Breaking News
light_mode

Safin Pati Sports School Sabet Dua Penghargaan LEPRID

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 7 Mar 2023
  • visibility 951
H. Saiful Arifin bersama anak-anak Safin Pati Sports School 

Akademi sepak bola Safin Pati Sports School mendapatkan dua penghargaan dari LEPRID. Kedepan akamedi yang ada di Desa Mojoagung ini ingin meniru Gothenburg Swedia dengan kompetisi Gothia Cup, yang menjadi magnet dunia pembinaan sepak bola usia dini

PATI – Training ground Safin Pati Sports School di Desa Mojoagung diharapkan bakal menjadi kiblat pembinaan sepak bola nasional, bahkan di level dunia. Dengan fasilitas lapangan latihan yang lengkap diharapkan Mojoagung bisa meniru daerah Gothenburg di Swedia yang menjadi pusat kompetisi level junior bergengsi di dunia Ghotia Cup.

“Kita ingin dengan adanya kompleks lapangan sepak bola ini bisa menjadi magnet, supaya anak-anak bisa datang ke sini dan berlatih sepak bola. Ya kita ingin di sini bisa jadi seperti di daerah di Swedia dengan kompetisi Ghotia Cup yang menjadi kompetisi usia muda paling bergengsi di dunia. Dimana menjadi magnet orang-orang berbondong ke sini,” terang owner Safin Pati Sports School Saiful Arifin usai menerima penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Mendunia (LEPRID) (5/3/2023) pagi kemarin.

LEPRID memberikan dua penghargaan untuk training ground miliki mantan bos tim Liga 2 Putra Safin Grup (PSG) Pati itu. Penghargaan yang pertama adalah rekor pembangunan lapangan sepak bola sebanyak 7 buah berjajar di Indonesia, dan yang kedua adalah Insan Indonesia Pertama yang memprakarsai akademi khusus pemain bola dengan fasilitas memadai.

Saiful Arifin mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diberikan. Hal itu menjadi motivasi untuk semakin baik. “Kita niatnya memang menyediakan fasilitas yang baik kepada anak-anak untuk berlatih, dengan fasilitas yang baik harapannya hasilnya juga akan lebih baik,” jelas pria yang akrab disapa Safin ini.

Lebih lanjut di tahun ketiga ini akademi sepak bola Safin Pati Sports School telah berkembang pesat. Siswanya dari berbagai daerah di Indonesia. Saat ini beberapa pemainnya juga telah masuk ke tim Elite Pro Academy di Liga 1. (nir)


  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Edisi spesial 76 tahun Suara Merdeka.

    76 Tahun Suara Merdeka Menemani Pembaca

    • calendar_month Ming, 15 Feb 2026
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 2.303
    • 0Komentar

    Suara Merdeka adalah adalah sebuah koran harian di Indonesia yang berbasis di Jawa Tengah. Didirikan oleh Hetami  dan edisi pertama diterbitkan pada 11 Februari 1950. Pada tahun 2026 ini Suara Merdeka telah berusia 76 tahun. Suara Merdeka telah menjadi bagian dari urat nadi perjalanan kehidupan masyarakat Jawa Tengah. Menjadi saksi suka – duka, tawa – […]

  • Ponpes Maslakul Huda Kajen, Berdiri Sebelum Era Kemerdekaan, Lebarkan Sayap Pendidikan

    Ponpes Maslakul Huda Kajen, Berdiri Sebelum Era Kemerdekaan, Lebarkan Sayap Pendidikan

    • calendar_month Sab, 2 Jun 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Keberadaan Pesantren Maslakul Huda diperkirakan sudah ada sejak tahun 1910. Dulunya pesantren ini sering disebut dengan nama pesantren polgarut, sebab terletak di daerah yang dikenal dengan sebutan gempol garut di Desa Kajen bagian barat. Pendirinya KH. Mahfudz, ayahanda dari KH. Sahal Mahfudz yang dikenal luas sebagai sang Begawan Fiqih. Namun, pemberian nama Maslakul Huda, menurut […]

  • Desa Tempur Dapat Pelatihan Pengelolaan Limbah Bank Sampah Universitas Pancasila

    Desa Tempur Dapat Pelatihan Pengelolaan Limbah Bank Sampah Universitas Pancasila

    • calendar_month Sen, 14 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 275
    • 0Komentar

      Tim Universitas Pancasila mulai memberikan pelatihan pengelolaan limbah berbasis bank sampah untuk Desa Tempur JEPARA – Tim dosen dan mahasiswa Universitas Pancasila melaksanakan kegiatan pemberdayaan dan pendampingan masyarakat dengan topik “Green Circular Economy Solusi Pengendalian Pencemaran Lingkungan di Desa Tempur Kecamatan Keling Kabupaten Jepara. Kegiatan ini dalam rangka pelaksanaan kegiatan Program Matching Fund (Kedaireka) […]

  • Sosialisasikan Pilgub Jateng, KPU Gandeng Komunitas Vespa

    Sosialisasikan Pilgub Jateng, KPU Gandeng Komunitas Vespa

    • calendar_month Rab, 9 Mei 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 259
    • 0Komentar

    PATI – Ribuan pengendara Vespa banjiri jalanan di Kota Pati, Minggu (6/5/18) sore kemarin. Selain melakukan kampanye safety riding, kegiatan yang bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati itu pun juga untuk mensosialisasikan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 yang akan dihelat pada 27 juni mendatang. Komisioner KPU Pati, Imbang Setiawan mengatakan, pihaknya mengaku bisa belajar dari prinsip yang […]

  • DPRD Pati Dorong Anak Muda Tingkatkan Kreativitas di Tengah Persaingan Kerja yang Ketat

    DPRD Pati Dorong Anak Muda Tingkatkan Kreativitas di Tengah Persaingan Kerja yang Ketat

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 278
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati memberikan dorongan kepada anak muda untuk lebih meningkatkan kreativitas mereka. Hal ini mengingat dunia kerja saat ini semakin sulit dan persaingan yang sangat ketat. Anggota DPRD Kabupaten Pati, Endah Sri Wahyuningati, menekankan pentingnya peningkatan keterampilan sejak di bangku sekolah maupun perguruan tinggi. Menurutnya, anak muda memiliki […]

  • Sutiyono, Kades Sirahan-Pati Peduli Terhadap Pendidikan

    Sutiyono, Kades Sirahan-Pati Peduli Terhadap Pendidikan

    • calendar_month Sab, 23 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Nama lengkapnya M. Sutiyono, panggilan sehari-harinya Sutiyono. Ia sudah menjadi kepala desa sejak tahun 2014. Tahun itu Sutiyono baru sebagai pelaksana jabatan (PJ). Ia menjadi PJ selama setahun penuh. Lalu kemudian di tahun 2015, ia berhasil menjadi kepala desa secara definitif. Sutiyono menyadari betul keadaan desanya, sebab ia memang putra asli daerah. Bahkan katanya, nenek […]

expand_less