Breaking News
light_mode

Alif Silfia Luthfiyah, Juara 3 AKSI Indosiar, Cita-cita Jadi Bu Nyai

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 11 Mei 2022
  • visibility 355

  

Alif berhasil menjadi juara ke-3 dalam ajang AKSI Indosiar tahun 2022


Alif masih tidak menyangka bakal bisa tampil di ajang pencarian bakat Akademi Sahur Indonesia (Aksi) di stasiun televisi swasta nasional Indosiar. Santri asal Pucakwangi ini berhasil tampil memukau hingga babak final dan berhasil menjadi juara ke-3 AKSI Indosiar tahun 2022 ini.

Alif masih belum menyangka akhirnya dirinya lolos di panggung AKSI Indosiar. Sebab, dara asal Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati itu menganggap bahwa AKSI berisi orang-orang hebat dari seluruh Indonesia. Dirinya masih tak menyangka mampu lolos menjadi 24 besar.

Alif mengaku persaingannya sangat ketat. Semua peserta memiliki ciri khas dan dukungan yang luar biasa dari masyarakat.

Meski begitu, Alif sangat bersyukur mampu lolos sampai ke Jakarta. Ia menyatakan bahwa AKSI Indosiar merupakan panggung yang diidam-idamkan sejak lama. Alif selama ini terus berjuang di berbagai kompetisi daerah hingga nasional untuk menempa diri. Hasilnya, kini ia bisa menjadi kontestan di salah satu kompetisi dakwah paling populer itu.

Alumnus Universitas Sains Al-Qur’an Wonosobo itu juga mengaku juga harus mengorbankan beberapa hal. Alif, misalnya, harus bergadang bermalam-malam untuk menyiapkan materi, berulang kali merekam video kompetisi, hingga rela tidak pulang kampung selepas wisuda agar persiapannya lancar.

“Saya niatkan semuanya untuk belajar. Alhamdulillah saya mampu mengambil banyak hikmah sekaligus berkompetisi di AKSI 2022 ini,” katanya.

Alfi sendiri telah terdidik sejak kecil dalam hal pendidikan agama. Pendidikan dasarnya ditempuh di MI Nahjatul Faizin Kepohkencono, dilanjutkan ke MTsN 1 Pati, lalu ke MA Raudlatul Ulum Guyangan Trangkil, dan melanjutkan ke bangku kuliah di UNSIQ Wonosobo. 

Gadis kelahiran 1998 ini juga tercatat sebagai santri berprestasi. Dia menjadi langganan juara MTQ baik di tingkat kabupaten, dan provinsi. Hingga menjadi juara murrotal Qur’an tingkat nasional.

Sementara itu bakat dakwah Alif ternyata sudah tampak dan diasah sejak kecil. Menurut ibunya Umi Kalsum, Alif merupakan anak yang pemberani di depan publik. Alif bahkan telah memiliki cita-cita kuat sejak umur enam tahun, yakni menjadi seorang “Bu Nyai”.

“Karena Alif punya keinginanan yang kuat, tentunya saya sebagai ibunya memberikan dukungan terbaik. Saya melatih Alif untuk berpidato sejak belia. Karena saya juga Ketua Ranting Fatayat di desa, kadang saya meminta Alif untuk gantian memberikan sambutan ketika ada acara,” jelas Umi.

Menurutnya lolos di AKSI Indosiar adalah impian terbesar Alif. Ia mengenang betapa Alif telah berjuang di berbagai kompetisi dakwah terutama di kampus. Pertemuan dengan banyak orang baik akhirnya mampu mengantar Alif maju di skena televisi nasional. (Yan)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Begini Alasan Doni (Pemain yang pernah trial di Arsenal) Berlabuh ke Persijap

    Begini Alasan Doni (Pemain yang pernah trial di Arsenal) Berlabuh ke Persijap

    • calendar_month Kam, 22 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, JEPARA – Musim ini Persijap Jepara yang berlaga di Liga 3, mendapat tambahan satu pemain. Tak sembarangan, pemain itu pernah menjalani trial dengan salah satu klub legendaris di Inggris. Arsenal.  Pemain itu bernama Dani Raharjanto. Musim lalu pemain kelahiran Grobogan, 7 Desember 1996 ini memperkuat Laskar Mahesa Jenar PSIS Semarang. Namun dimusim ini […]

  • Eksotis Sekaligus Mistis dulu Petilasan Syeh Siti Jenar (2)

    Eksotis Sekaligus Mistis dulu Petilasan Syeh Siti Jenar (2)

    • calendar_month Ming, 4 Okt 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 156
    • 0Komentar

      Selain eksotis, Pantai Lemah Abang konon juga mistis. Dikisahkan, dulu tempat ini merupakan petilasan dari salah seorang wali yang kontroversial pada zaman walisongo. Namanya Syeh Siti Jenar. ”Cerita-ceritanya begitu. Ada aura mistis. Temenku suatu sore pernah “disasarkan” di tengah hutan karetan, saat hendak ke pantai itu,” kata Ardian Firda Maulida, salah seorang pengunjung dari […]

  • Bupati Kudus saat meninjau pengelolaan sampah.

    Pemkab Kudus dan Pura Group Olah Sampah Jadi Energi Lewat RDF

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 1.812
    • 0Komentar

    KUDUS – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris melakukan peninjauan langsung terhadap proses pengolahan sampah menggunakan metode Refuse Derived Fuel (RDF) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo, Sabtu (31/1/2026). Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kudus dan Pura Group sebagai upaya nyata mengubah persoalan sampah menjadi potensi sumber energi alternatif. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sam’ani […]

  • Desa Jepang Pakis Kudus: Lestarikan Tradisi, Majukan Ekonomi Lokal Lewat Suronan Fest

    Desa Jepang Pakis Kudus: Lestarikan Tradisi, Majukan Ekonomi Lokal Lewat Suronan Fest

    • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 208
    • 0Komentar

    KUDUS – Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, meriah dengan Suronan Fest, tradisi tahunan yang jatuh pada bulan Suro atau Muharram. Lebih dari sekadar pesta rakyat, acara ini menghidupkan kembali nilai sejarah, spiritualitas, dan memberdayakan ekonomi masyarakat setempat. Kepala Desa Jepang Pakis, Sakroni, menjelaskan bahwa Suronan Fest tahun ini dipersembahkan untuk mengenang jasa para […]

  • Komisi D DPRD Pati: Pengusutan Tuntas Kasus Ponpes Ndholo Kusumo Penting Jaga Kepercayaan Masyarakat ke Pesantren

    Komisi D DPRD Pati: Pengusutan Tuntas Kasus Ponpes Ndholo Kusumo Penting Jaga Kepercayaan Masyarakat ke Pesantren

    • calendar_month Jum, 15 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.923
    • 0Komentar

    PATI – Komisi D DPRD Kabupaten Pati mendesak pihak kepolisian untuk mengusut secara tuntas dan menyeluruh kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang menimpa sejumlah santriwati. Peristiwa ini melibatkan oknum pengasuh berinisial AS (51) yang bertugas di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, yang berlokasi di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati. Ketua Komisi D […]

  • Paguyuban BRILinkers Pati Gelar Gathering Rutin untuk Pererat Kemitraan

    Paguyuban BRILinkers Pati Gelar Gathering Rutin untuk Pererat Kemitraan

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 215
    • 0Komentar

    PATI – Paguyuban BRILinkers Pati menggelar acara gathering rutin yang bertujuan untuk mempererat hubungan dan membangun kerjasama antara sesama agen BRILink dan Bank BRI Acara ini juga menjadi wadah untuk berbagi pengalaman serta meningkatkan semangat dan kinerja para agen. Menurut Manajer Bisnis Mikro (MBM) Cabang Pati, Wahyu Cahyaning Dewayani, salah satu narasumber dalam acara tersebut, […]

expand_less