Breaking News
light_mode

Tekan Golput KPU Sosialisasi Ibu-ibu

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 4 Mar 2018
  • visibility 191

Lingkar Muria, PATI – Demi sukses penyelenggaraan pilkada serentak pada
Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018, Komisi Pemilihan Umum
(KPU) gencar melakukan sosialisasi-sosialisasi. KPU terus menyasar
kelompok-kelompok di masyarakat hingga tingkat bawah.
Seperti yang dilakukan KPU
Kabupaten Pati melalui Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Dukuhseti. Belum lama
ini, mereka menyasar ibu-ibu anggota Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di
Desa Bakalan Kecamatan Dukuhseti. Ibu-ibu anggota PKK tersebut diberikan
wawasan tentang urgensi memilih pemimpin, serta untuk meningkatkan kuantitas
pemilih dari pemilihan tahun-tahun sebelumnya.
Wawan Hariono, anggota PPK
Dukuhseti mengungkapkan, upaya menjangkau kelompok ibu-ibu tersebut menurutnya
lebih efektif. Sebab diharapkan, pada sosialisasi tentang Pilgub Jawa Tengah
ini akan sampai juga pada anggota keluarga yang di rumah.
”Kami terus berusaha menekan angka
golput itu, caranya dengan mensosialisasikan langsung Pilkada Serentak ini
dengan berbagai sasaran. Diantaranya dengan mendatangi ibu-ibu,” terang Wawan
Hariono.
Menurutnya, jika seorang ibu sudah
sadar akan pentingnya memilih, maka mereka akan mengajak anggota keluarga yang
lain, untuk berpartisipasi juga memberikan suaranya. Pada kesempatan
sosialisasi ini, PPK Dukuhseti menyampaikan beberapa hal.
Diantaranya yaitu, sosialisasi tentang
dua pasang kontestan yang akan merebut kursi Jawa Tengah satu, dan juga waktu
pelaksanaan pencoblosan pada pilkada serentak peretengahan tahun ini.
Salah satu peserta sosialisasi
Pilgub Jawa Tengah, Latifatun Nikmah mengakui, di kalangan masyarakat bawah,
mereka masih minim seputar informasi dan juga kesadaran mengenai memilih
pemimpin.
”Sebagian banyak yang apatis. Tak
ada gunanya ikut mencoblos. Bahkan, ada pula yang mengatakan, apa gunanya
mencoblos, terlebih pada akhirnya kita tidak dapat apa apa. Itu lazim didengar
di kalangan masyarakat awam utamanya,” terang perempuan yang menjadi Ketua Tim
Penggerak PKK Desa Bakalan tersebut.
Melihat hal tersebut, tentu menunjukkan
masyarakat masih banyak yang belum memahami secara penuh tentang pemilihan.
Jika tak ada sentuhan secara langsung ke bawah, bisa saja angkat golput bisa
meningkat pesat. (has)
 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komite Seni Budaya Nusantara Jepara Dikukuhkan, Jadi Harapan Kemajuan Kebudayaan

    Komite Seni Budaya Nusantara Jepara Dikukuhkan, Jadi Harapan Kemajuan Kebudayaan

    • calendar_month Sab, 3 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 167
    • 0Komentar

    JEPARA – Wakil Bupati Jepara, Dian Kristiandi dilantik menjadi Ketua Umum Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Kabupaten Jepara, Jumat (2/11/2018) di Pendapa Kabupaten Jepara. Dian dilantik langsung oleh Ketua Harian KSBN Jawa Tengah Teguh Supriyanto. Setelah Komite Seni Budaya Nusantara itu dibentuk, diharapkan bisa menjadi jalan kemajuan seni budaya di Kabupaten Jepara. Bupati Jepara Ahmad […]

  • Tiga Putra Daerah Merapat

    Tiga Putra Daerah Merapat

    • calendar_month Sab, 10 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 391
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Para pesepakbola Pati yang sebelumnya berkarir di luar daerah mulai mengikuti latihan pembentukan tim Persipa sore kemarin di Stadion Joyokusumo. Mereka bergabung dengan pemain hasil seleksi pekan lalu. Mereka adalah Ragil Putut Widodo eks Persijap Jepara yang berposisi sebagai pemain depan, Joko Purwanto eks Persikaba Blora pemain tengah, dan Dwi Cahyono […]

  • Hendak Tawuran, Puluhan Warga PSHT Diamankan Polres Karanganyar Jawa Tengah

    Hendak Tawuran, Puluhan Warga PSHT Diamankan Polres Karanganyar Jawa Tengah

    • calendar_month Ming, 25 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 168
    • 0Komentar

      Aparat Polres Karanganyar mengamankan warga PSHT yang hendak tawuran. Aparat Polres Karanganyar bertindak cepat, menangani gerombolan anak muda yang diduga hendak melakukan tawuran. KARANGANYAR – Puluhan warga Perguruan Setia Hati Terate (PSHT) diamankan jajaran Polres Karanganyar. Warga PSHT tersebut diamankan  saat sedang melakukan konvoi di pintu barat obyek wisata Sondokoro Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar, […]

  • Polresta Pati Selidiki Kasus Penusukan Ibu Muda di Desa Jepalo, Autopsi Dilakukan

    Polresta Pati Selidiki Kasus Penusukan Ibu Muda di Desa Jepalo, Autopsi Dilakukan

    • calendar_month Kam, 5 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 202
    • 0Komentar

    PATI – Tragedi memilukan terjadi di Desa Jepalo, Gunungwungkal, Pati, saat seorang ibu muda, SU (24), meninggal dunia akibat luka tusukan yang dideritanya Peristiwa ini terjadi pada Selasa (3/9/2024), ketika SU diserang oleh tetangganya sendiri, S (32). Korban mengalami luka serius di bagian perut dan langsung dilarikan ke RS KSH Tayu untuk mendapatkan perawatan intensif. […]

  • Head to head Persijap vs Persipa Pati masih imbang sejauh ini di kompetisi resmi Iiga 2.

    Prediksi Derbi Muria : Persipa Lebih Dijagokan Menang

    • calendar_month Jum, 10 Nov 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Head to head Persijap vs Persipa Pati masih imbang sejauh ini di kompetisi resmi Iiga 2.

  • Angkat Kearifan Lokal dengan Batik

    Angkat Kearifan Lokal dengan Batik

    • calendar_month Jum, 6 Apr 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Batik khas produksi dari Kecamatan Winong, cukup diminati banyak pengunjung. Hal itu terlihat dari ramainya stand penjualan di arena upacara pembukaan TMMD di Desa Godo Kecamatan Winong Rabu (4/3/2018). Batik yang berasal dari Desa Winong tersebut, memiliki sisi keunikan yang khas diantara batik lainnya. Tri Widayati, owner Batik Tulis khas Winong […]

expand_less