Breaking News
light_mode

Nyadong Syafaat Bagi Negeri

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 21 Apr 2019
  • visibility 305




Bertepatan
dengan malam nisfu sya’ban (20/4) kemarin, ngaji ngAllah Suluk Maleman
mengangkat tema menarik: Nyadong Syafa’at Kanjeng Nabi. Ini adalah edisi pengajian
tersebut yang ke 88.

Menurut
Anis Sholeh Ba’asyin, tema ini diangkat karena setidaknya ada sebagian
masyarakat, atau bahkan sebagian besar masyarakat, yang kuatir dan takut bila
eskalasi politik yang memanas pasca pilpres berkembang ke arah yang tak
terkendali. Bila tak terkelola, pertarungan politik yang semula berkembang di
tingkat elite, bisa melebar menjadi tubrukan antar rakyat secara horisontal.

Anis
menganalogikan ketakutan masyarakat ini dengan ketakutan sahabat Nabi, Abubakar
RA, saat bersembunyi bersama Nabi dari kejaran kafir Quraisy di gua Tsur.
Abubakar sangat takut atas keselamatan Nabi, karena para pengejar sudah berada
di mulut gua, bahkan sudah terlihat kakinya; sementara penghalang mereka
hanyalah sarang laba-laba, dua ekor burung dara yang sedang mengeram dan dahan-dahan
pohon.

Melihat
ketakutan sahabatnya, Rasulullah mengatakan: jangan bersedih, Allah bersamaku.
Seperti diungkap oleh Al Qur’an, penegasan Rasulullah inilah yang menjadi kunci
diturunkannya  ketenangan/sakinah dari
Allah dan bala bantuan berupa tentara yang tak terlihat mata, yang kemudian
terbukti tidak saja menyebabkan mereka selamat dari ancaman ketakutan, tapi
juga membuat mereka menang.

Maka,
demikian menurut Anis, dalam kondisi takut dan kuatir sekarang ini, ada dua
pilihan sikap yang bisa kita ambil: pertama, mengambil sikap seperti Rasulullah
waktu itu, dengan menegaskan keyakinan: jangan bersedih, Allah bersama kita.
Dan kedua, marilah kita ‘datangi’ Rasulullah, dan seperti Abubakar, kita
keluhkan ketakutan kita, agar beliau sudi mensyafa’ati kita semua.

“Yang
paling baik, keduanya kita lakukan bersamaan. Sehingga melalui syafa’atnya, pertolongan
Allah turun, membuat kita tenang sekaligus menyelamatkan kita semua dari
perpecahan yang mengancam di depan mata” jelas Anis.

Dr
Abdul Jalil dari Kudus, menambahi penjelasan Anis tersebut dengan mengatakan
bahwa untuk mendapat syafaat seseorang harus mampu mengakui keberadaan Allah
secara tulus dengan hati dan jiwanya. Syafaat akan berlaku bagi orang yang hati
dan jiwanya berikrar tentang Ketuhanan.

“Jadi
harus ada keutuhan antara fisik, hati, akal dan roh yang sama sama berikrar.
Yang seringkali terjadi dalam hati telah tulus namun tidak tertransformasi
nafs. Seperti seorang koruptor tentu tahu kalau korupsi itu tidak baik tapi
tetap dilakukan,” ujarnya.

Dia
pun menyebut jika syafaat tentunya pasti muncul manakala hati dan jiwanya
kembali. Namun manusia seharusnya dapat menyiapkan wadah atau tempatnya
terlebih dahulu. 
“Seperti
kopi baru bisa dinikmati jika ada gelasnya,” tambahnya.

Syafaat
itu sendiri menurut Abdul Jalil secara bahasa  artinya adalah melengkapi atau menggenapi.
Artinya ia berfungi untuk melengkapi atau menggenapi apa yang telah dicapai
manusia, tapi capaian tersebut dianggap belum sesuai standar yang ditentukan.

Anis
Sholeh Baasyin, kembali menambahi agar ummat senantiasa terus bergerak tanpa
perlu harus menunggu sesuatu. Terutama dalam senantiasa mengingat Allah.

“Kalau
keyakinan sudah dipegang tanpa sedikitpun keraguan hidup tentu akan beres. Akan
dibimbing melalui semesta dan yang ada didalam diri sendiri. Bukankah Tuhan
lebih dekat dari urat leher, kenapa harus khawatir,” terangnya.

Bahkan
saat tidak mengetahui pun, apalagi pada dasarnya manusia memang tidak tahu,
maka dengan keyakinan manusia akan diberitahu melalui berbagai jalan. Ini
berlaku selama keyakinan itu dapat dijaga. Hanya seringkali justru keyakinan
manusia tersebut dihalang-halangi dengan keraguan oleh pikirannya sendiri.
Banyak ketakutan-ketakutan yang dimunculkannya sendiri.

“Selain
jangan ragu, yang perlu diingat yakni jangan pernah sombong. Seringkali yang
membuat celaka adalah kesombongan itu sendiri. Merasa diri kotor itu lebih baik
daripada merasa paling jernih sendiri,” terangnya.

Sujiwo
Tedjo, budayawan yang turut hadir pun turut memberikan cerita terkait cerita di
dunia perwayangan. Presiden Jancukers itu menyebut ada kepercayaan dalam dunia
wayang tentang bagaimana bertapa dengan jalan mendiamkan ujung lidah.

“Diamnya
ujung lidah itu diharapkan untuk meminimalisir lisan dan mengolah apa yang ada
di jiwa. Dalam yoga sendiri ada tekhnik dimana untuk pikiran pun ada kalanya
harus berhenti dari aktivitas mengingat, menamai dan diheningkan,” ujarnya. 

Semua
itu dilakukan agar pengolahan yang ada di dalam diri dan jiwa manusia bisa
semakin dimaksimalkan. Menurut Sujiwo Tejo, dalam khasanah Jawa juga disebut adanya
mata ketiga pada diri manusia. Mata itulah yang bertugas untuk melihat ke dalam
diri manusia.

“Kalau
dirasakan, itulah sebabnya tidak ada alasan untuk saling berjarak dan tidak
bersyukur. Sekalipun dari luar terlihat tidak memiliki apa-apa. Kedekatan
dengan Tuhan inilah yang harus dipertahankan jangan justru dijauhkan sendiri,”
ujar cerpenis Budi Maryono menambahi semua penjelasan sebelumnya. (ars)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Komisi C DPRD Pati Soroti Pengelolaan Bank Sampah yang Belum Optimal

    Ketua Komisi C DPRD Pati Soroti Pengelolaan Bank Sampah yang Belum Optimal

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 306
    • 0Komentar

    PATI – Pengelolaan Bank Sampah di Kabupaten Pati menjadi perhatian serius dari DPRD setempat. Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, H. Joni Kurnianto, ST, M.MT, menyoroti bahwa program yang seharusnya memberikan manfaat signifikan bagi lingkungan dan ekonomi masyarakat ini belum berjalan optimal. “Kalau Bank Sampah itu jangan hanya sekedar retorika atau pencitraan. Jadi nanti setelah […]

  • Dewan Pati Ajak Pemdes Optimalkan Bumdes untuk Tingkatkan Ekonomi Desa

    Dewan Pati Ajak Pemdes Optimalkan Bumdes untuk Tingkatkan Ekonomi Desa

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 283
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, mendorong pemerintah desa (Pemdes) untuk memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) sebagai strategi utama dalam meningkatkan ekonomi masyarakat desa. Bandang yakin Bumdes memiliki potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan warga jika dikelola secara maksimal. “Bumdes memiliki peluang besar untuk meningkatkan ekonomi lokal,” ujarnya. […]

  • Ketua DPRD Pati Dukung Askab PSSI Lahirkan Talenta Muda Sepak Bola

    Ketua DPRD Pati Dukung Askab PSSI Lahirkan Talenta Muda Sepak Bola

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 559
    • 0Komentar

    PATI – Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, menyatakan dukungannya terhadap berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Pati. Dukungan ini disampaikan saat menerima kunjungan dari pengurus Askab PSSI Pati. Ali Badrudin berharap, melalui kegiatan-kegiatan yang ada, akan muncul talenta-talenta sepak bola dari Kabupaten Pati yang mampu bersinar baik di tingkat regional maupun nasional. […]

  • Geger Inara Rusli Inilah Hukum Melepas Cadar bagi Seorang Perempuan

    Geger Inara Rusli Inilah Hukum Melepas Cadar bagi Seorang Perempuan

    • calendar_month Sab, 20 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Inara Rusli terima job brand ambasador klinik kecantikan/ INSTAGRAM JAKARTA – Baru-baru ini viral soal hukum melepas cadar bagi seorang perempuan muslim. Ramainya isu ini karena Inara Rusli melepas cadar setelah digugat cerai oleh Virgoun. Inara menyebut alasan membuka cadar itu karena Allah dan untuk menghidupi anak-anaknya. “Saya memakai cadar karena Allah. Kini saya melepas […]

  • Mengenal Astro, Anjing Pengaman Huru-hara Milik Polres Pati

    Mengenal Astro, Anjing Pengaman Huru-hara Milik Polres Pati

    • calendar_month Sel, 9 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 443
    • 0Komentar

    Marah Jika Ada yang Teriak-teriak dan Jingkrak-jingkrak Add caption Unit Satwa Polres Pati memiliki empat ekor anjing. Dua ekor anjing pengaman huru-hara, dua ekor anjing deteksi. Nah kali ini tim redaksi Lingkar Muria mengajak pembaca kenal lebih dekat dengan seekor anjing pengaman huru-hara. Namanya Astro. Warnanya dominan hitam legam, namun ada sedikit warna coklat tua. […]

  • Beban Anggaran Bertambah, DPRD Pati Khawatir Belanja Pegawai Lebihi Batas

    Beban Anggaran Bertambah, DPRD Pati Khawatir Belanja Pegawai Lebihi Batas

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.742
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyoroti komposisi belanja pegawai dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang saat ini mencapai 34 persen. Pihak legislatif mewaspadai potensi kenaikan angka tersebut jika kebijakan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu menjadi Penuh Waktu direalisasikan. Wakil Ketua II DPRD Pati, Bambang Susilo, […]

expand_less