Breaking News
light_mode

MBG Rawan, Edy Wuryanto Desak Perbaikan Hulu dan Pengawasan Terpadu

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
  • visibility 218

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menyambut baik keputusan pemerintah untuk memperbaiki program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul rapat koordinasi yang membahas sejumlah permasalahan, termasuk kasus keracunan.

Salah satu keputusan penting adalah penutupan sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah dan kewajiban memiliki Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS).

Edy Wuryanto menilai penutupan sementara Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) yang bermasalah akibat kasus keracunan ini harus menjadi momentum untuk membangun sistem yang lebih kuat dan akuntabel.

“Penutupan dapur yang bermasalah adalah langkah tepat, tetapi bukan solusi akhir. Perbaikan harus dilakukan di hulu,” tuturnya.

Politisi PDI Perjuangan ini juga mengapresiasi kebijakan mewajibkan SLHS pada SPPG, yang disebutnya sebagai standar mutlak untuk preventif kasus keamanan pangan.

“Tanpa standar dasar ini, risiko keracunan akan selalu menghantui penerima manfaat MBG,” ujarnya.

Lebih lanjut, Edy menekankan bahwa pengawasan tidak boleh berhenti pada izin semata. Menurutnya, proses pemilihan bahan makanan, cara pengolahan, hingga distribusi harus berada dalam pengawasan ketat.

Ini berarti seluruh proses sampai makanan diterima penerima manfaat MBG harus diawasi. Legislator dari Dapil Jawa Tengah III itu menyebut pengawasan ini bisa tercapai jika Kementerian Kesehatan melalui puskesmas dan dinas kesehatan bekerja beriringan dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Puskesmas dan dinkes memiliki infrastruktur yang lengkap di daerah.

“Selama kementerian dan lembaga ini jalan sendiri-sendiri ini. BGN lebih mengejar kuantitas SPPG ketimbang kualitas. Ini berbahaya. Tanpa keterlibatan penuh pemerintah daerah, Kemenkes, dan BPOM, standar keamanan pangan tidak mungkin dijaga,” ungkap dia.

Agar kerja lintas lembaga berjalan efektif, Edy Wuryanto menggarisbawahi perlunya payung hukum yang jelas. Peraturan Presiden atau Instruksi Presiden harus segera diterbitkan sebagai dasar koordinasi dan pengawasan terpadu.

“BGN tidak bisa berjalan sendirian. Presiden harus memastikan bahwa Kemenkes dan BPOM masuk ke sistem sejak awal. Dengan begitu, standar mutu tidak hanya ditulis di atas kertas, tapi benar-benar dijalankan di lapangan,” ucapnya.

Selain itu, Edy juga menyoroti lemahnya komunikasi publik Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menghadapi kasus keracunan.

Menurutnya, pernyataan yang meremehkan jumlah korban justru melukai perasaan masyarakat.

“Tidak ada kata ‘cuma’ dalam urusan keracunan makanan. Ini menyangkut nyawa dan kesehatan anak-anak kita. Satu korban saja sudah cukup menjadi alarm. Pemerintah harus belajar berkomunikasi dengan empati dan tanggung jawab,” ujarnya.

Edy menegaskan bahwa MBG adalah program besar dengan harapan besar. Namun, tanpa perbaikan sistem di hulu, pengawasan terpadu, dan komunikasi publik yang benar, program ini akan terus dibayangi masalah.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Geber Latihan Fisik di Alam Bebas

    Geber Latihan Fisik di Alam Bebas

    • calendar_month Sab, 10 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Tim futsal Kabupaten Pati bersiap menyongsong Porprov 2018 di Surakarta Oktober mendatang. Mulai Februari, pelatih futsal Pati sudah mulai menggembleng fisik para pemain. Tak hanya di dalam lapangan, pemain digembleng fisiknya di alam bebas.  Ketua Umum Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Pati H. Jamari mengungkapkan, para punggawa futsal Pati memang sedang digembleng […]

  • KuIiner keIo merico ikan manyung khas Pati

    Kelo Merico Manyung Kuliner khas Pati Pedas dan Asem

    • calendar_month Kam, 9 Nov 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 244
    • 0Komentar

    KuIiner keIo merico ikan manyung khas Pati

  • Petani Keluhkan Kebijakan Pembatasan Solar Subsidi

    Petani Keluhkan Kebijakan Pembatasan Solar Subsidi

    • calendar_month Jum, 31 Agu 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Petani di Kecamatan Dukuhseti sedang mengisi solar ke mesin diesel pompa airnya PATI – Petani resah, setelah muncul kebijakan pembatasan pembelian BBM solar. Sejumlah petani di Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti mengeluhkan hal itu. Fahrurozi salah satu petani yang mengeluh. Warga RT 6 RW 2 ini mengungkapkan, sangat terbebani dengan kebijakan tersebut. Pasalnya saat ini ia hanya […]

  • Siap-siap Gowes Karimunjawa, Tempuh 50 Kilometer Bersepeda dan Beriwisata Alam

    Siap-siap Gowes Karimunjawa, Tempuh 50 Kilometer Bersepeda dan Beriwisata Alam

    • calendar_month Sen, 18 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Panorama indah pantai di Karimunjawa. FOTO : Instagram @explorejepara     JEPARA – Event sepeda wisata bertajuk Let’s Gowes Karimunjawa (LGwK) 2019, bakal digelar 29-31 Maret 2019 mendatang. Even tahunan besutan Kaisa Smart Konvex yang digelar sejak 2016 ini ditargetkan bakal diikuti 500 wisatawan.   Ketua panitia Solichoel Soekaemi menyebut, di LGwK tahun ini, peserta […]

  • Persipa Pati Siap Tempur Hadapi Persipal Palu di Play-off Degradasi Liga 2

    Persipa Pati Siap Tempur Hadapi Persipal Palu di Play-off Degradasi Liga 2

    • calendar_month Ming, 19 Jan 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 183
    • 0Komentar

    PATI – Pertandingan hidup mati akan tersaji di Stadion Joyokusumo, Pati, Jawa Tengah pada Senin (20/1/2025) pukul 15:00 WIB. Persipa Pati akan menghadapi Persipal Palu dalam laga perdana Grup K babak play-off degradasi Liga 2 2024/25. Pelatih Persipa Pati, Bambang Nurdiansyah, menekankan pentingnya setiap pertandingan di babak play-off ini. “Play-off degradasi ini partai hidup mati. […]

  • Dana Pinjaman Daerah Hanya Cair Rp67 Miliar, DPRD Pati Minta Fokus pada Program Prioritas

    Dana Pinjaman Daerah Hanya Cair Rp67 Miliar, DPRD Pati Minta Fokus pada Program Prioritas

    • calendar_month Ming, 26 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.899
    • 0Komentar

    PATI – Realisasi pencairan dana pinjaman Pemerintah Kabupaten Pati dari Bank Jateng tidak mencapai target awal yang direncanakan senilai Rp90 miliar. Pada tahun anggaran 2026 ini, dana yang berhasil dicairkan hanya sebesar Rp67 miliar, yang mana dana tersebut dialokasikan khusus untuk membiayai berbagai proyek pembangunan infrastruktur di daerah Besaran dana yang diterima ini merupakan penyesuaian […]

expand_less