Breaking News
light_mode

Mudahnya Budidaya Kelapa Kopyor Ala Omah Kopyor Ngagel Dukuhseti

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 1 Nov 2021
  • visibility 130

Kelapa kopyor dari Dukuhseti menjadi primadona

Budidaya kelapa kopyor itu mudah. Namun menuntut kecermatan dan ketelatenan dari para petani. Yang penting adalah fokus dulu menanam sebaik mungkin. Nanti hasil akan mengikuti.

PATI – Pengelola
Omah Kopyor, Tulus Sanyoto membagikan tips untuk sukses budidaya kelapa kopyor.
Namun terlebih dulu pihaknya mengingatkan, bagi petani pemula yang ingin
mengembangkan kelapa kopyor jangan terbuai dengan nilai ekonomis yang tinggi.
Menurutnya, ada beberapa hal teknis yang harus dipahami sebelum menanam kelapa
kopyor.

“Jadi untuk pemula
jangan dibayangkan dulu nilai ekonomisnya yang memang fantastis dibanding
kelapa biasa. Karena setiap tandan buah kelapa yang kopyor alami hanya sekitar
25 hingga 35 persen. Dan potensi pohon berbuah kopyor itu hanya 70 persen dari
yang kita tanam,” terangnya saat menerima kunujungan para petani dari Imogiri,
Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tulus menambahkan, yang
perlu diperhatikan selama menanam kelapa kopyor adalah cara pemupukan.
Diperlukan pemupukan yang maksimal saat kelapa mendekati berbuah. Hal ini
diperlukan agar nantinya malai buah yang dihasilkan juga semakin panjang dan
buah yang dihasilkan juga banyak.

“Selain itu, yang
harus diperhatikan adalah potensi serangan hama utama kelapa yaitu kwangwung.
Jadi harus diperhatikan pengendalian hama ini dengan memperhatikan kebersihan
dan sistem sanitasi lingkungan. Upayakan juga jauh dari peternakan sapi,”
ujar Tulus.

Saat ini, kebutuhan kelapa
kopyor untuk pengunjung agrowisata seluas 3.500 m3 itu mencapai 300 butir per
bulan. Di tingkat pengepul, harga kelapa kopyor bervariasi antara Rp 25 ribu
hingga Rp 57 ribu tergantung diameter buah. Sementara untuk kebutuhan bibit
mampu menjual 150 bibit kelapa kopyor per bulan dengan harga Rp 25 ribu per
bibit.

“Sementara untuk bibit
yang bersertifikat dijual Rp 30 ribu. Jadi, bertani kopyor masih sangat
menjanjikan, dan pasarnya sangat terbuka lebar. 
Setelah diperbolehkannya obyek wisata beroperasi, Omah Kopyor sudah
mulai ramai pengunjung. Dan omzet saat ini bisa mencapai Rp 1 juta hingga Rp
1,8 juta tiap akhir pekan,” pungkasnya. (yan)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SPI Grobogan Perkuat Lingkungan dan Ekonomi Petani Hadapi Ancaman Bencana

    SPI Grobogan Perkuat Lingkungan dan Ekonomi Petani Hadapi Ancaman Bencana

    • calendar_month Jum, 3 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 169
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Kondisi hutan yang semakin memprihatinkan akibat minimnya tumbuhan keras menjadi perhatian serius Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Grobogan. Kerentanan terhadap banjir bandang dan longsor mendorong SPI untuk mengambil inisiatif penanaman tumbuhan keras. Rencananya, penanaman tumbuhan keras akan dilakukan serentak di kawasan hutan Desa Asemrudung, Geyer, Grobogan. Beberapa petani di wilayah tersebut bahkan telah […]

  • Anggota Komisi D DPRD Pati Tanggapi Keluhan Menu MBG di SMP 1 Tayu

    Anggota Komisi D DPRD Pati Tanggapi Keluhan Menu MBG di SMP 1 Tayu

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.662
    • 0Komentar

    PATI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, muncul keluhan terkait menu yang diterima siswa di SMP 1 Tayu yang dinilai tidak sesuai untuk dikonsumsi, yang kemudian mendapatkan tanggapan dari Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati berasal dari Fraksi PDIP, Yoga Dermawan. Menurut Yoga, hal tersebut sangat […]

  • Warga Dihebohkan Penemuan Bayi di Tegalombo Dukuhseti

    Warga Dihebohkan Penemuan Bayi di Tegalombo Dukuhseti

    • calendar_month Jum, 14 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Bidan melakukan pemeriksaan pada bayi PATI – Warga Desa Tegalombo Kecamatan Dukuhseti dihebohkan dengan penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki, Jumat (14/4/2023). Bayi tersebut ditemukan di teras rumah Aris Suwanti, warga RT 7 RW 1 Desa Tegalombo.  Bayi itu ditaruh di sebuah keranjang belanja warna oranye dan hijau dengan sehelai sarung warna merah dan kain gendongan […]

  • Pelajar Tersangka Kasus Pengeroyokan di Magelang Terancam Penjara 9 Tahun

    Pelajar Tersangka Kasus Pengeroyokan di Magelang Terancam Penjara 9 Tahun

    • calendar_month Rab, 15 Des 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Konferensi pers Polres Magelang atas kasus pengeroyokan. Polres Magelang menetapkan tiga orang tersangka kasus pengeroyokan yang terjadi di depan balai Desa Pasuruhan. Ketiganya masih berstatus pelajar, satu orang kategori dewasa sisanya kategori anak. Magelang – Tiga orang palajar SMK di Magelang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pengeroyokan yang terjadi di depan balai desa Pasuruhan Kecamatan […]

  • DPRD Pati Minta Pemkab Realisasikan Program Perbaikan Jalan

    DPRD Pati Minta Pemkab Realisasikan Program Perbaikan Jalan

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 175
    • 0Komentar

    PATI – Masalah kerusakan jalan masih menjadi keluhan utama masyarakat Kabupaten Pati. Hal ini terungkap dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Pati yang baru saja digelar. Aspirasi warga yang dominan adalah perbaikan infrastruktur jalan, terutama di daerah pedesaan. Jalan yang rusak parah dinilai menghambat mobilitas warga, baik untuk kegiatan ekonomi maupun aktivitas sehari-hari. Anggota DPRD […]

  • Segera Daftarkan Kebudayaan Muria jadi Warisan Nasional

    Segera Daftarkan Kebudayaan Muria jadi Warisan Nasional

    • calendar_month Kam, 5 Nov 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 121
    • 0Komentar

        Kegiatan monitoring dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Kampung Budaya Piji Wetan KUDUS – Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Kudus Roro Lilik Ngesti W, mengaku simpatik dengan apa yang sudah dilakukan oleh masyarakat Kampung Budaya Piji Wetan Desa Lau. Rencananya ia akan mengajukan legalitas kebudayaan masyarakat Muria ini sebagai warisan nasional. “Termasuk kebutuhan […]

expand_less