Breaking News
light_mode

Seniman Teater Pati Angkat Cerita Roro Mendut ke Film

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 24 Sep 2021
  • visibility 355

 

Proses pengambilan adegan untuk film Roro Mendut yang dilakukan oleh seniman teater di hutan jati Regaloh.

Film
“Bara” digarap dengan apik oleh sekelompok seniman teater di Kota Pati. Film
ini diangkat dari cerita rakyat. Yaitu kisah Roro Mendut. Seorang perempuan
jelita yang tidak mau tunduk terhadap Tumenggung Wiraguna untuk dinikahi.

PATI – Sosok
perempuan jelita terlihat memegang udud dengan bara yang membara di ujungnya.
Tatapan matanya tajam. Kepulan asap terlihat dari pantulan bayangan di dinding
kayu. Sesekali dia berhenti, dilihatnya udud itu, kegelisahan begitu terasa
meski dalam siluet.

Bayangan itu, kemudian
diabadikan lewat video. Sejumlah kameramen tampak tak ingin melewatkan detik
demi detik pengadeganan yang dimainkan. Rupanya para anak muda itu tengah
menggarap film “Bara” yang menceritakan tentang Roro Mendut.

Film itu mengisahkan
bagaimana perjuangan Roro Mendut sebagai boyongan perang Mataram untuk
menghindar dari pernikahan dengan Tumenggung Wiraguna. Baginya, pernikahan
dengan Wiraguna merupakan penghianatan bagi dirinya, maupun kadipaten tempatnya
berasal.

Diapun memilih melawan
meski bersiap dijerat dengan pajak yang tinggi. Syarat itu diberikan ke
Wiraguna agar Mendut terdesak. Namun jalan cerita tak seperti itu, sebagai
seorang perempuan yang memiliki aliran darah leluhur yang tak gampang menyerah,
Mendut memilih berjualan rokok. Syarat itupun mampu ditaklukkannya.

Hal itu tentu membuat
Wiraguna geram. Apalagi mengetahui jika Mendut memilih untuk menambatkan hatinya
pada Pronocitro, penjaga kuda dari Tumenggung Wiraguna itu sendiri.Konflik pun
memuncak.

Kisah Roro Mendut, bagi
warga Pati tentu tidak asing. Cerita rakyat Pati itu mengulik kegelisahan
tersendiri bagi anggota Teater Minatani. Bagi mereka persoalan Mendut bukanlah
sebatas percintaan belaka, namun ada tekad yang kuat dari Mendut untuk
mempertahankan kehormatannya.

Kegelisahan itu dimunculkan
dalam penggarapan karya. Sebelumnya cerita itu diangkat dalam sebuah panggung
virtual dengan kemasan teater. Kali ini kisah Mendut itu ganti coba diangkat
dengan konsep film.

Film

Pemilahan film memang
dilakukan lantaran masih dalam situasi pandemi. Proses penggarapan bisa
dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Seperti crew dan pemain yang
melalui vaksinasi maupun tes swab serta menjaga aturan prokes lainnya. Bagi
mereka situasi pandemi diharapkan tidak lantas menghentikan semangat berkarya.

Ketua Teater Minatani Pati,
Siwi Agustina mengungkapkan, penggarapan film ini merupakan satu tantangan baru
dalam proses kreatif anggotanya. Sebab selama ini lebih banyak di panggung. Kali
ini beralih mementaskan cerita dalam layar film.

Proses penggarapan cerita
rakyat Pati itu memang terbilang cukup jarang dilakukan. Terlebih yang
dilakukan oleh warga Pati sendiri. Siwi berharap dengan diangkatnya cerita
Mendut dengan konsep film dapat memperkenalkan cerita rakyat Pati tersebut
kepada anak muda.

“Skenario ini ditulis oleh
Beni Dewa dan Lacahya yang berasal dari naskah teater kemudian diadaptasi ke
film. Untuk sutradaranya juga Beni Dewa dengan dibantu pengarah sinematografy
Pendi Subarong serta Kameraman Yovie Young. Kami juga berterimakasih kepada pak
Mogol yang merupakan pemain senior sekaligus pengampu kelompok ketoprak di Pati
bersedia menjadi pengarah produksi serta sejumlah pihak lain yang telah
membantu,”terangnya kepada Lingkar Muria.

Dalam penggarapannya kali
ini, mereka memang memadukan antara konsep tradisi, dan teater yang dituangkan
dengan sentuhan sinematografi. Seperti memunculkan seni tari maupun bela diri.

“Memang cukup banyak
tantangan dalam penggarapan film dengan latar kerajaan. Namun bagaimanapun kami
tumbuh di Kabupaten Pati. Kota dengan seni peran ketoprak menjadi ikonnya. Kami
ingin belajar dari sana,”imbuhnya.

Pengambilan gambar film
tersebut dipusatkan seluruhnya di Kabupaten Pati. Hal itu lantaran lewat film
tersebut ingin turut mengangkat potensi yang ada khususnya tempat wisata.
Seperti halnya di Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal yang terkenal akan
keindahan alamnya.

Terpisah Dinas Pendidikan
dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati memberikan apresiasi dalam proses
kreatif tersebut. Bahkan karya film ini dipercaya untuk diikutkan ke dalam Duta
Seni yang diinisiasi oleh Badan Penghubung Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia
Indah (TMII).

“Kami cukup bangga akan
kepedulian anak-anak muda dalam menggarap seni budaya yang berasal dari
daerahnya. Terlebih Pati memang dikenal kuat dari seni peran ketopraknya,”
jelas Kabid Kebudayaan Paryanto pada Disdikbud Pati. (Miftahul Munir)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bulog Pati Beli Gabah Petani Sesuai HPP, Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan

    Bulog Pati Beli Gabah Petani Sesuai HPP, Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan

    • calendar_month Sel, 11 Feb 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 753
    • 0Komentar

    PATI – Perum Bulog Kantor Cabang Pati aktif melakukan pengecekan lahan persawahan yang siap panen dan langsung melakukan pembelian gabah beras petani. Hal ini sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 15 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Cara Pengadaan Gabah Kering Panen dan Beras untuk Cadangan Beras Pemerintah. Pemimpin Cabang Bulog Pati, Nur […]

  • Pemasangan Lampu Stadion Joyokusumo Pati Ditargetkan November Selesai

    Pemasangan Lampu Stadion Joyokusumo Pati Ditargetkan November Selesai

    • calendar_month Jum, 25 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 262
    • 0Komentar

    PATI – Pemasangan lampu tambahan di Stadion Joyokusumo di Pati akan segera terwujud. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pati telah memulai pekerjaan fisik proyek tersebut. Kabid Cipta Karya DPUPR Pati, Arif Wahyudi, menjelaskan bahwa pekerjaan fisik telah dimulai dan diperkirakan akan memakan waktu empat bulan. Sehingga diperkirakan pada November mendatang diharapkan pekerjaan […]

  • Khotmil Quran Online Ala IPNU IPPNU Keling Jepara

    Khotmil Quran Online Ala IPNU IPPNU Keling Jepara

    • calendar_month Sab, 17 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 325
    • 0Komentar

    JEPARA – Jarak tidak menjadi halaman, di zaman serba mudah oleh kemajuan teknologi ini semua bisa dilakukan. Seperti halnya kegiatan ngaji khataman Alquran. Karena terbentur aturan Pemberlakun Pembatasan Kegiatan masyarakat (PPKM) darurat seperti sekarang, Departemen Dakwah PAC Kecamatan Keling mengadakan kegiatan Khataman Qur’an online. Kegiatan biasanya dilakukan dengan tatap muka kali ini tidak dapat dilaksanakan, karena […]

  • Uji Kompetensi Gerus Eksistensi Wartawan Bodrek

    Uji Kompetensi Gerus Eksistensi Wartawan Bodrek

    • calendar_month Jum, 12 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 294
    • 0Komentar

      REMBANG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Tengah bersama PT Semen Gresik, menggelar kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada Kamis-Jumat (11-12/11/2021), di Pinus Hall Pollos Hotel & Gallery Rembang. Uji Kompetensi Wartawan (UKW) merupakan kegiatan penting di tengah peredaran informasi yang kian liar dan kian beragam sumbernya. UKW diharapkan mampu menggerus eksistensi “wartawan […]

  • Karang Taruna Lahar Bagi Takjil Sesuai Alquran

    Karang Taruna Lahar Bagi Takjil Sesuai Alquran

    • calendar_month Ming, 24 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 238
    • 0Komentar

      Pemuda karang taruna Desa Lahar membagi takjil Ramadan memang menjadi momen untuk berlomba-lomba dalam menebar kebaikan. Salah satunya, Karang Taruna Mandala Desa Lahar, Kecamatan Tlogowungu, Pati yang ikut ambil bagian. Ratusan takjil dibagikan kepada masyarakat. Hal ini dilakukan sesuai Alquran. PATI – Para anggota Karang Taruna Lahar membagikan ratusan takjil kepada masyarakat yang melintasi jalan […]

  • Optimisme Persijap Jepara Menatap Liga 2

    Optimisme Persijap Jepara Menatap Liga 2

    • calendar_month Ming, 23 Mei 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Pian Sopyan tampil apik di Liga 3 musim 2019  Persijap Jepara sebagai kontestan Liga 2 yang berpredikat sebagi juara Liga 3 tentu jangan sampai rendah diri. Persijap punya sejarah dan catatan apik sebagai kuda hitam yang selalu merepotkan klub-klub mapan. Pian Sopyan bertahan. Begitu pengumuman di official Instagram Persijap Jepara pada Kamis (20/5/2021). Total dia […]

expand_less