Breaking News
light_mode

Gus Mus dan Kisah Proposal untuk Pejabat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 14 Agu 2021
  • visibility 209

 

Ilustrasi Gus Mus bersama Mbah Moen/ @islamsantuy

Oleh KH Yahya Cholil Staquf

“Abahmu pernah rasan-rasan,
kepingin merenovasi langggar”, kata paman saya, Kyai Mustofa Bisri, “tapi
sampai meninggalnya belum kesampaian”.

Saya tercenung. Itu bukan
kalimat sharih, tapi mafhumnya jelas: perintah. Dan perintah yang musykil.
Betapa tidak? Saya tidak punya uang. Dan saya bukan profesional dalam bidang
tertentu yang dapat menghasilkan uang –saya baru saja “memensiunkan diri” dari
profesi politik dan belum menemukan profesi penggantinya.

Hanyut dalam cara berpikir
yang “normal” dari seorang “gus kontemporer” seperti saya, segera muncul dalam
benak saya gagasan untuk mencari bantuan dari sumber-sumber yang paling populer
di kalangan pondok pesantren dewasa ini, yaitu para aktor pemangku kepentingan
politik, khususnya pejabat-pejabat pemerintahan. Dan saya merasa punya
keunggulan dalam hal itu, mengingat saya pernah aktif dalam politik hingga ke
puncak arena permainannya (menjadi Juru Bicara Presiden).

Maka segera pulalah saya
kerjakan persiapan yang lazim: menyusun proposal dan surat permohonan bantuan
dengan alamat kontak-kontak politik yang saya miliki di kalangan pejabat
pemerintahan. Di bagian bawah proposal dan surat-surat permohonan itu saya
sediakan ruang untuk tanda tangan paman saya: K.H. A. Mustofa Bisri. Pikir
saya, ketokohan paman saya jelas punya harga mahal untuk “dijual”. Saya suruh
salah seorang sepupu yang telah saya tunjuk sebagai Ketua Panitia untuk
menindaklanjuti dokumen-dokumen itu, termasuk meminta tanda tangan dari paman
saya kemudian mengirim ke alamat-alamat yang telah saya tentukan daftarnya.

Satu-dua hari tanpa
laporan, saya pikir urusan sudah beres. Tinggal tunggu jawaban. Yang datang
kemudian adalah undangan untuk “berkumpul di rumah paman saya” selepas ‘isya.
Tak ada informasi untuk keperluan apa. Saya hanya menduga, paman saya hendak
mengadakan manakiban untuk suatu hajat tertentu, entah apa.

Agak terlambat saya datang,
di ruang tamu telah hadir kyai-kyai dan ustadz-ustadz yang mengajar di
pesantren kami, beserta seluruh jajaran Pengurus Pondok, lengkap. Paman saya
sendiri belum keluar. Saya segera merasa aneh ketika saya dapati, tak seorang
pun yang hadir mengetahui keperluan pertemuan malam itu. Tak ada pula
suguhan-suguhan khusus seperti lazimnya orang punya hajat. Sepupu saya, Si
Ketua Panitia, yang ditugasi menyampaikan undangan pertemuan, hanya
“embah-embuh”. Malah bolak-balik keluar-masuk ruangan, seperti sibuk ini-itu,
tapi tak jelas urusannya. Sejurus-dua-jurus kami menunggu, barulah paman saya
muncul. Perasaan aneh menghebat, diikuti ketegangan, melihat raut muka paman
saya tidak seperti biasanya. Setahu saya, paman saya senantiasa memperlihatkan
wajah cerah setiap menemui tamu. Kecuali malam itu. Wajahnya muram. Jelas-jelas
menampakkan kegusaran. Semua yang hadir menyadari ketidaklaziman itu sehingga
ketegangan pun merata.

Setelah duduk, tanpa
didahului basa-basi maupun bacaan fatihah untuk membuka pertemuan, paman saya
langsung meluncurkan kalimat-kalimat tajam, jelas-jelas ditujukan kepada saya.
Seandainya saya tidak mengenal beliau, pasti saya ketakutan setengah mati.
Ketakutan yang jelas tampak pada wajah-wajah mereka yang hadir. Seorang
pengurus pondok bahkan kelihatan amat menderita karena ngampet semaput.

Tapi saya kenal betul paman
saya ini. Saya sudah hafal segala kasih-sayangnya. Maka yang lantas mengembang
di hati saya adalah gairah belajar yang khusyu’.

“Jangan sembarangan mencari
uang!” kata paman saya. Iramanya datar, tapi nadanya tajam menusuk. Semua orang
menunduk.

“Kalau cuma pengen bangunan
pondok yang bagus-bagus, ngapain nunggu awakmu?” kata beliau lagi, “apa dikira
yang punya kenalan pejabat-pejabat di sini baru awakmu? Abahmu dan embahmu
tidak? Kalau mau uangnya pejabat, dari dulu juga bisa!”

Terus terang, saya
tercekat. Yang ini melubangi jantung saya betul. Embah saya, Kyai Bisri Mustofa,
adalah syuriyah NU dan anggota Konstituante, kemudian anggota MPR hingga
meninggalnya; ayah saya, Kyai Cholil Bisri, Wakil Ketua Dewan Syuro DPP PKB dan
Wakil Ketua MPR RI hingga meninggalnya; saya cuma kecoak dihadapan mereka. Saya
kian tunduk melipat punggung. Ruangan membeku. Pikiran saya galau. Tak sempat
lagi saya mengingat untuk mengecek, apakah pengurus pondok yang tadi itu sudah
semaput atau belum.

“Teman-teman itu sendiri
(maksud saya, pejabat-pejabat itu) yang menawari kok, Paklik”, saya nyeletuk.
Suara saya mengambang. Tak jelas tujuannya. Mungkin sekedar usaha mencairkan
kebekuan. Tapi sia-sia.

“Mereka menawari karena
punya kepentingan!” sergah paman saya. Saya kehilangan semua kata-kata.

“Embahmu dan abahmu tidak
pernah mementingkan bangunan”, beliau melanjutkan, “yang penting barokah. Jadi,
hati-hatilah mencari uang. Tak ada gunanya punya macam-macam kalau tidak
barokah”.

Paman saya merogoh saku.

“Nih”, katanya, lalu
menyodorkan sebuah buku kecil: buku tabungan, “itu uangku sendiri, kucari-cari
sendiri, kukumpul-kumpulkan sendiri. Halal. Pakai itu!”

Paman saya berdiri,
menyingkap gorden pembatas ruang tamu lebar-lebar. Dibalik gorden itu meja makan
penuh hidangan.

“Ayo makan! Makan!”

Saya pastikan, semua orang
menghela napas lega. Saya intip buku tabungan itu, isinya 150 juta rupiah. Saya
menelan ludah. Perkiraan ongkos bangunan yang akan saya bikin mencapai lebih
dari 800 juta. Ya sudahlah, pikir saya, bagaimana nanti saja. []

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Manfaatkan Kebijakan Outing Class Lokal, Anggota DPRD Pati Dorong Pemkab Genjot Pengembangan Wisata

    Manfaatkan Kebijakan Outing Class Lokal, Anggota DPRD Pati Dorong Pemkab Genjot Pengembangan Wisata

    • calendar_month Sen, 1 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.548
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati dari Fraksi PKB, Kastomo, menggarisbawahi bahwa peningkatan kualitas sarana dan prasarana menjadi syarat mutlak dalam memajukan sektor pariwisata daerah. Hal ini dinilai sangat mendesak seiring diterapkannya kebijakan pemerintah daerah yang mengarahkan kegiatan belajar di luar kelas atau outing class agar dilaksanakan di destinasi wisata dalam […]

  • Santunan Difabel, Yatim, dan Dhuafa dalam Gebyar PKH

    Santunan Difabel, Yatim, dan Dhuafa dalam Gebyar PKH

    • calendar_month Ming, 26 Jan 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Plt Bupati Kudus Hartopo  KUDUS – Gebyar Program Keluarga Harapan (PKH) membawa kegembiraan. Setidaknya bagi para dhuafa, anak yatim dan penyandang disabilitas. Mereka mendapat santunan yang diserahkan langsung oleh Plt Bupati Kudus Hartopo di Lapangan Merdeka Desa Klaling, Jekulo. Minggu (26/01/2020). Sebanyak 40 Dhuafa, 27 anak yatim dan 5 penyandang disabilitas menerima bantuan sosial dari […]

  • Ajak Disiplin Melalui Upacara

    Ajak Disiplin Melalui Upacara

    • calendar_month Rab, 10 Okt 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 225
    • 0Komentar

    PATI – Koramil 05 Jakenan menyambangi SD N Plosojenar kemarin. Kedatangan para prajurit negara ini, untuk memperkuat jalinan komunikasi antara koramil dengan pihak sekolah. Selain itu para prajurit ini juga mengajarkan kedisiplinan kepada para siswa melalui kegiatan upacara bendera. Koramil 05 Jakenan Kapten Kav Sukandar melalui Babinsa Serda Supatmo mengatakan, kegiatan upacara bendera yang rutin […]

  • Pemain Persiku Kudus (jersey merah muda) saat melakoni uji coba melawan Persela Lamongan.

    Inilah Jadwal Lengkap Pertandingan Persiku Kudus di Liga 2 2024/2025 Bulan September 

    • calendar_month Sel, 3 Sep 2024
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 274
    • 0Komentar

      OLAHRAGA – Jangan sampai ketinggalan,inilah jadwal lengkap pertandingan Persiku Kudus di Liga 2 tahun 2024/2025 bulan September. Akan ada 4 pertandingan yang dimainkan tim Macan Muria. Dengan rincian 2 pertandingan kendang an 2 pertandingan tandang. Pertandingan pertama anak asuh coacg Sudirman akan menghadapi Nusantara United di Stadion Kebo Giro Boyolali. Di pekan kedua akan […]

  • DPRD Pati Tekankan Pentingnya Pembinaan PKL Berdasarkan Perpres

    DPRD Pati Tekankan Pentingnya Pembinaan PKL Berdasarkan Perpres

    • calendar_month Sel, 31 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.892
    • 0Komentar

    PATI – Alun-Alun Kembangjoyo yang berlokasi di Jalan Kembangjoyo, Kelurahan Klegen, Kecamatan Kalidoro, Kota Pati, dibangun Pemerintah Kabupaten Pati untuk menampung para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang harus direlokasi dari zona merah. Zona merah tersebut mencakup Alun-Alun Simpanglima Pati serta beberapa jalan protokol lainnya. Sebelumnya, para PKL yang direlokasi ini ditempatkan di kawasan Perhutani Pati […]

  • Ketua Sementara DPRD Pati Ingatkan Warga Tak Kepincut Calo CPNS

    Ketua Sementara DPRD Pati Ingatkan Warga Tak Kepincut Calo CPNS

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 262
    • 0Komentar

    PATI – Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2024 di Kabupaten Pati telah resmi ditutup. Tercatat 71 formasi tersedia, dengan 50 formasi untuk tenaga teknis dan 21 formasi untuk tenaga kesehatan, khususnya dokter. Menanggapi animo masyarakat yang tinggi terhadap seleksi CPNS, Ali Badrudin, Ketua Sementara DPRD Kabupaten Pati, mengingatkan masyarakat untuk tidak tergiur dengan […]

expand_less