Breaking News
light_mode

Niat Menjaga Lereng Muria, Agar Lestari dan Menghidupi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 1 Mar 2020
  • visibility 149
Penanaman di lereng Pegunungan Muria 

Kawasan sumber
air menjadi sorotan. Sejumlah pegiat lingkungan menaruh perhatian untuk
melestarikan. Agar keseimbangan alam kembali terjadi. Menjadikan Pegunungan
Muria lestari dan menghidupi.


JEPARA – Kawasan
hulu menjadi sasaran penanaman pohon. Seperti yang dilakukan sejumlah warga di
kawasan saluran irigasi Tines Dukuh Setro, Desa Batealit.

Mereka tergabung
dalam kelompok Sekretariat bersama Pencinta Alam Jepara (Sekber-PAJ). Pada Sabtu
(8/2/2020) lalu aksi penanaman pohon mereka lakukan.

Sebelum
melakukan aksinya itu, puluhan peserta menelusuri sungai untuk menentukan titik
penanaman. Hal ini diharapkan dapat memunculkan mata air baru. Sekaligus
sebagai langkah revitalisasi sumber mata air di kawasan lereng Pegunungan Muria.

Saat ini kondisinya
sangat memperihatinkan. Musim kemaru yang lalu menjadi bukti kekeringan terjadi
dimana-mana. Sedangkan kebutuhan air warga sulit tercukupi dari alam.

Salah satu
koordinator kegiatan bertajuk “Penanaman Telusur Sungai” Abdul Kholiq
mengatakan, aksi tersebut dilakukannya untuk menjaga keberlangsungan mata air,
yang selama ini menjadi gantungan hidup warga setempat.

Sedikitnya 200
batang pohon ditanam di kawasan hulu dari sejumlah sungai itu. Seperti Sungai
Batealit, Somosari, Raguklampitan, dan Geneng. “Aksi tanam pohon ini selain
untuk menjaga ketersediaan air di sumbernya, juga untuk mencegah terjadinya longsor
di lereng Muria,” jelasnya.

Jenis pohon yang
ditanam adalah yang spesifik, sesuai dengan tujuan penanaman. Yaitu jenis pohon
konservasi alam seperti pohon beringin, yang memiliki akar kuat untuk menahan
erosi dan bisa menyimpan air. “Disamping beringin yang paling banyak, ditanam
juga pohon jenis alpukat, durian, jambu biji, pete, dan jengkol,” kata Kholiq
seperti dikutip dari laman jepara.go.id.

Lebih lanjut
pria yang aktif melatih panjat tebing di SMA Negeri 1 Tahunan ini mengharapkan,
dengan aksi menanam pohon masyarakat akan tergerak menjaga lingkungan dan
pelestarian. Terutama di kawasan bantaran sungai, lereng pegunungan, dan
kawasan mata air. (arf)
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sedih Ribuan Honorer K2 di Pati Tak Bisa Ikut CPNS karena Ini

    Sedih Ribuan Honorer K2 di Pati Tak Bisa Ikut CPNS karena Ini

    • calendar_month Kam, 1 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Ribuan guru honorer K2 dari seluruh Indonesia melakukan aksi di Jakarta PATI – Ribuan honorer K2 di Kabupaten Pati harus gigit jari. Batasan usia 35 tahun pada persyaratan seleksi CPNS memupuskan harapan mereka untuk menjadi PNS. Hasilnya, dari 1.156 tenaga honorer K2 Pati, yang dapat mengikuti seleksi CPNS hanya 52. Untuk itu puluhan perwakilannya bertolak […]

  • Dua Remaja dari Tambakromo Diduga Gangster, Diamankan di Balai Desa Karaban

    Dua Remaja dari Tambakromo Diduga Gangster, Diamankan di Balai Desa Karaban

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.056
    • 0Komentar

    PATI – Dua remaja diduga terlibat aksi gangster di Balai Desa Karaban, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Minggu (7/12/2025) pukul 23.30 WIB, berhasil diamankan Polresta Pati dengan gerakan cepat. Sebelum diserahkan ke polisi, keduanya sudah berada dalam pengawasan warga setempat. Laporan tentang dugaan aksi gangster pertama kali beredar melalui media sosial dari warga. Menanggapi informasi itu, […]

  • Harmoni Desa Damarwulan dalam Doa Lintas Agama

    Harmoni Desa Damarwulan dalam Doa Lintas Agama

    • calendar_month Ming, 28 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 158
    • 0Komentar

      Kegiatan doa bersama lintas agama di Desa Damarwulan, Keling, Jepara. Diisi dengan pameran produk UMKM dan pentas seni. JEPARA – Doa bersama lintas agama dilakukan warga Desa Damarwulan Kecamatan Keling, Jepara, Jumat (26/11/2021). Acara ini dimotori oleh Karang Taruna Tunas Karya desa setempat. Acara doa bersama lintas agama diselingi dengan pentas seni dari perwakilan […]

  • Tim Pemenangan Budi-Novi Yakin Menangkan Pilkada Pati dengan Dukungan Santri dan Tokoh Agama

    Tim Pemenangan Budi-Novi Yakin Menangkan Pilkada Pati dengan Dukungan Santri dan Tokoh Agama

    • calendar_month Sel, 8 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 155
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Tim Pemenangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pati, Budiono-Novi, Muslihan, menyatakan optimismenya dalam memenangkan Pilkada Pati 2024-2029. Hal ini disampaikannya dalam sebuah forum yang dihadiri oleh tokoh agama, ulama, santri, dan petinggi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Muslihan menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara pasangan calon gubernur Jawa Tengah, Lutfi-Yasin, dengan pasangan […]

  • Wakil Ketua DPRD Pati Dorong Penggunaan Pupuk Biosaka Pertanian

    Wakil Ketua DPRD Pati Dorong Penggunaan Pupuk Biosaka Pertanian

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 210
    • 0Komentar

    PATI – Wakil Ketua DPRD Pati, Bambang Susilo, mendorong petani di wilayahnya untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan pupuk, salah satunya dengan mengkombinasikan penggunaan pupuk Biosaka. Hal ini disampaikan dalam upaya mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. “Kami berharap petani dapat lebih kreatif dalam memanfaatkan pupuk untuk tanaman mereka. Salah satunya adalah dengan kombinasi […]

  • Dana Desa di Pati Tahun 2025: Rp 380 Miliar untuk 401 Desa

    Dana Desa di Pati Tahun 2025: Rp 380 Miliar untuk 401 Desa

    • calendar_month Rab, 8 Jan 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 189
    • 0Komentar

    PATI – Kabupaten Pati akan menerima alokasi Dana Desa (DD) sebesar Rp 380 miliar pada tahun 2025 dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Namun, distribusi dana tersebut menunjukkan disparitas yang signifikan antara desa-desa penerima. Desa Pasucen di Kecamatan Trangkil menjadi penerima DD tertinggi dengan anggaran mencapai Rp 1.870.060.000, terdiri dari alokasi dasar Rp 741.136.000, alokasi formula Rp […]

expand_less