Breaking News
light_mode

Hidup Bukan Mampir Padu

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 20 Mar 2019
  • visibility 284


Anis Sholeh Baasyin sedang menguraikan tema yang akan dibahas


Padu atau adu mulut yang akhir-akhir ini
nyaris membudaya di kalangan masyarakat kembali menjadi sentilan dalam gelaran
Suluk Maleman yang digelar Sabtu (16/3) hingga Minggu (17/3/2019) dini hari kemarin.

Bahkan peribahasa “hidup sekadar mampir minum” pun mulai berubah menjadi
sekadar mampir padu. Plesetan itu
lantaran sekarang ini masyarakat terlalu mudah meributkan sekalipun pada
hal-hal kecil.

Keironisan justru terlihat pada grup media sosial yang sekarang ini ada.
Orang mudah mencaci dan membenci maupun memuja bahkan sekalipun tanpa pernah
saling mengenalnya. Tak hanya itu grup medsos keluarga pun kerap berujung
keributan hanya lantaran perbedaan pendapat.

Padahal dari kebencian-kebencian itulah yang justru berdampak besar.
Aksi terror seperti yang terjadi di Selandia Baru pun dinilai sebagai produk
yang dilahirkan dari adu domba dan penanaman kebencian. Kebencian sendiri bisa
berlangsung hingga puluhan tahun.

Dalam ngaji budaya yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia tersebut,
Anis Sholeh Baasyin pun mengingatkan agar agama jangan diperumit lantaran
hakikatnya sederhana. Agama dihadirkan sebagai salah satu wasilah agar manusia
bisa selamat sampai tujuan.

“Inti agama justru menyadarkan kalau manusia hanya lewat di Bumi. Dunia
ini bukanlah tujuan atau tempat akhir dari manusia. Tapi yang terjadi sekarang
ini wasilah justru jadi bahan perselisihan,” tambahnya.

Tanpa disadari, orang yang tengah cekcok justru seringkali merasa tengah
berjuang seperti di perang badar. Tak terkecuali fanatisme dalam memilih
pemilu. Padahal seharusnya pemilu sebatas tentang cara atau alat memilih
pemimpin.

“Kalau sudah seperti ini apa mungkin setiap lima tahun harus perang?
Padahal Rasulullah setelah perang Badar mengingatkan jika itu hanyalah jihad
kecil. Jihad akbar justru saat harus melawan diri sendiri,” terang penggagas
Suluk Maleman tersebut.

Oleh karena itulah dirinya mengingatkan jika umat Islam harus senantiasa
menjadi saksi. Yakni yang selalu melihat dan menunjukkan kebenaran. Dengan
begitu umat Islam diharuskan adil. Baik terhadap kawan maupun lawan.

“Jika memang salah katakan salah, jika benar katakan benar. Jangan
gara-gara teman yang salah dikatakan benar begitu sebaliknya,”tegasnya.

Agar dapat selamat, dia pun menyebut jika manusia seharusnya tidak
terikat dengan apapun yang ada di dunia. Dia pun menyebut untuk melihat sesuatu
harus dilihat jangan dari kemasan atau citranya saja.

“Bahkan ada yang mengatakan jika ingin menilai seseorang jangan saat
berada di masjid. Pasti terlihat bagus semua. Tapi lihatlah saat berada di
pasar,” imbuhnya.

Anis juga menegaskan jika persoalan dukung mendukung di dunia politik
itu sekarang hanyalah bagian dari transaksional biasa. Setiap elit politik akan
dengan mudah berubah dari mendukung menjadi oposisi dan sebaliknya bila keadaan
berubah.

“Tapi di tataran masyarakat persoalan itu menjadi sangat lama dan
menimbulkan luka. Apa kita mau setiap lima tahun membuka luka baru,” ujarnya.

Budi Maryono, seorang penulis juga mengingatkan dalam menghadapi
pemilihan presiden seharusnya bisa dilakukan dengan sederhana saja. Pilpres
bukanlah pertempuran maupun peperangan.

“Namanya pemilihan, siapapun yang mendapat suara terbanyak bukan berarti
menang dan yang sedikit bukan berarti kalah. Hanya yang terpilih. Kalau belum
terpilih tentu perkara yang sederhana,” tambahnya.

Pilihan tema yang menarik itupun membuat suasana ngaji budaya menjadi
begitu hangat. Terlebih dengan penampilan Sampak GusUran semakin memeriahkan
acara yang dihadiri ratusan orang tersebut. (yan)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Dorong Pengisian Mobil Damkar di Jakenan dan Tayu untuk Efektivitas Penanganan Kebakaran

    DPRD Pati Dorong Pengisian Mobil Damkar di Jakenan dan Tayu untuk Efektivitas Penanganan Kebakaran

    • calendar_month Sab, 18 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 362
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati terus berupaya meningkatkan efektivitas penanganan kebakaran di wilayahnya. Salah satu langkah yang didorong adalah penempatan mobil pemadam kebakaran (Damkar) di dua lokasi strategis, yaitu Kecamatan Jakenan dan Tayu. Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Kastomo, mengungkapkan bahwa selama ini, jarak tempuh mobil Damkar yang terlalu jauh […]

  • Wabup Kudus Bellinda Birton Minta ASN Punya Karakter Strong Leadership

    Wabup Kudus Bellinda Birton Minta ASN Punya Karakter Strong Leadership

    • calendar_month Jum, 18 Apr 2025
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 287
    • 0Komentar

    KUDUS – Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton meminta 40 peserta pelatihan kepemimpinan pengawas untuk adaptif dalam mengikuti perkembangan teknologi, semangat dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan memiliki strong leadership. Bellinda menilai Aparatur Sipil Negara yang berintegritas akan menjadi pengawal kebijakan Negara. Hal itu disampaikannya saat membuka pelatihan kepemimpinan pengawas kerja sama antara Badan Pengembangan Sumber […]

  • Reses Tahap Pertama 2018, Infrastruktur Jadi Sorotan

    Reses Tahap Pertama 2018, Infrastruktur Jadi Sorotan

    • calendar_month Sel, 5 Jun 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 254
    • 0Komentar

    PATI – Persoalan infrastruktur menjadi sorotan. Hal itu mengemuka dari rapat paripurna siang kemarin Saqbtu (2/6/2018), dengan agenda penyampaian hasil reses tahap pertama tahun 2018 anggota DPRD Kabupaten Pati di lima daerah pemilihan (dapil). Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati Hardi. Sementara itu hasil reses yang dilakukan pada 14 hingga 17 Maret […]

  • Ragam Motif Batik Jepara Tumbuh Pesat

    Ragam Motif Batik Jepara Tumbuh Pesat

    • calendar_month Sel, 1 Des 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 325
    • 0Komentar

      Beragam motif batik Jepara dipamerkan Bupati Jepara Dian Kristiandi menerima penghargaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Penghargaan itu diraih atas dedikasinya terhadap pelestarian batik Jepara. Penghargaan diserahkan oleh Ketua Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT) Alamsyah, didampingi tim peneliti Siti Maziyah, pada Jumat (20/11/2020), di Pendopo Kartini Jepara. […]

  • Pemkot Banda Aceh Teken MoU Pembiayaan UMi

    Pemkot Banda Aceh Teken MoU Pembiayaan UMi

    • calendar_month Sab, 4 Jun 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 262
    • 0Komentar

    MoU pusat investasi dengan Pemkot Banda Aceh Untuk mengembangkan usaha mikro di Banda Aceh, Pusat Investasi Pemerintah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI menjalin kerja sama dengan Pemkot Banda Aceh. Kesepakatan tertulis sudah diteken. Hal ini sebagai upaya nyata mewujudkan pemberdayaan ekonomi berkelanjutan. BANDA ACEH – Nota kesepakatan diteken oleh Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah […]

  • Polda Jateng Berhasil Ungkap Kasus Premanisme Berkedok Wartawan, Tiga Pelaku Masih Buron

    Polda Jateng Berhasil Ungkap Kasus Premanisme Berkedok Wartawan, Tiga Pelaku Masih Buron

    • calendar_month Jum, 16 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 311
    • 0Komentar

    SEMARANG – Ditreskrimum Polda Jateng berhasil mengungkap kasus premanisme yang dilakukan oleh sindikat yang mengaku sebagai wartawan. Empat pelaku, tiga pria dan satu wanita, telah diamankan. Mereka adalah HMG (33), AMS (26), KS (25), dan IH (30), semuanya warga Bekasi, Jawa Barat. Pengungkapan kasus ini diumumkan langsung oleh Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Dwi Subagio, […]

expand_less