Breaking News
light_mode

Rumah Datoek: Lebih dari 100 Porsi Sate Ayam Merah Terjual Setiap Hari

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 14 Mar 2025
  • visibility 392

PATI – Kepopuleran sate ayam merah khas Yogyakarta kini menjangkau Pati. Warga Pati memiliki pilihan baru untuk berbuka puasa berkat hadirnya Rumah Datoek, sebuah kedai yang menyajikan menu ini.

Berlokasi di Jalan KH Ahmad Dahlan, Gang Akasia nomor 14, Pati Wetan, Kecamatan Pati, Rumah Datoek yang berkonsep pop up store ini selalu ramai dikunjungi selama Ramadan. Rabu (12/3/2025) misalnya, antrean pembeli terlihat mengular panjang.

“Saya sengaja ke sini karena penasaran sama sate ayam merah. Viral di Tiktok. Katanya khas Jogja. Mumpung ada yang dekat, saya nyoba di sini. Ternyata rasanya memang enak, beda dari sate yang lain. Rasanya lebih kaya rempah,” ujar Miratus Sholihah (28), seorang pembeli yang datang dari Rembang.

Sate ayam merah ini memang menjadi primadona baru. Potongan daging ayam yang tebal dan besar, dengan bumbu merah yang aromatik, sukses menggugah selera. Sajian lengkapnya termasuk nasi putih, taburan sayur kale crispy, dan sambal. Empat tusuk sate sudah cukup mengenyangkan untuk menu berbuka puasa.

Angela Dea (26), pemilik Rumah Datoek, menjelaskan bahwa kedainya baru beroperasi sekitar seminggu sebelum Ramadan.

“Memang kami buka selama Ramadan saja karena kami konsepnya pop up store. Tapi satu tahun ini rencananya kami buka dua kali, selain saat Ramadan, juga besok bulan Juli,” jelasnya.

Konsep pop up store dipilih karena Rumah Datoek merupakan bisnis sampingan dari bisnis katering utamanya.

Menu sate ayam merah di Rumah Datoek terinspirasi dari berbagai varian sate merah di Yogyakarta.

“Di Jogja banyak sekali varian sate merah. Ini sate pakai bumbu merah. Daging ayam dimarinasi pakai bumbu merah, lalu kami bakar lagi pakai bumbu merah, ditambah kecap, jadi lebih medok dan lebih pedas,” terang Dea.

Ramai pengunjung setiap harinya, Rumah Datoek mampu melayani sekitar 100-200 transaksi per hari, dengan kapasitas tempat sekitar 240 orang. Seporsi sate ayam merah dibanderol Rp 20.000, sementara paket ayam bakar Rp 18.000.

Keduanya dilengkapi nasi, kale crispy, dan sambal. Minuman dan dessert seperti es cokelat, es susu kocok stroberi yakult, french toast dengan topping gelato, dan caramel milk pudding juga tersedia. Jadi, bagi yang ingin mencoba, segera kunjungi Rumah Datoek di Pati.

Editor: Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengenal Tahu Aci Jajanan Lezat Khas Mahasiswa IAIN Kudus yang Populer Dari Masa ke Masa

    Mengenal Tahu Aci Jajanan Lezat Khas Mahasiswa IAIN Kudus yang Populer Dari Masa ke Masa

    • calendar_month Jum, 26 Jul 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 613
    • 0Komentar

    KUDUS – Tahu aci merupakan jajanan kaki lima di pinggir jalan yang menjadi kegemaran mahasiswa di IAIN Kudus. Jajanan tahu aci ini terbilang cukup popular diantara para mahasiswa IAIN Kudus, karena rasa dan harganya yang terjangkau. Banyak mahasiswa menggemari jajanan dengan cita rasa asin gurih ini. Tahu aci tidak tenggelam di Tengah banyaknya jajanan pentol-pentol […]

  • Biayai Kuliah dari Nyanyi

    Biayai Kuliah dari Nyanyi

    • calendar_month Ming, 17 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Chindy Karomah HOBI bernyanyi dimiliki Chindy Karomah sejak duduk dibangku kelas IV Sekolah Dasar (SD). Dari hobi itu, dia sempat mengikuti berbagai perlombaan. Dia kerap mengikuti lomba macapat hingga MTQ qiroah.  “Yang kerap mendapatkan juara di bidang MTQ, pernah mendapatkan juara saat SD dan SMA. Waktu itu, di sekolah tidak ada ekstrakurikuler band, sehingga saya […]

  • Angkutan Umum Kudus Terancam Punah, Organda Usul Angkutan Khusus Pelajar

    Angkutan Umum Kudus Terancam Punah, Organda Usul Angkutan Khusus Pelajar

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 175
    • 0Komentar

    KUDUS – Nasib angkutan umum di Kabupaten Kudus memprihatinkan. Jumlah armada yang beroperasi kini tinggal separuh dari jumlah sebelumnya, yakni hanya sekitar 150 kendaraan dari total 650 kendaraan yang tersebar di 13-14 trayek aktif (dari 20 trayek sebelumnya). Ketua DPC Organda Kudus, Mahmudun, mengungkapkan penurunan drastis ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kemudahan akses kredit […]

  • Sosok Super Kinyun, Bermain Konsisten Antarkan Persijap Jepara Raih Kemenangan

    Sosok Super Kinyun, Bermain Konsisten Antarkan Persijap Jepara Raih Kemenangan

    • calendar_month Sab, 13 Jan 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 256
    • 0Komentar

    JEPARA – Persijap Jepara kembali meraih kemenangan penting saat berjumpa dengan Sulut United (12/1), Persijap berhasil menang 3 – 1 atas Sulut United yang bertindak sebagai tuan rumah di Stadion Klabat Manado. Kemenangan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh pemain Persijap Jepara sepanjang pertandingan berlangsung. Salah satu pemain yang tampil bagus adalah Rizki Hidayat, […]

  • Kapolresta Pati Turun Langsung Pantau Wilayah Rawan Bencana Saat Curah Hujan Tinggi

    Kapolresta Pati Turun Langsung Pantau Wilayah Rawan Bencana Saat Curah Hujan Tinggi

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 978
    • 0Komentar

    PATI – Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi bersama PJU Polresta Pati turun langsung ke Kecamatan Sukolilo untuk memastikan kesiapsiagaan personel menghadapi potensi bencana alam yang meningkat seiring curah hujan tinggi Selasa (2/12) pukul 09.30 WIB hingga selesai. “Kami ingin memastikan wilayah rawan benar-benar dalam pantauan,” ujar Kapolresta saat memulai pengecekan di Desa Gadudero. Lokasi […]

  • Juliono, dari Buruh Bangunan Banting Stir Jadi Petani Anggur

    Juliono, dari Buruh Bangunan Banting Stir Jadi Petani Anggur

    • calendar_month Ming, 25 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 487
    • 0Komentar

      Juliono pintar melihat peluang. Saat pekerjaan sebagai buruh bangunan sepi, dia memilih menjadi petani. Budidaya anggur dipilihnya untuk mengisi hari-hari nganggur. Hasilnya cukup menggemberikan, usahanya berhasil PATI – Juliono (25) merupakan pemuda asal Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi. Pria tamatan Madrasah Aliyah ini  mengeluh karena pembatasan sosial selama pandemi Covid-19 mulai tahun 2020 lalu menyebabkan […]

expand_less