Breaking News
light_mode

Dianggap Tak Mampu Bekerjasama, DA Dipecat Jadi Asisten Pelatih Persipa

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 3 Jun 2019
  • visibility 264

Pelatih kepala Persipa, Gatot Barnowo

Tentu banyak yang bertanya-tanya.
Apa yang melatarbelakangi manajemen Persipa memecat asisten pelatihnya Dwi
Ariyanto. Apakah ada faktor like and
dislike
di manajemen. Atau memang murni faktor kualitas personal yang
buruk?

Pelatih kepala Persipa, Gatot
Barnowo buka-bukaan tentang alasan dipecatknya Dwi Ariyanto sebagai asistennya
sejak beberapa bulan terakhir ini. ”Untuk posisi itu (Red, asisten pelatih)
tugasnya sebenarnya amat sederhana. Sebagai asisten tugasnya tentu saja
membantu pelatih kepala,” kata Gatot kepada media.

Tugas-tugas itu diantaranya
penataan alat sebelum latihan, memilih teknik dan jenis pemanasan yang tepat
untuk pemain, dan jenis-jenis latihan. Serta menyediakan review dan catatan
masing-masing pemain. ”Itu yang tidak kami dapatkan. Dengan kata lain
kontribusi dari pos ini kurang maksimal. Padahal sebagai tim butuh kontribusi
yang maksimal untuk tiap pos. Itu yang menjadi alasan dan landasan manajemen
melakukan pemecatan,” terangnya.

Posisi yang ditinggalkan Dwi itu,
nantinya akan segera mendapat ganti. Bocoran yang beredar di kalangan pecinta
bola Pati, nama-nama lokal diprediksi akan menjadi pendamping Gatot sebagai
pelatih. Nama yang santer terdengar adalah Satrio Husodo dan juga Haryanto alias
Sarmento. Dua nama itu tak asing di kalangan pecinta bola Pati.

Keputusan pemecatan itu oleh
sebagian kalangan dinilai keputusan yang sudah seharusnya dilakuka manajemen. Seorang
pengamat bola di Pati menyebut keputusan itu tepat dilakukan. Jika target ke
Liga 2 tentu harus total. Termasuk untuk posisi sekelas asisten pelatih.

”Mohon maaf yang dulu, memang
kelasnya belum mumpuni.  Pelatih itu
tidak gampang. Tidak sekadar mengajarkan teori seperti guru olahraga. Akan tetapi
burtuh praktik lapangan. Memberi contoh. Menularkan pengalaman bertanding,
memberi tahu cara mengatasi tekanan penonton dan lawan. Kalau tidak pernah
mengalami hal itu bagaimana mau menularkan ke pemain,” kata pria yang tinggal
di Gabus ini.

Redaksi mencoba menghubungi Dwi
Ariyanto untuk mendengar cerita di balik pemecatannya tersebut. Sayang pesan
WhatsApp yang dikirimkan pagi ini belum dibalasnya.  (alb)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPRD Pati Muntamah Dorong Pengembangan Karakter Lewat Pendidikan Agama

    Anggota DPRD Pati Muntamah Dorong Pengembangan Karakter Lewat Pendidikan Agama

    • calendar_month Sen, 28 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 278
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Muntamah, menekankan pentingnya pengembangan karakter anak melalui pendidikan, baik formal maupun non-formal. Ia menjelaskan bahwa pendidikan memiliki ruang lingkup yang luas, tidak hanya terbatas pada bangku sekolah. “Pendidikan agama sangat penting bagi masyarakat untuk membentuk akhlakul karimah atau karakter yang baik pada anak-anak,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa mendidik generasi muda […]

  • DPRD Pati Dorong Peningkatan Infrastruktur dan Pengelolaan TPI Juwana

    DPRD Pati Dorong Peningkatan Infrastruktur dan Pengelolaan TPI Juwana

    • calendar_month Sab, 28 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 288
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati Komisi B, Sudi Rustanto, menegaskan pentingnya peningkatan pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Juwana dan infrastruktur pendukungnya. Menurutnya, Kecamatan Juwana sebagai pusat perekonomian Kabupaten Pati, sangat bergantung pada sektor perikanan. “Kecamatan Juwana ini pusat perekonomian di Kabupaten Pati dengan industri perikanan menjadi dominan,” ujarnya. Ia menekankan perlunya pengelolaan TPI Juwana yang […]

  • Jalan Rusak Ditanami Pisang : Wakil Ketua DPRD Pati Desak Percepatan Perbaikan

    Jalan Rusak Ditanami Pisang : Wakil Ketua DPRD Pati Desak Percepatan Perbaikan

    • calendar_month Sel, 31 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 4.017
    • 0Komentar

    PATI – Kasus jalan rusak di Kayen yang viral setelah masyarakat menanami bagian rusaknya dengan pohon pisang mendapatkan tanggapan serius dari DPRD Kabupaten Pati. Wakil Ketua I DPRD Pati, Hardi, menegaskan telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pati untuk segera menindaklanjuti keluhan masyarakat yang sudah menunjukkan rasa kecewa terhadap […]

  • Batik Lasem Rembang dipajang di Museum Batik Indonesia. (Pemprov Jawa Tengah)

    Bikin Bangga Batik Lasem Dipajang di Museum Batik Indonesia

    • calendar_month Rab, 4 Okt 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Batik Lasem dari Rembang Jawa Tengah dipajang di Museum Batik Indonesia. Hal ini menjadikan Batik Lasem turut diperhitungkan daam khazanah batik di negeri ini.

  • Rumah Makan Pakai Elpiji Melon Diperingatkan

    Rumah Makan Pakai Elpiji Melon Diperingatkan

    • calendar_month Rab, 3 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Sejumlah rumah makan masih menggunakan elpiji melon Lingkar Muria, PATI – Dalam sidak yang dilakukan Polsek Juwana Selasa (2/1/18) lalu, ditemukan dua rumah makan yang masih menggunakan gas melon untuk memasak. Melihat hal itu, jajaran polsek yang terdiri dari Kanit Reskrim, Kasi Humas, Piket Reskrim, dan anggota SPKT memberikan peringatan kepada pemilik rumah makan tersebut. ”Sesuai […]

  • DPRD Pati Siap Rumuskan Kebijakan Berkelanjutan untuk P3K

    DPRD Pati Siap Rumuskan Kebijakan Berkelanjutan untuk P3K

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.625
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pati menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan segala aspirasi yang disampaikan oleh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau P3K paruh waktu. Berbagai usulan dan tuntutan yang telah diterima dalam proses audiensi selanjutnya akan dibahas dan diperjuangkan secara maksimal pada saat pembahasan anggaran di tingkat Badan Anggaran (Banggar) mendatang. Hal tersebut […]

expand_less