Breaking News
light_mode

Nyadong Syafaat Bagi Negeri

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 21 Apr 2019
  • visibility 184




Bertepatan
dengan malam nisfu sya’ban (20/4) kemarin, ngaji ngAllah Suluk Maleman
mengangkat tema menarik: Nyadong Syafa’at Kanjeng Nabi. Ini adalah edisi pengajian
tersebut yang ke 88.

Menurut
Anis Sholeh Ba’asyin, tema ini diangkat karena setidaknya ada sebagian
masyarakat, atau bahkan sebagian besar masyarakat, yang kuatir dan takut bila
eskalasi politik yang memanas pasca pilpres berkembang ke arah yang tak
terkendali. Bila tak terkelola, pertarungan politik yang semula berkembang di
tingkat elite, bisa melebar menjadi tubrukan antar rakyat secara horisontal.

Anis
menganalogikan ketakutan masyarakat ini dengan ketakutan sahabat Nabi, Abubakar
RA, saat bersembunyi bersama Nabi dari kejaran kafir Quraisy di gua Tsur.
Abubakar sangat takut atas keselamatan Nabi, karena para pengejar sudah berada
di mulut gua, bahkan sudah terlihat kakinya; sementara penghalang mereka
hanyalah sarang laba-laba, dua ekor burung dara yang sedang mengeram dan dahan-dahan
pohon.

Melihat
ketakutan sahabatnya, Rasulullah mengatakan: jangan bersedih, Allah bersamaku.
Seperti diungkap oleh Al Qur’an, penegasan Rasulullah inilah yang menjadi kunci
diturunkannya  ketenangan/sakinah dari
Allah dan bala bantuan berupa tentara yang tak terlihat mata, yang kemudian
terbukti tidak saja menyebabkan mereka selamat dari ancaman ketakutan, tapi
juga membuat mereka menang.

Maka,
demikian menurut Anis, dalam kondisi takut dan kuatir sekarang ini, ada dua
pilihan sikap yang bisa kita ambil: pertama, mengambil sikap seperti Rasulullah
waktu itu, dengan menegaskan keyakinan: jangan bersedih, Allah bersama kita.
Dan kedua, marilah kita ‘datangi’ Rasulullah, dan seperti Abubakar, kita
keluhkan ketakutan kita, agar beliau sudi mensyafa’ati kita semua.

“Yang
paling baik, keduanya kita lakukan bersamaan. Sehingga melalui syafa’atnya, pertolongan
Allah turun, membuat kita tenang sekaligus menyelamatkan kita semua dari
perpecahan yang mengancam di depan mata” jelas Anis.

Dr
Abdul Jalil dari Kudus, menambahi penjelasan Anis tersebut dengan mengatakan
bahwa untuk mendapat syafaat seseorang harus mampu mengakui keberadaan Allah
secara tulus dengan hati dan jiwanya. Syafaat akan berlaku bagi orang yang hati
dan jiwanya berikrar tentang Ketuhanan.

“Jadi
harus ada keutuhan antara fisik, hati, akal dan roh yang sama sama berikrar.
Yang seringkali terjadi dalam hati telah tulus namun tidak tertransformasi
nafs. Seperti seorang koruptor tentu tahu kalau korupsi itu tidak baik tapi
tetap dilakukan,” ujarnya.

Dia
pun menyebut jika syafaat tentunya pasti muncul manakala hati dan jiwanya
kembali. Namun manusia seharusnya dapat menyiapkan wadah atau tempatnya
terlebih dahulu. 
“Seperti
kopi baru bisa dinikmati jika ada gelasnya,” tambahnya.

Syafaat
itu sendiri menurut Abdul Jalil secara bahasa  artinya adalah melengkapi atau menggenapi.
Artinya ia berfungi untuk melengkapi atau menggenapi apa yang telah dicapai
manusia, tapi capaian tersebut dianggap belum sesuai standar yang ditentukan.

Anis
Sholeh Baasyin, kembali menambahi agar ummat senantiasa terus bergerak tanpa
perlu harus menunggu sesuatu. Terutama dalam senantiasa mengingat Allah.

“Kalau
keyakinan sudah dipegang tanpa sedikitpun keraguan hidup tentu akan beres. Akan
dibimbing melalui semesta dan yang ada didalam diri sendiri. Bukankah Tuhan
lebih dekat dari urat leher, kenapa harus khawatir,” terangnya.

Bahkan
saat tidak mengetahui pun, apalagi pada dasarnya manusia memang tidak tahu,
maka dengan keyakinan manusia akan diberitahu melalui berbagai jalan. Ini
berlaku selama keyakinan itu dapat dijaga. Hanya seringkali justru keyakinan
manusia tersebut dihalang-halangi dengan keraguan oleh pikirannya sendiri.
Banyak ketakutan-ketakutan yang dimunculkannya sendiri.

“Selain
jangan ragu, yang perlu diingat yakni jangan pernah sombong. Seringkali yang
membuat celaka adalah kesombongan itu sendiri. Merasa diri kotor itu lebih baik
daripada merasa paling jernih sendiri,” terangnya.

Sujiwo
Tedjo, budayawan yang turut hadir pun turut memberikan cerita terkait cerita di
dunia perwayangan. Presiden Jancukers itu menyebut ada kepercayaan dalam dunia
wayang tentang bagaimana bertapa dengan jalan mendiamkan ujung lidah.

“Diamnya
ujung lidah itu diharapkan untuk meminimalisir lisan dan mengolah apa yang ada
di jiwa. Dalam yoga sendiri ada tekhnik dimana untuk pikiran pun ada kalanya
harus berhenti dari aktivitas mengingat, menamai dan diheningkan,” ujarnya. 

Semua
itu dilakukan agar pengolahan yang ada di dalam diri dan jiwa manusia bisa
semakin dimaksimalkan. Menurut Sujiwo Tejo, dalam khasanah Jawa juga disebut adanya
mata ketiga pada diri manusia. Mata itulah yang bertugas untuk melihat ke dalam
diri manusia.

“Kalau
dirasakan, itulah sebabnya tidak ada alasan untuk saling berjarak dan tidak
bersyukur. Sekalipun dari luar terlihat tidak memiliki apa-apa. Kedekatan
dengan Tuhan inilah yang harus dipertahankan jangan justru dijauhkan sendiri,”
ujar cerpenis Budi Maryono menambahi semua penjelasan sebelumnya. (ars)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Carlos Franca Betah di Persijap, Duet Reuni Eks-Mohammedan Siap Guncang Lini Depan

    Carlos Franca Betah di Persijap, Duet Reuni Eks-Mohammedan Siap Guncang Lini Depan

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 217
    • 0Komentar

    JEPARA – Kebahagiaan terpancar dari wajah Carlos Henrique Franca, pemain anyar Persijap Jepara asal Brasil, sejak resmi berseragam Laskar Kalinyamat. Franca mengaku merasa nyaman dan diterima dengan baik oleh keluarga besar Persijap, yang menurutnya memiliki atmosfer kekeluargaan yang kuat dan semangat juang tinggi. “Saya sangat senang berada di sini. Persijap adalah klub yang luar biasa, […]

  • DPRD Pati Beri Masukan Pengembangan Pertanian

    DPRD Pati Beri Masukan Pengembangan Pertanian

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 189
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Endah Sri Wahyungiati, menekankan perlunya peningkatan sektor pertanian di Kabupaten Pati melalui penerapan teknologi modern dan diversifikasi produk. Menurutnya, potensi pertanian di Pati perlu dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Perlu adanya penerapan teknologi pertanian yang presisi, pengembangan varietas unggul, dan perbaikan infrastruktur irigasi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa penguatan kelembagaan pelaku […]

  • BRI Kanca Pati Kerja Sama dengan Yayasan Nabila Asih Bantu Masyarakat Desa Sirahan

    BRI Kanca Pati Kerja Sama dengan Yayasan Nabila Asih Bantu Masyarakat Desa Sirahan

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.298
    • 0Komentar

    PATI – Melalui Kanca (Kantor Cabang) Pati, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menegaskan komitmen mendukung kesejahteraan masyarakat melalui penyaluran Program BRI Peduli (Corporate Social Responsibility/CSR). Pada kesempatan ini, BRI bekerja sama dengan Yayasan Nabila Asih untuk menyalurkan 500 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di Desa Sirahan, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati. Digelar pada […]

  • Jampisawan Gelar Bersih-Bersih Sungai Juwana, Tingkatkan Kesadaran Lingkungan

    Jampisawan Gelar Bersih-Bersih Sungai Juwana, Tingkatkan Kesadaran Lingkungan

    • calendar_month Jum, 26 Apr 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 201
    • 0Komentar

    PATI – Aksi bersih-bersih Sungai Juwana dilakukan oleh beberapa pegiat lingkungan. Hal ini dilakukan karena masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai. Aksi bersih-bersih diikutu puluhan peserta, mulai dari anak sekolah, aktivitas lingkungan hingga pihak pemerintahan. Di Sungai Juwana yang juga dikenal dengan Silugonggo ini masih kerap menjadi tempat membuang sampah bagi […]

  • Siswa MTs Tarbiyatul Banin Sukses Kembangkan Pupuk Hayati, Bantu Petani Tingkatkan Hasil Panen

    Siswa MTs Tarbiyatul Banin Sukses Kembangkan Pupuk Hayati, Bantu Petani Tingkatkan Hasil Panen

    • calendar_month Jum, 28 Feb 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 422
    • 0Komentar

    PATI – Kelas riset di MTs Tarbiyatul Banin Desa Pekalongan Winong berhasil mengembangkan pupuk hayati yang telah diuji coba dan memberikan hasil positif bagi petani setempat. Penelitian yang berlangsung selama dua tahun ini melibatkan siswa dalam pembuatan pupuk hayati dari mikroorganisme lokal. “Penelitian ini upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan, generasi muda siswa-siswi MTs Tarbiyatul Banin menunjukkan […]

  • Edukasi Warga Polres Jepara Gelar Senam Anti Narkoba

    Edukasi Warga Polres Jepara Gelar Senam Anti Narkoba

    • calendar_month Sab, 27 Agu 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Senam bersama perangi narkoba/POLRES JEPARA  Polres Jepara mengajak generasi muda untuk memerangi narkoba. Ajakan itu dilakukan melalui kegiatan senam bersama  JEPARA – Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-77, Polres Jepara menyelenggarakan acara senam bersama anti narkoba dan mengajak generasi muda perangi narkoba di Alun-Alun Jepara, Jumat pagi (26/08/2022).  Kapolres Jepara AKBP Warsono, […]

expand_less