Breaking News
light_mode

Edy Wuryanto: MBG Harus Berdampak Ekonomi, Manfaatnya Wajib Dirasakan Petani dan UMKM

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sab, 6 Jun 2026
  • visibility 99.812

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menyambut baik langkah pembenahan tata kelola dan sistem pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, ia menegaskan perbaikan tidak boleh hanya berhenti pada aspek administrasi atau pengawasan semata. Menurutnya, penataan sistem rantai pasok menjadi hal krusial agar dampak ekonomi dari program ini dapat dinikmati langsung oleh masyarakat di berbagai daerah.

“Data yang pernah disampaikan KPK menunjukkan hanya sekitar 5 persen dana MBG yang dinikmati masyarakat lokal. Ini harus menjadi perhatian serius. Program sebesar ini semestinya mampu menggerakkan petani, nelayan, peternak, koperasi, dan UMKM di daerah,” kata Edy.

Politikus dari PDI Perjuangan ini menilai keberhasilan MBG tidak bisa diukur hanya dari berapa banyak orang yang menerima manfaat atau berapa banyak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah beroperasi.

Program ini harus mampu memberikan dampak ganda bagi ekonomi daerah dengan melibatkan para produsen dan pelaku usaha pangan setempat. Oleh sebab itu, penataan jalur pasokan bahan baku wajib menjadi agenda utama pimpinan baru BGN.

Hal ini penting agar kebutuhan pangan di SPPG dapat dipenuhi dari potensi wilayah masing-masing, dan tidak hanya bergantung pada segelintir pemasok besar saja.

“Jangan sampai program yang sangat besar ini justru tidak memberi dampak signifikan bagi ekonomi masyarakat lokal. Rantai pasok harus ditata agar petani, nelayan, peternak, dan UMKM menjadi bagian dari ekosistem MBG,” ujarnya.

Selain memperbaiki sistem pasokan, Edy juga mendukung kebijakan BGN yang memprioritaskan peningkatan kualitas SPPG. Sejak awal, Komisi IX DPR RI telah mengingatkan bahwa setiap unit pelayanan harus memenuhi standar keamanan pangan dan kesehatan lingkungan sebelum mulai beroperasi.

“Komisi IX sejak awal menegaskan bahwa sebelum beroperasi, SPPG harus memenuhi standar penjamah makanan, memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), menerapkan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), serta melalui verifikasi dari BPOM dan Dinas Kesehatan. Kualitas tidak boleh ditawar,” tegasnya.

Anggota DPR dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah III ini menambahkan, SPPG yang sudah berizin namun belum memenuhi seluruh persyaratan teknis harus segera diperbaiki agar kualitas pelayanan kepada penerima manfaat tetap terjamin.

Ia juga mengingatkan bahwa tujuan utama MBG adalah mengatasi masalah kekurangan gizi dan stunting yang masih menjadi tantangan besar bangsa ini.

Oleh karena itu, sasaran program harus lebih diarahkan pada kelompok yang paling membutuhkan, terutama ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan anak usia dini dalam rentang 1.000 hari pertama kehidupannya.

“Generasi emas Indonesia ditentukan sejak 1.000 hari pertama kehidupan. Karena itu wilayah-wilayah dengan angka stunting dan malnutrisi tinggi, terutama di daerah 3T, harus menjadi prioritas layanan MBG. Selama ini masih ada kantong-kantong stunting yang belum memperoleh layanan secara optimal,” ujarnya.

Lebih jauh, Edy menegaskan bahwa penataan rantai pasok MBG tidak bisa dilakukan sendirian oleh BGN. Kerja sama lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, BUMN, koperasi, serta pelaku usaha lokal adalah kunci keberhasilan program ini.

“BGN harus terus melibatkan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Menata rantai pasok nasional bukan pekerjaan yang mudah dan tidak mungkin dilakukan secara sentralistik. Kolaborasi menjadi kunci agar program ini berhasil meningkatkan kualitas gizi sekaligus menggerakkan ekonomi daerah,” katanya.

Menurut Edy, pergantian kepemimpinan di BGN harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan perbaikan menyeluruh. Mulai dari penguatan tata kelola, peningkatan kualitas SPPG, penajaman sasaran penanganan stunting, hingga penataan jalur pasokan yang lebih berpihak pada masyarakat lokal.

“Ke depan, ukuran keberhasilan MBG bukan hanya jumlah porsi yang dibagikan. Yang lebih penting adalah kualitas layanan terjaga, stunting berkurang, dan manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat di daerah,” ucapnya.

Editor : Arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Kabupaten Pati Hadiri Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan TA 2025 oleh Menteri Dikdasmen

    DPRD Kabupaten Pati Hadiri Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan TA 2025 oleh Menteri Dikdasmen

    • calendar_month Sen, 13 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.349
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati turut hadir dalam acara peresmian program revitalisasi satuan pendidikan yang dilaksanakan untuk Tahun Anggaran 2025. Kegiatan ini memiliki makna khusus karena dipimpin langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., yang hadir secara langsung di lokasi. Pada kesempatan tersebut, […]

  • Kursi Almarhum Riyanto Belum Terisi, DPRD Pati Tunggu Usulan Resmi dari Golkar

    Kursi Almarhum Riyanto Belum Terisi, DPRD Pati Tunggu Usulan Resmi dari Golkar

    • calendar_month Sel, 23 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.256
    • 0Komentar

    PATI – Hingga saat ini, proses Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Partai Golkar belum dapat dilaksanakan. Pihak dewan menyatakan masih menunggu penyampaian usulan resmi dari fraksi terkait guna mengisi kursi yang kosong setelah ditinggalkan oleh almarhum Riyanto. Sebagai informasi, Riyanto yang menjabat sebagai anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pati dari […]

  • Edy Wuryanto Minta Kepesertaan BPJS Kesehatan Harus Segera Diperbaiki

    Edy Wuryanto Minta Kepesertaan BPJS Kesehatan Harus Segera Diperbaiki

    • calendar_month Kam, 6 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Edy Wuryanto, Anggota Komisi IX DPR RI  Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direksi dan Badan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan Nasional (BPJS Kesehatan), kemarin Selasa (04/03/2023). JAKARTA – Dalam rapat tersebut, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti melaporkan per 31 Desember 2022, cakupan Jaminan […]

  • PHK Massal RSUD RAA Soewondo Jadi Sorotan Pansus DPRD Pati, Pengawas Dipanggil!

    PHK Massal RSUD RAA Soewondo Jadi Sorotan Pansus DPRD Pati, Pengawas Dipanggil!

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 261
    • 0Komentar

    PATI – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 220 pegawai RSUD RAA Soewondo Pati memicu reaksi keras dari DPRD setempat. Pansus Hak Angket DPRD Pati menjadwalkan pemanggilan terhadap Pengawas RSUD untuk dimintai keterangan terkait kebijakan kontroversial ini. “PHK massal ini menimbulkan pertanyaan besar. Di satu sisi, rumah sakit melakukan PHK, namun di sisi lain beredar […]

  • 223 Hp Digondol Maling, Ratusan Juta Melayang

    223 Hp Digondol Maling, Ratusan Juta Melayang

    • calendar_month Sel, 7 Agu 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 290
    • 0Komentar

    PATI– Apes nasib yang dialami pemilik toko handphone Tele Ring di Jalan Panglima Sudirman. Sebanyak 233 hp dengan berbagai merk raib digondol maling Selasa (7/8/2018) kemarin. atas kejadian itu, korban diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp 440 juta. Kepada wartawan, kepala toko hp Tele Ring, Kunto Wijayandanu mengungkapkan, kejadian itu diperkirakan berlangsung pada pukul 02.00. hal […]

  • Daftar Oleh-Oleh Khas Kudus yang Wajib Dibawa Pulang

    Daftar Oleh-Oleh Khas Kudus yang Wajib Dibawa Pulang

    • calendar_month Sel, 28 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Sirup dan aneka olahan dari buah parijoto khas Kudus/alammu.official Kudus adalah sebuah kota kecil di daerah Jawa Tengah yang cukup ramai. Sektor industri, dan bisnis berkembang pesat. Begitu juga dengan dunia pariwisata dan pendidikannya.  Kudus sangat terkenal dengan industri rokok kretek yang telah melegenda. Selain itu Kudus juga terkenal dengan wisata religi yaitu malam Sunan […]

expand_less