Breaking News
light_mode

Hadiri Cap Go Meh, Safin Ajak Tionghoa Perantauan Bangun Usaha di Pati

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 20 Feb 2019
  • visibility 278



PATI – Perayaan Cap Go Meh di Kelenteng
Hok Tik Bio digelar Selasa (19/2/2019) malam. Pelataran kelenteng penuh. Dari masyarakat
Tionghoa, lintas agama sampai para pejabat duduk rapat menikmati sajian lontong
khas Cap Go Meh diselingi pentas kesenian ala tionghoa.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati
Saiful Arifin mengapresiasi kegiatan budaya tersebut.  “Inilah salah satu wujud sebenar –
benarnya NKRI”, kata Saiful Arifin.
Dia pun mengungkapkan, bahwa
perayaan ini merupakan salah satu bentuk penghargaan kepada budaya Tionghoa yang
patut untuk dijaga. “Seperti inilah kita bangsa Indonesia, negeri yang
kita cintai. Dengan keragaman suku dan budayanya,” imbuhnya.
Tak ingin hanya berbasa-basi, pria
yang akrab disapa Saiful Arifin ini mengajak segenap warga Tionghoa Pati untuk
sama-sama merasa memiliki Pati dan membangunnya untuk lebih maju. ”Pati
daerahnya kondusif. Untuk kegiatan investasi sangat cocok. Pertumbuhan ekonomi
bagus. Ini saatnya teman-teman Tionghoa yang masih berada di perantauan bisa
ikut membangun kotanya. Mari berinvestasi dan membangun Pati bersama-sama,”
terang Safin.
Saiful Arifin
Sementara itu, Ketua Klenteng Hok
Tik Bio Pati, Eddy Siswanto juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada
segenap masyarakat yang dari awal Tahun Baru Imlek 2570 hingga perayaan Cap Go
Meh, senantiasa hadir dan menikmati berbagai hiburan dan suguhan yang tersedia
di Klenteng Hok Tik Bio Pati.
“Cap Go artinya 15 sedangkan
Me artinya adalah hari. Secara keseluruhan perayaan – perayaan jelang Imlek
hingga 15 hari semua acara berakhir di Cap Go Meh ini”, ujar Eddy
Siswanto.
Ia pun mengajak segenap tamu
undangan serta masyarakat yang hadir agar selalu berbuat kebaikan serta ikut
berperan dalam membantu kerja pemerintah demi memajukan Kabupaten Pati.
“Lebih-lebih dalam menjaga budaya dan kerukunan antar umat beragama”,
lanjutnya.
Ia juga berharap tahun baru Imlek
mendatang dapat lebih baik serta semakin menjadi bukti bahwa perayaan seperti
ini merupakan bagian dari budaya di Kabupaten Pati. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Pati Ringkus Enam Tersangka Narkoba

    Polres Pati Ringkus Enam Tersangka Narkoba

    • calendar_month Rab, 7 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Konferensi pers ungkap kasus narkoba selama Juni 2021 di Mapolres Pati Barang bukti sabu seberat 10,4 gram diamankan jajaran Sat Res Narkoba Polres Pati selama Juni 2021. Sebagian diantara para tersangka ini merupakan residivis PATI – Jajaran Sat Res Narkoba Polres Pati mengungkap empat kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Kasus ini selama Juni 2021. Total […]

  • Peka Muria Rayakan HUT ke-2, Sorot Keselamatan dan Konservasi Gunung Muria

    Peka Muria Rayakan HUT ke-2, Sorot Keselamatan dan Konservasi Gunung Muria

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 342
    • 0Komentar

    KUDUS – Komunitas Penggiat Konservasi Muria (Peka Muria) memperingati hari jadinya yang kedua dengan menggelar sarasehan bertema “Sinergi Pendaki dan Konservasi Pegunungan Muria” di Joglo Migunani, Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Sabtu (12/7/2025). Acara ini menjadi ajang refleksi pasca-insiden tragis jatuhnya pendaki di Pegunungan Muria, sekaligus penegasan komitmen Peka Muria dalam pelestarian lingkungan. Ketua Peka Muria, […]

  • Bupati Pati: Jembatan Pelemgede Akan Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

    Bupati Pati: Jembatan Pelemgede Akan Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 804
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati, Sudewo, meresmikan Jembatan Jalan Sukopuluhan–Mencon di Desa Pelemgede, Sabtu (15/11/2025). Jembatan ini merupakan akses penting penghubung menuju Pucakwangi–Blora. “Alhamdulillah, Jembatan Pelemgede sudah selesai terbangun dalam kondisi yang bagus, kuat,” ujar Sudewo. Pembangunan jembatan ini merupakan respons terhadap kerusakan akibat banjir Februari 2025. Sudewo berharap jembatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. […]

  • Komunitas LITBAR:  Berjuang Melawan Adiksi Gawai Lewat Literasi

    Komunitas LITBAR: Berjuang Melawan Adiksi Gawai Lewat Literasi

    • calendar_month Sel, 4 Feb 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 763
    • 0Komentar

    PATI – Sebuah komunitas literasi di Pati, Litbar, berhasil mengurangi ketergantungan anak-anak pada gawai dengan cara yang unik dan inspiratif. Mereka menggelar sekolah literasi yang membimbing anak-anak sekolah dasar untuk menciptakan dan menerbitkan buku cerita mereka sendiri. Hasilnya? Sebuah buku berjudul “Petualangan dalam Kabut Misteri” yang diluncurkan dengan penuh semangat oleh para siswa SDIT Bias […]

  • Sambut Muktamar ke-35 NU, GP Ansor Colo Gelar Maulid di Hutan Muria Usung Pesan Ekoreligi

    Sambut Muktamar ke-35 NU, GP Ansor Colo Gelar Maulid di Hutan Muria Usung Pesan Ekoreligi

    • calendar_month Jum, 28 Agu 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 101.960
    • 0Komentar

    KUDUS – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama menjadi momen yang dinanti seluruh kalangan, terutama warga nahdliyin. Meski kegiatan utama berpusat di Jombang, kader NU turut memeriahkan agenda lima tahunan ini melalui berbagai kegiatan di daerah. Sebagai bentuk partisipasi, Pimpinan Ranting GP Ansor Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, menggelar peringatan Maulid Nabi di alam terbuka. Bertempat di […]

  • Pilih Jurusan yang Menantang

    Pilih Jurusan yang Menantang

    • calendar_month Ming, 4 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Shara Saraswati Bagi sebagian orang, zona nyaman kerap menjadi pilihan dalam hidup. Namun bagi Shara Saraswati, hal itu tak ada di dalam kamus hidupnya. Perempuan kelahiran Pati, 2 Juli 1998 ini memilih ingin menaklukan tantangan yang ada. Dia tak menyukai zona nyaman. Dari prinsip itulah kemudian Shara sapaan akrabnya memilih kuliah di Jurusan Pendidikan Guru […]

expand_less