesuai dengan kondisi nyata harus memiliki akses untuk mengajukan keberatan dan memperoleh verifikasi lapangan dalam batas waktu yang jelas.

“Jangan masyarakat disuruh cek desil sendiri, tetapi ketika datanya salah mereka tidak tahu harus ke mana. Harus ada sistem pengaduan yang mudah, murah, cepat, dan yang paling penting ada tindak lanjutnya,” ujarnya.

Edy menekankan DTSEN tidak boleh dipandang sebagai pekerjaan yang selesai setelah seluruh data berhasil diintegrasikan. Data mengenai kondisi kesejahteraan masyarakat harus diperbarui secara berkala karena situasi rumah tangga dapat berubah akibat PHK, perubahan pendapatan, perubahan jumlah anggota keluarga, maupun munculnya beban kesehatan.

“DTSEN harus menjadi alat untuk memastikan bantuan dan jaminan sosial tepat sasaran. Jangan sampai justru menjadi jebakan administratif yang membuat warga miskin kehilangan haknya. Kalau datanya salah, negara harus punya mekanisme untuk memperbaikinya dengan cepat,” ucap Edy.

Editor : Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bikin Drama Mudahkan Anak Cerna Pelajaran

    Bikin Drama Mudahkan Anak Cerna Pelajaran

    • calendar_month Rab, 15 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Saila Rachmawati Guru kekinian butuh inovasi. Apalagi mengajar mata pelajaran agama di sekolah umum. Hanya mengandalkan ceramah saja, bisa jadi anak didiknya bosan bahkan bisa ditinggal bolos pelajaran. Salah satu cara yang cukup ampuh adalah dengan menggunakan drama. Seperti yang dilakukan Saila Rachmawati, guru pendidikan agama Islam (PAI) di SMP N 1 Pati. Salah satu […]

  • Kue Gandos Manis, Jajanan Legendaris Era 80 hingga 90an

    Kue Gandos Manis, Jajanan Legendaris Era 80 hingga 90an

    • calendar_month Sab, 17 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 786
    • 0Komentar

    Menikmati Serunya Jajanan Nostalgia Di Jepara utara, bagi anak kelahiran 90an, pasti kenal dengan jajanan satu ini. Namanya Kue Gandos. Jajanan ini sudah ada sejak 1979. Cita rasa serta bahan membuatnya, hingga kini tetap dipertahankan. Dari jauh, mata Rifa’i berbinar. Dia melihat seorang pria lanjut usia menuangkan satu adonan ke dalam cetakan. Sesekali pria itu […]

  • DPRD Pati: Program Cek Kesehatan Gratis, Langkah Strategis Menuju Indonesia Emas 2045

    DPRD Pati: Program Cek Kesehatan Gratis, Langkah Strategis Menuju Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Jum, 25 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 281
    • 0Komentar

    PATI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati mendapat apresiasi dari DPRD atas program cek kesehatan gratis yang digencarkan. Anggota DPRD Kabupaten Pati, Endah Sri Wahyuningati, menilai langkah Dinkes sudah bagus, terutama dengan mendatangi langsung Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengajak para pegawai memanfaatkan program tersebut. “Upaya ini sudah bagus, terutama dengan menjangkau OPD dan nantinya […]

  • Ali Badrudin : DPRD Pati Dukung dan Kawal Perjuangan Nelayan Turunkan Harga BBM

    Ali Badrudin : DPRD Pati Dukung dan Kawal Perjuangan Nelayan Turunkan Harga BBM

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.531
    • 0Komentar

    PATI – Menyikapi tuntutan yang disampaikan oleh para nelayan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pati menyatakan sikap mendukung sepenuhnya permintaan penurunan harga bahan bakar minyak atau BBM non-subsidi yang dinilai selama ini membebani usaha mereka. Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menegaskan bahwa lembaga legislatif siap berperan aktif mengawal aspirasi tersebut hingga mencapai tingkat pemerintah […]

  • DPRD Pati Narso : Generasi Muda Perlu Stimulus Agar Terjun ke Sektor Pertanian

    DPRD Pati Narso : Generasi Muda Perlu Stimulus Agar Terjun ke Sektor Pertanian

    • calendar_month Kam, 24 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 289
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Narso, menekankan pentingnya memberikan stimulus kepada generasi muda dalam rangka pengembangan sektor pertanian. Narso berharap langkah ini dapat mendorong regenerasi di sektor pertanian yang lebih baik di masa depan. “Mereka harus diberikan stimulus agar tertarik dan aktif dalam sektor pertanian. Stimulus ini penting untuk mengembangkan […]

  • Nuansa Kejayaan Jersey Persipa Jr 2018, Dari Batik Bakaran Hingga Wasis Joyokusumo

    Nuansa Kejayaan Jersey Persipa Jr 2018, Dari Batik Bakaran Hingga Wasis Joyokusumo

    • calendar_month Jum, 6 Jul 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 659
    • 0Komentar

    SUMBER GAMBAR : MANAJEMEN PERSIPA JR Sebentar lagi kick off Piala Soeratin Zona Jawa Tengah Tahun 2018 bakal dimulai. Persipa Junior turut ambil bagian dalam kompetisi usia muda tersebut. Berbagai persiapan telah dilakukan, termasuk menyiapkan jersey untuk tim kebanggaan. Tahun ini jersey Laskar Saridin Muda boleh dibilang lebih mentereng. Penuh nilai filosofis. Terutama bagi kejayaan […]

expand_less