Breaking News
light_mode

Unik Inilah Daftar 12 Wisata Budaya di Pati

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 23 Nov 2022
  • visibility 564
Tari Kolosal Kirab Boyongan Hari Jadi Pati pada tahun 2019


Selain wisata alam, juga wisata kuliner salah satu yang menjadi magnet wisatawan adalah sajian wisata budaya dengan kearifan lokal, serta keunikannya. 

PATI – Wisata budaya kini menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke suatu daerah. Wisata budaya memiliki keunikan tersendiri. Ada nilai-nilai kearifan lokal yang sarat akan makna dan bisa mengundang decak kagum bagi mereka yang menonton.

Di Kabupaten Pati, daerah yang memiliki budaya agraris dan pesisiran yang kuat juga melahirkan banyak budaya yang menarik dan unik, sehingga akhirnya menjadi magnet “wisata budaya” bagi para wisatawan.

Berikut redaksi merangkum wisata budaya yang ada di Bumi Mina Tani yang bersumber dari Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pati :

1.  Festival Budaya Landoh Kayen, diselenggarakan setiap 10 Rajab, yang merupakan rangkaian haul Syeh jangkung untuk mengenang dan mewarisi semangat perjuangannya semasa hidup melalui syiar Islam di Desa Landoh Kayen. Syeh Jangkung atau Saridin merupakan salah seorang tokoh legendaris di Kabupaten Pati, bahkan namanya diambil sebagai julukan tim sepak bola Persipa Pati yaitu Laskar Saridin

2. Festival Budaya Sunan Prawoto, diselenggarakan setiap 15 Rajab, dalam rangka haul Sunan Prawoto. Sunan Prawoto merupakan salah satu sultan dari Kerajaan Islam Demak. Dipercaya pada suatu masa pusat kekuasaan Kerajaan Demak pernah berdiri di wilayah yang berada di lereng Pegunungan Kendeng ini.

Keramaian tradisi meron di Sukolilo Pati tahun 2022


3. Festival Kali Silugonggo, dilakukan setiap 8 Syawal, tepatnya di Desa Kedungpancing Juwana. Agenda rutinnya adalah lomba perahu tradisional. Di desa ini juga terkenal sebagai pusat pelatihan atlet dayung Kabupaten Pati yang banyak menyumbang medali emas di level provinsi bahkan hingga internasional.

4. Tradisi Larung Sesaji Banyutowo, dilakukan setiap 8 Syawal, tepatnya di TPI  Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti. Acaranya yaitu tradisi larung sesaji bagi para nelayan dalam rangka wujud syukur atas hasil laut yang sudah dinikmati, sekaligus memohon selamat dalam bekerja sehari-hari. 

5. Tradisi Larung Sesaji Juwana, diselenggarakan setiap 8 Syawal, tepatnya di TPI Juwana. Acara larung sesaji di Juwana sangat ramai, biasanya para pengunjung akan ikut mengiringi pelarungan sesaji yang dilakukan di muara Sungai Juwana. 

6. Tradisi Larung Sesaji Sambiroto, dilakukan setiap 8 Syawal, di TPI Sambiroto Tayu. Sama seperti larung sesaji, agenda ini dilakukan sebagai tradisi untuk meminta keselamatan dan wujud syukur para nelayan. 

7. Haul Syeh Ronggo Kusumo, dilakukan setiap 10 Dzulqo’dah, tepatnya di makam Syeh Ronggo Kusumo Desa Ngemplak Margoyoso, acara rangkaian haul dan kirab budaya diiringi grup kesenian dan marching band. Bahkan diklaim kirab ini menjadi yang paling spektakuler dalam menyajikan parade marching band di Kabupaten Pati.

8. Prosesi Hari Jadi Kabupaten Pati, dilakukan setiap 5 tahun sekali pada 7 Agustus. Terakhir dilakukan pada 2019 lalu, kirab dilakukan secara spektakuler, dengan rute dari Pendopo Genuk Kemiri ke Pendopo Kaborongan Pati, tradisi boyongan mengenang kepindahan kadipaten pesantenan ke kadipaten pati. Selain kirab juga digelar pertunjukan-pertunjukan seperti teatrikal terbentuknya Kabupaten Pati.

9. Festival Tradisi Budaya Tambakromo, setiap 1 Muharom, tepatnya di Makam Nyi Ageng Ngerang Desa Ngerang Tambakromo. Acara berupa kirab budaya.

10. Festival Tradisi Budaya Kajen, diselenggarakan ssetiap 10 Muharom, tepatnya di Makam Syeh Ahmad Mutamakkin Desa Kajen Margoyoso, mengenang pengabdian dan perjuangan untuk syiar Islam. Ada banyak kegiatan, mulai dari pengajian, buka luwur, dan juga acara kirab yang menampilkan puluhan grup marching band.

11. Tradisi Meron, setiap 13 Robi’ul Awal, di Desa/Kecamatan Sukolilo. Acara ini merupakan peringatan maulid nabi. Diadakan kirab dengan sejumlah gunungan. Tradisi ini mirip dengan Sekaten di Yogyakarta. Kemeriahan tradisi ini bahkan sampai membuat jalan utama menuju Purwodadi harus ditutup selama peregelaran tradisi ini.

12. Tradisi Sendang Sani, diselenggarakan pada 12 Robi’ul Awal, di Desa Tamansari Tlogowungu. Acara ini sebagai bentuk peringatan maulid nabi. (ars)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Soroti Potensi Sektor Pertanian dan Pasar Tradisional

    DPRD Pati Soroti Potensi Sektor Pertanian dan Pasar Tradisional

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.962
    • 0Komentar

    PATI – Dalam proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menggarisbawahi perlunya peningkatan dukungan terhadap sektor yang menjadi sandaran perekonomian masyarakat luas. Pernyataan ini disampaikan Wakil Ketua II DPRD Pati Ir. Bambang Susilo dalam paparan poin-poin penting dari DPRD pada kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) yang […]

  • Liga Dihentikan Persipa Gelorakan #DiurusCah-Cah Jilid 2

    Liga Dihentikan Persipa Gelorakan #DiurusCah-Cah Jilid 2

    • calendar_month Kam, 27 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Manager Persipa Pati Dian Dwi Budianto meninjau latihan tim/ Doc Persipa Kondisi sulit mulai dirasakan manajemen Persipa Pati, selama penghentian kompetisi Liga 2 tidak ada pemasukan padahal manajemen harus tetap mengeluarkan kewajiban untuk pemain dan pelatih. Karena itu manajemen menggelorakan #DiurusCah-Cah untuk membantu tim. PATI – Per bulan pengeluaran manajemen Persipa Pati untuk operasional tim […]

  • DPRD Pati Hadiri Penyerahan Penghargaan Krenova, Siap Kawal Pengembangannya

    DPRD Pati Hadiri Penyerahan Penghargaan Krenova, Siap Kawal Pengembangannya

    • calendar_month Kam, 11 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.055
    • 0Komentar

    PATI – Kabupaten Pati kembali mencatatkan prestasi di bidang kreativitas dan inovasi. Sebanyak tiga peserta asal daerah ini berhasil lolos masuk dalam jajaran 20 besar finalis ajang Kreativitas dan Inovasi (Krenova) tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2026. Capaian membanggakan tersebut mendapatkan apresiasi tinggi dari Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, dalam acara penyerahan […]

  • Hindari Plagiasi Mahasiswa Baru Diajari Membuat Makalah

    Hindari Plagiasi Mahasiswa Baru Diajari Membuat Makalah

    • calendar_month Kam, 14 Sep 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Dokumen HMJ Syari’ah STAIN Kudus Lingkar Muria, KUDUS – Dalam dunia akademik, menjiplak sebuah karya hukumnya haram. Baik secara ilmiah maupun hukmiyah. Ada etika dalam mengutip sebuah karya. Hal itu disampaikan Kisbiyanto, ketua Jurusan Tarbiyah dalam apel pembukaan pelatihan makalah yang diadakan Himpunan Mahasiswa Jurusan  (HMJ) Tarbiyah, di halaman kampus barat STAIN Kudus Sabtu (9/92017) kemarin. […]

  • Bupati Pati Mediasi Sengketa Lahan Pundenrejo, Tekankan Kondusivitas

    Bupati Pati Mediasi Sengketa Lahan Pundenrejo, Tekankan Kondusivitas

    • calendar_month Rab, 28 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 304
    • 0Komentar

    PATI – Upaya penyelesaian sengketa lahan di Desa Pundenrejo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati memasuki babak baru. Bupati Pati, Sudewo, menggelar audiensi antara Gerakan Masyarakat Pundenrejo (GERMAPUN) dan Lembaga Perkebunan Indonesia (LPI) Pabrik Gula Pakis pada Rabu (28/5) di Kantor Bupati. Audiensi yang dihadiri Kapolresta Pati, Dandim 0718/Pati, Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pati, […]

  • Apresiasi Penurunan Harga Pupuk, DPRD Pati : Ini Dukungan Nyata untuk Petani

    Apresiasi Penurunan Harga Pupuk, DPRD Pati : Ini Dukungan Nyata untuk Petani

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 348
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyambut baik kebijakan pemerintah pusat terkait penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi hingga 20% di seluruh Indonesia, yang mulai berlaku pada 22 Oktober 2025. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban petani dan meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan penurunan ini, harga pupuk bersubsidi menjadi lebih terjangkau, yaitu […]

expand_less