Breaking News
light_mode

Dugaan Penyelewengan Tanah Bengkok di Kalirejo, Desa Merugi Ratusan Juta Rupiah

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
  • visibility 313

GROBOGAN – Polemik pengelolaan tanah bengkok di Desa Kalirejo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, mencuat ke permukaan.

Diduga, hasil lelang tanah bengkok selama 16 tahun tidak pernah dilaporkan sebagai Pendapatan Asli Desa (PAD), menyebabkan kerugian desa diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Yatno, seorang petani penggarap lahan bengkok selama 10 tahun, mengungkapkan bahwa ia dan beberapa warga lainnya menyetor uang sewa langsung kepada Sekretaris Desa (Sekdes) Kalirejo tanpa melalui mekanisme kas desa.

“Setiap tahun kami setor langsung ke pa carik (sekdes), tidak melalui lelang bondo deso atau kas desa. Saya sendiri menggarap sebanyak seperempat bau dengan harga Rp 3 juta per tahun untuk sewa lahan sawah. Kalau lahan yang lokasinya di tengah, harga sewanya beda, bisa lebih tinggi sekitar Rp 500 ribu,” jelas Yatno pada Senin (29/9/2025).

Menurut data, ada sejumlah nama warga yang turut menggarap tanah bengkok, termasuk Riali Santoso, Sujadi, Sumarno, Pasirin, Suji, Saadi, Yatno, Rebo, Gimin, dan Samidi. Total lahan yang dikelola mencapai 9 bau atau setara dengan 6 hektar sawah.

Bendahara desa, Lasiyem, membenarkan adanya pengembalian sebagian tanah bengkok ke desa oleh Sekdes yang berstatus PNS sejak 2009.

“Memang ada pengembalian, tapi besarannya kami tidak tahu. Kami hanya menerima laporan. Soal dilaporkan ke BPD atau tidak, itu kewenangan panitia,” ujarnya saat dikonfirmasi di kediamannya.

Namun, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mengklaim tidak pernah menerima laporan hasil lelang tanah bengkok dari panitia yang diketuai oleh Sekdes.

Bahkan, BPD Kalirejo mengaku telah menyurati Bupati Grobogan pada tahun 2024 terkait masalah ini, namun belum mendapatkan respons.

“BPD tidak pernah menerima laporan hasil lelang. Padahal itu menjadi kewajiban panitia menyerahkan laporan hasil lelang bondo desa. Bahkan kami sudah pernah menyurati bupati, tapi tidak ditindaklanjuti,” ungkap salah seorang anggota BPD.

Dengan potensi pendapatan dari sewa lahan bengkok seluas 6 hektar yang mencapai Rp 3 juta per seperempat bau per tahun, desa seharusnya menerima pendapatan yang signifikan. Estimasi kerugian selama 16 tahun akibat tidak adanya setoran ke kas desa mencapai Rp 832 juta.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Pati Hadiri Istighosah, Doa untuk Keselamatan dan Kemajuan Kabupaten Pati

    Bupati Pati Hadiri Istighosah, Doa untuk Keselamatan dan Kemajuan Kabupaten Pati

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 305
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati, Sudewo menghadiri acara istighosah di Pendopo Kabupaten Pati pada Kamis (26/6/2025). Acara yang dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan organisasi keagamaan ini merupakan wujud syukur dan doa bersama untuk keselamatan, keberkahan, dan kemajuan Kabupaten Pati. Dalam sambutannya, Sudewo menekankan pentingnya istighosah sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon […]

  • Pansus Hak Angket DPRD Pati Sidak RSUD RAA Soewondo, Temukan Dugaan Keterlibatan Istri Ketua Dewas

    Pansus Hak Angket DPRD Pati Sidak RSUD RAA Soewondo, Temukan Dugaan Keterlibatan Istri Ketua Dewas

    • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 333
    • 0Komentar

    PATI – Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Pati terkait kebijakan Bupati Sudewo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD RAA Soewondo Pati pada Kamis (4/9/2025). Sidak ini dipimpin langsung oleh Ketua Pansus, Teguh Bandang Waluyo, usai menggelar sidang dengan Ketua Dewan Pengawas (Dewas) RSUD RAA Soewondo, Torang Manurung. Sidang tersebut membahas dugaan keterlibatan istri Torang, […]

  • Tiga Putra Daerah Merapat

    Tiga Putra Daerah Merapat

    • calendar_month Sab, 10 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 827
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Para pesepakbola Pati yang sebelumnya berkarir di luar daerah mulai mengikuti latihan pembentukan tim Persipa sore kemarin di Stadion Joyokusumo. Mereka bergabung dengan pemain hasil seleksi pekan lalu. Mereka adalah Ragil Putut Widodo eks Persijap Jepara yang berposisi sebagai pemain depan, Joko Purwanto eks Persikaba Blora pemain tengah, dan Dwi Cahyono […]

  • Satpolairud Polresta Pati Susuri Sungai Silugonggo Pantau Kapal Tidak Beroperasi

    Satpolairud Polresta Pati Susuri Sungai Silugonggo Pantau Kapal Tidak Beroperasi

    • calendar_month Sab, 4 Jul 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.684
    • 0Komentar

    PATI – Tim Terpadu Maritim Juwana telah melaksanakan pendataan terhadap kapal-kapal mangkrak yang menghuni alur Sungai Silugonggo, Kabupaten Pati, pada Jumat (3/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mengatasi keberadaan kapal yang dinilai membahayakan keselamatan serta kelancaran pelayaran di kawasan tersebut. Pendataan berlangsung mulai pukul 07.00 WIB dengan melibatkan personel Satpolairud Polresta Pati, TNI Angkatan […]

  • Inilah Daftar Calon Penjabat Bupati Pati Versi Usulan DPRD

    Inilah Daftar Calon Penjabat Bupati Pati Versi Usulan DPRD

    • calendar_month Rab, 13 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 312
    • 0Komentar

      Pimpinan DPRD Kabupaten Pati menggelar konferensi pers penentuan usulan calon Pj Bupati Siapakah yang akan menjabat sebagai Pj Bupati Pati pasca lengsernya Haryanto bulan Agustus mendatang?  PATI – DPRD Kabupaten Pati mengusulkan tiga naman calon Penjabat (PJ) Bupati Pati kepada Kementerian Dalam Negeri. Ketiga nama tersebut adalah Tri Haryama yang sekarang menjabat Kepala Dinas […]

  • DPRD Pati Minta Pemkab Kembangkan Industri Pengolahan

    DPRD Pati Minta Pemkab Kembangkan Industri Pengolahan

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 290
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati dari Partai Golkar, Endah Sri Wahyungiati, mendorong pengembangan industri di Kabupaten Pati dengan fokus pada pengolahan hasil pertanian, perikanan, dan peternakan serta investasi ramah lingkungan. “Pengembangan industri pengolahan hasil pertanian, perikanan, dan peternakan sangat penting untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal dan meningkatkan daya saing Kabupaten Pati di tingkat nasional,” […]

expand_less