Breaking News
light_mode

Baginda Teladan Sepanjang Zaman

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 16 Sep 2017
  • visibility 290
Istimewa

Oleh : Achmad Ulil Albab
Hari ini kita
dihadapkan dengan tontonan dagelan yang bisa dibilang menjijikkan. Tabrak sana
tabrak sini tak peduli aturan, orang tak lagi punya pegangan. Kira-kira begitu pengamatan saya. Lebih tepatnya hari ini kita selalu dihadapkan dengan sebuah
pernyataan dan kenyataan, bahwa bangsa ini sedang
menghadapi krisis multi dimensional yang akut.
Mulai krisis
figur pemimpin, hingga krisis kepercayaan diri yang telah lama mengendap dalam
pola pikir dan kedalaman hati. Begitu parah krisis yang dihadapi. Akhirnya
bangsa ini tidak jelas jati dirinya di mata dunia.
Lihat saja
ketika musim pemilu, pilkada dan pemilihan pemimpin lainnya. Akan ada transaksi
deal to deal. Suap, sogokan dan serangan fajar mafhum demi melenggangnya
seseorang di kursi pimpinan. Masih tak percaya ? lihatlah Kasus jua beli
jabatan pemda di Klaten yang menyeret nama Bupati Sri Hartini, belum lama ini.
Rakyat disuguhi “keteladanan” yang salah.
Maka jangan
heran manakala hari ini kita melihat keanehan yang menghinggapi setiap lini.
Apa penyebabnya ? sederhana. Kita kehilangan contoh, kalau kata Ki Hajar
Dewantara seharusnya, Ing Ngarsa Sung Tulodho, di depan memberikan
contoh (teladan).
Dalam sebuah
forum maiyah Tafakur Akhir Zaman (2015), Gus Mus menyentil, kalau kanjeng Nabi
memerintahkan Sholat, beliau sudah sholat dulu. Kalau beliau menyuruh
menyayangi istri, ramah dengan tetangga dan seterusnya. Beliau terlebih dahulu
melakukan. Itu yang jarang kita temukan hari ini, untuk menghindari mengatakan
tidak ada. Malah, kata Gus Mus lagi, sekarang itu orang menyuruh ke barat dia
sendiri melangkah ke timur. Apa ndak bingung yang disuruh?
Kalau kita
cermat membaca sejarah baginda nabi. Menghadapi permasalahan semacam itu,
sebagai pimpinan beliau menerapkanstrategi yang cukup sederhana, sesuai dengan
sabdanya Ibda’ Binafsik yang artinya “Mulailah dari diri sendiri
(anda)” dan itu sudah dimulai beliau sendiri. Oleh karena itu sebuah
perubahan struktural tidak akan mungkin terjadi tanpa adanya perubahan
kultural, dan perubahan kultural tidak akan terjadi tanpa adanya perubahan
individual.
Bisa jadi
perubahan individual menjadi titik pokok untuk sebuah perubahan yang lebih
besar, perubahan struktural (bangsa). Menjadi bangsa yang beradab dan berbudaya
tentunya.
Telaga
Keteladanan 
Di tengah
kegalauan kehidupan yang demikian menjemukan itu, kita perlu kembali mendalami
akhlak mulia dan kearifan sikap nabi. Menyelami telaga keteladanan yang jauh
lebih dalam, semisal :  
Tidak memanfaatkan
jabatan. Baginda nabi wafat tanpa meninggalkan warisan material. Jabatan
sebagai pemimpin bagi baginda, bukanlah cara memperkaya diri. Seperti yang
ditampilan sebagian pejabat hari ini. Berderet mobil dan rumah mewah dipajang dengan
pongah.
Integritas.
Integritas menjadi bagian penting dari kepribadian baginda, yang telah
membuatnya berhasil dalam mencapai tujuan risalahnya. Integritas personalnya
sedemikian kuat sehingga tak ada yang bisa mengalihkannya dari apapun yang
menjadi tujuannya.
Sikap
egaliter. Salah satu fakta menarik tentang nilai-nilai manajerial kepemimpinan Nabi,
adalah penggunaan konsep sahabat (bukan murid, anak buah, anggota, rakyat, atau
hamba). Sahabat dengan jelas mengandung makna kedekatan dan keakraban serta
kesetaraan.
Kecakapan
membaca kondisi dan merancang strategi. Model dakwah rahasia yang diterapkan
selama periode Makkah kemudian dirubah menjadi model terbuka setelah di
Madinah, mengikuti keadaan lapangan, tantangan serta serta peluang.
Visioner. Sejumlah
hadits menunjukkan bahwa Rasul SAW. adalah seorang pemimpin yang visioner,
berfikir demi masa depan.Banyak hadits Rasul saw. yang dimulai dengan kata
“akan datang suatu masa”, lalu diikuti sebuah deskripsi berkenaan
dengan persoalan tertentu. Sekian abad berlalu, kini banyak dari deskripsi
hadits tersebut yang telah mulai terlihat nyata.
Terakhir
kesederhanaan, kesederhanaan menjadi trade mark kepemimpinan Rasul saw.Tak
pernah baginda nabi bermewah.  Ini yang
tidak banyak ditampilkan pemimpin hari ini. Pesona akhlak dan sikap baginda
yang demikian itu tentunya mampu menjadi cerminan kita hari ini.
Begitu,
setelah menyelam dalam telaga keteladanan yang jernih dan menyejukkan itu,
pikiran kita akan segar, untuk kembali meniti jalan panjang di dunia yang
berliku dan berbatu. (*) 





  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Dukung Penambahan Bibit Durian di Gunungwungkal, Harap Merata ke Kecamatan Lain

    DPRD Pati Dukung Penambahan Bibit Durian di Gunungwungkal, Harap Merata ke Kecamatan Lain

    • calendar_month Sen, 21 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 324
    • 0Komentar

    PATI – Bantuan 1.500 bibit durian Musang King dan Black Thorn dari PT Jasa Marga dan sembilan anak perusahaannya telah diterima petani di Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati. Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menyambut positif bantuan ini. Beliau menekankan potensi durian Gunungwungkal yang perlu didukung penuh. “Memang di daerah Gunungwungkal berpotensi di bidang durian. […]

  • Polresta Pati Tangkap 6 Pelaku Tawuran Pelajar di Pati

    Polresta Pati Tangkap 6 Pelaku Tawuran Pelajar di Pati

    • calendar_month Sab, 10 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 321
    • 0Komentar

    PATI – Polresta Pati berhasil meringkus enam pelaku tawuran pelajar yang terjadi di Jalan Raya Pati-Gembong pada Jumat (9/5/2025) siang. Kasat Reskrim Polresta Pati, AKP Heri Dwi Utomo, mengungkapkan hal tersebut dalam keterangan pers Jumat malam (9/5/2025). Tawuran yang terjadi sekitar pukul 12.05 WIB di depan showroom mobil “Mitra Mobilindo,” Desa Muktiharjo, Kecamatan Gembong, mengakibatkan […]

  • Piala Soeratin U-17 Jawa Tengah 2021 Diikuti 29 Tim

    Piala Soeratin U-17 Jawa Tengah 2021 Diikuti 29 Tim

    • calendar_month Ming, 5 Des 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 309
    • 0Komentar

      Kompetisi sepakbola usia muda Piala Soeratin U-17 kembali hadir tahun ini. Ajang ini bakal menjadi panggung bakat-bakat muda di seluruh pelosok Jawa Tengah untuk unjuk gigi. Sekaligus bisa menjadi jalan menapaki karir profesional sepakbola. SEMARANG – Sebanyak 29 tim dipastikan turut serta di ajang Kompetisi Piala Soeratin U17 Asprov PSSI Jateng 2021. Kompetisi ini […]

  • DPRD Pati Dorong Pemkab Serius Garap Sektor Pertanian untuk Ketahanan Pangan

    DPRD Pati Dorong Pemkab Serius Garap Sektor Pertanian untuk Ketahanan Pangan

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 326
    • 0Komentar

    PATI – Komisi B DPRD Kabupaten Pati mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk lebih serius dalam menggarap sektor pertanian demi mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, dalam sebuah pernyataan resmi. Muslihan menyampaikan bahwa program ketahanan pangan yang saat ini menjadi fokus pemerintah daerah diharapkan tidak […]

  • Wakil Ketua DPRD Pati Ingatkan SPPG Jaga Pelaksanaan Program MBG

    Wakil Ketua DPRD Pati Ingatkan SPPG Jaga Pelaksanaan Program MBG

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.730
    • 0Komentar

    PATI – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati, Hardi, mengingatkan agar seluruh Satuan Penyelenggara Program Gizi (SPPG) tidak menganggap remeh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta menjaga agar tidak ada penyalahgunaan anggaran terkait. Peringatan tersebut disampaikan mengingat adanya beberapa keluhan dari masyarakat mengenai kualitas menu MBG yang dinilai belum sesuai dengan standar yang ditetapkan. […]

  • Anggota Dewan Pati Muslihan : Sound Horeg Rawan Konflik di Acara Karnaval Desa, Aturan Harus Jelas

    Anggota Dewan Pati Muslihan : Sound Horeg Rawan Konflik di Acara Karnaval Desa, Aturan Harus Jelas

    • calendar_month Sab, 14 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 401
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menyoroti penggunaan “sound horeg” pada acara karnaval di desa-desa yang dinilai tidak mencerminkan kearifan lokal dan malah menimbulkan keresahan di kalangan warga. “Suara keras ‘sound horeg’ seringkali memicu konflik antarwarga, bahkan berujung pada tindak kekerasan,” ujarnya. “Yang lebih memprihatinkan, dengan adanya ‘sound horeg’ dijadikan kesempatan berpesta bahkan sampai […]

expand_less