Sambut Muktamar ke-35 NU, GP Ansor Colo Gelar Maulid di Hutan Muria Usung Pesan Ekoreligi
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 101.874

GP Ansor Colo gelar Maulid Alam Bebas di Bukit Becici Hutan Muria, Selasa (25/8/2026), sebagai wujud dukungan Muktamar ke-35 NU sekaligus menyuarakan pesan pelestarian lingkungan dan nilai ekoreligi Sunan Muria.
KUDUS – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama menjadi momen yang dinanti seluruh kalangan, terutama warga nahdliyin. Meski kegiatan utama berpusat di Jombang, kader NU turut memeriahkan agenda lima tahunan ini melalui berbagai kegiatan di daerah.
Sebagai bentuk partisipasi, Pimpinan Ranting GP Ansor Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, menggelar peringatan Maulid Nabi di alam terbuka. Bertempat di Bukit Becici, kawasan Hutan Muria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus, kegiatan bertajuk “Maulid Alam Bebas” berlangsung Selasa (25/8/2026) malam.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan tahlil, Maulid Al-Barzanji, serta Manaqib Syekh Abdul Qodir Jailani.
Ketua PR Ansor Colo, M. Zainal Arifin atau yang akrab disapa Gus Za’i, menyampaikan harapan agar kegiatan ini menjadi dorongan doa sekaligus pesan bahwa Muktamar ke-35 NU tidak boleh melupakan misi pelestarian lingkungan, khususnya hutan.
“Selain menepati momentum maulid nabi, kami berharap muktamar nanti juga bisa berdampak pada pelestarian lingkungan dan hutan,” ujar Gus Za’i.
Ia kemudian menguraikan ajaran dakwah ekoreligi yang dicontohkan Sunan Muria. Beliau mengajarkan bahwa alam semesta merupakan amanah yang wajib dijaga kelestariannya oleh umat manusia.
“Kami meyakini ajaran-ajaran ekoreligi Sunan Muria dan para penerusnya bahwa alam adalah amanah, maka menjaganya adalah ibadah,” tegasnya.
Menurut Gus Za’i, terwujudnya misi keberlanjutan lingkungan dapat dimulai dengan menjaga keharmonisan antar sesama kader, sehingga dapat saling mengingatkan dalam kebaikan dan bekerja sama menjaga alam.
“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya berkumpul untuk menjalankan rutinitas organisasi, tetapi juga belajar melihat alam sebagai bagian dari kebesaran Allah. Suasana alam bebas ini kita manfaatkan untuk mempererat kekompakan, memperkuat rasa persaudaraan, sekaligus merefleksikan perjuangan para pendahulu,” tambahnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan Pengajian Tematik yang disampaikan Sahabat Aufal Minan (Gus Ava), yang mengupas tuntas Kitab Al-Hikam Al-Haddadiyah karya Al-Imam Abdullah bin Alawi bin Muhammad al-Haddad. Kajian ini menjadi ruang refleksi spiritual bagi peserta untuk memperdalam nilai keislaman serta mengaitkannya dengan kehidupan sosial dan pengabdian masyarakat.
Sebelum berakhir, seluruh peserta secara bersama-sama membawakan lagu “17 Agustus”, “Bagimu Negeri”, dan Ya Lal Wathon.
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

