Breaking News
light_mode

DPRD Pati Apresiasi Tradisi Sedekah Bumi Sebagai Wadah Pelestarian Kesenian Daerah

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
  • visibility 95

PATI – Masuknya Bulan Apit dalam sistem penanggalan Jawa menjadi momen tersendiri bagi masyarakat di berbagai desa di Kabupaten Pati untuk melaksanakan tradisi sedekah bumi.

Kegiatan yang telah dijalankan turun-temurun ini ternyata tidak sekadar ritual adat, melainkan juga berperan penting sebagai sarana menjaga dan melestarikan kekayaan seni budaya daerah.

Berdasarkan catatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pati, wilayah ini memiliki beragam jenis kesenian tradisional yang masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Di antaranya yang sudah sangat dikenal luas adalah ketoprak dan wayang kulit. Selain itu, terdapat pula kesenian khas yang menjadi kebanggaan lokal, yaitu wayang topeng kedungpanjang yang berasal dari Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso.

Hingga saat ini, kesenian tersebut masih terus dipentaskan dan dijaga kelestariannya oleh warga Desa Soneyan, khususnya pada setiap penyelenggaraan acara sedekah bumi.

Menurut Kepala Desa Soneyan, Margi Siswanto, asal-usul kesenian ini sudah ada sejak abad ke-17, tepatnya sekitar tahun 1600-an di wilayah Dukuh Kedung Panjang.

Bahkan, peralatan dan properti topeng yang digunakan hingga kini masih merupakan barang asli peninggalan zaman dahulu dan dianggap memiliki nilai sakral oleh seluruh warga.

“Wayang topeng kesenian 1600-an sudah ada (di) Dukuh Kedung Panjang. Sudah diakui warisan budaya tidak benda tahun 2021,” kata Margi saat ditemui di lokasi kegiatan.

Ia menjelaskan, pertunjukan wayang topeng ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dan menjadi syarat wajib dalam pelaksanaan sedekah bumi. Secara tradisi, pentas ini dijadwalkan secara khusus pada hari Sabtu Kliwon yang jatuh di Bulan Apit menurut perhitungan kalender Jawa.

“Ini sebagai persyaratan wajib setiap tahun harus ditampilkan. Harinya Sabtu Kliwon,” jelas dia.

Lebih lanjut Margi menyampaikan, di balik pementasan tersebut terkandung makna mendalam sebagai ungkapan rasa syukur warga yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani atas limpahan hasil panen.

Oleh karena itu, cerita atau lakon yang dibawakan dalam setiap pertunjukan selalu mengangkat tema-tema yang berkaitan dengan dunia pertanian dan kearifan lokal.

Agar tradisi dan keahlian ini tidak punah dan dapat diteruskan ke generasi berikutnya, pihak desa secara rutin mengadakan pelatihan bagi para pemuda. Kegiatan pembelajaran dijadwalkan setiap malam minggu, sehingga minat dan bakat anak muda dapat terus diasah.

Margi mengaku bersyukur, upaya menjaga warisan budaya ini membuahkan hasil. Selain tetap bertahan hidup di tengah perubahan zaman, kesenian wayang topeng kedungpanjang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda, sekaligus menjadi daya tarik tersendiri dan ikon wisata budaya unggulan Kabupaten Pati.

Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap upaya pelestarian yang dilakukan, di mana peran aktif masyarakat menjadi penggerak utama terjaganya tradisi dan seni budaya tersebut. Ia berharap agar seluruh kekayaan kesenian daerah ini terus berkembang, hidup di tengah masyarakat, dan tetap terjaga keberadaannya.

“Kita berharap semarak kesenian daerah ini turut serta menggerakkan perekonomian dan juga dapat melestarikan kesenian itu sendiri, karena kesenian daerah ini tentu memiliki nilai – nilai luhur warisan nenek moyang yang dapat dipetik pelajarannya hingga generasi saat ini,” paparnya.

(adv)

Editor : Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPRD Pati Muntamah Dorong Perempuan Berdaya

    Anggota DPRD Pati Muntamah Dorong Perempuan Berdaya

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 189
    • 0Komentar

    PATI – Hj. Muntamah, anggota DPRD Pati dari PKB, menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan sebagai kunci untuk mencapai keadilan sosial, kemajuan ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan. “Pemberdayaan perempuan adalah proses memberikan daya dan peluang kepada perempuan untuk berpartisipasi penuh dalam semua aspek kehidupan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa hal ini mencakup kesempatan pendidikan, politik, kesetaraan ekonomi, dan partisipasi […]

  • Bangun Kesiangan Tak Jadi Nyunrise (2)

    Bangun Kesiangan Tak Jadi Nyunrise (2)

    • calendar_month Sen, 10 Jun 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Puncak Gunung Gede yang menakjubkan dengan kepulan asap dari kawahnya  Matahari mulai meninggi. Kami tak sadar. Setelah makan malam itu kami terlelap. Nyenyak sekali. Bangun kesiangan membuat momen sunrise hilang. Padahal momen saat matahari terbit itu menjadi dambaan para pendaki. Termasuk kami. Setelah bangun, kami mulai bersiap-siap. Memasak sarapan dengan bahan-bahan yang kami bawa dari […]

  • Enam Kisah Mencari Kejernihan Kendeng

    Enam Kisah Mencari Kejernihan Kendeng

    • calendar_month Ming, 28 Mar 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 219
    • 0Komentar

      Film dokumenter Ayat-Ayat Kendeng yang Tak Dikabarkan LATAR Film ini sebenarnya sudah dirancang sejak akhir 2015, dengan tujuan untuk memotret kondisi ekologis dan sosiologis Kendeng secara lebih utuh. Proses awal pun sudah dimulai pada Juli 2016, saat secara sederhana mendokumentasikan pawai lingkungan dan penanaman seribu pohon oleh para pegiat lingkungan di Tambakromo dan sekitarnya. […]

  • Persijap Jepara kalah 3-1 melawan tuan rumah PSCS Cilacap di Stadion Wijayakusuma Cilacap (DOC PSCS)

    Kalah Lawan PSCS, Peluang Persijap ke Babak 12 Besar Hampir Tertutup

    • calendar_month Sab, 25 Nov 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Persijap Jepara kalah melawan PSCS Cilacap, hasil ini membuat peluang untuk lolos ke babak 12 besar Liga 2 hampir pasti tertutup dan membuat Laskar Kalinyamat harus siap-siap menjalani babak play off degradasi.

  • Reses Tahap Kedua, Anggota DPRD Pati Tanggapi Aspirasi Warga Terkait UMKM dan Kesehatan

    Reses Tahap Kedua, Anggota DPRD Pati Tanggapi Aspirasi Warga Terkait UMKM dan Kesehatan

    • calendar_month Jum, 16 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 235
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Suhartini, menggelar reses tahap kedua pada Kamis malam (8/5/2025) di kediaman Rizky Dewi, Kampung Saliyan, Kelurahan Pati Lor. Acara dihadiri warga Kecamatan Pati Kota dan sekitarnya yang antusias menyampaikan berbagai aspirasi. Permasalahan yang diangkat beragam, meliputi infrastruktur, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan bantuan sosial. “Beberapa usulan yang muncul antara lain […]

  • DPRD Pati Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Musim Hujan

    DPRD Pati Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Musim Hujan

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 270
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati secara tegas mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi datangnya musim hujan. Peringatan ini disampaikan mengingat tingginya potensi bencana dan penyakit yang kerap melanda wilayah Pati selama periode tersebut. Wakil Ketua 2 DPRD Pati, Bambang Susilo, menyoroti bahwa banjir tahunan menjadi ancaman rutin bagi warga […]

expand_less