Breaking News
light_mode

Unik Inilah Daftar 12 Wisata Budaya di Pati

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 23 Nov 2022
  • visibility 676
Tari Kolosal Kirab Boyongan Hari Jadi Pati pada tahun 2019


Selain wisata alam, juga wisata kuliner salah satu yang menjadi magnet wisatawan adalah sajian wisata budaya dengan kearifan lokal, serta keunikannya. 

PATI – Wisata budaya kini menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke suatu daerah. Wisata budaya memiliki keunikan tersendiri. Ada nilai-nilai kearifan lokal yang sarat akan makna dan bisa mengundang decak kagum bagi mereka yang menonton.

Di Kabupaten Pati, daerah yang memiliki budaya agraris dan pesisiran yang kuat juga melahirkan banyak budaya yang menarik dan unik, sehingga akhirnya menjadi magnet “wisata budaya” bagi para wisatawan.

Berikut redaksi merangkum wisata budaya yang ada di Bumi Mina Tani yang bersumber dari Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pati :

1.  Festival Budaya Landoh Kayen, diselenggarakan setiap 10 Rajab, yang merupakan rangkaian haul Syeh jangkung untuk mengenang dan mewarisi semangat perjuangannya semasa hidup melalui syiar Islam di Desa Landoh Kayen. Syeh Jangkung atau Saridin merupakan salah seorang tokoh legendaris di Kabupaten Pati, bahkan namanya diambil sebagai julukan tim sepak bola Persipa Pati yaitu Laskar Saridin

2. Festival Budaya Sunan Prawoto, diselenggarakan setiap 15 Rajab, dalam rangka haul Sunan Prawoto. Sunan Prawoto merupakan salah satu sultan dari Kerajaan Islam Demak. Dipercaya pada suatu masa pusat kekuasaan Kerajaan Demak pernah berdiri di wilayah yang berada di lereng Pegunungan Kendeng ini.

Keramaian tradisi meron di Sukolilo Pati tahun 2022


3. Festival Kali Silugonggo, dilakukan setiap 8 Syawal, tepatnya di Desa Kedungpancing Juwana. Agenda rutinnya adalah lomba perahu tradisional. Di desa ini juga terkenal sebagai pusat pelatihan atlet dayung Kabupaten Pati yang banyak menyumbang medali emas di level provinsi bahkan hingga internasional.

4. Tradisi Larung Sesaji Banyutowo, dilakukan setiap 8 Syawal, tepatnya di TPI  Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti. Acaranya yaitu tradisi larung sesaji bagi para nelayan dalam rangka wujud syukur atas hasil laut yang sudah dinikmati, sekaligus memohon selamat dalam bekerja sehari-hari. 

5. Tradisi Larung Sesaji Juwana, diselenggarakan setiap 8 Syawal, tepatnya di TPI Juwana. Acara larung sesaji di Juwana sangat ramai, biasanya para pengunjung akan ikut mengiringi pelarungan sesaji yang dilakukan di muara Sungai Juwana. 

6. Tradisi Larung Sesaji Sambiroto, dilakukan setiap 8 Syawal, di TPI Sambiroto Tayu. Sama seperti larung sesaji, agenda ini dilakukan sebagai tradisi untuk meminta keselamatan dan wujud syukur para nelayan. 

7. Haul Syeh Ronggo Kusumo, dilakukan setiap 10 Dzulqo’dah, tepatnya di makam Syeh Ronggo Kusumo Desa Ngemplak Margoyoso, acara rangkaian haul dan kirab budaya diiringi grup kesenian dan marching band. Bahkan diklaim kirab ini menjadi yang paling spektakuler dalam menyajikan parade marching band di Kabupaten Pati.

8. Prosesi Hari Jadi Kabupaten Pati, dilakukan setiap 5 tahun sekali pada 7 Agustus. Terakhir dilakukan pada 2019 lalu, kirab dilakukan secara spektakuler, dengan rute dari Pendopo Genuk Kemiri ke Pendopo Kaborongan Pati, tradisi boyongan mengenang kepindahan kadipaten pesantenan ke kadipaten pati. Selain kirab juga digelar pertunjukan-pertunjukan seperti teatrikal terbentuknya Kabupaten Pati.

9. Festival Tradisi Budaya Tambakromo, setiap 1 Muharom, tepatnya di Makam Nyi Ageng Ngerang Desa Ngerang Tambakromo. Acara berupa kirab budaya.

10. Festival Tradisi Budaya Kajen, diselenggarakan ssetiap 10 Muharom, tepatnya di Makam Syeh Ahmad Mutamakkin Desa Kajen Margoyoso, mengenang pengabdian dan perjuangan untuk syiar Islam. Ada banyak kegiatan, mulai dari pengajian, buka luwur, dan juga acara kirab yang menampilkan puluhan grup marching band.

11. Tradisi Meron, setiap 13 Robi’ul Awal, di Desa/Kecamatan Sukolilo. Acara ini merupakan peringatan maulid nabi. Diadakan kirab dengan sejumlah gunungan. Tradisi ini mirip dengan Sekaten di Yogyakarta. Kemeriahan tradisi ini bahkan sampai membuat jalan utama menuju Purwodadi harus ditutup selama peregelaran tradisi ini.

12. Tradisi Sendang Sani, diselenggarakan pada 12 Robi’ul Awal, di Desa Tamansari Tlogowungu. Acara ini sebagai bentuk peringatan maulid nabi. (ars)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kampung Budaya Piji Wetan Raih Penghargaan dari Kemendikbud

    Kampung Budaya Piji Wetan Raih Penghargaan dari Kemendikbud

    • calendar_month Rab, 7 Okt 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.105
    • 0Komentar

    Kegiatan rebbana di Kampung Budaya Piji Wetan  KUDUS – Senyum mengembang dari bibir Muhammad Zaini. Salah seorang inisiator Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW) itu baru saja menerima kabar. Kerja kerasnya bersama masyarakat Piji Wetan diganjar penghargaan. Tidak main-main. Dapat dua penghargaan sekaligus. Kampung Budaya Piji Wetan menjadi pemenang kedua kategori naskah terbaik dan masuk daftar […]

  • Degradasi Mengintai, Persipa Pati Berjuang Keras di Kandang Persipal Palu

    Degradasi Mengintai, Persipa Pati Berjuang Keras di Kandang Persipal Palu

    • calendar_month Ming, 16 Feb 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 319
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persipa Pati akan menghadapi laga berat melawan Persipal Palu dalam lanjutan babak playoff degradasi Liga 2 Grup K di Stadion Gawalise, Senin (17/2/2025). Laskar Saridin datang ke Palu dalam kondisi kelelahan setelah perjalanan panjang dan pertandingan sebelumnya. Perjalanan dari Makassar ke Palu memakan waktu hingga 19 jam akibat kendala cuaca, hal ini disampaikan […]

  • Persijap Jajaki Service Pemain Naturalisasi

    Persijap Jajaki Service Pemain Naturalisasi

    • calendar_month Sab, 11 Agu 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Kiprah Persijap di Liga 3 patut diikuti. Baru menjalani dua laga, manajemen sudah ancang-ancang menambah amunisi baru untuk putaran kedua nanti. Seorang pemain nautralisasi asal Jerman dikabarkan akan merapat ke Gelora Bumi Kartini. Informasi itu dibenarkan Presiden Persijap Esti Puji Lestari. Esti mengungkapkan, penjajakan pemain tersebut atas rekomendasi dari Timo Scheunemann. Nama pemain yang direkrut […]

  • Lolos ke Liga Dua! Suporter Macan Muria Sambut Hangat Kedatangan Persiku Kudus

    Lolos ke Liga Dua! Suporter Macan Muria Sambut Hangat Kedatangan Persiku Kudus

    • calendar_month Sel, 4 Jun 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 318
    • 0Komentar

    KUDUS – Ribuan suporter Tim Macan Muria meriahkan kedatangan manajemen dan pemain Persiku Kudus di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus setelah lolos ke liga dua, Selasa (04/06/2024). Mawahib Afkar, penasehat Persiku Kudus, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian ini. Dia menyebut bahwa pada tahun 2008, tim yang identik dengan warna biru ini pernah meraih kesuksesan bersama pengurus Solehan. […]

  • Persipa Pati Degradasi ke Liga 3, Suporter Kecewa Berat

    Persipa Pati Degradasi ke Liga 3, Suporter Kecewa Berat

    • calendar_month Sab, 22 Feb 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 338
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persipa Pati resmi terdegradasi ke Liga 3 musim depan setelah menelan kekalahan 0-1 dari Persikas Subang di Stadion Joyokusumo, Jumat (21/2/2025). Petualangan Laskar Saridin di Liga 2 berakhir setelah tiga musim berlaga. Kekalahan ini semakin memukul Persipa Pati, yang tampil buruk di laga kandang terakhirnya. Peluang emas dari Silvio Escobar di kotak penalti […]

  • Karyawan PT Anugrah Grafika Diminta Adu ke DPRD Pati Jika Dirugikan

    Karyawan PT Anugrah Grafika Diminta Adu ke DPRD Pati Jika Dirugikan

    • calendar_month Jum, 25 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 322
    • 0Komentar

    PATI – Ratusan karyawan PT Anugrah Grafika menggelar aksi mogok kerja pada Senin, 22 April 2025, karena merasa dirugikan oleh kebijakan perusahaan yang memindahkan karyawan dengan masa kerja 3 hingga 8 tahun ke sistem outsourcing. Menanggapi hal ini, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, menghimbau para karyawan untuk mengadu ke DPRD jika […]

expand_less