Breaking News
light_mode

Sejarah Sosrokartono, Kakak Kartini yang Jenius

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 23 Sep 2022
  • visibility 41

Tidak banyak yang mengetahui sejarah Sosrokartono. Ceritanya kehebatannya banyak tenggelam. Padahal banyak nilai-nilai positif yang bisa menjadi pembelajaran bagi generasi bangsa hari ini. 

Kartono, nama lengkapnya RM. Panji Sosrokartono. Lahir tahun 1877. Kakak kandung RA. Kartini. Dia adalah sosok terpelajar Jawa. Pada tahun1898 Kartono adalah seorang ‘pribumi’ pertama yang kuliah di luar Hindia – Belanda.

Karena kecerdasannya beliau menjadi kesayangan para dosennya. Beliau bisa 27 bahasa asing & 10 bahasa nusantara. Bangsawan ganteng ini pinter bergaul, anak orang kaya, terkenal dan juga merakyat.

Banyak perempuan Eropa nyebutnya “De Mooie Sos” (artinya Sos yang ngganteng). Bule Eropa & Amerika  menyebut beliau dengan hormat  ‘De Javanese Prins’ (Pangeran Jawa) akan tetapi  sesama pribumi memanggilnya Kartono saja. 

Tahun 1917 Kartono menjadi wartawan Perang Dunia I di koran Amerika yakni The New York Herald cabang Eropa.

Dia memadatkan artikel bahasa Perancis sejumlah 30 kata dalam 4 bahasa (yakni Inggris, Spanyol, Rusia, Perancis)

Sebagai wartawan perang, Kartono diberi pangkat Mayor oleh Sekutu, tapi menolak membawa senjata. “Saya tidak menyerang orang,  oleh karena itu saya pun tidak akan diserang. Jadi apa perlunya membawa senjata ?,” paparnya.

Kartono adalah ahli diplomasi yang hebat. Dia sempat gemparkan Eropa – Amerika dengan artikelnya tentang perundingan Jerman & Perancis yang rahasia serta sangat tertutup, yang diselenggarakan di dalam salah satu gerbong kereta api yang berhenti di tengah hutan, bahkan mendapat penjagaan yang super ketat dari semua wartawan yang sedang mencari informasi dan berita. Ternyata koran New York Herald telah memuat hasil perundingan tersebut.

Tahun 1919 Kartono menjadi penerjemah tunggal di Liga Bangsa Bangsa yang pada tahun 1921 diubah menjadi PBB. Kartono ketua penerjemah untuk segala bahasa, mengalahkan para poliglot Eropa – Amerika.

Tahun 1925 “Pangeran Sos” pulang ke tanah air. Ki Hajar Dewantara mengangkatnya sebagai  kepala sekolah menengah di Bandung 

Dikisahkan rakyat berjejal menemui si pintar ini, untuk minta air dan doa. Dan anehnya banyak yang sembuh maka antrian pun makin panjang termasuk bule-bule Eropa, akhirnya Kartono mendirikan ‘Klinik Darussalam’ .

Kartono pernah menyembuhkan seorang anak Eropa hanya dengan sentuhan-sentuhan  dihadapan para dokter yang sudah angkat tangan untuk berusaha menyembuhkan penyakit si anak tersebut.


Dikisahkan pula Kartono pernah memotret kawah gunung dari udara. hebatnya tanpa pesawat Soekarno muda sering berdiskusi dengannya. Bung Hatta sebut beliau orang jenius.

Di rumahnya berkibar bendera merah putih, dan anehnya Belanda, Jepang , dan sekutu seolah tak peduli. 

Tahun 1951 Kartono wafat di Bandung  dan dikebumikan di makam Sido Mukti, Desa Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah di samping makam kedua orang tuanya Nyai Ngasirah dan RMA Sosroningrat.

Kartono meninggal dalam kondisi tidak punya apa-apa,  rumah pun hanya menyewa padahal sebagai putera bangsawan dan cendekiawan ia bisa hidup mewah .

Orang tidak temukan pusaka dan jimat di rumahnya. hartanya hanya selembar kain bersulam huruf  ALIF. Pada batu nisan makamnya tertulis :

         SUGIH TANPO BONDHO.

         DIGDAYA TANPO AJI


Kartono seorang wartawan hebat tapi PWI (organisasi profesi wartawan) tidak pernah singgung namanya, juga tokoh pendidikan tapi para guru seolah lupa namanya. []

Sumber : Diana Dindien. Tulisan ini diambil dari grup Facebook Nederlands-Indie

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pansus DPRD Pati Dalami Dugaan Tarik Ulur Guru di SMPN 1 Tayu

    Pansus DPRD Pati Dalami Dugaan Tarik Ulur Guru di SMPN 1 Tayu

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 51
    • 0Komentar

    PATI – Polemik penugasan guru di Kabupaten Pati terus bergulir. Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Pati berencana memanggil Kepala SMPN 1 Tayu untuk mengklarifikasi dugaan penarikan guru Bahasa Inggris dari Kecamatan Jaken. Langkah ini diambil setelah Pansus menerima keterangan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pati yang memicu pertanyaan lebih lanjut. “Kami ingin […]

  • DPRD Pati: Pengembangan Wisata Perlu Analisa Sektor Unggulan

    DPRD Pati: Pengembangan Wisata Perlu Analisa Sektor Unggulan

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 58
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menekankan perlunya analisis mendalam terhadap potensi wisata unggulan di wilayah tersebut dalam upaya pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Hal ini disampaikan oleh Endah Sri Wahyungiati, anggota DPRD Pati dari Partai Golkar. “Pengembangan pariwisata di Kabupaten Pati harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan,” ujarnya. “Pemkab harus menganalisis potensi […]

  • Petenis Yunior Pati Digembleng Enam Bulan

    Petenis Yunior Pati Digembleng Enam Bulan

    • calendar_month Sab, 19 Mei 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 39
    • 0Komentar

    PATI – Nampaknya, petenis yunior di Kabupaten Pati patut bersyukur dan gembira. Hal itu karena Pelti Pati menunjukkan keseriusannya dalam membina petenis muda di Bumi Mina Tani.  Keseriusan para pengurus olahraga tangan itu ditunjukkannya dengan menggelar program pelatihan tenis lapangan atlit yunior berprestasi di lapangan tenis indoor Joyokusumo. Program pelatihan tersebut menggandeng pelatih berpengalaman yang juga […]

  • Abadikan Hidup Dengan Menulis

    Abadikan Hidup Dengan Menulis

    • calendar_month Sab, 9 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Zumrotun Menulis memang menjadi hobi Zumrotun. Gadis kelahiran Pati, 6 Januari 1995 ini sejak duduk di bangku SMA sudah rutin menulis. Terbukti ia kerap kali mengikuti lomba kepenulisan, meskipun jarang mendapatkan juara. ”Saat SMA, saya pernah ikut lomba menulis karya sastra, meskipun hanya juara harapan satu, saya tak patah semangat, sebab menulis adalah hobi saya,” […]

  • Persijap Harus Waspada, Adhyaksa FC Bukan Tim Sembarangan Enam Pertandingan Terakhir Tak Pernah Kalah

    Persijap Harus Waspada, Adhyaksa FC Bukan Tim Sembarangan Enam Pertandingan Terakhir Tak Pernah Kalah

    • calendar_month Sab, 4 Jan 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 68
    • 0Komentar

    JEPARA – Persijap Jepara bakal melakoni laga krusial untuk memastikan tiket babak 8 besar Liga 2, menjamu Adhyaksa FC Minggu (5/12/2025) di Stadion GBK Jepara. Meskipun berstatus sebagai tuan rumah, Persijap Jepara mesti waspada dengan Adhyaksa FC. Sebab tim besutan coach Ade Chandra itu sedang berada dalam trend positif. Enam kali pertandingan terakhir tidak pernah […]

  • Indospace Group Gelar CSR Khitan Massal untuk 30 Anak di Jepara, Wakil Bupati Apresiasi Program Kesehatan Masyarakat

    Indospace Group Gelar CSR Khitan Massal untuk 30 Anak di Jepara, Wakil Bupati Apresiasi Program Kesehatan Masyarakat

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 49
    • 0Komentar

    JEPARA – PT Triconville Indonesia yang merupakan bagian dari Indospace Group Factory Jepara menggelar program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa khitan massal untuk 30 anak dari seluruh wilayah Kabupaten Jepara. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, (5/7/2025) di Klinik YAI Medika, RT.28/RW.06, Bawu III, Bawu, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara. Program khitan massal ini merupakan kolaborasi strategis antara […]

expand_less