Breaking News
light_mode

Merayakan Rutinitas

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 20 Jan 2018
  • visibility 346
DOKUMEN PRIBADI
Pada akhirnya, kita
memang akan melakukan rutinitas semata. Menggelar hajatan pemilihan, dengan
berharap pimpinan ideal didapat. Akan tetapi yang terjadi tetaplah sama. Tak
kunjung mendapat pimpinan seperti apa yang diangankan.
Pada tahun 2018 ini,
memang akan digelar pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di 171 daerah di
Indonesia. Ada 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten. Kita fasih menyebutnya
tahun ini sebagai tahun politik.
Yang menjadi
persoalan memang, musim pemilihan berjalan begitu-begitu
aja
. Ajek. Dimuali dengan berbagai tahapan yang menyibukkan panitia, KPU.
Tak ketinggalan juga para wartawan menampilkan tiap lekuk informasi. Mulai dari
tahapan merebut apa yang disebut rekomendasi dari partai politik. Dinamika
saling tikung antar bakal calon untuk merebut rekomendasi dari sang ketua umum.
Hingga kabar mahar politik yang seperti kentut. Baunya tercium sejak lama, tapi
keberadaannya entah bagaimana.
Kemudian masuk pada
tahapan pendaftaran, verifikasi, penetapan pasangan, pengundian nomor urut,
masa kampanye, debat pasangan, masa tenang, pemungutan, penghitungan, hingga
penetapan. Lalu yang menjadi persoalan kembali adalah dinamika politik yang
terjadi. Cara mendapatkan pimpinan yang masih ajek. Begitu-begitu aja.
   Terutama yang menjadi persoalan adalah
politik uang. Dimanapun, siapapun tiap kali pemilihan diselenggarakan,
ramai-ramai menjadi yang paling lantang meneriakkan tolak. Tolak politik uang.
Tapi nyatanya saat mendekati hari H pemungutan suara, peredaran amplop-amplop
putih dengan isi lembaran rupiah yang bervariatif, menjejali setiap rumah demi
rumah.
Rakyat dipaksa
memilih pemimpinnya dari sudut pandang amplop yang diberikan para tim sukses
masing-masing calon. Tim sukses atau apa entahlah. Celakanya, perilaku yang
demikian itu dikalangan para pemilih belum juga berubah. Bahkan mulai
terang-terangan.
Tetapi nanti hanya
menggerutu saja bila ada kabar walikota ini terkena operasi tangkap tangan
(OTT). Bupati itu tercyduk KPK, gubernur ini terseret kasus, dan sebagainya.
Dan itu saya kira wajar terjadi, sebab, memang modal untuk duduk dikursi tak
cukup hanya selembar dua lembar rupiah bergambar Soekarno-Hatta. Maka
sewajarnya saat sudah duduk di kursi, modal mesti kembali.
Kalau dilihat, memang
kita sebagai rakyat, para pemilih, punya andil melahirkan pemimpin-pemimpin
yang demikian yang kurang baik. Karena sejak proses pemilihannya pun sudah
salah. Mau bagaimana lagi ?
Kini yang perlu
dilakukan memang mengubah perilaku. Perilaku pemilih kita yang sembrono dalam
menentukan lima tahun kedepan mesti dievaluasi. Tentu sebelum semuanya
terlambat. Dalam disiplin ilmu psikologi, ada perubahan perilaku berdasar
fungsinya. Perubahan perilaku ini terjadi sebab adanya kebutuhan.   
Kebutuhan itu untuk
mendapatkan pemimpin yang baik. Agar dapat mewujudkan keadilan sosial, dan
kemakmuran bagi rakyatnya. Nah kita butuhkah mengubah perilaku? Butuhkan
mendapat pimpinan yang ideal. Atau kita hanya akan merayakan rutinitas
pemilihan pimpinan saja?
Memang, pemilihan  pemimpin selalu lekat dan fasih diucapkan
sebagai pesta demokrasi. Tetapi saya tertarik dengan tesis Najwa Shihab dalam
diskusi “Memperebutkan Tahta Jawa”. Yang tak sepakat memilih diksi pesta
demokrasi.
Sebab pesta memang
identik dengan foya-foya dan bersenang-senang. Namun apakah memilih pemimpin
mesti seperti itu. Juga pesta selalu tentang menikmati hari. Sering bikin lupa
pentingnya esok hari. Demikian kata putri penulis Tafsir Al Misbah, Prof
Quraish Shihab ini. Piye ?

Achmad
Ulil Albab
,Warga Negara Indonesia
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Head to head Persijap vs Persipa Pati masih imbang sejauh ini di kompetisi resmi Iiga 2.

    Prediksi Derbi Muria : Persipa Lebih Dijagokan Menang

    • calendar_month Jum, 10 Nov 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Head to head Persijap vs Persipa Pati masih imbang sejauh ini di kompetisi resmi Iiga 2.

  • Cipayung Plus Desak Rekrutmen Perangkat Desa di Pati Diundur Usai Pilkada

    Cipayung Plus Desak Rekrutmen Perangkat Desa di Pati Diundur Usai Pilkada

    • calendar_month Sen, 28 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 257
    • 0Komentar

    PATI – Cipayung Plus, gabungan beberapa organisasi seperti HMI, GMNI, dan IPNU, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk menunda rekrutmen perangkat desa hingga setelah Pilkada selesai. Hal ini disampaikan dalam audiensi terbuka dengan Pemkab Pati di Pendopo Pemkab Pati pada Senin (28/10/2024). Audiensi tersebut dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten […]

  • José Luis Espinosa Arroyo alias Rubio menjadi player of the match lagi.

    Tampil Solid Lawan Madura United, Rubio Kembali Raih Player of the Match Bersama Persijap

    • calendar_month Ming, 8 Feb 2026
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 2.209
    • 0Komentar

    JEPARA – Pemain asing Persijap Jepara, Rubio, kembali meraih penghargaan Player of the Match setelah tampil gemilang saat menghadapi Madura United pada Sabtu (7/2/2026). Dalam laga yang berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk Persijap tersebut, pemain asal Spanyol ini menjadi sosok penting di lini pertahanan. Penampilannya yang disiplin dan konsisten membuat serangan Madura United sulit berkembang. […]

  • Arus Mudik Semarang-Pati Ramai Lancar, Pospam Alun-alun Pati Sediakan Layanan Kesehatan Gratis

    Arus Mudik Semarang-Pati Ramai Lancar, Pospam Alun-alun Pati Sediakan Layanan Kesehatan Gratis

    • calendar_month Ming, 29 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.818
    • 0Komentar

    PATI – Arus lalu lintas mudik Lebaran tahun 2026 di jalur penghubung Semarang menuju Pati terpantau padat namun tetap berjalan lancar. Banyak pemudik yang memanfaatkan Pos Pengamanan (Pospam) Alun-alun Pati untuk beristirahat sejenak sekaligus memeriksakan kesehatan mereka secara gratis. Pos yang terletak di pusat kota ini menjadi titik strategis bagi para pemudik yang datang dari […]

  • Polresta Pati Pastikan Perayaan Paskah 2025 Berjalan Aman dan Damai

    Polresta Pati Pastikan Perayaan Paskah 2025 Berjalan Aman dan Damai

    • calendar_month Sen, 21 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 277
    • 0Komentar

    PATI – Polresta Pati memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama perayaan Paskah 2025 tetap kondusif. Kapolresta Pati, AKBP Jaka Wahyudi, melalui Kabag Ops Kompol Hendrie Suryo Liquisasono, memimpin monitoring pengamanan di sejumlah gereja pada Minggu (20/4/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada umat Kristiani yang beribadah. Kompol Hendrie Suryo Liquisasono […]

  • Diberikan ke Siswa SMA, Jadi Bekal Bentengi Diri dari Radikalisasi

    Diberikan ke Siswa SMA, Jadi Bekal Bentengi Diri dari Radikalisasi

    • calendar_month Rab, 27 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Mengupas Buku Islam Agama Cinta dan Damai karya PC ISNU Pati Buku karya ISNU Kabupaten Pati Sudah terang benderang. Kampus-kampus besar di kota memiliki basis pengkaderan organisasi keagamaan (Red, Islam) dengan paham eksklusif yang mengarah kepada gerakan radikalisme. Sasarannya jelas. Mahasiswa-mahasiswa baru dari latar belakang pemahaman agama yang belum kuat. Dengan iming-iming kajian keagamaan di […]

expand_less