Teater Satoesh UIN Sunan Kudus Pentaskan “Mega-Mega”, Angkat Suara Kehidupan Kaum Terpinggirkan
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 101.848

Teater Satoesh UIN Sunan Kudus menghidupkan lakon "Mega-Mega" karya Arifin C. Noer di Auditorium UMK, Minggu (23/8/2026).
KUDUS – Teater Satoesh Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus menggelar Pentas Produksi tahun 2026 dengan menyuguhkan lakon berjudul Mega-Mega, karya legendaris Arifin C. Noer. Pementasan berlangsung di Gedung Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK) pada Minggu (23/8/2026).
Berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam, pertunjukan ini melibatkan kolaborasi anggota Teater Satoesh dari angkatan 2024 dan 2025. Melalui naskah tersebut, mereka menghidupkan kisah yang menyoroti realitas kehidupan serta dinamika sosial yang dialami oleh kelompok masyarakat yang terpinggirkan.
Sutradara Pentas Produksi 2026, Fatkhun Nur Rohman, menjelaskan bahwa pemilihan naskah Mega-Mega dilatarbelakangi oleh keinginan mendalam untuk mendalami gaya dan pemikiran karya Arifin C. Noer. Selain itu, isu-isu yang terkandung di dalamnya dinilai sangat relevan dan masih memiliki keterkaitan erat dengan kenyataan hidup masyarakat saat ini.
Bagi Nur Rohman, kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan seni belaka, melainkan sebuah ruang refleksi bagi penonton untuk kembali menyadari berbagai persoalan sosial yang terjadi di lingkungan sekitar mereka.
“Karena ini sering kali terlihat di sekeliling kita. Ingin melihatkan kepada masyarakat bahwa di sekitar kita ini ada segerombolan orang-orang yang dipinggirkan,” ungkap Nur Rohman.
Di atas panggung, para aktor tampil totalitas dengan menghidupkan masing-masing karakter melalui dialog yang tajam, gestur yang hidup, serta adegan yang mampu merekam pergulatan batin dan keseharian para tokoh dalam cerita.
Selain menghadirkan karya sastra panggung berkualitas dari Arifin C. Noer, Pentas Produksi 2026 juga menjadi sarana penting bagi regenerasi internal Teater Satoesh. Keterlibatan anggota muda angkatan 2024 dan 2025 menjadi momen berharga untuk mengasah bakat sekaligus mendapatkan pengalaman nyata dalam pengelolaan produksi teater yang utuh.
Sementara itu, Ketua Umum Teater Satoesh, Muhammad Misbahul Munir, berharap rangkaian pementasan mendatang dapat menjadi momentum bagi kelompok ini untuk terus tumbuh dan berkembang serta menyajikan karya-karya yang semakin berkualitas.
“Harapannya untuk kedepan, Teater Satoesh dapat lebih maju dan berkembang, pementasan-pementasan berikutnya lebih keren dan mantap,” pungkasnya.
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

