Breaking News
light_mode

Di Bawah “Kanopi Persaudaraan”, Gereja dan Masjid di Winong Pati Gelar Sarasehan Paseduluran

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sen, 29 Des 2025
  • visibility 1.445

PATI – Di Jalan Kolonel Sunandar Gang 6, Desa Winong, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, dua bangunan tempat ibadah — Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Winong dan Masjid Al-Muqorrobin — berdiri tegak saling berhadapan.

Bukan sekadar bertetangga, sebuah kanopi permanen selebar kurang lebih lima meter membentang di atas jalan, menghubungkan atap keduanya seolah menjadi simbol tangan yang bergandengan erat.

Kehangatan persaudaraan itu semakin terasa pada Minggu malam (28/12/2025). Di bawah naungan kanopi dan terpal biru, puluhan jemaah masjid dan jemaat gereja duduk lesehan dalam acara “Sarasehan Paseduluran”.

Suasana jauh dari formal dan kaku; mereka larut dalam obrolan santai sambil menikmati bakso dan makanan ringan, dengan gelak tawa keakraban sebagai penghias.

Acara dimulai dengan khidmat saat seluruh hadirin berdiri menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, di mana semangat nasionalisme menjadi fondasi toleransi yang mendarah daging di desa itu.

Ada alasan menyentuh di balik penyelenggaraan sarasehan: tahun ini, GKMI Winong memutuskan tidak menggelar perayaan Natal seperti biasa.

Didik Hartono, Pendeta GKMI Winong, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil sebagai bentuk empati terhadap saudara-saudara di wilayah lain, khususnya di Sumatra, yang sedang berduka akibat bencana alam banjir dan tanah longsor.

“Kami belajar berempati dengan saudara-saudara kita yang sedang mengalami bencana alam. Sebagai gantinya, kami menyelenggarakan sarasehan ini untuk tetap merawat persaudaraan yang selama ini sudah terjalin sangat baik antara GKMI Winong dan Masjid Al-Muqorrobin serta masyarakat di lingkungan sekitar,” ungkap Didik.

Dia mengatakan, dalam acara sarasehan ini GKMI Winong mengundang beberapa pihak.

Selain jemaat dan pengurus gereja, diundang pula takmir Masjid Al-Muqorrobin, kepala desa, Forum Kesehatan Desa, ketua RW dan ketua-ketua RT, serta tokoh agama Islam setempat.

“Plus juga ada satu rekan, Bapak Pendeta Paulus Hartono dari Solo, yang memang punya film dokumenter tentang perdamaian, dan kami bagikan itu untuk menyemangati kembali di dalam kami merawat persaudaraan di antara kami,” ucapnya.

Pendeta Didik juga memberikan refleksi mengenai makna Natal yang dikaitkan dengan kehidupan berbangsa.

“Kalau tema Natal secara nasional itu kan ‘Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga’. Nah, kami mencoba memaknai keluarga itu tidak hanya sekadar keluarga batih atau keluarga dalam rumah tangga, melainkan Indonesia ini adalah satu keluarga besar. Dan ada banyak ragam di dalamnya,” ucapnya.

Didik melanjutkan, Allah hadir menyelamatkan keluarga dengan cara menjaga kerukunan warga Indonesia yang merupakan satu keluarga besar.

“Sehingga sungguh kehadiran Allah juga nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia ini karena umat yang ada di dalamnya di tengah keberagaman ini mau hidup rukun satu dengan yang lain,” tegas dia.

Bagi warga Desa Winong, kerukunan bukanlah teori, melainkan praktik sehari-hari.

Hal itu ditegaskan Rachmanudin, salah satu tokoh agama Islam di Desa Winong yang turut menghadiri Sarasehan Paseduluran. Dia sangat mengapresiasi inisiatif GKMI Winong ini, menyatakan bahwa acara ini semakin memperkuat fondasi toleransi yang sudah dibangun sejak lama.

“Ini adalah acara yang luar biasa. Selain menunjukkan persatuan, sarasehan ini memperkuat toleransi yang sebetulnya sudah terbentuk di Winong sejak lama. Kita disatukan dalam satu visi: persatuan NKRI,” ujarnya.

Rachmanudin juga menilai, melalui pemutaran film bertema perdamaian dan dialog antarwarga, Sarasehan Paseduluran ini kembali mengingatkan bahwa di tengah perbedaan keyakinan, ada satu ikatan yang tak boleh putus, yakni kemanusiaan.

Dalam konteks ini, Desa Winong telah membuktikan bahwa perbedaan bukanlah pembatas, melainkan warna yang mempercantik tenun kebangsaan.

Di bawah “kanopi persaudaraan” yang menghubungkan kedua tempat ibadah, mereka tidak hanya berbagi makanan, melainkan juga berbagi harapan untuk Indonesia yang lebih rukun. Kanopi yang menghubungkan gereja dan masjid mereka bukan sekadar struktur besi, melainkan jembatan hati yang tak lekang oleh waktu.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polda Jateng Bongkar Praktik Dana Ilegal Berkedok Koperasi, Kerugian Capai Rp 4,6 Triliun

    Polda Jateng Bongkar Praktik Dana Ilegal Berkedok Koperasi, Kerugian Capai Rp 4,6 Triliun

    • calendar_month Kam, 21 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.240
    • 0Komentar

    SEMARANG – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap dugaan tindak pidana penghimpunan dana masyarakat secara ilegal yang dilakukan di bawah nama Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN). Dalam kasus yang telah berlangsung bertahun-tahun ini, teridentifikasi aliran dana mencapai sekitar Rp 4,6 triliun dengan jumlah korban diperkirakan puluhan ribu orang yang tersebar di hampir […]

  • 85 Unit Kopdes Merah Putih di Pati Sudah Beroperasi di Pati, Ini Harapan Wakil Ketua DPRD Pati

    85 Unit Kopdes Merah Putih di Pati Sudah Beroperasi di Pati, Ini Harapan Wakil Ketua DPRD Pati

    • calendar_month Sab, 16 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.093
    • 0Komentar

    PATI – Sebanyak 1.061 unit Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di seluruh Indonesia resmi diluncurkan secara serentak pada Sabtu (16/5) sebagai langkah strategis memperkokoh ekonomi kerakyatan yang berbasis di wilayah desa. Di Kabupaten Pati, hingga saat ini telah tercatat sekitar 85 koperasi yang sudah berjalan dan beroperasi melayani masyarakat. Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, […]

  • Jalan Rusak Parah Jakenan-Rembang, DPRD Pati Desak Perbaikan Segera

    Jalan Rusak Parah Jakenan-Rembang, DPRD Pati Desak Perbaikan Segera

    • calendar_month Sab, 17 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 309
    • 0Komentar

    PATI – Kondisi jalan alternatif penghubung Kabupaten Pati dan Rembang di Desa Tambahmulyo, Kecamatan Jakenan yang rusak parah menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati. Anggota Komisi C DPRD Pati, Jaza Khoerul Sofyan, mengungkapkan banyaknya keluhan masyarakat terkait jalan tersebut yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. “Kerusakan yang sudah berlangsung lebih dari setahun ini disebabkan […]

  • Tim Pemenangan Budi-Novi Yakin Menangkan Pilkada Pati dengan Dukungan Santri dan Tokoh Agama

    Tim Pemenangan Budi-Novi Yakin Menangkan Pilkada Pati dengan Dukungan Santri dan Tokoh Agama

    • calendar_month Sel, 8 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 257
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Tim Pemenangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pati, Budiono-Novi, Muslihan, menyatakan optimismenya dalam memenangkan Pilkada Pati 2024-2029. Hal ini disampaikannya dalam sebuah forum yang dihadiri oleh tokoh agama, ulama, santri, dan petinggi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Muslihan menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara pasangan calon gubernur Jawa Tengah, Lutfi-Yasin, dengan pasangan […]

  • Sering Banjir Bandang, Wakil Ketua DPRD Pati Hardi Dorong Adanya Embung

    Sering Banjir Bandang, Wakil Ketua DPRD Pati Hardi Dorong Adanya Embung

    • calendar_month Sel, 29 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 897
    • 0Komentar

    PATI – Banjir bandang kembali melanda wilayah selatan Kabupaten Pati pada Jumat (25/10/2024), merendam puluhan rumah di tiga desa. Menanggapi kejadian ini, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati, Hardi, mendesak perlunya pembangunan embung untuk meminimalisir dampak banjir. “Jadi harus dibuat embung di daerah Sinomwidodo, karena itu untuk meminimalisir air dari curah hujan yang tinggi,” ujarnya. […]

  • Langkah Tegas Kodim Pati: Sanksi Berat bagi Anggota Terlibat Judi Online

    Langkah Tegas Kodim Pati: Sanksi Berat bagi Anggota Terlibat Judi Online

    • calendar_month Rab, 3 Jul 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 233
    • 0Komentar

    PATI – Dalam upaya pencegahan judi online, Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Inf Jon Young Saragi, S.Sos mengadakan kegiatan Jam Komandan yang bertujuan untuk memberikan perhatian khusus kepada seluruh anggota Kodim Pati dan Persit (Persatuan Istri Tentara). Kegiatan ini dilaksanakan di hotel New Pemuda Kabupaten Pati pada hari Rabu pagi, (3/7/2024). Letkol Inf Jon Young Saragi, […]

expand_less