Breaking News
light_mode

Soal Zakat Fitrah, Ternyata Kita Salah Kaprah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 12 Jun 2018
  • visibility 317
ISTIMEWA/HARIAN ACEH


Selama ini kita kerap menyebut zakat berupa bahan makanan pokok di akhir Ramadan dengan sebutan Zakat Fitrah. Padahal menurut beberapa sumber, penulisan serta penyebutan tersebut ternyata keliru. Penyebutan zakat fitrah boleh dikatakan menjadi salah kaprah.
Dikutip dari www.nu.or.id, disebutkan, Zakat fitrah biasa digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menunjukkan zakat bahan makanan pokok yang wajib ditunaikan orang muslim setelah berpuasa Ramadhan hingga pagi sahalt idul fitri. Seharusnya, istilah yang dipergunakan sesuai dengan teks hadits Rasulullah saw adalah kata zakat fitri bukan zakat fitrah. Sebagaimana dalam tiga hadits berikut:
قال النبي صلى الله عليه وسلم صوم شهر رمضان معلق بين السماء والأرض ولايرفع الابزكاة الفطر
Nabi saw bersabda “puasa bulan Ramadhan digantungkan antara langit dan bumi, dan tidak akan diterima (dengan sempurna oleh Allah swt) kecuali dengan zakat fitri.
عن ابن عمر رضي الله عنهما قال: فرض رسول الله صلى الله عليه وسلم زكاة الفطر صاعا من تمر او صاعا من شعير على العبد والحر والذكر والأنثى والصغير والكبير من المسلمين وأمر بها ان تؤدى قبل خروج الناس الى الصلاة
Dari Ibnu Umar ra Rasulullah saw mewajibkan zakat fitri satu sha’ kurma, atau gandum bagi muslim yang hamba dan muslim yang merdeka laki-laki maupun perempuan, baik muslim anak-anak ataupun  orang tua. Dan hendaklah zakat fitrah ditunaikan sebelum orang-orang selesai mengerjakan halat id.
عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: فرض رسول الله صلى الله عليه وسلم زكاة الفطر طهرة للصائم من اللغو والرفث طعمة للمساكين فمن اداها قبل الصلاة فهى زكاة مقبولة, ومن اداها بعد الصلاة فهى صدقة من الصدقات
Dari Ibnu Abbas ra. berkata: Rasulullah saw mewajibkan zakat fitri untuk menyucikan orang yang berpuasa dari perbuatan yang tidak berguna dan ucapan kotor, serta untuk memberikan makanan orang miskin. Maka barang siapa mengeluarkan zakat sebelum shalat id maka itulah zakat fitrah yang terqabul, dan barang siapa yang memberika zakat setelah shalat id maka itu termasuk shadaqah.
Itulah tiga teks hadits Rasulullah saw yang dengan jelas menggunakan kata zakatul fitri. Begitu juga teks-teks dalam kitab dan referensi berbahasa Arab.
Penjabaran ini menjadi penting karena perbedaan penggunaan kedua istilah ini berimplikasi pada perbedaan pemahaman. Kata fitri dalam kalimat zakatul fitri bermakna zakat makanan. Karena makna kata fitri dalam Bahasa Arab serumpun dengan ifthar, futhur dan kata derifasi lainnya yaitu makan, atau berbuka. Hal ini bisa dilihat dari hadits kedua terakhir yang menerangkan bahwa zakat fitri itu berupa satu sha’ kurma atau gandum. Mengapa kurma atau gandum, karena kurma atau gandum merupakan bahan makanan yang dapat digunakan untuk berbuka puasa atau difungsikan sebagai makanan di hari raya idul fitri.
Hal ini diperkuat dengan keterangan hadits ke tiga bahwa zakatul fitri thu’matan lil masakin artinya zakat fitri itu bertujuan untuk memberi makan orang yang miskin. Disinilah hakikat zakat fitri itu (yang kita kenal secara salah kaprah sebagai zakat fitrah), yaitu zakat yang fungsinya memberi (bahan) makanan kepada orang-orang yang berhak di hari raya. Sehingga pada 1 syawal tidak ada orang muslim yang tidak makan karena tidak memiliki bahan makanan, dan karena pada hari itu diharamkan berpuasa.
Oleh karena itulah hari raya setelah Ramadhan di sebut dengan ‘idul fitri yang secara bahasa dapat diartikan dengan kembali berbuka atau kembali bisa makan pagi, setelah satu bulan penuh umat muslim berpuasa Ramadhan.
Keterangan tersebut, sungguh berbeda dengan istilah zakat fitrah yang lazim dimaknai sebagai zakat untuk membersihkan diri umat muslim setelah bulan Ramadhan. Meskipun pemaknaan ini tidak salah tetapi penggunaan makna ini terlalu jauh, pasalnya makna ini merupakan makna kedua yang melangkahi makna pertamanya sebagai zakat makanan’. Ini bisa dilihat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang menghubungkan kata fitrah dengan kesucian. Padahal dalam bahasa Arab tidak ada satu keteranganpun yang menghubungakan fitri dengan suci.
Demikianlah adanya bahasa yang berlaku di masyarakat kita, meskipun salah tetap saja digunakan, dan tidak masalah selama yang terjadi hanya salah kaprah bukan salah paham. 
Memang, biasanya kesalahan semacam ini tidak terlalu subtansial. Tetapi jika berhubungan dengan masalah ibadah hendaknya segera diluruskan. Termasuk diantaranya adalah penyebutan zakat fitri dengan istilah zakat fitrah. (Nu Online/redaksi)
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Andai Sundulan Rakhmatso Berbuah Gol

    Andai Sundulan Rakhmatso Berbuah Gol

    • calendar_month Ming, 2 Feb 2025
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 293
    • 0Komentar

      KAB.BANDUNG – Persijap Jepara nyaris menang dengan sangat dramatis. Namun Laskar Kalinyamat harus puas dengan skor akhir 3-3 saat bertandang ke Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung (1/2) menghadapi PSKC Cimahi. Persijap lebih dulu tertinggal dengan skor 3-0, namun akhirnya dapat menyamakan kedudukan. Di babak pertama Persijap dapat memperkecil kedudukan menjadi 3-2, dan di […]

  • Puluhan sepeda BMX dipamerkan dalam kontes yang digelar di Desa Winong Pati.

    Kontes BMX di Pati, Dorong Anak Hobi Bersepeda

    • calendar_month Ming, 5 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 711
    • 0Komentar

      PATI – Kontes sepeda BMX digelar di Desa Winong Pati, Minggu (5/4). Selain menjadi ajang kreativitas, kegiatan ini juga diharapkan mendorong anak-anak lebih mencintai sepeda dibanding kendaraan bermotor. Suasana meriah kontes sepeda BMX yang digelar di lapangan tertutup bulutangkis Desa Winong, Pati sangat terasa siang itu. Kontes yang berlangsung saat libur akhir pekan ini […]

  • Muslihan Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati

    DPRD Pati Soroti Pentingnya Pupuk Bersubsidi untuk Kemajuan Sektor Perikanan Budidaya

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 359
    • 0Komentar

    Pati – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati terus mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk lebih serius dalam mengembangkan sektor perikanan budidaya. Hal ini mengingat potensi besar yang dimiliki Pati sebagai Kota Mina Tani, dengan garis pantai mencapai 60 kilometer yang sangat mendukung kegiatan perikanan budidaya. Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menekankan pentingnya dukungan […]

  • Anggota DPRD Pati, Muntamah Minta Orang Tua Cek Handphone Anak untuk Cegah Dampak Negatif

    Anggota DPRD Pati, Muntamah Minta Orang Tua Cek Handphone Anak untuk Cegah Dampak Negatif

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 321
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Muntamah, mengingatkan orang tua untuk selalu mengecek Handphone anak. Hal ini bertujuan untuk mengetahui isi yang ada di Handphone anak dan meminimalisir terjadinya hal-hal di luar kendali orang tua. “Walaupun lagi tidak sekolah, anak-anak harus dalam pantauan orang tua,” kata Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini. […]

  • Fraksi Golkar Dorong Pengelolaan SiLPA Pati Secara Transparan dan Akuntabel

    Fraksi Golkar Dorong Pengelolaan SiLPA Pati Secara Transparan dan Akuntabel

    • calendar_month Sen, 21 Sep 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.386
    • 0Komentar

    PATI – Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Pati menyatakan persetujuannya terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Kabupaten Pati Tahun Anggaran 2026 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Kendati menyetujui raperda tersebut, Fraksi Golkar memberikan sejumlah catatan kepada Pemerintah Kabupaten Pati. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pengelolaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) […]

  • Balap Liar di JLS Meresahkan, DPRD Pati Apresiasi Langkah Tegas Aparat

    Balap Liar di JLS Meresahkan, DPRD Pati Apresiasi Langkah Tegas Aparat

    • calendar_month Sen, 27 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.362
    • 0Komentar

    PATI – Aktivitas balap liar yang kerap berlangsung di ruas jalan umum di Kabupaten Pati terus menuai keluhan dari masyarakat. Selain mengganggu kenyamanan, aksi tersebut dinilai sangat berbahaya dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lain, terutama warga yang beraktivitas pada malam hari. “Saya sebagai masyarakat sangat resah, karena aksi balap liar ini kan membahayakan. Apalagi bagi […]

expand_less