Komisi IX DPR RI Dorong Perguruan Tinggi Aktif Gerakkan Germas di Daerah, Libatkan Peran Mahasiswa
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 54 menit yang lalu
- visibility 99.279

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto
REMBANG – Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengajak seluruh perguruan tinggi untuk berperan aktif dalam mengampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) hingga ke tingkat daerah.
Dorongan ini ditegaskan sekaligus ditandai dengan penandatanganan komitmen pelaksanaan program Germas yang berlangsung di Hotel Pollos, Rembang, pada Minggu (24/5).
Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menyampaikan bahwa kontribusi perguruan tinggi dapat diwujudkan melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian masyarakat.
Bentuk nyata yang bisa dilakukan antara lain melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Tematik maupun kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Menurut Edy, kehadiran para mahasiswa diharapkan dapat menjadi mitra bagi pemerintah daerah dalam memberikan pemahaman dan edukasi kesehatan kepada masyarakat luas, sehingga tujuan dan sasaran program Germas dapat berjalan lebih efektif dan menyeluruh.
“Mahasiswa yang mengikuti program KKN bisa ikut mempromosikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Misalnya edukasi kesehatan hingga membantu masyarakat menciptakan rumah dengan ventilasi dan pencahayaan yang cukup,” ujarnya.
Ia juga menyoroti keberadaan Poltekkes Kemenkes Semarang yang memiliki program studi kesehatan di wilayah Blora sebagai sebuah potensi besar.
Keberadaan kampus tersebut dinilai sangat strategis dan mampu memberikan dukungan signifikan bagi berbagai program pembangunan kesehatan yang dilaksanakan di Kabupaten Rembang.
Sementara itu, Direktur Poltekkes Kemenkes Semarang, Dr. Bejo Santoso, menyambut baik dorongan tersebut dan menegaskan kesiapan pihaknya untuk mendukung penuh program Germas. Fokus utama dukungan ini diarahkan pada upaya penanggulangan dua masalah kesehatan utama, yaitu stunting dan penyakit tuberkulosis (TB).
Bejo menjelaskan bahwa institusinya memiliki sembilan program studi dengan lokasi kampus yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Tengah.
Sejak awal, mahasiswa Poltekkes telah rutin diterjunkan ke tengah masyarakat melalui kegiatan magang maupun KKN tematik di sejumlah daerah yang membutuhkan.
“Kami membantu dalam pengentasan stunting dan TB. Salah satu upaya yang dilakukan melalui program magang mahasiswa termasuk KKN tematik,” kata Bejo.
Pada tahun ini, lanjut Bejo, Poltekkes Kemenkes Semarang telah menugaskan sekitar 700 mahasiswanya untuk turun langsung ke Kabupaten Brebes, yang sebelumnya ditetapkan sebagai daerah dengan angka kasus stunting dan TB yang cukup tinggi atau zona merah.
Lebih lanjut, Bejo membuka peluang luas agar penugasan serupa juga dapat dilaksanakan di Kabupaten Rembang, terutama jika pemerintah daerah setempat membutuhkan dukungan tenaga dan ilmu pengetahuan dalam rangka mempercepat perbaikan derajat kesehatan masyarakat.
“Termasuk Rembang, bila diperlukan kami siap bergabung bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang untuk membantu mencegah stunting dan TB melalui Germas,” pungkasnya.
Editor: Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

