Breaking News
light_mode

Menyorot Kondisi Ekologi Muria

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 26 Feb 2020
  • visibility 314

Temuan
Bangkai Macan Tutul “Alarm” Hutan Muria Bermasalah
Ngobrol tentang Muria dan konservasinya

Kursi-kursi di Kafe Wis Go
Ngopi, mulai penuh. Beberapa anak muda asyik ngobrol di satu sudut terpisah. Obrolan-obrolan
kecil membuat hangat malam yang sedang dingin itu (23/2/2020).


Mereka para pegiat
lingkungan, pecinta alam, tukang mendaki gunung. Obrolan tentang kondisi
ekologi Pegunungan Muria serta konservasinya. Mereka merasa prihatin dengan
gunung yang masuk wilayah Pati, Kudus, dan Jepara tersebut.
Peristiwa penemuan bangkai satwa langka
macan tutul di
Desa
Plukaran, Kecamatan
Gembong, belum lama ini, memantik perhatian kalangan pecinta
alam di Kabupaten Pati.
Temuan bangkai itu disebutnya
menjadi
“alarm”
tentang kondisi Muria yang sedang bermasalah.
Dalam resume ngobrol bareng
tersebut, p
eneliti Muria
Research Center (MRC) M Widjanarko menyebut, ada banyak problem yang terjadi di
Pegunungan Muria. Mulai dari eksploitasi sumber daya air untuk kepentingan
jual-beli, penambangan batu dan pasir, alih fungsi lahan, dan juga perburuan.
Lahan di Pegunungan Muria sedang kritis.
Diduga karena adanya pembukaan lahan oleh petani, dengan indikator adanya macan
tutul yang turun. ”Saat ini banyak kebun-kebun warga yang sebetulnya sudah
masuk di kawasan hutan lindung Pegunungan Muria,” kata akademisi dari
Universitas Muria Kudus, pada Minggu malam lalu bersama komunitas pecinta alam
di sebuah warung kopi. Beberapa komunitas yang hadir seperti dari PALUPI,
BOEMI, dan pegiat-pegiat aktivitas pendaki gunung di sekitar Muria.
Obrolan tentang kondisi ekologi Muria
berjalan mengalir. Widjanarko berperan menjadi pemantik obrolan, sekaligus
narasumber.
Selain itu, aktivitas pendakian di Pegunungan
Muria hanya sekadar aktivitas hobi, yang tida jarang berujung pada aksi
vandalisme bahkan pengrusakan. Padahal kegiatan tersebut seharusnya bisa
dibarengi dengan aktivitas pengamatan dan pendokumentasian tentang kondisi alam
Muria.
”Selama ini tidak banyak pemahaman atau
kesadaran tentang apa saja yang sebetulnya menjadi masalah di Pegunungan
Muria,” imbuh pria yang sudah bertahun-tahun meneiliti kondisi alam Pegunungan
Muria ini.

Pemandangan Pegunungan Muria di Desa Medani, Cluwak, Pati

Lebih lanjut, melihat kondisi yang
demikian, komunitas-komunitas serta pegiat lingkungan di Kabupaten Pati
menginginkan sebuah kegiatan belajar bersama. Tentang pendataan dan
identifikasi kondisi alam di Muria. Khususnya yang masuk wilayah Bumi Mina
Tani.
Penting memang membuat sebuah pusat
informasi dan komunikasi untuk pembelajaran bersama tentang biodiversity di
Muria dan upaya pelestariannya. 
”Selama ini beberapa komunitas pecinta
alam di Pati dan pecinta pedaki gunung, sudah sering melakukan kegiatan
pelestarian alam, seperti penanaman pohon di lahan-lahan gundul di Pegunungan
Muria yang kami jumpai. Berdasarkan inisiatif pribadi,”
terang Haris Rubiyanto, salah satu pegiat lingkungan di
Kabupaten Pati.
Namun, dari sejumlah kesaksian, kawasan
Muria sebenarnya masih kaya. Hal itu dibuktikan dengan temuan jejak-jejak satwa
dan tumbuhan langka yang ada. Akan tetapi yang menjadi perhatian adalah main
lama kawasan hutan yang berkurang luasannya, seiring marak pembukaan lahan.
Karena itu perlu membangun kesadaran masyarakat pinggir hutan. (
has)     

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pilihlah Lingkungan Terbaik

    Pilihlah Lingkungan Terbaik

    • calendar_month Jum, 9 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 447
    • 0Komentar

    Banyak dari kita, saya yakin setuju bahwa lingkungan yang baik akan mengantarkan kita menjadi lebih baik. Begitu pula sebaliknya. Maka tidak heran jika para lulusan SMA misalnya, menginvestasikan waktu mereka untuk belajar lebih keras agar diterima di perguruan tinggi terbaik. Atau para orang tua, menyekolahkan anaknya di tempat-tempat yang membuatnya menjadi lebih berkembang. Setiap tempat, […]

  • Sebagian Pemain Utama kembali Perkuat Persijap Jepara Musim 2023

    Sebagian Pemain Utama kembali Perkuat Persijap Jepara Musim 2023

    • calendar_month Sen, 5 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 307
    • 0Komentar

      Para pemain Persijap Jepara mulai latihan untuk liga 2 tahun 2023 JEPARA – Persijap Jepara menatap kompetisi Liga 2 musim 2023 dengan mantap. Saat ini manajemen telah aktif menyiapkan tim tangguh untuk berkompetisi di kasta kedua liga Indonesia itu. Salahudin kembali dipercaya menjadi pelatih kepala Persijap Jepara, begitu juga pelatih kiper Iman Suherman juga […]

  • Usir Bosan dengan Nonton Drakor

    Usir Bosan dengan Nonton Drakor

    • calendar_month Sel, 28 Nov 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Tanti Alesha Biasanya banyak orang menginginkan punya banyak waktu luang, agar hidup terasa santai. Akan tetapi jika waktu luang itu berkepanjangan, tentu akan terasa sangat membosankan bagi siapa saja. Begitu juga yang dialami Tanti Alesha, mahasiswi IPMAFA punya cara sendiri untuk membunuh rasa bosannya itu. ”Saya biasanya banyak menghabiskan waktu luang saya untuk sekedar nonton […]

  • Pilkades di Rembang Surat Suara Dilebihkan Lima Persen

    Pilkades di Rembang Surat Suara Dilebihkan Lima Persen

    • calendar_month Sab, 2 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 282
    • 0Komentar

    CEK SURAT SUARA: Panitia Pilkades Logung, Sumber mengecek surat suara ketika simulasi pencoblosan di Polres Rembang belum lama ini. KOTA – Jumlah surat suara yang didistribusikan ke panitia Pilkades untuk setiap desa dilebihkan lima persen dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT). Hal itu untuk mengantisipasi jika ada surat suara yang cacat. Kasubbag Penataan Pemerintahan Desa, […]

  • Dana Desa di Pati Tahun 2025: Rp 380 Miliar untuk 401 Desa

    Dana Desa di Pati Tahun 2025: Rp 380 Miliar untuk 401 Desa

    • calendar_month Rab, 8 Jan 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 384
    • 0Komentar

    PATI – Kabupaten Pati akan menerima alokasi Dana Desa (DD) sebesar Rp 380 miliar pada tahun 2025 dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Namun, distribusi dana tersebut menunjukkan disparitas yang signifikan antara desa-desa penerima. Desa Pasucen di Kecamatan Trangkil menjadi penerima DD tertinggi dengan anggaran mencapai Rp 1.870.060.000, terdiri dari alokasi dasar Rp 741.136.000, alokasi formula Rp […]

  • Satlantas Pati: Menyemai Budaya Tertib Lalu Lintas di Hati Generasi Muda

    Satlantas Pati: Menyemai Budaya Tertib Lalu Lintas di Hati Generasi Muda

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 330
    • 0Komentar

    PATI – Bukan hanya iringan lagu perpisahan yang menggema di SD Negeri 03 Gembong. Di tengah acara pelepasan siswa kelas VI, suara edukasi keselamatan berlalu lintas turut menggema, diinisiasi oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Pati, pada Sabtu (21/6) Langkah inovatif ini menandai komitmen nyata dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini. Kegiatan […]

expand_less