Breaking News
light_mode

Wisata Sejarah Belasan Gua Jepang di Pegunungan Patiayam

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 14 Agu 2021
  • visibility 365

 

Seorang warga sedang mencoba masuk ke salah satu Gua Jepang di Pegunungan Patiayam, Terban Kudus

Destinasi
wisata sejarah di Kabupaten Kudus terus bertambah. Baru-baru ini ditemukan
belasan gua Jepang di kawasan Pegunungan Patiayam.

KUDUS – Desa Terban
Kecamatan Jekulo belum lama ini telah ditemukan sebanyak 15 gua peninggalan
Jepang yang berlokasi di bawah perbukitan sekitaran Pegunungan Patiayam.

Penemuan ini membuat
Pemerintah Desa Terban terus menggali dan mengembangkan potensi wisata yang ada
di sekitarr Pegunungan Patiayam, khususnya wisata sejarah. Salah satu penemuan
gua Jepang terletak di sisi Utara bukit Cangkaraman.

Lokasi gua yang lebih
tepatnya berada di sekitaran lahan pertanian warga, untuk menuju lokasi Gua,
setidaknya dibutuhkan waktu tempuh kurang lebih 20 menit melewati jalanan
kontur menanjak berbatu.

Memiliki pintu masuk lebar
sekitar 2 meter, panjang pintu masuknya sekitar 7 meter, dan lebar gua kurang
lebih 5 meter. Sementara ketinggian gua hanya berkisar 60 sentimeter. Gua
peniggalam Jepang ini berfungsi untuk beberapa hal antara lain, untuk mengintai,
menyimpan logistik, dan menyiapkan personil, kata Supeno Kepala Desa Terban.

Supeno menjelaskan, hampir
semua gua Jepang yang berada di Bukit Cangkraman punyai pola yang sama.
Bentuknya kotak dan kedalamannya menyerupai huruf T.

Dari beberapa gua Jepang
yang ditemukan, ada 1 gua yang sedikit berbeda karakternya, yaitu gua memiliki
panjang 1 meter dengan kedalaman setengah meter dan memiliki kontur berair,
lokasinya dekat dengan Surau Ghondang Pandean, sehingga air tersebut
dimanfaatkan untuk fasilitas Surau.

”Gua Jepang punya struktur
kotak dan dalamnya T. Ini ada gua tembus namun tengah kami cari,” jelasnya
Supeno.

Beberapa gua keberadaanya
masih belum ditemukan, karena tertutup oleh lahan pertanian milik warga. Ada
yang tertimbun kebun pisang, namun keberadaannya masih bisa terdeteksi dengan
kemunculan mulut gua yang sedikit tertimbun oleh tanah.

”Kawasan Desa Terban
dulunya untuk bergerilya dan hutan. Jika ditarik dalam kearifan lokal Terban
merupakan eranya Mbah Ronggo Kusuma,” kata Supeno.

Selain ditemukannya gua
Jepang beberapa waktu lalu, kawasan Patiayam memang dikenal sebagai lokasi
penemuan fosil purba. Temuan fosil tersebut disimpan di Museum Patiayam.
Jenisnya bermacam-macam, mulai dari gading gajah purba hingga binatang lautnya.

Supeno berharap, dengan
ditemukan gua Jepang ini masyarakat Desa Terban mampu mengelola menjadi
pontensi wista baru, dan bisa dijadikan tambahan pemasukan warga sekitar.
Karena selama ini masih jarang dimanfaatkan oleh warga sekitar, tetapi malah di
memanfaatkan sebagian warga untuk tempat ritual. (nir)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Pilgub PKS Panaskan Mesin, Dukung Penuh Dirman-Ida

    Jelang Pilgub PKS Panaskan Mesin, Dukung Penuh Dirman-Ida

    • calendar_month Sab, 3 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 330
    • 0Komentar

    DILANTIK : Tim pemenangan untuk pasangan Sudirman Said dan Ida Fauziyah dikukuhkan di Rumah Khidmat berbarengan dengan agenda Rakerda DPD PKS Kabupaten Pati sore kemarin. Lingkar Muria, PATI – Jelang pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Tengah pada pertengahan tahun mendatang, DPD PKS Kabupaten Pati turut memanaskan mesin partai untuk memenangkan pasangan nomor urut dua Sudirman Said […]

  • Enam Kisah Mencari Kejernihan Kendeng

    Enam Kisah Mencari Kejernihan Kendeng

    • calendar_month Ming, 28 Mar 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 296
    • 0Komentar

      Film dokumenter Ayat-Ayat Kendeng yang Tak Dikabarkan LATAR Film ini sebenarnya sudah dirancang sejak akhir 2015, dengan tujuan untuk memotret kondisi ekologis dan sosiologis Kendeng secara lebih utuh. Proses awal pun sudah dimulai pada Juli 2016, saat secara sederhana mendokumentasikan pawai lingkungan dan penanaman seribu pohon oleh para pegiat lingkungan di Tambakromo dan sekitarnya. […]

  • Sempatkan Senam Jaga Kesehatan

    Sempatkan Senam Jaga Kesehatan

    • calendar_month Sab, 27 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 331
    • 0Komentar

    DOKUMEN PRIBADI Fanny Pristiarianty Kesibukan sebagai customer service di sebuah rumah sakit besar di Semarang, ternyata tak membuat Fanny Pristiarianty malas memperhatikan kondisi tubuhnya. Perempuan asli Pati yang lahir di Jayapura, 28 Juni 1991 ini di sela kesibukannya, tetap mengagendakan olahraga, terutama senam.  ”Meski sibuk kesehatan tetap saya utamakan. Untuk itu saya mengagendakan untuk rutin […]

  • Haul Masyayih PIM Mujahidin Bageng Santuni Puluhan Anak Yatim dan Dhuafa

    Haul Masyayih PIM Mujahidin Bageng Santuni Puluhan Anak Yatim dan Dhuafa

    • calendar_month Ming, 20 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 253
    • 0Komentar

      Kegiatan santunan yatim dan dhuafa di PIM Mujahidin Bageng Gembong Pati PATI – Puluhan anak yatim serta dhuafa tersenyum lebar, mendapat santunan yang diberkan Yayasan Perguruan Islam (YPI) Monumen Mujahidin Bageng, Sabtu (19/11/2022). Santunan digelar di Lantai 2 Gedung MTs PIM Mujahidin, Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati.  Santunan terhadap anak yatim dan dhuafa […]

  • Pemkab Pati Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi

    Pemkab Pati Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi

    • calendar_month Ming, 18 Jan 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.702
    • 0Komentar

    PATI – Mengingat dampak luas bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang telah melanda wilayah Kabupaten Pati sejak 9 Januari 2026, Pemerintah Kabupaten Pati telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana. Dilansir dari situation report terbaru per 18 Januari 2026, bencana tersebut telah memengaruhi 12 kecamatan, yaitu Dukuhseti, Juwana, Pati, Jakenan, Gabus, Wedarijaksa, […]

  • Reahana Arsa Kamila: Bintang Muda Pencak Silat yang Bersinar di Kids Championship 2024

    Reahana Arsa Kamila: Bintang Muda Pencak Silat yang Bersinar di Kids Championship 2024

    • calendar_month Sen, 12 Agu 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 308
    • 0Komentar

    JEPARA – Pendopo Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, menjadi saksi ajang kejuaraan pencak silat anak, Kids Championship 2024, yang berlangsung pada Minggu (11/8/2024). Atlet-atlet pencak silat dari sekabupaten Jepara turut ambil bagian dalam kompetisi ini, memperlombakan kategori Seni Tunggal Tangan Kosong Putra/I, Seni Tunggal Senjata, dan Kicking Speed Putra/I. Prestasi gemilang diraih oleh Reahana Arsa Kamila […]

expand_less