Perkuat Ketahanan Pangan dan GEMARIKAN, Tim PKM UNNES Beri Pelatihan Diversifikasi Ikan Bandeng di Desa Bumiharjo
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 101.511

Tim PKM UNNES bersama Poklahsar Omah Boga Mbotok dan perwakilan instansi terkait saat kegiatan edukasi diversifikasi produk ikan bandeng di Desa Bumiharjo, Kabupaten Pati, Minggu (14/6/2026).
PATI – Ketahanan pangan menjadi fondasi utama pembangunan masyarakat, yang tidak hanya menyangkut ketersediaan pangan, tetapi juga kemampuan masyarakat untuk memperoleh dan mengonsumsinya dengan layak.
Ketahanan ini akan semakin kokoh jika tidak bergantung pada satu jenis komoditas saja, melainkan dibangun melalui diversifikasi pangan dan optimalisasi potensi sumber daya lokal.
Bagi wilayah yang memiliki potensi perikanan besar, ikan menjadi sumber pangan strategis penyedia protein hewani dan zat gizi penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Oleh karena itu, penguatan ketahanan pangan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pengolahan, distribusi, dan perluasan konsumsi hasil perikanan.
Langkah ini sejalan dengan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) yang didorong pemerintah, untuk meningkatkan kesadaran dan kebiasaan masyarakat mengonsumsi ikan sebagai pola pangan bergizi. Peningkatan konsumsi ikan sekaligus memperluas pemanfaatan sumber protein lokal dan menyerap hasil tangkapan nelayan.
Merespons hal tersebut, tim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Semarang yang diketuai Khoirul Huda, S.Pd., M.Pd., bersama anggota Muhammad Ansori, S.T.P., M.P. dan Moch Faizal Rachmadi, S.Pd., M.Pd., bekerja sama dengan Kelompok Pengolah dan Pemasar Ikan (Poklahsar) Omah Boga Mbotok menyelenggarakan edukasi keamanan pangan serta praktik diversifikasi produk terintegrasi dengan Teknologi Tepat Guna (TTG).
Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 14 Juni 2026 di Desa Bumiharjo, Kabupaten Pati. Peserta dari Poklahsar Omah Boga Mbotok diajak mempraktikkan pengolahan ikan bandeng menjadi berbagai produk bernilai tambah, antara lain bandeng presto, nugget, hingga sarden. Tujuannya meningkatkan nilai ekonomis hasil perikanan sekaligus memperkuat sosialisasi program GEMARIKAN.
Turut hadir perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah; Dinas Kelautan dan Perikanan; Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu; serta Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pati. Kehadiran para pemangku kepentingan diharapkan membangun sinergi pembinaan, pengawasan, pemantauan, dan pendampingan yang berkelanjutan.
Selain pelatihan, tim juga menyerahkan bantuan Teknologi Tepat Guna berupa panci presto, mesin vacuum sealer, alat retort pack, dan peralatan pendukung lainnya bagi Poklahsar Omah Boga Mbotok. Program ini merupakan kegiatan PKM yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI Tahun Anggaran 2026.
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

