Breaking News
light_mode

Edy Wuryanto Soroti Ketimpangan Upah Minimum dengan KHL yang Melebar

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
  • visibility 1.864

JAKARTA – Ketimpangan yang semakin lebar antara upah minimum dan kebutuhan hidup layak (KHL) menjadi perhatian serius Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto. Hal tersebut dikemukakannya dalam rapat kerja bersama Menteri Ketenagakerjaan, di mana ia menyoroti urgensi penanganan masalah ini.

Menurut Edy, negara memiliki kewajiban berdasarkan konstitusi untuk menjamin kesejahteraan pekerja seluruh Indonesia. Ia mengutip Pasal 27 ayat (2) UUD 1945 yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.

“Jadi kebutuhan hidup layak atau KHL ini seharusnya menjadi indikator penting di dalam penetapan upah minimum,” tegas Edy di hadapan Menteri Ketenagakerjaan.

Data yang disampaikannya menunjukkan bahwa pada tahun 2026, rata-rata Upah Minimum Provinsi (UMP) diperkirakan mencapai Rp3.508.000, sementara KHL telah mencapai angka Rp4,2 juta.

Meskipun upah mengalami kenaikan rata-rata sebesar 5,91 persen, jarak dengan kebutuhan riil pekerja masih sangat signifikan.

“Artinya, Pak Menteri, upah minimum yang ditetapkan saat ini belum benar-benar memperhatikan kebutuhan hidup layak,” ujarnya.

Selain itu, Edy juga mengungkapkan data dari Bank Dunia yang mencatat bahwa upah riil buruh dan pekerja mengalami penurunan sebesar 1,1 persen selama periode 2018 hingga 2024.

Kondisi ini, katanya, memberikan dampak yang sangat nyata pada kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Dengan kondisi seperti ini, pasti daya beli masyarakat turun, Pak Menteri,” kata Edy.

Perlambatan daya beli juga terlihat dari perkembangan konsumsi rumah tangga pada kuartal III (Q3), yang hanya tumbuh sebesar 4,89 persen – di bawah angka ideal 5 persen yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ini indikator jelas bahwa daya beli masyarakat sedang melemah,” tandasnya.

Edy menegaskan bahwa inflasi dan penurunan daya beli merupakan isu utama yang membutuhkan tanggapan segera dari pemerintah, terutama dalam rangka melindungi hak dan kesejahteraan buruh serta pekerja.

“Inflasi dan daya beli menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah dalam mengawal kesejahteraan buruh,” pungkasnya.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kabupaten Pati Jadi Tuan Rumah MTQ Provinsi Jawa Tengah ke-XXX Tahun 2024

    Kabupaten Pati Jadi Tuan Rumah MTQ Provinsi Jawa Tengah ke-XXX Tahun 2024

    • calendar_month Rab, 24 Apr 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 350
    • 0Komentar

    PATI – Kabupaten Pati dipilih sebagai tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXX tingkat Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2024. Dalam acara ini, akan ada kafilah perwakilan dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah yang akan bersaing dalam sembilan cabang dan 24 golongan perlombaan. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, MTQ Provinsi Jawa […]

  • Bupati Kudus Pimpin Gotong Royong Bersihkan Gorong-gorong, Cegah Banjir di Proliman

    Bupati Kudus Pimpin Gotong Royong Bersihkan Gorong-gorong, Cegah Banjir di Proliman

    • calendar_month Sab, 12 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 286
    • 0Komentar

    KUDUS – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, memimpin langsung gotong royong pembersihan gorong-gorong di bawah Jalan Nasional Proliman, Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Jumat (11/4/2025). Kegiatan ini melibatkan jajaran pemerintah, Polri, TNI, perwakilan puskesmas, Dinas PKPLH, BPBD, PUPR, dan para relawan. Sam’ani, setelah berjalan kaki dari kediamannya, memimpin apel sebelum terjun langsung membersihkan sampah yang menyumbat gorong-gorong. […]

  • Orang Tua Wajib Tahu HP Berpotensi Bikin Anak Gangguan Jiwa

    Orang Tua Wajib Tahu HP Berpotensi Bikin Anak Gangguan Jiwa

    • calendar_month Kam, 2 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 298
    • 0Komentar

      Ilustrasi Guru di sekolah dan para orang tua diharapkan bisa berperan memberikan batasan kepada anak-anaknya dalam menggunakan HP. Penggunaan HP yang tidak terkontrol memiliki dampak mengerikan bagi anak. Bahkan di level lebih parah menjadi pemicu gangguan jiwa. Hal itu diungkapkan Dokter Kejiwaan RSUD RAA Soewondo Pati, dr. Yarmaji, Sp.KJ. Yarmaji menyarankan kepada orang tua […]

  • DPRD Pati Sarankan Petani Gunakan Burung Hantu untuk Kendalikan Hama Tikus 

    DPRD Pati Sarankan Petani Gunakan Burung Hantu untuk Kendalikan Hama Tikus 

    • calendar_month Jum, 25 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 368
    • 0Komentar

    PATI – Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit, mendorong petani setempat untuk memanfaatkan burung hantu sebagai pengendali hama tikus. Menurutnya, metode ini lebih ramah lingkungan dibandingkan penggunaan pestisida dan jebakan tikus beraliran listrik. “Ini lebih ramah lingkungan. Selain mengurangi penggunaan pestisida, juga mendukung pelestarian burung hantu yang ternyata sangat bermanfaat bagi petani. Hewan ini […]

  • Membaca Kecerdasan Sang Idiot, Kisah Pertetitrahan Kyai Sandal Jepit

    Membaca Kecerdasan Sang Idiot, Kisah Pertetitrahan Kyai Sandal Jepit

    • calendar_month Kam, 12 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Sampul buku Kecerdasan Sang Idiot             Kyai Sandal Jepit adalah patron yang saya usung dalam buku-buku kisah hikmah. Pada awalnya, kisah Kyai Sandal Jepit diterbitkan oleh Narasi, Yogyakarta. Disebabkan best seller, maka kisah Kyai Sandal Jepit kemudian dilanjut di buku yang kedua dan diterbitkan oleh penerbit yang sama.             Sekitaran sepuluh tahun berikutnya kisah Kyai […]

  • Masjid Tanpa Sujud ?

    Masjid Tanpa Sujud ?

    • calendar_month Sel, 14 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Teater Gerak 11 PMII Cabang Kudus bersiap menggelar pentas produksi pada Sabtu (18/5/2019) nanti di Gedung O FKIP Universitas Muria Kudus pukul 20.00. Lakon yang dibawakan adalah “Masjid Tanpa Sujud”. Lakon itu merupakan naskah karya Habib Anis Sholeh Ba’asyin, seniman dan budayawan dari Bumi Mina Tani, sekaligus pendiri Orkes Puisi Sampak GusUran dan pengasuh Ngaji […]

expand_less