Breaking News
light_mode

Mari Memeluk Masyarakat Petani

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 27 Agu 2021
  • visibility 284

 

Petani sedang memane padi


Oleh : Miftahul Munir*

Seorang bapak mengeluh karena hasil
jerih payahnya di sawah tidak kunjung menggembirakan. Biaya produksinya mahal,
sedangkan harga jual hasil panen jatuh. Bapak itu mengadu, kisah pilu semacam
itu tidak sekali-duakali terjadi. Tidak hanya padi. Hasil pertanian lain
seperti kacang tanah, jagung, hingga ketela juga sering jatuh harga panennya.
Baru-baru ini harga cabai merah juga sempat jeblok hingga membuat petaninya
frustasi. Jangankan dapat untung, balik modal saja tidak.

Cerita di atas berulang kali terdengar.
Oleh pemerintah daerah, hingga nasional sektor pertanian terus
dibangga-banggakan. “Dijual” dimana-mana. Namun belum ada terobosan yang
benar-benar serius untuk mengangkat sektor pertanian untuk menyejahterakan
masyarakatnya.

Indonesia sendiri adalah negara
agraris. Sayangnya kita belum sepenuhnya mampu mengelola anugerah alam yang
luar biasa di negeri ini. Pekerjaan sebagai petani saat ini terbilang memasuki
senjakalanya. Orang-orang tua petani, lebih banyak menjauhkan anak-anak mereka
dari pekerjaan ini, mengingat tingkat kesejahteraan yang buruk. Para orang tua
lebih mendorong anaknya untuk bekerja kantoran atau menjadi buruh pabrik.

Kondisi ini jelas terlihat dari
sensus penduduk tahun 2020, dalam rilis yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik
(BPS), diketahui jumlah penduduk Indonesia sebanyak 270 jiwa. Terjadi penurunan
populasi petani. Masyarakat petani saat ini sebanyak 33 juta jiwa. Jumlah ini
turun drastis dibanding data tahun 2018, dimana masih ada 35 juta petani di
negeri ini. Dari jumlah itu hanya 2,7 juta atau sekitar 8 persen petani muda.
Rentang usia mereka 20-39 tahun.

Berpihak

Pantas saja pekerjaan sebagai
petani ini perlahan mulai ditinggalkan. Di penghujung tahun 2019, seorang
anggota DPRD Kabupaten Pati, Jawa Tengah mengirim pesan. Dia memberi kabar,
komisinya mengusulkan rancangan peraturan daerah (perda) inisiatif tentang
perlindungan petani. “Ini kabar gembira untuk petani. Melindungi
kepentingan mereka dan yang paling utama bisa menyejahterakan masyarakat petani
yang merupakan mayoritas warga Kabupaten Pati,” tulisnya dalam pesan WhatsApp.

Sayangnya raperda tersebut tak
kunjung digarap. Sempat masuk dalam program pembuatan perda (propemperda) pada
tahun 2020, raperda tersebut harus ditunda pembahasannya.

Padahal perlindungan terhadap
petani termasuk kebutuhan mendesak. Apalagi mengingat kabupaten ini berslogan
Bumi Mina Tani. Dengan mayoritas masyarakatnya bergantung pada usaha sektor
pertanian.

Petani seringkali menjadi
“kalah-kalahan”. Menjelang musim tanam petani selalu disulitkan
dengan masalah pupuk. Mulai pupuk langka, harga yang mahal, hingga obat-obatan
lainnya. Celakanya saat musim panen tiba seringkali harga jualnya jatuh.
Jangankan untung, balik modal produksi saja tidak.

Pemerintah sepatutnya perlu hadir
langsung di tengah-tengah masyarakat petani. Memberikan perlindungan dan
kepastian usaha tani. Mulai dari memberi jalan keluar kesulitan pupuk yang tiap
tahun menjadi gejolak, biaya perawatan, pemenuhan sarpras pertanian, hingga
kepastian harga jual yang tetap menguntungkan. Misalnya membuat semacam program
resi gudang atau badan usaha pertanian yang bisa mengelola hasil panen agar
harga jualnya bisa stabil.

Sektor pertanian juga dihadapkan
pada masalah alih fungsi lahan. Sejak beberapa tahun belakangan, sejumlah
investor masuk dan mendirikan sejumlah pabrik. Industrialisasi tentu jangan
sampai mengganggu lahan pertanian produktif.

Karena itu sangat diperlukan
keberpihakan untuk para petani. Terlebih untuk petani-petani kecil di kampung-kampung.
Perlindungan sangat diperlukan. Para wakil rakyat di parlemen baik daerah
hingga nasional perlu memberi keberpihakan lebih kepada mereka. Terlebih bagi
Partai Demokrat yang dengan tegas mengusung slogan “Berkoalisi dengan Rakyat”.

Slogan ini hendaknya menjadi kerja
nyata politikus partai berlambang bintang mercy ini di lapangan. Koalisi dengan
petani (mungkin) adalah harga mati. Bukankah politik itu adalah jalan untuk
menyejahterakan masyarakat? Melalui serangkaian kebijakan-kebijakan yang
diambil dengan lobi-lobi politis dengan mengedepankan asas manfaat untuk
masyarakat luas.

Pertanian Sektor Penting

Dikutip dari Media Indonesia, data dari BPS menyebutkan sektor pertanian menjadi
sektor penyelamat perekonomian nasional karena pertumbuhannya terhadap Produk
Domestik Bruto (PDB) kuartal II 2020 sangat tinggi, di tengah PDB nasional
dan sektor lainya justru turun.

BPS mencatat nilai ekspor produk
pertanian pada April 2020 tumbuh sebesar 12,66% dan nilai ekpor pada Juni
tumbuh tingi sebesar 18,9% dibanding Mei 2020. Capaian positif bahkan
signifikan ini terjadi di tengah lesunya ekspor pada sektor lain.

BPS juga mencatat ekspor pertanian
April 2020 sebesar US$0,28 miliar atau tumbuh 12,66% dibandingkan
periode yang sama pada 2019 (YoY). Selanjutnya, sektor pertanian tetap
mencatatkan kinerja cemerlang dengan menorehkan pertumbuhan paling tinggi
dibanding sektor lainnya pada kuartal II 2020. Pada kuartal II 2020, sektor
pertanian menjadi penyumbang tertinggi pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia
dengan pencapaian 16,24% (q to q) dan secara year on year (y-o-y) sektor
pertanian tetap berkontribusi positif yakni tumbuh 2,19%.  Padahal,
pandemi covid-19 belum juga usai dan sejumlah sektor lain pun masih
cenderung terpuruk di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia turun sampai 4,19%
(q to q) dan 5,32% (y-o-y). Capaian sektor pertanian tersebut ditopang
subsektor tanaman pangan yang tumbuh paling tinggi yakni sebesar 9,23%
(yoy). 

Melihat data dan fakta ini, sebagai
negara agraris, Indonesia mesti jeli melihat peluang ini untuk memaksimalkan
sektor pertanian tanpa meninggalkan aspek kesejahteraan bagi petani kecil di
kampung-kampung itu. Inilah jalan berkoalisi dengan rakyat yang mestinya harus
dipilih. Rajin turun ke lapangan dan dengarkan keluh kesah serta kebutuhan mereka.

*Wartawan
media online Lingkar Muria. Artikel ini diikutkan dalam lomba menulis 2 dekade Partai Demokrat tahun 2021



  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Ganjar Borong Produk UMKM Disabilitas

    Gubernur Ganjar Borong Produk UMKM Disabilitas

    • calendar_month Rab, 12 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melihat produk UMKM kelompok disabilitas di Kebumen. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo lagi-lagi menunjukkan keberpihakan pada sektor UMKM. Hal itu terlihat saat seorang pelaku UMKM dari kelompok disabilitas hendak memberinya kaos dan barang-barang lain secara cuma-cuma, Ganjar menolak dan bersikukuh untuk membelinya.  KEBUMEN – Senyum Awaludin merekah dan matanya berbinar […]

  • Sosialisasi Pilgub Jateng 2024 di Pati: KPU Gandeng Masyarakat Adat Sedulur Sikep

    Sosialisasi Pilgub Jateng 2024 di Pati: KPU Gandeng Masyarakat Adat Sedulur Sikep

    • calendar_month Sel, 5 Nov 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.086
    • 0Komentar

    PATI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah menggelar sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng 2024 di Balai Desa Baturejo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Senin (4/11/2024) malam. Kegiatan ini melibatkan masyarakat adat Sedulur Sikep di wilayah Sukolilo. Anggota KPU Jateng, Akmaliyah, menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari program fasilitasi dan pendidikan […]

  • DPRD Pati Imbau Warga Jaga Kekompakan Demi Kondusivitas Daerah

    DPRD Pati Imbau Warga Jaga Kekompakan Demi Kondusivitas Daerah

    • calendar_month Sen, 1 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 279
    • 0Komentar

    PATI – Wakil Ketua I DPRD Pati, Hardi, menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan kedisiplinan di kalangan masyarakat Kabupaten Pati. Hal ini disampaikan usai menghadiri Rapat Koordinasi dalam rangka cipta kondisi aman dan kondusif di Kabupaten Pati, Senin (1/9/2025). Seruan ini disampaikan setelah menghadiri Rapat Koordinasi dalam rangka Cipta Kondisi Aman dan Kondusif di Kabupaten Pati […]

  • Kemas Potensi Daerah Secara Kreatif, Pati Bidik Pasar Nasional hingga Internasional

    Kemas Potensi Daerah Secara Kreatif, Pati Bidik Pasar Nasional hingga Internasional

    • calendar_month Kam, 6 Agu 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 101.415
    • 0Komentar

    PATI — Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa beragam potensi unggulan yang dimiliki Kabupaten Pati perlu dikemas secara kreatif agar mampu menembus pasar nasional hingga pasar internasional. Pernyataan tersebut disampaikannya saat membuka Jateng Creative Forum yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (3/8/2026). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif […]

  • Anggota DPRD Pati Ingatkan Pemuda Melek Politik Jelang Pilkada 2024

    Anggota DPRD Pati Ingatkan Pemuda Melek Politik Jelang Pilkada 2024

    • calendar_month Sab, 28 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 286
    • 0Komentar

    PATI – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Anggota DPRD Pati, Muhammadun, menyerukan agar pemuda lebih aktif dan melek politik. Ia menekankan bahwa peran dan partisipasi aktif dari kalangan muda dalam proses demokrasi sangat menentukan keberhasilan pesta demokrasi yang akan dihelat pada 27 November mendatang. “Pemuda adalah generasi penerus yang memiliki peranan penting dalam menentukan […]

  • Kepala Dinas Banyak Diwakilkan, Ketua Komisi D DPRD Pati Angkat Bicara

    Kepala Dinas Banyak Diwakilkan, Ketua Komisi D DPRD Pati Angkat Bicara

    • calendar_month Sel, 15 Sep 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.259
    • 0Komentar

    PATI – Ketidakhadiran sejumlah kepala dinas dalam rapat paripurna DPRD Pati pada Senin (14/9) mendapat sorotan dari Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo. Sorotan tersebut disampaikan Bandang setelah mengikuti rapat paripurna yang salah satu agendanya membahas Raperda tentang bantuan hukum bagi kelompok rentan. Ia menilai, kehadiran pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) dalam agenda […]

expand_less