Breaking News
light_mode

Alif Sumadi Spesialis Peternak Murai Batu

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 20 Jan 2018
  • visibility 327
Jadi Peternak Karena Kepincut Teman
DOKUMEN PRIBADI

Sebelumnya pekerjaan Alif Sumadi memang
tak jauh dari dunia perburungan. Dia bekerja sebagai penjual jangkrik untuk
pakan burung. Namun pekerjaan itu dia tinggalkan saat kepincut penghasilannya temannya
yang sukses ternak burung.

Rumahnya bisa dibilang gedongan, dibanding
rumah di sekelilingnya. Di depan rumah terparkir satu unit mobil jenis minibus.
Saat mulai masuk ke dalam rumah, suara cericit burung-burung menyambut siapapun
yang datang. Di kalangan pecinta burung, Madi sapaan akrabnya memang sangat
dikenal. Banyak orang datang dari dalam kota hingga luar kota.
Dia ramah, dan blak-blakan.
Menganggap semua tamu, baik yang baru pertama datang maupun yang sudah sering
bertamu seperti teman sendiri. ”Sudah anggap saja seperti tempat sendiri. Mau
ngopi atau ngeteh, buat sendiri sesuai selera. Jangan sungkan,” kata Madi mempersilahkan
tamunya.
Usai menyeruput kopi hitam yang
masih mengepulkan aspanya, Madi baru bercerita bagaimana dirinya memulai usaha
ternak burung. Awalnya, Madi memang penjual jangkrik yang digunakan sebagai
pakan burung. Sudah berjalan cukup lama.
”Namun suatu saat saya melihat
teman saya berhasil dengan menjadi peternak burung Murray waktu itu, singkatnya
kemudian saya tertarik. Lalu mulai sedikit demi sedikit merintis usaha ini,”
jelas pria yang tinggal di Dukuh Pilang Desa Tompomulyo ini Kecamatan Batangan Kabupaten Pati.
Madi memilih ternak jenis Murray.
Sedangkan jenis lovebird, Madi hanya menjual saja. ”Sebab Murray lebih cepat
beranak dibanding lovebird. Lebih cepat beranak lebih cepat pula dapat untung
kan. Makanya saya fokus di Murray saja. Perbandingannya sekali lovebird
beranak. Murray bisa tiga kali,” papar Madi.
Usaha ternak burung ini sudah
dijalani Madi puluhan tahun. Bahkan sejak anak satu-satunya masih kecil, hingga
kini sudah menjadi sarjana di salah satu kampus negeri di Surakarta. ”Ya
lumayan lah, untung dari ternak burung ini bisa untuk kebutuhan sehari-hari dan
menyekolahkan anak saya hingga jenjang yang tinggi,” imbuhnya.
Namun perlu diketahui, kata Madi.
Ternak burung ini tak menentu. Perlu sebuah kunci untuk telaten di bidang ini.
Kuncinya sabar. ”Sebab ternak burung ini gampang-gampang susah. Harganya kadang
ya tak menentu. Misalnya kemarin satu jenis burung lovebird dihargai Rp 10
juta. Tiba-tiba bisa turun sampai di angka Rp 1 juta. Begitu juga dengan Murray,
namun tidak sedrastis anjloknya jenis loverbird. Ini salah satu tantangannya,”
terangnya.
Memang ternak burung ini cukup
menjanjikan. Anakan saja sepasang bisa dihargai Rp 3 juta, kalau kualitasnya
lebih baik bisa sampai Rp 5 juta. Itu untuk jenis burung Murray batu. Perawatannya
pun tak repot. ”Bahkan bisa untuk pekerjaan sampingan saja. Perawatannya sama
lah kurang lebih seperti merawat burung pada umumnya. Memberi makan dan juga
membersihkan kandang,” kata Madi.
Saat ini di peternakannya, Madi
telah memiliki sebanyak 10 kandang untuk 10 pasang Murray. Juga puluhan kandang
untuk jualan burung jenis lovebird. Pantas ruangan paling belakang rumah Madi
sudah seperti alam bebas. Suara keriuhan cericit burung menyesaki ruangan
dengan luas 6×5 meter tersebut.
 Keberhasilan Madi beternak burung ini pun
membuat banyak yang kepincut. Kini di Desa Tompomulyo banyak yang mengikuti
jejak Madi. Rata-rata mereka anak muda. Salah satunya Gunarto.
Pria yang tinggal tak lebih dari 20
meter dari rumah Madi ini sekarang menjalani usaha ternak burung. Gunarto sudah
mulai sejak tiga tahun lalu. Kurang lebih dia mempunyai 21 indukan burung. ”Saya
yang ngajarin ternak juga dari Pak Madi,” terang pria yang sebelum menjadi
peternak burung ini bekerja sebagai tenaga serabutan.
Kini di desa yang mayoritas
penduduknya bergantung di dunia pertanian ini banyak warganya yang menekuni
usaha ternak burung. Disamping Madi dan Gunarto, masih ada yang lain. ”Ada
lebih 20an kira-kira yang sekarang mulai ternak burung. Rata-rata baru setahun dua
tahun,” kata Gunarto. (Achmad Ulil Albab)
 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antusiasme Suporter Pati Jadi Salah Satu Alasan Salahudin Gabung Persipa

    Antusiasme Suporter Pati Jadi Salah Satu Alasan Salahudin Gabung Persipa

    • calendar_month Jum, 25 Sep 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.443
    • 0Komentar

    PATI – Persipa Pati akan dipimpin oleh pelatih kepala Salahudin untuk menghadapi persaingan di ajang Liga Nusantara 2026/27. Salahudin merupakan sosok pelatih yang kenyang pengalaman di pentas sepak bola nasional. Sepanjang karirnya sebagai pelatih, Salahudin tercatat sempat memimpin Nusantara United FC, Persijap Jepara, Persis Solo, Persiba Balikpapan, hingga PS Barito Putera. Dan kini, memimpin Persipa […]

  • Ketua PMI Pati Lantik Anggota PMR Wira SMA N 3 Pati: Siap Emban Misi Kemanusiaan

    Ketua PMI Pati Lantik Anggota PMR Wira SMA N 3 Pati: Siap Emban Misi Kemanusiaan

    • calendar_month Rab, 19 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 905
    • 0Komentar

    PATI – Ketua PMI Kabupaten Pati, Atik Kusdarwati Sudewo, secara resmi melantik anggota Palang Merah Remaja (PMR) Wira Unit SMA Negeri 3 Pati untuk periode 2025–2026 dalam sebuah upacara khidmat di SMA Negeri 3 Pati, Rabu (19/11/2025). Atik Kusdarwati Sudewo menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara dan apresiasinya kepada pihak sekolah. “Alhamdulillah pelantikan hari ini […]

  • Pansus DPRD Pati Dalami Proses Pemindahan Sekdes PNS ke Kecamatan

    Pansus DPRD Pati Dalami Proses Pemindahan Sekdes PNS ke Kecamatan

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 322
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati melalui Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket tengah menyoroti proses penarikan Sekretaris Desa (Sekdes) berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) ke kantor kecamatan. Hal ini menyusul aspirasi yang disampaikan oleh puluhan mantan Sekdes PNS yang merasa kecewa dengan kebijakan tersebut. Ketua Pansus Hak Angket DPRD Pati, Teguh Bandang […]

  • DPRD Apresiasi Posko Pengawalan Pansus Hak Angket Pemakzulan Bupati Pati

    DPRD Apresiasi Posko Pengawalan Pansus Hak Angket Pemakzulan Bupati Pati

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 291
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Pati untuk pemakzulan Bupati Pati, Sudewo, Teguh Bandang Waluyo, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif masyarakat yang mendirikan posko pengawalan jalannya proses Pansus. “Saya berterima kasih kepada masyarakat Pati karena kami tidak dilepas begitu saja, melainkan ditunggu dan dipantau,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa keberadaan posko ini justru […]

  • Pasien BPJS Meninggal Usai Tunggu Delapan Jam di IGD, Edy Wuryanto Dorong Evaluasi Sistem Pelayanan Kesehatan

    Pasien BPJS Meninggal Usai Tunggu Delapan Jam di IGD, Edy Wuryanto Dorong Evaluasi Sistem Pelayanan Kesehatan

    • calendar_month Sab, 8 Agu 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 101.484
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya peserta BPJS Kesehatan, Yurizal Tri Chaerawan. Sebelum meninggal, Yurizal sempat menyampaikan keluhannya melalui media sosial terkait waktu tunggu selama delapan jam di instalasi gawat darurat (IGD). Edy menilai kejadian tersebut perlu menjadi bahan evaluasi terhadap sistem dan tata kelola pelayanan kesehatan di […]

  • Sudah Punya Official Store Persipa Pati Tinggal Bangun Training Ground Sendiri

    Sudah Punya Official Store Persipa Pati Tinggal Bangun Training Ground Sendiri

    • calendar_month Sel, 19 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 821
    • 0Komentar

    Logo Persipa Pati yang dipasang di offial store sekaligus kafe dan kantor Persipa Pati saat ini sudah memiliki kantor sekaligus official store dan kafe. Hadirnya fasilitas menegaskan keseriusan pengurus Persipa Pati untuk menjadi sebuah tim sepakbola profesional. PATI – Setelah memastikan diri naik kasta ke Liga 2 Persipa Pati terus berbenah di segala sisi, kini […]

expand_less