Breaking News
light_mode

Tren Sehat: Makanan Kukusan Seperti Jagung dan Ubi Kian Diminati

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
  • visibility 535

 

PATI – Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat, tren sajian makanan pada acara-acara resmi seperti rapat mulai mengalami perubahan. Jika sebelumnya snack rapat identik dengan kue-kue manis dan makanan olahan tinggi gula serta lemak, kini pilihan makanan kukusan seperti jagung rebus dan ubi rebus semakin populer sebagai alternatif yang lebih sehat dan mengenyangkan.

Makanan kukusan dinilai lebih aman dikonsumsi karena tidak melalui proses penggorengan yang menggunakan minyak berlebihan. Jagung rebus dan ubi rebus menjadi dua jenis pangan yang paling sering dijumpai pada rapat-rapat kantor maupun kegiatan pemerintahan belakangan ini.

Selain menyajikan rasa alami dan tekstur yang lembut, kedua bahan makanan tersebut juga memiliki nilai gizi yang baik. Jagung kaya akan serat, vitamin B, serta mineral yang mampu menjaga energi tetap stabil selama rapat berlangsung. Sementara ubi memiliki kandungan karbohidrat alami, beta karoten, dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

“Pilihan makanan kukusan memberi rasa kenyang lebih lama tanpa takut menyumbang kalori berlebih. Ini cocok untuk peserta rapat yang harus tetap fokus,” ungkap seorang penyedia konsumsi acara di Pati.

Selain itu, tren back to nature yang mendorong konsumsi makanan sederhana dan minim olahan juga turut mempengaruhi pilihan konsumsi dalam berbagai acara. Kehadiran jagung dan ubi rebus memberikan nuansa tradisional yang ramah di lidah masyarakat Indonesia.

Dari segi biaya, makanan kukusan juga dinilai lebih ekonomis dan mudah diolah dalam jumlah banyak. Hal ini menjadikannya pilihan ideal bagi panitia penyelenggara acara yang membutuhkan snack praktis namun tetap memenuhi standar kesehatan.

Meski demikian, tren makanan rapat sehat ini tidak menghilangkan keberagaman menu. Makanan kukusan dapat dipadukan dengan buah potong, kacang rebus, hingga minuman hangat seperti teh atau sari jahe, sehingga tetap memberikan variasi yang menarik bagi peserta rapat.

Tren penyajian jagung dan ubi rebus sebagai snack rapat ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan konsumsi yang lebih baik, tidak hanya saat rapat namun juga dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, budaya hidup sehat dapat terus ditumbuhkan di berbagai lingkungan kerja maupun instansi pemerintahan.

EDITOR : Arif

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menengok Telaga Sejuta Akar yang Terus Bersolek

    Menengok Telaga Sejuta Akar yang Terus Bersolek

    • calendar_month Kam, 13 Jun 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Telaga Sejuta Akar terus bersolek Momen libur lebaran dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat di Jepara. Tempat-tempat wisata terlihat ramai dengan pengunjungnya. Terutama di wisata pantai. Tak kalah, Telaga Sejuta Akar di Desa Bondo, Kecamatan Bangsri ikut unjuk gigi menawarkan keindahannya untuk dikunjungi. Melengkapi deretan wisata-wisata di Bumi Kartini. Sejak beberapa tahun terakhir, tempat wisata ini […]

  • Angin Segar Guru Non PNS, untuk TK dan PAUD di Jepara

    Angin Segar Guru Non PNS, untuk TK dan PAUD di Jepara

    • calendar_month Kam, 21 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Bupati Marzuqi sedang memberikan sambutan  JEPARA – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), rancangan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKP) 2020 di Pendapa Kartini Rabu (20/3/2019) membawa angin segar bagi sejumlah guru non PNS untuk tingkat RA, TK, dan PAUD di Bumi Kartini. Hal itu lantaran Bupati Jepara dan Ketua DPRD Kabupaten Jepara sepakat untuk memberikan insentif bagi […]

  • Selamatkan Lahan Kritis Pohon Alpukat Bisa Jadi Solusinya

    Selamatkan Lahan Kritis Pohon Alpukat Bisa Jadi Solusinya

    • calendar_month Sab, 26 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Ilustrasi bibit pohon alpukat yang memiliki nilai ekonomis sekaligus nilai ekologis Lahan kritis perlu mendapat penanganan agar tidak menjadi pemicu bencana alam seperti banjir terjadi. Caranya adalah menanam pohon. Salah satu pohon yang direkomendasikan adalah alpukat yang memiliki nilai ekonomis sekaligus nilai ekologis. PATI – Masyarakat didorong untuk ikut serta memelihara lahan kritis di lingkungannya, […]

  • Ali Koroy Bocah Ternate Pahlawan Persipa Pati

    Ali Koroy Bocah Ternate Pahlawan Persipa Pati

    • calendar_month Kam, 10 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 148
    • 0Komentar

      Sukacita pemain Persipa Pati merayakan gol kemenangan SIDOARJO – Ali Koroy menjadi bintang lapangan saat @persipaofficial berhasil menghajar @farmelfc dengan skor telak 6-3 Rabu (9/3/2022), di Stadion Gelora Delta Sidoarjo Jawa Timur. Pemain asal Ternate ini mencetak hattrick dalam pertandingan tersebut. Pertandingan berjalan ketat. Namun mental juara anak-anak Persipa layak diacungi jempol Jalan menuju […]

  • Sering Banjir Bandang, Wakil Ketua DPRD Pati Hardi Dorong Adanya Embung

    Sering Banjir Bandang, Wakil Ketua DPRD Pati Hardi Dorong Adanya Embung

    • calendar_month Sel, 29 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 362
    • 0Komentar

    PATI – Banjir bandang kembali melanda wilayah selatan Kabupaten Pati pada Jumat (25/10/2024), merendam puluhan rumah di tiga desa. Menanggapi kejadian ini, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati, Hardi, mendesak perlunya pembangunan embung untuk meminimalisir dampak banjir. “Jadi harus dibuat embung di daerah Sinomwidodo, karena itu untuk meminimalisir air dari curah hujan yang tinggi,” ujarnya. […]

  • DPRD Pati Penanganan Stunting Penting untuk Jamin Masa Depan Anak

    DPRD Pati Penanganan Stunting Penting untuk Jamin Masa Depan Anak

    • calendar_month Jum, 27 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 186
    • 0Komentar

    PATI – Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menyerukan kepada masyarakat untuk bahu-membahu dalam upaya penanganan stunting. Stunting, menurutnya, merupakan masalah serius yang membutuhkan perhatian serius. Pasalnya, stunting tidak hanya berdampak pada tinggi badan, tetapi juga dapat menghambat perkembangan otak anak dan meningkatkan risiko penyakit kronis. “Dampak stunting bukan hanya soal tinggi badan, tetapi juga […]

expand_less