Breaking News
light_mode

Madrasah di Pati Tolak Makan Bergizi Gratis Saat Ramadan: Jaga Ibadah Santri dari ‘Mokel’

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
  • visibility 2.610

PATI – Sejumlah madrasah terkemuka di Kabupaten Pati secara resmi mengumumkan penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus selama bulan suci Ramadan. Keputusan ini, yang diambil oleh beberapa lembaga pendidikan agama di bawah naungan yayasan besar seperti Salafiyah Kajen dan Al Ma’ruf Hadiwijaya/PGIP Kajen, bukanlah penentangan terhadap program pemerintah secara umum, melainkan sebuah sikap proaktif untuk menjaga kualitas ibadah puasa para santri dan siswa.

Program MBG, yang biasanya menyediakan makanan basah siap santap, selama Ramadan diubah menjadi paket makanan kering yang lebih tahan lama, dengan jadwal pembagian tetap di pagi hingga menjelang Zuhur. Ini dimaksudkan agar makanan dapat dinikmati saat berbuka puasa.

Tomy Roisun Nasih, Ketua Yayasan Al Ma’ruf Hadiwijaya Kajen, menjelaskan latar belakang keputusan ini. Berdasarkan pengalamannya bertahun-tahun sebagai pendidik, godaan untuk membatalkan puasa (mokel) seringkali muncul dari keisengan atau kesempatan, bukan karena kebutuhan mendesak.

“Sebagai guru yang dekat dengan murid, saya sering mengecek satu per satu saat Ramadan. Banyak anak yang jujur bercerita bahwa mereka terkadang tergoda ‘mokel’ saat pulang sekolah. Bayangan kami, jika anak-anak pulang sambil menenteng paket makanan (MBG), ini bisa menjadi pemicu mereka untuk tidak menyempurnakan puasanya di jalan,” ujar Gus Tomy, saat dikonfirmasi, Senin (23/2/2026).

Langkah PGIP Hadiwijaya ini, lanjut Gus Tomy, berlandaskan kaidah fikih yang kuat, yaitu:

دَرْءُ الْمَفَاسِدِ أَوْلَى مِنْ جَلْبِ الْمَصَالِحِ

(Menolak kerusakan/kemafsadatan harus lebih diutamakan daripada mengambil kemaslahatan).

Gus Tomy menekankan bahwa meskipun tujuan MBG sangat baik untuk gizi anak (maslahah), namun risiko terjadinya pelanggaran syariat, yakni pembatalan puasa tanpa udzur, dianggap sebagai kemafsadatan yang lebih besar.

“Kekhilafan atau kemaksiatan terkadang timbul karena adanya kesempatan. Kami tidak ingin anak-anak terjebak pada hal sepele yang justru merusak pahala ibadah mereka. Menjaga amanah orang tua untuk mendidik karakter dan spiritualitas anak adalah prioritas kami selama bulan suci ini,” imbuh Ketua MWCNU Margoyoso ini.

Yayasan menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat sementara, hanya berlaku selama Ramadan, dan PGIP Hadiwijaya tetap berkomitmen mendukung program pemerintah lainnya.

“Setelah Ramadan usai, kami akan tetap menerima dan menjalankan program Makan Bergizi Gratis seperti biasa tanpa ada masalah. Ini murni soal momentum penjagaan ibadah di bulan puasa,” tegas Gus Tomy.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Yayasan Salafiyah Kajen Pati, KH Ubaidillah Wahab, mengonfirmasi keputusan serupa demi menjaga kekhusyukan ibadah siswa dan mencegah praktik “mokel” di lingkungan sekolah.

“Iya (tidak menerima selama Ramadan) untuk menjaga supaya ibadah Ramadan-nya tidak terganggu dengan MBG. Agar tak membatalkan puasa,” ujarnya.

Kebijakan ini berlaku untuk seluruh tingkatan sekolah di bawah naungannya, dari RA hingga MA/SMK.

“Kalau ada yang mblelo ya itu urusannya sendiri. Karena kami tak bekerja sama dengan SPPG mana pun (selama Ramadan),” tutur KH Ubaidillah.

Ia juga menjelaskan kendala jika pembagian MBG dilakukan sore hari menjelang berbuka puasa, mengingat jam operasional madrasah yang hanya sampai siang.

“Kalau sore siapa nanti karena madrasah itu pulangnya tidak sampai sore. Tidak ada saran saya. Yang penting di yayasan kami terjaga baik ibadah puasanya. Namanya madrasah basic-nya Ponpes,” tutur dia.

Dengan demikian, sekitar 3.000 siswa di bawah naungan Yayasan Salafiyah Kajen tidak akan menerima paket MBG selama Ramadan.

“Totalnya ada kurang lebih hampir 3.000 siswa,” ucapnya.

Menanggapi hal ini, Korwil MBG Wilayah Pati, Ahmad Khoirul Basar, menyatakan bahwa penolakan ini merupakan hak pihak sekolah.

”Itu kan kebijakan sekolah, karena libur. Boleh saja bila ada penolakan selama Ramadan khawatir batalnya anak-anak itu diperbolehkan,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Ia menambahkan bahwa hingga kini, pihaknya baru menerima laporan penolakan dari dua yayasan tersebut di wilayah Margoyoso.

”Dari pihak sekolahan membuat surat tak menerima MBG selama Ramadan aja. Di Margoyoso saja,” katanya.

Meskipun demikian, ia memastikan operasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap berjalan untuk sekolah-sekolah yang masih menerima program tersebut.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengejutkan! Sisa Tiga Pertandingan Persijap Rekrut Striker Asing Bekas Sriwijaya FC

    Mengejutkan! Sisa Tiga Pertandingan Persijap Rekrut Striker Asing Bekas Sriwijaya FC

    • calendar_month Rab, 29 Nov 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 250
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persijap Jepara resmi memperkenalkan beberapa pemain barunya di putaran kedua Liga 2 musim 2023/2024 ini. Salah satu yang menjadi sorotan adalah striker asing eks pemain Sriwijaya FC. Sayangnya di atas kertas rekam jejaknya tidak bagus. Pemain asing baru itu adalah Kervens Fils Belfort. Pemain berpostur 186 centimeter ini merupakan pemain berkebangsaan Haiti. Pemain […]

  • Bercita-cita Membangun Masyarakat Desa

    Bercita-cita Membangun Masyarakat Desa

    • calendar_month Kam, 11 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Ema Nur Fadlillah Ema Nur Fadlillah/DOKUMEN PRIBADI Sekarang ini banyak anak muda yang acuh dengan desanya. Namun berbeda dengan Ema Nur Fadlillah. Perempuan kelahiran Pati 6 September 1998 ini malah merasa terpanggil memerhatikan desanya sendiri. Ia merasa galau, jika anak muda enggan bangga dengan desanya. Untuk itu meskipun ia sekarang banyak berkegiatan di luar kota, […]

  • Dugaan Penyelewengan Tanah Bengkok di Kalirejo, Desa Merugi Ratusan Juta Rupiah

    Dugaan Penyelewengan Tanah Bengkok di Kalirejo, Desa Merugi Ratusan Juta Rupiah

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 291
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Polemik pengelolaan tanah bengkok di Desa Kalirejo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, mencuat ke permukaan. Diduga, hasil lelang tanah bengkok selama 16 tahun tidak pernah dilaporkan sebagai Pendapatan Asli Desa (PAD), menyebabkan kerugian desa diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Yatno, seorang petani penggarap lahan bengkok selama 10 tahun, mengungkapkan bahwa ia dan beberapa warga […]

  • Persijap Jamu Persetu di Laga Perdana Liga 3

    Persijap Jamu Persetu di Laga Perdana Liga 3

    • calendar_month Sen, 2 Jul 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 533
    • 0Komentar

    SUMBER FOTO : FACEBOOK PERSIJAP Jepara JEPARA – Liga 3 Nasional sebentar lagi bergulir, Persijap Jepara yang berada di grup 4 Liga 3 Nasional akan mengawali laga dengan menjamu Persatu Tuban pada Minggu (29/7/2018) mendatang di Stadion Gelora Bumi Kartini. Liga 3 Nasional ini akan memakai format tandang kandang, dengan dua putaran. Pada putaran pertama […]

  • Sambut May Day, DPRD Pati Dorong Pemenuhan Hak dan Kesejahteraan Buruh

    Sambut May Day, DPRD Pati Dorong Pemenuhan Hak dan Kesejahteraan Buruh

    • calendar_month Jum, 1 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.234
    • 0Komentar

    PATI – Bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang diperingati setiap 1 Mei, Anggota Komisi A DPRD Pati, Danu Ikhsan HC, menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan dan mendorong terwujudnya kesejahteraan bagi seluruh pekerja di wilayahnya. Menurutnya, perjuangan kaum buruh memiliki makna yang sangat penting dan menjadi pilar utama dalam mewujudkan keadilan sosial […]

  • Rehabilitasi Lahan Kritis Lestarikan Hutan Muria

    Rehabilitasi Lahan Kritis Lestarikan Hutan Muria

    • calendar_month Sen, 21 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 253
    • 0Komentar

      Aksi tanam pohon di kawasan Pegunungan Muria/zacki_fuad JEPARA – Penanaman ratusan bibit pohon dilakukan di kawasan Gunung Muria di Desa Tempur Kecamatan Keling, pada 19-20 Maret 2022 kemarin. Kegiatan ini dilakukan oleh Wahana Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup (Wapalhi) Unisnu Jepara bersama para pecinta alam lainnya. Aksi penanaman pohon ini sebagai bentuk komitmen dalam […]

expand_less