Breaking News
light_mode

Mari Memeluk Masyarakat Petani

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 27 Agu 2021
  • visibility 250

 

Petani sedang memane padi


Oleh : Miftahul Munir*

Seorang bapak mengeluh karena hasil
jerih payahnya di sawah tidak kunjung menggembirakan. Biaya produksinya mahal,
sedangkan harga jual hasil panen jatuh. Bapak itu mengadu, kisah pilu semacam
itu tidak sekali-duakali terjadi. Tidak hanya padi. Hasil pertanian lain
seperti kacang tanah, jagung, hingga ketela juga sering jatuh harga panennya.
Baru-baru ini harga cabai merah juga sempat jeblok hingga membuat petaninya
frustasi. Jangankan dapat untung, balik modal saja tidak.

Cerita di atas berulang kali terdengar.
Oleh pemerintah daerah, hingga nasional sektor pertanian terus
dibangga-banggakan. “Dijual” dimana-mana. Namun belum ada terobosan yang
benar-benar serius untuk mengangkat sektor pertanian untuk menyejahterakan
masyarakatnya.

Indonesia sendiri adalah negara
agraris. Sayangnya kita belum sepenuhnya mampu mengelola anugerah alam yang
luar biasa di negeri ini. Pekerjaan sebagai petani saat ini terbilang memasuki
senjakalanya. Orang-orang tua petani, lebih banyak menjauhkan anak-anak mereka
dari pekerjaan ini, mengingat tingkat kesejahteraan yang buruk. Para orang tua
lebih mendorong anaknya untuk bekerja kantoran atau menjadi buruh pabrik.

Kondisi ini jelas terlihat dari
sensus penduduk tahun 2020, dalam rilis yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik
(BPS), diketahui jumlah penduduk Indonesia sebanyak 270 jiwa. Terjadi penurunan
populasi petani. Masyarakat petani saat ini sebanyak 33 juta jiwa. Jumlah ini
turun drastis dibanding data tahun 2018, dimana masih ada 35 juta petani di
negeri ini. Dari jumlah itu hanya 2,7 juta atau sekitar 8 persen petani muda.
Rentang usia mereka 20-39 tahun.

Berpihak

Pantas saja pekerjaan sebagai
petani ini perlahan mulai ditinggalkan. Di penghujung tahun 2019, seorang
anggota DPRD Kabupaten Pati, Jawa Tengah mengirim pesan. Dia memberi kabar,
komisinya mengusulkan rancangan peraturan daerah (perda) inisiatif tentang
perlindungan petani. “Ini kabar gembira untuk petani. Melindungi
kepentingan mereka dan yang paling utama bisa menyejahterakan masyarakat petani
yang merupakan mayoritas warga Kabupaten Pati,” tulisnya dalam pesan WhatsApp.

Sayangnya raperda tersebut tak
kunjung digarap. Sempat masuk dalam program pembuatan perda (propemperda) pada
tahun 2020, raperda tersebut harus ditunda pembahasannya.

Padahal perlindungan terhadap
petani termasuk kebutuhan mendesak. Apalagi mengingat kabupaten ini berslogan
Bumi Mina Tani. Dengan mayoritas masyarakatnya bergantung pada usaha sektor
pertanian.

Petani seringkali menjadi
“kalah-kalahan”. Menjelang musim tanam petani selalu disulitkan
dengan masalah pupuk. Mulai pupuk langka, harga yang mahal, hingga obat-obatan
lainnya. Celakanya saat musim panen tiba seringkali harga jualnya jatuh.
Jangankan untung, balik modal produksi saja tidak.

Pemerintah sepatutnya perlu hadir
langsung di tengah-tengah masyarakat petani. Memberikan perlindungan dan
kepastian usaha tani. Mulai dari memberi jalan keluar kesulitan pupuk yang tiap
tahun menjadi gejolak, biaya perawatan, pemenuhan sarpras pertanian, hingga
kepastian harga jual yang tetap menguntungkan. Misalnya membuat semacam program
resi gudang atau badan usaha pertanian yang bisa mengelola hasil panen agar
harga jualnya bisa stabil.

Sektor pertanian juga dihadapkan
pada masalah alih fungsi lahan. Sejak beberapa tahun belakangan, sejumlah
investor masuk dan mendirikan sejumlah pabrik. Industrialisasi tentu jangan
sampai mengganggu lahan pertanian produktif.

Karena itu sangat diperlukan
keberpihakan untuk para petani. Terlebih untuk petani-petani kecil di kampung-kampung.
Perlindungan sangat diperlukan. Para wakil rakyat di parlemen baik daerah
hingga nasional perlu memberi keberpihakan lebih kepada mereka. Terlebih bagi
Partai Demokrat yang dengan tegas mengusung slogan “Berkoalisi dengan Rakyat”.

Slogan ini hendaknya menjadi kerja
nyata politikus partai berlambang bintang mercy ini di lapangan. Koalisi dengan
petani (mungkin) adalah harga mati. Bukankah politik itu adalah jalan untuk
menyejahterakan masyarakat? Melalui serangkaian kebijakan-kebijakan yang
diambil dengan lobi-lobi politis dengan mengedepankan asas manfaat untuk
masyarakat luas.

Pertanian Sektor Penting

Dikutip dari Media Indonesia, data dari BPS menyebutkan sektor pertanian menjadi
sektor penyelamat perekonomian nasional karena pertumbuhannya terhadap Produk
Domestik Bruto (PDB) kuartal II 2020 sangat tinggi, di tengah PDB nasional
dan sektor lainya justru turun.

BPS mencatat nilai ekspor produk
pertanian pada April 2020 tumbuh sebesar 12,66% dan nilai ekpor pada Juni
tumbuh tingi sebesar 18,9% dibanding Mei 2020. Capaian positif bahkan
signifikan ini terjadi di tengah lesunya ekspor pada sektor lain.

BPS juga mencatat ekspor pertanian
April 2020 sebesar US$0,28 miliar atau tumbuh 12,66% dibandingkan
periode yang sama pada 2019 (YoY). Selanjutnya, sektor pertanian tetap
mencatatkan kinerja cemerlang dengan menorehkan pertumbuhan paling tinggi
dibanding sektor lainnya pada kuartal II 2020. Pada kuartal II 2020, sektor
pertanian menjadi penyumbang tertinggi pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia
dengan pencapaian 16,24% (q to q) dan secara year on year (y-o-y) sektor
pertanian tetap berkontribusi positif yakni tumbuh 2,19%.  Padahal,
pandemi covid-19 belum juga usai dan sejumlah sektor lain pun masih
cenderung terpuruk di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia turun sampai 4,19%
(q to q) dan 5,32% (y-o-y). Capaian sektor pertanian tersebut ditopang
subsektor tanaman pangan yang tumbuh paling tinggi yakni sebesar 9,23%
(yoy). 

Melihat data dan fakta ini, sebagai
negara agraris, Indonesia mesti jeli melihat peluang ini untuk memaksimalkan
sektor pertanian tanpa meninggalkan aspek kesejahteraan bagi petani kecil di
kampung-kampung itu. Inilah jalan berkoalisi dengan rakyat yang mestinya harus
dipilih. Rajin turun ke lapangan dan dengarkan keluh kesah serta kebutuhan mereka.

*Wartawan
media online Lingkar Muria. Artikel ini diikutkan dalam lomba menulis 2 dekade Partai Demokrat tahun 2021



  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Silatda Relawan Jokowi Plat K Dukung Pemerintahan Berkelanjutan

    Silatda Relawan Jokowi Plat K Dukung Pemerintahan Berkelanjutan

    • calendar_month Sen, 16 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 269
    • 0Komentar

      Silatda relawan Jokowi eks Karesidenan Pati Para relawan Jokowi ingin pemerintahan yang baik selama kepemimpinan sang presiden bisa dilanjutkan (oleh presiden berikutnya). Karena itu mereka siap mematuhi arahan Jokowi pada pemilu 2024 nanti.  PATI – Silaturahmi daerah  eks. karesidenan Pati plat K, yang terdiri dari kabupaten Pati, Rembang, Grobogan, Blora, Kudus, Jepara, berangkat dari […]

  • Dewan Pati Dorong Bantuan Alsintan untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

    Dewan Pati Dorong Bantuan Alsintan untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 277
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Jaza Khoirul Sofyan menekankan pentingnya bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) untuk meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan petani di Kabupaten Pati. Jaza, yang merupakan legislator dari Partai Golkar, menyatakan bahwa Alsintan dapat membantu mempercepat proses kerja petani, mengurangi beban fisik, dan menekan biaya produksi. “Keberadaan Alsintan sangat dibutuhkan oleh para petani. […]

  • PWI dan IJTI Dukung Polisi Tuntaskan Kasus Pemerasan di SPBU Tlogowungu Pati

    PWI dan IJTI Dukung Polisi Tuntaskan Kasus Pemerasan di SPBU Tlogowungu Pati

    • calendar_month Ming, 11 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 255
    • 0Komentar

    SPBU di Desa Tlogorejo – Tlogowungu, Pati Dua orang di Kabupaten Pati mengaku wartawan diduga melakukan pemerasan terhadap pengurus SPBU di Tlogowungu. PWI dan IJTI meminta kepolisian untuk tidak ragu mengusut tuntas kasus tersebut.   PATI – Sebelumnya ramai diberitakan berbagai media massa lokal dan nasional di Kota Pati, pengurus stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) […]

  • Tingkatkan Pembangunan dan Kesejahteraan, DPRD Pati Minta Kades Tingkatkan Peran Kelembagaan Desa

    Tingkatkan Pembangunan dan Kesejahteraan, DPRD Pati Minta Kades Tingkatkan Peran Kelembagaan Desa

    • calendar_month Sab, 12 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 272
    • 0Komentar

    PATI – Ir. Bambang Susilo, anggota DPRD Pati, menekankan pentingnya peran kelembagaan desa dalam meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini disampaikan Bambang dalam sebuah pernyataan baru-baru ini. Bambang, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Komisi A DPRD Pati, mendorong kepala desa untuk bekerja sama dengan lembaga desa seperti Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Kemasyarakatan Desa […]

  • Bulog Pati: Proses Penyerapan Beras dari Mitra Penggilingan Padi Berjalan Lancar

    Bulog Pati: Proses Penyerapan Beras dari Mitra Penggilingan Padi Berjalan Lancar

    • calendar_month Rab, 8 Mei 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 281
    • 0Komentar

    PATI – Perum Bulog Kantor Cabang Pati terus meningkatkan upaya penyerapan beras hasil panen petani di wilayah Pati guna menjaga stabilitas harga beras. Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Pati, Hardiansyah, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, telah diserap sebanyak 6.000 ton beras kualitas medium di dalam negeri. “Pada tahun 2024 sebesar 17.000 ton, dan hingga bulan […]

  • Molor, KPU Pati Tunggu Surat Suara DPRD Kabupaten

    Molor, KPU Pati Tunggu Surat Suara DPRD Kabupaten

    • calendar_month Rab, 27 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Para pekerja melakukan pelipatan surat suara  PATI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati masih menunggu surat suara untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) DPRDKabupaten Pati. sejauh ini, KPU baru merampungkan pelipatan suara untuk Pemilihan Presiden dan DPR RI. Kasubag Umum KPU Pati Sugeng santosa mengatakan, jika pihaknya masih menunggu datangnya surat suara yang sampai sejauh ini […]

expand_less