Breaking News
light_mode

Hidup Bukan Mampir Padu

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 20 Mar 2019
  • visibility 236


Anis Sholeh Baasyin sedang menguraikan tema yang akan dibahas


Padu atau adu mulut yang akhir-akhir ini
nyaris membudaya di kalangan masyarakat kembali menjadi sentilan dalam gelaran
Suluk Maleman yang digelar Sabtu (16/3) hingga Minggu (17/3/2019) dini hari kemarin.

Bahkan peribahasa “hidup sekadar mampir minum” pun mulai berubah menjadi
sekadar mampir padu. Plesetan itu
lantaran sekarang ini masyarakat terlalu mudah meributkan sekalipun pada
hal-hal kecil.

Keironisan justru terlihat pada grup media sosial yang sekarang ini ada.
Orang mudah mencaci dan membenci maupun memuja bahkan sekalipun tanpa pernah
saling mengenalnya. Tak hanya itu grup medsos keluarga pun kerap berujung
keributan hanya lantaran perbedaan pendapat.

Padahal dari kebencian-kebencian itulah yang justru berdampak besar.
Aksi terror seperti yang terjadi di Selandia Baru pun dinilai sebagai produk
yang dilahirkan dari adu domba dan penanaman kebencian. Kebencian sendiri bisa
berlangsung hingga puluhan tahun.

Dalam ngaji budaya yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia tersebut,
Anis Sholeh Baasyin pun mengingatkan agar agama jangan diperumit lantaran
hakikatnya sederhana. Agama dihadirkan sebagai salah satu wasilah agar manusia
bisa selamat sampai tujuan.

“Inti agama justru menyadarkan kalau manusia hanya lewat di Bumi. Dunia
ini bukanlah tujuan atau tempat akhir dari manusia. Tapi yang terjadi sekarang
ini wasilah justru jadi bahan perselisihan,” tambahnya.

Tanpa disadari, orang yang tengah cekcok justru seringkali merasa tengah
berjuang seperti di perang badar. Tak terkecuali fanatisme dalam memilih
pemilu. Padahal seharusnya pemilu sebatas tentang cara atau alat memilih
pemimpin.

“Kalau sudah seperti ini apa mungkin setiap lima tahun harus perang?
Padahal Rasulullah setelah perang Badar mengingatkan jika itu hanyalah jihad
kecil. Jihad akbar justru saat harus melawan diri sendiri,” terang penggagas
Suluk Maleman tersebut.

Oleh karena itulah dirinya mengingatkan jika umat Islam harus senantiasa
menjadi saksi. Yakni yang selalu melihat dan menunjukkan kebenaran. Dengan
begitu umat Islam diharuskan adil. Baik terhadap kawan maupun lawan.

“Jika memang salah katakan salah, jika benar katakan benar. Jangan
gara-gara teman yang salah dikatakan benar begitu sebaliknya,”tegasnya.

Agar dapat selamat, dia pun menyebut jika manusia seharusnya tidak
terikat dengan apapun yang ada di dunia. Dia pun menyebut untuk melihat sesuatu
harus dilihat jangan dari kemasan atau citranya saja.

“Bahkan ada yang mengatakan jika ingin menilai seseorang jangan saat
berada di masjid. Pasti terlihat bagus semua. Tapi lihatlah saat berada di
pasar,” imbuhnya.

Anis juga menegaskan jika persoalan dukung mendukung di dunia politik
itu sekarang hanyalah bagian dari transaksional biasa. Setiap elit politik akan
dengan mudah berubah dari mendukung menjadi oposisi dan sebaliknya bila keadaan
berubah.

“Tapi di tataran masyarakat persoalan itu menjadi sangat lama dan
menimbulkan luka. Apa kita mau setiap lima tahun membuka luka baru,” ujarnya.

Budi Maryono, seorang penulis juga mengingatkan dalam menghadapi
pemilihan presiden seharusnya bisa dilakukan dengan sederhana saja. Pilpres
bukanlah pertempuran maupun peperangan.

“Namanya pemilihan, siapapun yang mendapat suara terbanyak bukan berarti
menang dan yang sedikit bukan berarti kalah. Hanya yang terpilih. Kalau belum
terpilih tentu perkara yang sederhana,” tambahnya.

Pilihan tema yang menarik itupun membuat suasana ngaji budaya menjadi
begitu hangat. Terlebih dengan penampilan Sampak GusUran semakin memeriahkan
acara yang dihadiri ratusan orang tersebut. (yan)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPRD Pati Prihatin atas Fenomena Sound Horeg yang Meresahkan Warga

    Anggota DPRD Pati Prihatin atas Fenomena Sound Horeg yang Meresahkan Warga

    • calendar_month Kam, 24 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 366
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menyoroti fenomena sound horeg yang marak digunakan dalam karnaval keliling kampung. Beliau mengungkapkan keprihatinannya atas dampak negatif yang ditimbulkan, terutama keresahan warga. “Saya merasa ikut prihatin dan sungguh menyayangkan, karena ini juga tidak mencerminkan kearifan lokal sama sekali. Seharusnya dalam pesta apapun yang berbentuk karnaval harus lebih mengutamakan […]

  • Gandeng Rumah Kreatif Jogja Hasilkan Motif Khas Batik Karimunjawa

    Gandeng Rumah Kreatif Jogja Hasilkan Motif Khas Batik Karimunjawa

    • calendar_month Sen, 29 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Pameran batik hasil karya pelatihan ibu-ibu di Karimunjawa dengan Rumah Kreatif Dongaji Batik Panggungharjo Yogyakarta Emak-emak di Karimunjawa dilatih membikin batik. Bekerja sama dengan Rumah Kreatif dari Jogja, sejumlah motif telah dihasilkan. Antara lain motif dewadaru, motif kalimasada, motif setigi dan stilisasi biota laut Karimunjawa. Motif ini dipersembahkan untuk menyuarakan keberlanjutan lingkungan hidup di salah […]

  • DPRD Pati Sambut Baik Investasi, Ingatkan Kepatuhan Aturan Jadi Kunci

    DPRD Pati Sambut Baik Investasi, Ingatkan Kepatuhan Aturan Jadi Kunci

    • calendar_month Rab, 22 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.807
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati membuka pintu selebar-lebarnya bagi para investor yang ingin menanamkan modal di daerah ini. Harapannya, arus investasi yang masuk akan menjadi pendorong utama laju perekonomian sekaligus menciptakan lebih banyak kesempatan kerja bagi warga lokal. Eko Kuswanto, Anggota Komisi D DPRD Pati, mengaku sangat mendukung setiap rencana penanaman modal yang masuk ke […]

  • Melihat Keunikan Pameran Seni Rupa “Bomah Mburi” di Gabus Pati

    Melihat Keunikan Pameran Seni Rupa “Bomah Mburi” di Gabus Pati

    • calendar_month Jum, 5 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 288
    • 0Komentar

      Pameran seni rupa dengan tema “Bomah Mburi” lahir dari latar Kota Pati yang dikenal memiliki bahasa lokal yang khas dan unik, gaya ungkap pesisiran ini tentu merupakan kekayaan Budaya yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Kekhasan itu bisa dipakai untuk melihat seperti apa karakter dan perwajahan sebuah daerah. Karakteristik Pati, sebagai daerah diantara Gunung […]

  • Pelatih Persijap Divaldo Alves.

    Kalah 1-0 dari Arema, Pelatih Persijap Jepara Divaldo Alves Keluhkan Kepemimpinan Wasit

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 1.833
    • 0Komentar

    MALANG – Persijap Jepara harus menelan kekecewaan setelah takluk 0-1 dari Arema FC pada lanjutan kompetisi yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Senin (2/2/2026). Kekalahan tipis tersebut terasa menyakitkan bagi Laskar Kalinyamat, yang menilai permainan mereka seimbang dan pantas membawa pulang minimal satu poin. Satu-satunya gol kemenangan Arema FC dicetak oleh bek anyar mereka, […]

  • Berkhasiat Bikin Cantik, Tanaman Bidara Mulai Banyak Diburu Wanita

    Berkhasiat Bikin Cantik, Tanaman Bidara Mulai Banyak Diburu Wanita

    • calendar_month Sel, 16 Okt 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Abdul Hamid sedang memeriksa tanaman bidara yang masih berada di dalam pot Pekarangan rumah Abdul Hamid di Desa Bageng Kecamatan Gembong nampak hijau. Ribuan bibit tanaman menghampar.  Belakangan ini tanaman Bidara boleh dibilang sedang naik daun. Sebab banyak diburu untuk dibudidayakan atau diambil manfaatnya, terutama yang getol mencari adalah para wanita. Hal itu lantaran khasiatnya […]

expand_less