Breaking News
light_mode

Puisi Tidak Hanya Sebaris Kata-kata Indah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 31 Okt 2019
  • visibility 296

Mukti Sutarman Espe saat hadir di FASBuK
Bagaimana
menulis puisi. Bagaimana menulis puisi yang indah. Bagaimana menulis puisi yang
bernyawa. Bagaimana menulis puisi yang membawa pesan moral. Bagaimana menulis
puisi sebagai kritik sosial. Bagaimana…

Pertanyaan demi pertanyaan, membuat
riuh sesi diskusi Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuk), Selasa
(29/10/2019) di auditorium Universitas Muria Kudus. Pada edisi Oktober 2019 ini,
panggung Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus menampilkan pertunjukan dari
tiga kampus di kota Kudus.

Mereka mewakili masing-masing Unit
Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bergerak dalam bidang literasi maupun seni
pertunjukan seperti LPM Paradigma IAIN Kudus, LPM Pena Kampus Universitas Muria
Kudus dan Teater Bledug Universitas Muhammadiyah Kudus.

Ketiga komunitas tersebut diwakili
lima sastrawan muda. Seperti Muhammad Achyarie Amrullah, Achmad Shokhibul Imam,
Umi Yukhanid, Ifa Rizki Purnama Wati, dan Nuryanti. 

Mereka menyuguhkan pertunjukan
berdasarkan puisi dari buku “Menjadi Dongeng “ karya Mukti Sutarman Espe salah
satu sastrawan senior Kudus yang karyanya sudah banyak termuat di berbagai
media nasional.

Edisi kali ini merupakan ruang
untuk mengenal, mempelajari serta mendalami proses kepenyairan Mukti Sutarman
Espe. Selain dikenal karena produktivitas karyanya, Mukti sendiri adalah salah
satu pendiri FASBuK. Bersama sejumlah sastrawan Kudus lainnya. Seperti almarhum
Yudhi MS.

Menulis
Mukti mulai jatuh cinta menulis
sejak lama. Jauh saat dia masih duduk di bangku sekolah dasar. Dia juga banyak
belajar dari tulisan-tulisan surat cinta kakaknya. Mukti sering mencuri baca.
Malam itu, Mukti mengeluarkan semua kisah dan pengalaman kepenyairannya.  

”Yang perlu diingat. Menulis harus
diimbangi dengan membaca. Karena saya penulis saya juga pembaca. Menulis puisi
juga begitu,” kata Mukti. Puisi baginya, tidak hanya sebaris-dua baris
kata-kata indah.

Karena itu, penyair yang juga
membidani lahirnya kelompok penulis di Semarang ini merekomendasikan
bacaan-bacaan yang bisa saja dikonsumsi bagi calon penulis. Bacaan-bacaan
seperti buku filsafat, agama, dan kebudayaan misalnya.

”Membaca itu bagi saya seperti
mengisi kendi. Diisi sampai tumpah. Tumpahan itu yang menjadi tulisan. Dengan
semakin banyak bacaan kita, tentu puisi-puisi yang kita bikin tak hanya menjadi
barisan kata-kata indah. Akan tetapi lebih bernyawa. Ada isinya,” terangnya.

Selain menunjang dengan bacaan
buku-buku. Tidak kalah pentingnya juga membaca karya-karya dari penyair besar. Semacam
WS Rendra, Sapardi Djoko Darmono, hingga Joko Pinurbo, dan juga penyair lain.
(alb)      

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Heboh Pria Telanjang Di Trangkil, Ternyata Positif Overdosis Narkoba

    Heboh Pria Telanjang Di Trangkil, Ternyata Positif Overdosis Narkoba

    • calendar_month Sab, 22 Des 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 811
    • 0Komentar

    PATI – Kedua pria telanjang yang berada di dalam mobil depan Pasar Trangkil, Pati diketahui merupakan warga Madura. Keduanya mengalami overdosis saat dipaksa keluar dari mobil yang dikendarai Suzuki Ertiga B 2254 KFB. Dari hasil pemeriksaan, satu dari pelaku positif memakai narkoba. Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto mengatakan, saat ini Polres Pati sudah menangani […]

  • Razia Minuman Keras oleh Kepolisian Kecamatan Tayu Jelang Natal dan Tahun Baru 2024

    Razia Minuman Keras oleh Kepolisian Kecamatan Tayu Jelang Natal dan Tahun Baru 2024

    • calendar_month Ming, 17 Des 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 278
    • 0Komentar

    PATI – Kepolisian Sektor (Polsek) Tayu, Kabupaten Pati, telah melaksanakan razia minuman keras. Razia ini merupakan tindak lanjut perintah Kapolresta Pati dalam rangka menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2024, pada hari Sabtu, 16 Desember 2023, mulai pukul 21.00 WIB hingga selesai. Razia ini dipimpin oleh Kapolsek Tayu, IPTU Aris […]

  • Tampil Perkasa Persipa Pati Tak Terkalahkan di Grup B Liga 3 Jateng

    Tampil Perkasa Persipa Pati Tak Terkalahkan di Grup B Liga 3 Jateng

    • calendar_month Sen, 8 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Para pemain Persipa Pati melakukan selebrasi kemenangan. PEKALONGAN – Persipa Pati tak terkalahkan di babak grup B Liga 3 Jawa Tengah. Dengan begitu Laskar Saridin berhasil lolos ke babak selanjutnya dengan status juara grup. Di pertandingan terakhir melawan PSD Demak, klub asal Kota Wali itu dibuat tak berdaya pada pertandingan yang berlangsung pukul 13.00 di […]

  • Tekad Aldo, Balik Kandang untuk Persipa Menang

    Tekad Aldo, Balik Kandang untuk Persipa Menang

    • calendar_month Sel, 17 Agu 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Aldo saat berlatih untuk Persipa musim 2021 PATI – Musim 2021 ini tim Liga 3 Jawa Tengah Persipa Pati sangat serius menyiapkan skuadnya. Talenta lokal terbaik dikumpulkan untuk memperkuat tim berjuluk Laskar Saridin ini.Yang terbaru adalah merapatnya Ade “Aldo” Kurniawan. Pemain kelahiran Pati, 5 April 1993 ini sebelumnya pernah memperkuat Persipa Pati pada musim 2010, […]

  • Camat Tlogowungu Dituntut Pindah Kepala Desa, Ini Cerita Sebenarnya

    Camat Tlogowungu Dituntut Pindah Kepala Desa, Ini Cerita Sebenarnya

    • calendar_month Ming, 1 Jul 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 873
    • 0Komentar

    Camat Tlogowungu Didik bersama beberapa kepala desa yang ikut tanda tangan  TLOGOWUNGU – Beberapa waktu lalu di kalangan kepala desa di Kecamatan Tlogowungu pernah sedikit geger. Hal itu lantaran beredarnya sebuah surat permohonan 10 kepala desa yang menginginkan Camat Tlogowungu dimutasi. Didik mengaku permasalahan itu sudah bisa dikatakan selesai. ”Memang benar, ada beberapa kepala desa di […]

  • Bus Tingkat PR Sukun, Sebuah Lambang Kejayaan ?

    Bus Tingkat PR Sukun, Sebuah Lambang Kejayaan ?

    • calendar_month Sab, 16 Jan 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 340
    • 0Komentar

    Tampak samping belakang body bus tingkat PR Sukun/ Instagram Laksana Bus tingkat berwarna biru tua itu mencuri perhatian publik. Khususnya di kalangan bus mania. Dari foto-foto dan video yang tersebar di sosial media, orang pasti akan berdecak kagum melihat penampakan bus itu. KUDUS – Panjangnya 14,5 meter, tinggi 5,1 meter dan lebarnya 2,5 meter. Tampak […]

expand_less