Breaking News
light_mode

Di Bawah “Kanopi Persaudaraan”, Gereja dan Masjid di Winong Pati Gelar Sarasehan Paseduluran

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sen, 29 Des 2025
  • visibility 1.468

PATI – Di Jalan Kolonel Sunandar Gang 6, Desa Winong, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, dua bangunan tempat ibadah — Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Winong dan Masjid Al-Muqorrobin — berdiri tegak saling berhadapan.

Bukan sekadar bertetangga, sebuah kanopi permanen selebar kurang lebih lima meter membentang di atas jalan, menghubungkan atap keduanya seolah menjadi simbol tangan yang bergandengan erat.

Kehangatan persaudaraan itu semakin terasa pada Minggu malam (28/12/2025). Di bawah naungan kanopi dan terpal biru, puluhan jemaah masjid dan jemaat gereja duduk lesehan dalam acara “Sarasehan Paseduluran”.

Suasana jauh dari formal dan kaku; mereka larut dalam obrolan santai sambil menikmati bakso dan makanan ringan, dengan gelak tawa keakraban sebagai penghias.

Acara dimulai dengan khidmat saat seluruh hadirin berdiri menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, di mana semangat nasionalisme menjadi fondasi toleransi yang mendarah daging di desa itu.

Ada alasan menyentuh di balik penyelenggaraan sarasehan: tahun ini, GKMI Winong memutuskan tidak menggelar perayaan Natal seperti biasa.

Didik Hartono, Pendeta GKMI Winong, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil sebagai bentuk empati terhadap saudara-saudara di wilayah lain, khususnya di Sumatra, yang sedang berduka akibat bencana alam banjir dan tanah longsor.

“Kami belajar berempati dengan saudara-saudara kita yang sedang mengalami bencana alam. Sebagai gantinya, kami menyelenggarakan sarasehan ini untuk tetap merawat persaudaraan yang selama ini sudah terjalin sangat baik antara GKMI Winong dan Masjid Al-Muqorrobin serta masyarakat di lingkungan sekitar,” ungkap Didik.

Dia mengatakan, dalam acara sarasehan ini GKMI Winong mengundang beberapa pihak.

Selain jemaat dan pengurus gereja, diundang pula takmir Masjid Al-Muqorrobin, kepala desa, Forum Kesehatan Desa, ketua RW dan ketua-ketua RT, serta tokoh agama Islam setempat.

“Plus juga ada satu rekan, Bapak Pendeta Paulus Hartono dari Solo, yang memang punya film dokumenter tentang perdamaian, dan kami bagikan itu untuk menyemangati kembali di dalam kami merawat persaudaraan di antara kami,” ucapnya.

Pendeta Didik juga memberikan refleksi mengenai makna Natal yang dikaitkan dengan kehidupan berbangsa.

“Kalau tema Natal secara nasional itu kan ‘Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga’. Nah, kami mencoba memaknai keluarga itu tidak hanya sekadar keluarga batih atau keluarga dalam rumah tangga, melainkan Indonesia ini adalah satu keluarga besar. Dan ada banyak ragam di dalamnya,” ucapnya.

Didik melanjutkan, Allah hadir menyelamatkan keluarga dengan cara menjaga kerukunan warga Indonesia yang merupakan satu keluarga besar.

“Sehingga sungguh kehadiran Allah juga nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia ini karena umat yang ada di dalamnya di tengah keberagaman ini mau hidup rukun satu dengan yang lain,” tegas dia.

Bagi warga Desa Winong, kerukunan bukanlah teori, melainkan praktik sehari-hari.

Hal itu ditegaskan Rachmanudin, salah satu tokoh agama Islam di Desa Winong yang turut menghadiri Sarasehan Paseduluran. Dia sangat mengapresiasi inisiatif GKMI Winong ini, menyatakan bahwa acara ini semakin memperkuat fondasi toleransi yang sudah dibangun sejak lama.

“Ini adalah acara yang luar biasa. Selain menunjukkan persatuan, sarasehan ini memperkuat toleransi yang sebetulnya sudah terbentuk di Winong sejak lama. Kita disatukan dalam satu visi: persatuan NKRI,” ujarnya.

Rachmanudin juga menilai, melalui pemutaran film bertema perdamaian dan dialog antarwarga, Sarasehan Paseduluran ini kembali mengingatkan bahwa di tengah perbedaan keyakinan, ada satu ikatan yang tak boleh putus, yakni kemanusiaan.

Dalam konteks ini, Desa Winong telah membuktikan bahwa perbedaan bukanlah pembatas, melainkan warna yang mempercantik tenun kebangsaan.

Di bawah “kanopi persaudaraan” yang menghubungkan kedua tempat ibadah, mereka tidak hanya berbagi makanan, melainkan juga berbagi harapan untuk Indonesia yang lebih rukun. Kanopi yang menghubungkan gereja dan masjid mereka bukan sekadar struktur besi, melainkan jembatan hati yang tak lekang oleh waktu.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sangat Menggiurkan, Cak Imin Janjikan Dana Desa jadi 5 Miliar Jika Terpilih jadi Wakil Presiden

    Sangat Menggiurkan, Cak Imin Janjikan Dana Desa jadi 5 Miliar Jika Terpilih jadi Wakil Presiden

    • calendar_month Sen, 22 Jan 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 303
    • 0Komentar

    POLITIK – Muhaimin Iskandar alias Cak Imin terus mengumbar janji-janji manis yang sangat menggiurkan. Salah satunya adalah dana desa akan menjadi Rp 5 miliar per tahun, jika dirinya terpilih menjadi Wakil Presiden. Pernyataan itu diungkapkan dalam momen debat wakil presiden, Minggu (21/1) di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta. “Kedepan kita naikkan lagi anggarannya jadi […]

  • Persijap Jepara Takluk Atas Bhayangkara FC, Alarm Bahaya Target Liga 1

    Persijap Jepara Takluk Atas Bhayangkara FC, Alarm Bahaya Target Liga 1

    • calendar_month Sen, 21 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 314
    • 0Komentar

    MAGELANG – Setelah tak terkalahkan di enam laga awal Liga 2 musim 24/25, keperkasaan Persijap Jepara runtuh saat menjamu Bhayangkara FC, (21/20/2024) di Stadion Moch Soebroto Magelang. Persijap Jepara harus menelan kekalahan dengan skor 0-2 dalam pertandingan yang berlangsung kurang memuaskan bagi tim asuhan Kahudi Wahyu Widodo. Sepanjang pertandingan, permainan Persijap tidak berkembang seperti yang […]

  • DPRD Pati Minta Pemkab Realisasikan Program Perbaikan Jalan

    DPRD Pati Minta Pemkab Realisasikan Program Perbaikan Jalan

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 315
    • 0Komentar

    PATI – Masalah kerusakan jalan masih menjadi keluhan utama masyarakat Kabupaten Pati. Hal ini terungkap dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Pati yang baru saja digelar. Aspirasi warga yang dominan adalah perbaikan infrastruktur jalan, terutama di daerah pedesaan. Jalan yang rusak parah dinilai menghambat mobilitas warga, baik untuk kegiatan ekonomi maupun aktivitas sehari-hari. Anggota DPRD […]

  • DPRD Pati Minta Sungai Selok Segera Dikeruk, Pengairan Lahan Warga Terganggu

    DPRD Pati Minta Sungai Selok Segera Dikeruk, Pengairan Lahan Warga Terganggu

    • calendar_month Sel, 8 Sep 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.104
    • 0Komentar

    PATI – Kondisi Sungai Selok yang berada di Desa Langgenharjo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, menjadi perhatian DPRD Pati. Debit air yang menyusut ditambah pendangkalan sungai mulai berdampak terhadap kebutuhan pengairan lahan pertanian dan tambak milik masyarakat. Anggota DPRD Kabupaten Pati, Haryono, meminta pemerintah daerah segera melakukan langkah penanganan, salah satunya melalui normalisasi sungai. Menurutnya, keberadaan […]

  • Peringati Hari Perawat Nasional, Unan Purwodadi Gelar Dialog Publik

    Peringati Hari Perawat Nasional, Unan Purwodadi Gelar Dialog Publik

    • calendar_month Sab, 19 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Dialog publik dalam rangka hari perawat di Universitas AnNur Grobogan Perawat mendapat tempat istimewa, hal ini terlihat dari persembahan BEM Unan Grobogan yang menggelar dialog publik dengan tema “Perawat Bersama Rakyat Menuju Bangsa Sehat Bebas dari Covid-19” GROBOGAN – BEM Universitas An Nur Purwodadi (Unan) Grobogan menggelar dialog publik dalam rangka memperingati Hari Perawat Nasional […]

  • Pokdarwis Gerakkan Pati Jadi Kota Wisata

    Pokdarwis Gerakkan Pati Jadi Kota Wisata

    • calendar_month Jum, 16 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 320
    • 0Komentar

    BERPOTENSI: Pendopo Kemiri salah satu destinasi wisata sejarah yang ada di Kabupaten Pati terlihat masih sepi Lingkar Muria, PATI –  Potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Pati dinilai sangat beragam. Mulai dari wisata alam, religi, sejarah maupun wisata buatan semua ada di kota yang berjuluk Bumi Mina Tani ini. Namun potensi ini belum tergarap secara maksimal. Padahal […]

expand_less