Breaking News
light_mode

Menonton Mendut, Bara Api di Pesisir Utara Jawa

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 8 Apr 2021
  • visibility 355


Pentas Teater Minatani lakon Mendut


Di atas panggung yang temaram, sesosok perempuan dengan sanggul menunjukkan tatapan mata yang begitu tajam. Terlihat bara menyala di ujung udud (rokok) yang dipegang di tangan kanan. Dia berdiri. Dia ledakkan emosinya.


“Akulah bara pada udud yang terlanjur dinyalakannya. Bara, tak kan pernah mudah padam. Salah kau memegang maka bersiaplah kau terbakar. Ya, Aku wanita pesisir utara Jawa. Aku dilahirkan dari tanah orang-orang yang tak akan menyerah! Maka bersiaplah kau menjadi karang yang dihantam ombak pemberontakan,” tegas Roro Mendut dalam salah satu adegan dalam pementasan virtual yang dibawakan Teater Minatani. Malam itu di Sanggar Kegiatan Bersama di komplek Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pati tersaji pentas teater yang menarik.

Ledakan emosi itu memang ditunjukkan oleh sosok Roro Mendut yang dimainkan oleh Siwigustin. Perempuan jawa itu seolah ingin menunjukkan kebulatan tekadnya untuk tidak mau takluk pada Tumenggung Wiroguna. Seorang patih dari Mataram yang dibawakan oleh Sigit.

Beruntung, sosok Pronocitro mampu sedikit meredam kegelisahan dari Mendut. Tokoh dengan aktor Aji itu mampu menenangkan kekhawatiran yang dirasakan oleh kekasihnya tersebut.

Sementara di adegan lain, seorang perempuan terlihat begitu sendu. Dia meratapi nasib. Nyai Ajeng, yang merupakan istri dari Tumenggung Wiroguna memperlihatkan kegundahan hatinya. Di satu sisi dia tak ingin suaminya meminang wanita lain, namun sebagai seorang istri dia harus manut. Lacahya menjadi pemain dari sosok Nyai Ajeng tersebut.
Wiroguna sendiri seolah telah tergila-gila pada Mendut.
Salah satu adegan Mendut

Baginya mendapatkan Mendut tak sebatas mendapatkan wanita melainkan penuntasan penaklukan yang telah dilakukan sebelumnya. Tanpa mendapatkan Mendut, baginya penaklukan itu akan sia-sia.

Namun, cerita itu tak berujung bahagia. Pronocitro harus bersimbah darah dalam memperjuangkan kekasihnya. Mendut pun serupa. Dia memilih mengakhiri hidupnya ketimbang menyerah kalah pada prinsipnya. Sementara Wiraguna, berakhir dalam penyesalan. Seorang patih besar bahkan tak bisa mendapatkan apa yang sudah ada digenggamannya.

Selain keempat tokoh itu, ada pula Mbok Emban, orang kepercayaan dari Nyai Ajeng yang kemudian membantu Roro Mendut. Tokoh itu dimainkan oleh Defi. Sementara Wiroguna menugaskan tiga telik sandi untuk memata-matai aktivitas Mendut dalam berjualan udud. Tiga abdi itu dimainkan oleh Faiz, Ali, dan Hanif. Sementara sutradara dalam naskah itu adalah Beni Dewa. Dia juga yang menulis naskah bersama Lacahya.

Siwigustin, Ketua Teater Minatani mengungkapkan, mereka sengaja memilih lakon Mendut “Kobar Api Pesisir Utara Jawa” dalam pementasan virtual yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pati pada Selasa (6/4/2021) malam kemarin.

“Cerita Roro Mendut begitu dekat dengan masyarakat Pati. Inilah yang kemudian melatar belakangi pemilihan naskah. Bagi kami kisah Mendut tak sebatas pada persoalan percintaan. Melainkan keteguhan prinsip maupun sikap tak mau menyerah,” terangnya.

Pementasan itu diakuinya merupakan tawaran baru dari Teater Minatani. Kali ini mereka ingin memadukan sejumlah unsur dari ketoprak seperti silat, tari, maupun tembang dengan gaya teater.

“Karena bagaimanapun kami tumbuh di Kabupaten Pati. Kota dengan seni peran ketoprak menjadi ikonnya. Kami ingin belajar dari sana untuk kami adaptasi di panggung teater,”imbuhnya. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dapat Suara Tertinggi di Dapil Jateng 3, Eks Bupati Pati Haryanto Otw Senayan

    Dapat Suara Tertinggi di Dapil Jateng 3, Eks Bupati Pati Haryanto Otw Senayan

    • calendar_month Sen, 19 Feb 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 271
    • 0Komentar

    PATI – Kabar menggembirakan datang dari eks Bupati Pati Haryanto, dari hasil hitung sementara dinyatakan unggul dan meraih suara tertinggi. Haryanto pun dipastikan bakal duduk di kursi DPR RI. Sebagai caleg DPR RI pendatang baru, Haryanto terbilang mengejutkan karena dalam penghitungan sementara berhasil meraih suara tertinggi di dapil Jateng 3 meliputi Kabupaten Pati, Rembang, Blora […]

  • Kembali Berulah, Geng Remaja di Pati Gelut: Satu Orang Tewas Masih Berstatus Pelajar SMA

    Kembali Berulah, Geng Remaja di Pati Gelut: Satu Orang Tewas Masih Berstatus Pelajar SMA

    • calendar_month Rab, 31 Jul 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 332
    • 0Komentar

    PATI – Tujuh remaja di Kabupaten Pati ditahan polisi setelah terlibat dalam pertarungan berbahaya di Jalan Gambiran, Kecamatan Margorejo menuju Desa Puri, Kecamatan Pati Kota, pada Minggu (28/7/2024). Mereka menghadapi ancaman hukuman penjara selama 15 tahun. Menurut Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol M Alfan Armin, ketujuh remaja tersebut terdiri dari dua orang dewasa dan lima […]

  • Potensi Agro Wisata Desa Terban Terhambat Jalan Rusak

    Potensi Agro Wisata Desa Terban Terhambat Jalan Rusak

    • calendar_month Sen, 19 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 479
    • 0Komentar

    KUDUS – Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, tengah bertransformasi menjadi kawasan agro-wisata yang menjanjikan. Program penghijauan yang dimulai sejak tahun 2020 telah membuahkan hasil berupa kebun buah-buahan yang subur dan produktif. Namun, kemajuan ini terhambat oleh kondisi infrastruktur jalan yang memprihatinkan. Kepala Desa Terban, Supeno, mengungkapkan bahwa berbagai jenis tanaman buah seperti mangga, alpukat, […]

  • Jadi Pembaca yang Bertanggung Jawab, dengan Menulis Resensi

    Jadi Pembaca yang Bertanggung Jawab, dengan Menulis Resensi

    • calendar_month Sen, 5 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 347
    • 0Komentar

    Al Mahfud, Peresensi buku DOKUMEN PRIBADI Keseharian Al Mahfud banyak dihabiskan dengan membaca buku. Tak sekdar membaca sambil lalu, dia membaca dengan serius. Kemudian menuangkan bacaan itu menjadi resensi, dan dia kirimkan ke media penyedia rubrik resensi di penjuru negeri.   Beragam judul buku menumpuk di sebuah meja kayu. Mulai buku fiksi hingga non fiksi. […]

  • Silatnas ke 2, Dunia Santri Kritisi Persoalan Lingkungan (1)

    Silatnas ke 2, Dunia Santri Kritisi Persoalan Lingkungan (1)

    • calendar_month Sab, 4 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Salam komando narasumber dan tamu undangan Silatnas ke 2 Dunia Santri di  PP Sadamiyyah, Desa Guyangan Kecamatan Bangsri, Jepara JEPARA – Isu lingkungan dan sampah yang sebelumnya dibahas dalam Bahtsul Masa’il PBNU kini dibahas lebih lanjut lagi oleh para santri lintas daerah. Bertempat di PP Sadamiyyah, Desa Guyangan Kecamatan Bangsri, Dunia Santri Community (DSC) menggelar silaturrahmi […]

  • Nakhoda Baru IPNU IPPNU Pati : Pelajar NU Berilmu, Humanis dan Mandiri

    Nakhoda Baru IPNU IPPNU Pati : Pelajar NU Berilmu, Humanis dan Mandiri

    • calendar_month Ming, 29 Agu 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 342
    • 0Komentar

    PATI – Konferensi Cabang (Konfercab) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ (IPPNU) Kabupaten Pati ke XIII menghasilkan Nakhoda baru di organisasi itu. Mastna Zakiyatus Salwa terpilih sebagai ketua IPNU dan Melisa Yusrina terpilih sebabagi ketua IPPNU Kabupaten Pati Acara puncak Konfercab ini dihelat di Pendopo Desa Tlutup, Kecamatan Trangkil, Kabupaten […]

expand_less